
Ditengah desa tua yang ditinggalkan tersebut Rio bersama rekan-rekannya dihadapi dengan musuh yang mana sangat besar, dia adalah sesosok iblis ular berkepala manusia yang mana menyerang secara liar, “Buussh… Buummsh…” serangan-serangan kuat yang dia lancarkan mulai menghancurkan setiap bangunan yang ada di desa tersebut. Rio dan yang lainnya sendiri kesulitan bertarung dengannya, itu karena adanya kabut asap berwarna hijau yang mengelilinginya dan kabut tersebut akan melelehkan apapun yang ada didekatnya.
“Srrrraaahh….” Nure Onna yang mana terluka parah diwajah sebelah kanannya karena serangan bola api Rio mulai mengincar dirinya, “Buusskk…” setiap kali dia melihat Rio dia akan langsung menyerang dengan ganasnya.
“Tampaknya dia memang sangat marah padaku” kata Rio yang mana terus menghindari serangan dari Nure Onna.
“Buurrnn… Wuussh…” lalu saat Rio mencoba untuk membalas serangan dari nute Onna, “Bomshh… Bomshh… Bomshh…” dengan lincah Nure Onna dapat menghindari serangan bola api dari Rio.
“Tubuhnya besar tetapi gerakannya cukup gesit juga” kata Rio.
“Heeii…. Kau tahu aku jadi teringat akan sesuatu, aku rasa dia marah padamu karena kau melukai wajahnya” kata Alex yang mana duduk santai dengan Gio dan ketiga vampire yang lainnya.
“Terimakasih atas kata-katamu yang sama sekali tidak membantu itu” kata Rio.
Nure Onna yang marah membuat tubuhnya menjadi semakin besar dan sisik-sisik ditubuhnya menjadi semakin hitam juga semakin kuat, melihat hal itu Rio tahu kalau dia harus mengalahkannya dengan cepat.
“Tidak ada cara lain lagi” kata Rio, “Wuussh…” dia menggunakan sihir sayap Garuda untuk terbang tinggi diatas kepala Nure Onna.
“Shhhaaaahhkkk…” Nure Onna yang melihat hal tersebut menggunakan tubuh panjangnya agar bisa menangkap Rio diatas udara, “Wuussh…” tetapi ketika Nure Onna mendekati dirinya Rio langsung menaikkan ketinggian terbangnya sehingga membuat Nure Onna tidak dapat mencapainya. Lalu disaat Nure Onna tidak dapat menggapainya Rio mengambil kesempatan tersebut, “Srringgss…” dia menarik golok naga waktu miliknya dan “Srraasstt… Srraasstt… Srraasstt… Srraasstt…” dengan cepat menebas tubuh dari Nure Onna.
__ADS_1
Setiap tebasan dari golok naga waktu dapat dengan mudah menembus pertahanan dari sisik ular milik Nure Onna, “Crraassshh….” Nure Onna lalu kalah dan mengeluarkan banyak dari setiap luka tebasa Rio. “Srrraahhkk….” Lalu saat tubuh dari Nure Onna menghilang dia meninggalkan beberapa sisiknya beserta beberapa mayat iblis warga desa tersebut.
“Jadi begitu, dia dapat bertahan walaupun pemanggilnya telah mati karena iblis ini telah menjadi suplai energy sihirnya” kata Rio yang melihat mayat dari para warga iblis didesa tersebut.
Para warga yang mana telah ditelan oleh Nure Onna mati mengering karena energy sihir mereka diserap secara paksa saat mereka berada didalam tubuh Nure Onna, melihat hal tersebut Rio lalu menggunakan sihir api miliknya “Burrnn…” lalu membakat mayat dari para iblis yang telah mati ditelan itu.
“Kau cukup baik juga mau mengistirahatkan mereka” kata Alex yang mana memperhatikan Rio.
“Kalau aku membiarkannya maka mayatnya akan membusuk dan siapa yang tahu kalau mereka berubah menjadi roh gentayangan dan menyerang diriku, lagi pula aku tidak memilik dendam ataupun masalah dengan mereka” kata Rio yang menatap para mayat tersebut dengan tatapan yang dingin.
Setelah Rio membakar seluruh mayat tersebut ke 3 vampire yang ada disana langsung beristirahat dan meminum darah dari para orang asing yang mana menyerang mereka, setelah mereka selesai beristirahat mereka lalu mencari-cari keberadaan dari harta yang ada didesa tersebut, namun setelah lama mencari mereka sama sekali tidak menemukan benda berharga didesa itu.
“Kelihatannya desa ini benar-benar sudah ditinggalkan, aku tidak dapat merasakan adanya alat sihir disekitar sini” kata Rio yang mana mencari-cari harta disetiap bangunan.
“Hmm…. Baiklah kalau begitu, kau bukalah dan lihat apa yang ada didalam penyimpanan aplikasi DS Game milik mereka” kata Rio.
“Ping-ping-ping….” Dalam sekejab ketika Alex menghancurkan smartphone milik ketiga orang asing tersebut, banyak item yang bermunculan masuk kedalam penyimpanan miliknya tetapi banyak diantarannya adalah item tidak berguna atau tidak terlalu penting kegunaannya.
“Kelihatannya merekaa benar-benar mengambil apa saja yang mereka lihat, bahkan barang-barang biasa juga mereka ambil” kata Gio yang melihat kearah smartphone milik Alex.
__ADS_1
“Haaah… tunggu sebentar biar aku saring dulu barang-barang milik mereka” kata Alex yang ingin membuang barang-barang yang tidak berguna dan menyimpan barang-barang yang dianggap penting dan berharga.
Beberapa menit kemudian setelah menggerakkan jarinya untuk waktu yang agak lama, Alex pada akhrinya telah berhasil memisahkan barang-barang milik ke 3 orang asing tersebut. Diantara ratusan lebih barang yang mereka milik hanya beberapa yang berguna dan berharga, sementara yang lainnya adalah sampah atau alat biasa yang hanya memiliki sedikit energy sihir ataupun tidak ada kegunaannya.
“Tidak kusangka akan ada hari dimana jari-jemariku bisa keram seperti ini” kata Alex yang mana merasa lelah setelah memilih seluruh barang tersebut.
“Hmm… apa ini” kata Gio yang mengambil salah satu dari barang yang dibuang oleh Alex, benda tersebut terlihat seperti potongan besi yang mana telah berkarat namun didalamnya ada secercah energy sihir, karena penasaran Gio lalu menyimpan potongan besi tersebut.
“Ooi… Gio kau tidak maukah harta karun ini” kata Alex yang memanggil Gio.
“Aaah… tunggu sebentar” jawab Gio.
Beberapa saat kemudian mereka telah membagi rata harta karung yang mereka dapatkan, dan untuk sisik-sisik ular milik Nure Onna mereka diambil Rio seluruhnya dan tampa perlawanan Alex sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk mengambil sisik tersebut.
“Sisik ini dapat digunakan sebagai armor, kekuatan dari sisik ini cukup kuat karena dapat menahan serangan golok milikku” pikir Rio, disaat dia menebas Nure Onna sisik ular miliknya menahan sebagian besar dampak serangan dan membuat tubuhnya menjadi tidak terbelah walaupun telah ditebas menggunakan senjata kelas artefak.
Setelah mereka membagikan semua harta yang mereka temukan mereka lalu langsung pergi kearah kastil raja iblis Bahamut, dan ketika mereka sampai disana sudah ada banyak orang yang mana telah menunggu disana, dari penglihatan Rio ada banyak orang yang sedang bersiap untuk menjelajahi kastil tersebut. Mereka terdiri dari para manusia sampai para iblis yang mana sedang mencari kesempatan, namun diantara mereka ada sekelompok siluman berusia lebih dari ribuan tahun yang sedang menunggu disana, dari perlengkapan sihir yang mereka pakai para siluman tersebut berencana untuk merampok hasil milik para tim yang berhasil keluar dengan selamat dari kastil raja iblis Bahamut tersebut.
“Sebentar lagi paman, sebentar lagi aku akan menemukan langkah dimana kau berada” pikir Rio yang mana mencari tempat Gilang membunuh Bahamut.
__ADS_1
Penjelasan : Baphomet adalah iblis yang memiliki sosok tubuh manusia dengan kepala kambing, dia terlihat melayang dengan duduk bersila sambil mengepakan sayapnya kearah para lawannya, didalam aplikasi DS Game Baphomet hanya dapat dipanggil ketika para pengguna memenuhi persayratan yang dia minta yaitu tumbal seratus jangtung manusia untuk dia santap.
Bersambung….