
Rio yang mana dapat dengan jelas merasakan hawa keberadaan dari Gilang langsung bergerak menuju kearahnya, “Wusshkk…” dia dengan cepat bergerak didalam bayangan setelah itu Rio melihat kalau Gilang sedang berhadapan dengan Incubus yang mana saat itu juga sedang sekarat, disaat itu juga Rio yang mana telah memanggil Garuda saat disini langsung memanggil Garuda untuk melawan Titan yang ada dibelakang Gilang. “Fusshkk…” dengan cepat Garuda langsung muncul dari atas langit, “Srringgs…” dan dengan senjata tombaknya “Fusshk…” Garuda memberikan serangan lemparan kearah Titan tersebut.
“Hmm…?? Kau rupanya ada disini, Titan serang balik” kata Gilang yang melihat tombak Garuda mengarah kearahnya.
“Trranggs…” menggunakan pedang besar ditangannya Titan langsung menangkis serangan tombak dari Garuda, “Busshkk…” dan dengan satu lompatan kuat Titan lalu menyerang kearah Garuda yang ada diatasnya. “Wusshkk…” sementara itu Rio langsung keluar dari dalam bayangan dan menggunakan golok miliknya untuk menyerang Gilang, “Trranggs…” dan Gilang sendiri menggunakan kapak artefak Ira untuk membalas serangan dari Rio.
“Kau punya mainan baru tampaknya, apa kau sudah selesai bermain sebagai pesuruh iblis itu” kata Rio.
“Hahahah…. Yah benar, dan kapak ini adalah bayaran atas kerja kerasku dan beserta bunganya juga” kata Gilang.
“Bomshkk…” Gilang menggunakan energy amarah yang ada dikapak Ira tersebut dan mendorong mundur Rio, “Trranggs…” dengan cepaat Gilang lalu langsung memanggil 4 Baphemot untuk datang. “Krranggs…” lalu ke 4 Baphemot tersebut langsung duduk bersila sambil terbang diatas udara, mereka juga terlihat seperti sedang membacakan sebuah mantra.
Mengetahui hal tersebut Rio tidak tinggal diam “Trranggs…” dia kemudian memanggil Banaspati untuk datang, dan dengan api diubuhnya “Frrusshkk…” Banaspati keluar sambil menyambar ke 4 Baphemot tersebut dengan apinya, “Fussshk...” sementara itu Gilang langsung dengan cepat memadamkan api dari Banaspati dengan sekali ayunan dari kapaknya.
“Lumayan juga kau, tampaknya mahluk gaib yang membuat kontrak denganmu sudah bertambah kuat lagi” kata Gilang.
“Bukan urusanmu” kata Rio.
__ADS_1
“Burrn…” Rio kemudian menggunakan sihir api miliknya dan menciptakan 10 bola api, “Wrusskk…” dan menggunakan darahnya dia memperkuat 10 bola api tersebut menjadi sebuah api emas yang mana memiliki kilauan silver didalamnya. Melihat api tersebut energy iblis yang ada didalam tubuh Gilang langsung bergetar, itu karena dia tahu kalau api tersebut adalah api dewa yang mana mengandung kekuatan keihlahian para dewa.
“Kalau kena sekali atau dua kali maka bisa gawat, aku harus bisa menghindarinya jika bisa” pikir Gilang.
“Taaask…” dengan satu jentikan tangannya Rio kemudian langsung menggerakkan ke 10 bola api tersebut menggunakan pikirannya, sementara itu “Trrangg…” secara tiba-tiba Gilang langsung diselimuti oleh pelingdung anti sihir, salah satu Baphemot yang mana terlihat sekarat berhasil sadar dan membuat pelindung untuk tuannya. “Bomshkk…” namun dengan sekali serangan dari satu bola api milik Rio, “Krrakkss… Trrrangkk…” pelindung itu pecah dengan mudahnya, “Fusshk… Fusshk…” dengan cepat saat pelindung tersebut pecah Rio langsung menggerakkan ke 9 bola api lainnya untuk menyerang Gilang.
“Busshkk…” dengan satu lompatan kuat Gilang berusaha untuk menghindari serangna dari ke 9 bola api emas tersebut, akan tetapi “Fruusshkk…” dengan cepat Rio langsung mengejar Gilang menggunakan ke 9 bola api miliknya tersebut, melihat hal itu Gilang kemudian memberikan perintah lewat telepati kepada para Baphemot yang mana masih ada disana. “Trranggs…” kemudian tiga Baphomet yang ada disana langsung menggunakan sihir mereka, dan kali ini mereka bukannya menggunakan sihir untuk menyerang “Srringgs… Trranggs…” ketiga Baphomet tersebut menggunakan sihir mereka untuk mengambil senjata sihir yang mereka simpan selama ini.
“Gooaarr….” Para Baphomet tersebut langsung marah besar dan menyerang Rio dengan senjata mereka, sementara itu Banaspati yang melihat hal itu langsung menghadang para Baphomet tersebut. “Burrn… Frrusshkk…” Banaspati membagi dirinya menjadi tiga dan menyerang ketiganya dengan tubuh api miliknya, “Trrangs…” dan ketiga Baphomet tersebut langsung berusaha untuk menyerang Banaspati.
“Hahhaha… percuma saja, kalian tidak akan pernah bisa menyerang mahluk element dengan serangan seperti itu” kata Banaspati.
“Hehehe… jadi begitu, aku kira itu adalah senjata sihir namun itu adalah senjata terkutuk rupanya, dan lagi itu memiliki kekuatan untuk melahap energy sihir lawan, hahahah… menarik sekali kalian memang pantas untuk aku bakar” kata Banaspati.
Sementara itu Rio yang sedang fokus untuk menyerang Gilang, “Frrussthhk…” mengendalikan sembilan bola api emas miliknya dengan sangat sempurna, “Buushk… Wusshkk…” bahkan Gilang kesulitan karena takut untuk bersentuhan langsung dengan bola-bola api tersebut.
“Merepotkan sekali skillmu ini, kalau begitu bagaimana dengan ini” kata Gilang, “Trranggs…” dengan kapak miliknya Gilang langsung menghancurkan tanah yang ada dibawahnya.
__ADS_1
“Brrusskk…” dan menggunakan tangan kirinya Gilang langsung mengangkat batu besar yang ada dibawahnya dan “Fushkk…” dia melemparkan batu besar tersebut kearah 9 bola api emas tersebut, namun dengan kendali kekuatan Rio “Frusshkk… Frusshkk…” dia membuat ke 9 bola api emas tersebut menghindari serangan lemparan batu tersebut. Lalu saat ke 9 bola api itu telah menghindari lemparan batu besar tersebut, “Srraanggs…” tiba-tiba saja Gilang sudah bersiap dibalik batu tersebut, dan menggunakan artefak kapak Ira “Srranggs… Bommshkk… Bommshkk… Bommshkk…” 5 dari 9 bola api emas tersebut langsung meledak ditempat itu, dan karena ledakan itu Gilang terluka cukup parah.
“Gaahkk… ledakan yang dikeluarkan besar juga, aku padahal hanya terkena sedikit apinya saja tetapi energy iblis milikku sudah berkurang dan dimurnikan 30 %, api ini memanglah kekuata yang menjadi musuh alamiku” pikir Gilang.
“Cih… dia masih hidup rupanya, nampaknya aku harus menambahkan kekuatan apinya” kata Rio.
“Bushkk…” dengan satu lompatan Rio lalu langsung mengarah kearah Gilang, dan “Fruushkk…” ke 4 bola api emas yang tersisa kemudian langsung tergabung menjadi satu dan “Frussk…” kembali mundur kebelakang kearah Rio, “Burrnn…” dan ditelapak tangan Rio bola api itu menjadi semakin membesar.
“Selamat tinggal paman” kata Rio yang mana menggunakan cakar api miliknya untuk meningkatkan kekuatan bola api ditangan kanannya.
“Dasar keponakan kurang ajar” kata Gilang, sebelum Rio melemparkan bola api besar ditangan kanannya itu dia terlihat seperti sedang menyiapkan sesuatu.
Mengetahui kalau Gilang memiliki sebuah rencana khusus “Frrushhkk…” Rio tidak langsung menunggu dan langsung melemparkan bola api tersebut kearah Gilang, “Bomshhkk…” dengan kekuatan bola api besar tersebut kurang dari setengah dimensi kekuasaan Teppes tersebut langsung hangus terbakar oleh api yang Rio lemparkan, sementara itu Rio tetap berdiri diam didalam api emas yang memilik beberapa cahaya silver tersebut, dia ingin memastikan kematian dari Gilang sendiri dengan mata kepalanya.
“Apa sudah berakhir…??” pikir Rio.
“Duk-duk… Duk-duk… Duk-duk… Duk-duk…” lalu Rio secara tidak sengaja mendengarkan sebuah suara detak jantung, “Duk-duk… Duk-duk…” suara detak jatung tersebut sangat keras dan juga sangat cepat, suara itu terlihat seperti beberapa detak jantung yang sedang berdetak secara bersama-sama, dan Rio yang mana mendengarkan suara itu tiba-tiba langsung merinding dan merasakan aura yang menakutkan tepat didepannya.
__ADS_1
Bersambung……