
Diwilayah kekuasaan dimensi milik Mormo disana para anggota serikat milik Rio, terlihat sedang bertarung melawan para mayat hidup yang mana adalah para pasukan utama milik raja iblis Mormo, disana mereka terlihat sedang kesulitan karena pasukan mayat hidup itu sangat banyak dan tidak memiliki ketakutan sama sekali. Akan tetapi disana Angga, Dion bersama dengan Lita sedang membantu para anggota yang lainnya, dan dengan para mahluk gaib yang membuat kontrak dengan mereka dapat membantu menghadapi para mayat hidup yang sangat banyak tersebut.
“Buurrshhkk… Srraahhkk…” Lita yang mana memanggil Nagini untuk datang mulai membantai para mayat hidup itu satu persatu, sementara itu Angga menggunakan Pastur kepala puntung untuk memanggil sesosok anjing hitam raksasa. “Buuskk… Trrasskk…” dengan hantaman kakinya anjing hitam raksasa tersebut langsung menghancurkan para pasukan mayat hidup tersebut.
“Semunya bersiap, tembak…” kata Dion.
Dia membuat puluhan anak panah emas yang mana ditembakan oleh para anggota serikat, mereka menggunakan sihir telekinetis untuk menyerang para mayat hidup tersebut dengan panah emas tersebut “Wuuushkk… Crrastt... Crrastt... Crrastt...” panah-panah emas tersebut langsung menghancurkan tubuh mereka. Melihat hal tersebut Dion langsung mengambil kesempatan itu untuk maju menyerang dengan menunggangi Barong ( Naga ), dengan kecepatan dari Barong “Srraskk.. Crrastt…” Dion langsung menghancurkan para pasukan mayat yang tidak terkena serangan panah emas tersebut.
“Mereka terlalu banyak” kata Dion yang melihat kalau jumlah dari pasukan mayat hidup belum berkurang banyak.
“Abang Dion…” kata Lita yang melambaikan tangan dari atas kepala Nagini yang besar tersebut.
“Buuushk…” Dion lalu langsung terbang dengan menunggangi Barong ( Naga ) dan dirinya langsung menghampiri Lita.
“Ada apa Lita…??” tanya Dion.
“Lita mau nanyak, apa Lita harus manggil hantu Pagebluk, kalau Lita manggil para hantu Pagebluk semua ini pasti bisa selesai” kata Lita.
“Tidak jangan dulu, kau harus ingat apa perkataan dari Rio, jangan lupa kalau kau bisa memancing perhatiannya” kata Dion.
__ADS_1
“Haaah… Lita mengerti, tapi kalau gini aja Lita bosan” kata Lita.
“Hahahaha… kau tenang saja, apa kau lupa kalau ketua kita itu adalah orang yang sangat kuat” kata Dion.
“Boomssh… Bommshh…” lalu dari arah Rio berada Dion dapat melihat ledakan dari sihir api milik Rio, kemudian dia juga merasakan sebuah hawah dingin yang luar biasa kuatnya, dari hawa dingin tersebut Dion dapat merasakan perbedaan kekuatan yang luar biasa besarnya dari sosok yang mengeluarkan aura tersebut.
“Apa itu tadi…?? Jangan bilang kalau itu adalah raja iblis Mormo” pikir Dion yang melihat kearah Rio bertarung.
Sementara itu ditempat Rio bertarung, disana Banaspati telah bersiap untuk menyerang Mormo yang telah menunjukkan wujud aslinya, lalu disaat Banaspati mencoba untuk menghajar wajah Mormo “Buusskk…” gumpalan darah langsung terbang untuk melindungi dirinya, melihat hal itu Banaspati langsung mengalirkan energy sihirnya kearah tangannya “Boommssh…” lalu ledakan besar tercipta. “Wuusshhkk…” karena ledakan itu Mormo langsung terhempas, bagaikan hidup genangan darah yang berada dibawah kakinya langsung mengejar Mormo.
“RIO SEKARANG HABISI DIAA” teriak Banaspati.
“Aku mengerti, Garuda serang” kata Rio.
“Ini jebakan, Garuda terbang keatas” kata Rio.
“Crrasst….” Lalu tubuh dari Mormo yang terbelah tersebut berubah menjadi genangan darah, dan dari genangan darah tersebut sebuah tangan-tangan merah langsung memegang kakit Garuda “Tasskk…” dari tangan-tangan merah tersebut racun lalu keluar, “Srraaakk…” racun itu lalu menyebar dengan sangat cepat dan membuat kaki Garuda mati rasa.
Melihat Garuda seperti itu Rio langsung melompat turun “Wuusshh..” dia lalu dengan cepat memotong tangan-tangan merah tersebut, menggunakan golok naga waktu miliknya “Srrastt… Srrastt…” Rio dengan mudahnya memotong tangan-tangan merah itu. “Gllupss…” kemudian dari dalam genangan darah tersebut Mormo langsung keluar, matanya tertuju pada Rio yang mana menggunakan sebuah artefak naga, “Srrasskk….” Dan dengan satu gerakan tangannya dia memerintahkan genangan darah tersebut.
__ADS_1
“Wuush…” genangan darah itu langsung meninggi dan membuat sebuah sunami darah kearah Rio, melihat hal itu Rio langsung mengaptifkan sihir api miliknya dan dengan darah naga yang dia punya dia meningkatkan kekuatan dari sihirnya. “Buurrn…” dengan tangan kanannya yang mengeluarkan sisik naga Rio membuat sebuah bola api yang besar, “Wuushhkk…” dengan tangan kanannya Rio lalu melemparkan bola api tersebut.
“Wuuush…” bola api itu lalu terlempar kearah sunami darah tersebut dan “Boomssh…” ketika keduanya bersentuhan ledakan uap yang luar biasa besarnya langsung muncul, dan karena ledakan uap itu seluruh area tempat mereka bertarung langsung tertutupi oleh asap uap darah. Mormo yang mana berada didalam uap darah tersebut berusaha untuk mencari keberadaan dari Rio, akan tetapi karena dia malas mencari dia menyebarkan darah dibawah kakinya dan menunggu Rio untuk menginjaknya.
“Dengan begini kalau aku dapat mengetahui lokasinya tampa perlu bersusah payah” pikir Mormo yang mana menguap dan seperti ingin tertidur.
“Wuushkk…” akan tetapi secara tiba-tiba Rio langsung terbang kearah dirinya menggunakan sayap naga dipunggungnya, dia terbang dengan cepat kearah Mormo “Burrn…” lalu dengan golok naga waktu yang telah dilapisi oleh sihir api milik Reno, dia berencana untuk menebas Mormo.
“Aaaahh… sialan tampaknya aku akan mati disini, tetapi aku sudah terlalu bosan hidup” pikir Mormo.
Dia tidak terlihat seperti akan menghindari serangan golok dari Rio, melihat hal itu Rio tampa ragu-ragu tetap menyerangnya “Srraasstt…” dan dengan satu tebasan kuat Rio langsung memenggal kepala Mormo. Disaat yang bersamaan ketika raja iblis Mormo telah mati karena ditebas oleh golok naga waktu, “Trruuskk…” para mayat hidup yang mana adalah pasukan Mormo mulai berjatuhan, tubuh mereka seperti kehilangan tenaga untuk bergerak dan bahkan mereka langsung menghilang bagaikan sebuah abu.
“Hahah… kita menang, ketua telah mengalahkan raja iblis Mormo, kita menang” kata para anggota serikat Rio yang mana berhasil bertahan menghadapi para pasukan mayat hidup milik raja iblis Mormo.
“Haaaah… kau terlalu lambat” kata Angga, dia terlihat mengalami luka-luka ditubuhnya, dan dibawah kakinya terdapat ratusan mayat hidup yang telah dia kalahkan.
Sementara itu Rio yang mana melihat kearah mayat raja iblis Mormo mulai merasakan energy iblis miliknya sedang berkurang, dia lalu berjalan mendekati tubuh dari raja iblis Mormo dan ditubuhnya sebuah gantungan kunci yang mana terlihat seperti batu nisa terlihat. Gantungan kunci itu mengeluarkan aura aneh yang setara dengan golok naga waktu, dan dengan tangannya Rio mengambil gantungan kunci tersebut “Caakss…” lalu ketika dia mengambilnya tubuh dari raja iblis Mormo langsung menghilang bagaikan sebuah asap hitam yang ditiup oleh angin.
“Dengan ini aku mendapatkan artefak keduaku” kata Reno, dia memegang artefak batu nisan tersebut erat-erat dengan tangan kanannya.
__ADS_1
Sementara itu disisi lain para raja iblis mulai memperhatikan gerak-gerik dari Rio, itu karena dia adalah manusia yang mengalahkan salah satu dari 7 raja iblis terkuat. Terutama Satans yang telah membuat aliansi dengan Mormo, serangan Rio pada Mormo terasa seperti sebuah tamparan diwajahnya.
Bersambung…..