Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 37 Mahluk panggilan ke 3


__ADS_3

Setelah pertarungan melawan Hunter yang mana hampir merengut nyawanya, Rio akhirnya menyadari betapa tidak siapnya dirinya dan jika ada yang lebih kuat dari Hunter muncul dihadapannya satu-satunya yang bisa dia gunakan hanyalah berkah dari Batara Kala, tetapi menggunakan berkah tersebut memiliki konsekuensi tersendiri terutama harus membayar sejumlah umur yang dipanen dari orang lain. Dia terpikirkan hal itu pada saat sedang tergeletak di sofa miliknya, dia sedang memikirkan mahluk gaib apa yang akan dia mau kontrakan.


“Ping-ping… Ping-ping…” tetapi tiba-tiba sebuah panggilan masuk kedalam smartphonenya.


“Halo… ada apa…??” tanya Rio.


“Ini aku, kau ingat saat kau bilang ingin menghabisi semua sekte sesat di kota ini bukan, sekarang aku telah menemukan salah satu dari markas mereka, akan segera aku kirimkan lokasinya padamu sekarang” kata Luna yang mana sedang menaiki motornya.


“Haaah… mari kita pikirkan itu nanti dan sekarang kembali bekerja” kata Rio, dia telah menganggap pemusnahan sekte sesat sebagai bagian dari pekerjaannya.


“Jangan lengah, sedari tadi aku lihat kau seperti memikirkan sesuatu anak manusia, jangan lupa kalau seseorang maju kemedan perang dengan pikiran acak maka itu akan menjadi akhir dari dirinya” kata Batara Kala.


“Oooh… tidak aku cuman lagi memikirkan tentang mahluk panggilan ketiga, aku berencana akan membuat kontrak lagi untuk menjadi senjata tambahan” kata Rio.


“Jangan terburu-buru, apa kau lupa untuk membuat dan memanggil mahluk dari alam lain, pengguna aplikasi DS Game harus menggunakan kekuatan fisik yang diapunya untuk bisa mengendalikan tubuh sementara mereka dan jika kau tidak sanggup maka ada kemungkinan kau bisa mati ditempat sebelum kau selesai memanggil mahluk panggilanmu itu” kata Batara Kala.


“Aku tahu itu, tetapi aku merasa itu bukanlah masalah besar mengingat aku memiliki perjanjian langsung dengan salah satu dewa terkuat” kata Rio.


“Gaahahaha… memang benar anak manusia, kau yang telah membuat perjanjian denganku memang bisa memanggil sepuluh mahluk panggilan sekaligus, tetapi kau harus  hati-hati untuk membuat kontrak karena tidak mudah untuk menemukan mahluk gaib yang berguna” kata Batara Kala.

__ADS_1


“Iyah aku sudah punya Banaspati untuk serangan area besar dan Garuda untuk melawan mahluk diatas langit, lalu sekarang aku merasa memerlukan sebuah mahluk yang mana bisa menjadi tameng untukku” kata Rio, sambil berjalan keluar dari gerbang gudang tersebut “Wuussh…” dia lalu terbang ketempat yang ditunjuk oleh Luna.


“Kalau begitu pikirkan itu nanti saja, sekarang mari kita berburu terlebih dahulu” kata Batara Kala.


“Ok….” diatas udara dia lalu melihat kalau tempat tersebut terlihat seperti bangunan gedung biasa, dengan beberapa satpam yang menjaganya, disana Rio melihat Luna sedang melambaikan tangannya disebuah atap bangunan yang lainnya.


“Hei kau datang cepat juga, sudah menjadi manusia beradarah dinginkah dirimu” kata Luna.


“Hahaha… lucu kau berbicara seperti itu, aku jadi ingat ada perempuan yang mana membunuh orang-orang dari sekte sesat dengan melindas mereka diatas motornya, dan yang lebih mengerikan lagi perempuan itu tertawa seperti senang melindas orang-orang tersebut” kata Rio yang mana mengingatkan Luna akan kejadian dia membantai para orang yang berusaha kabur tersebut.


“Hei… itu cuman hoby aja, lagi pula dewa yang aku kontrakan sangat senang saat dia tahu aku menghancurkan wilayah dari raja iblis sekitar” kata Luna, dia memamerkan sebuah cincin yang mana mengandung kekuatan dewa didalamnya.


“Itu hadiah dari dewa itu yah, kelihatannya sangat berbahaya” kata Rio yang mana dapat merasakan banyak energy yang acak didalam cincin yang dipakai oleh Luna tersebut.


“Hahahhahahah…. Maaf aku tidak ingin menjadi tikus percobaan sekali pakai” kata Rio yang tahu kalau nyawanya dipertaruhkan dalam kata-kata Luna barusan.


“Hahahah… aku cuman bercanda, lagi pula cincin ini sama sekali tidak memilik kekuatan serangan, biar aku tunjukan kekuatannya padamu” kata Luna, dia lalu mengarahkan cincin miliknya kearah gedung tersebut dan “Trriiinggss…” sebuah cahaya muncul dari cincin tersebut.


Cahaya itu langsung mengurung tubuh Luna dan Rio masuk kedalam cahay tersebut, dan didalam cahaya itu Rio merasakan sesuatu energy aneh yang mana membuat Rio merasa tidak nyaman.

__ADS_1


“Hmm… energy ini aku pernah merasakannya, iya aku ingat ini adalah energy para dewa dan raja iblis yang melihatku pada saat penerimaan hadiah waktu ujian saat itu” pikir Rio yang mana merasakan energy dari ruangan bola cahaya tersebut.


Sebuah dunia putih yang mana terlihat tampa warna dan orang-orang yang berjalan didalamnya terlihat berbeda-beda, ada beberapa orang biasa yang berwarna putih namun para satpam yang berwana hitam kemerahan dengan bayangan tanduk iblis dikepala mereka. Dari sana Rio langsung ingin menyentuh bayangan para satpam tersebut dan ketika dia menyentuhnya dia merasakan sebuah amarah, kegilaan, dan rasa haus darah yang sangat besar didalam tubuh mereka.


“Wuusshhtt…” cahaya keputihan tersebut lalu menghilang dengan seketika, lalu ketika cahaya tersebut menghilang Rio merasa mengerti kenapa Luna mengatakan kalau bangunan yang ada didepannya adalah sarang dari para anggota sekte sesat.


“Jadi apa itu tadi, aku merasakan sesuatu yang aneh saat menyentuh orang-orang yang ada didalam dunia itu” kata Rio.


“Hehehhe… bagus bukan, ini hanyalah salah satu dari 3 kekuatan yang dimiliki oleh cincin ini, dan sekarang bagaimana apa kau sudah siap untuk beraksi” kata Luna.


“Hahhahah…. Ok kalau begitu, wanita duhluan” kata Rio yang mana melihat Luna dengan pandangan sedikit ketakutan.


“Hmm… berhati-hatilah Rio, cincin milik perempuan itu dibuat dengan element yang sama dengan pembuatan dimensi pribadi, dan didalamnya ada kekuatan yang mana dapat menciptakan sebuah lubang penghubung kedunia lain” kata Batara Kala, dia membuat hanya Rio yang mana bisa mendengar suaranya.


“Aku tahu itu, sejak awal dari aku masih kecil aku tidak pernah mempercayai siapapun, karena cuman itulah satu-satunya cara agar aku bisa bertahan hidup didunia ini” kata Rio, dia yang mana telah dijatuhkan oleh keluarganya sendiri memiliki sebuah lubang yang membuat keraguan didalam hatinya, keraguan itu lalu semakin membesar dan membuat Rio menjadi tidak pernah mempercayai siapapun dan selama ini dia sama sekali tidak pernah menceritakan tentang dirinya kepada satu orangpun didunia ini.


“Hei… sedang apa kau, ayo cepat mereka sedang menjalankan ritual mereka, jika kita mau menyerang maka ini adalah saat yang paling bagus” kata Luna.


“Ok….” kata Rio dengan wajahnya yang telah memasang senyuman palsu selama ini.

__ADS_1


Sementara itu didalam gedung tersebut tersembunyi sebuah mahluk yang mana telah dikurung didalam kandang “Grraaahh…. Roooaarrr…” mahluk tersebut sangatlah marah, tetapi dia sama sekali tidak dapat mengeluarkan dirinya dari penjara yang mana telah mengekang dirinya tersebut. Dengan tatapa penuh dendam dan amarah dia “Bummmssshh…” memukul sel miliknya sambil bersumpah kalau dirinya akan membuat semua orang yang menangkapnya membayar dengan nyawa mereka.


Bersambung…..


__ADS_2