
“Boomsshhh…..” aura merah darah yang kental menyelimuti tubuh putih dari siluman manusia serigala putih tersebut, dan juga hawa nafsu membunuh yang sangat kuat menyengat seluruh tubuh dari orang-orang yang dia lihat, dalam sekali lihat hawa membunuhnya dapat menusuk kulit bagaikan sebuah pisau yang menusuk langsung kedada seperti itulah yang dirasakan oleh setiap mahluk hidup yang melihat matanya sekarang ini.
“Ini gila aku tidak menyangka dia mempelajari mantra amukan” kata kakek Joko.
“Sihir apa itu, sihir amukan aku tidak pernah mendengarnya sama sekali…??” kata Rio yang mana melihat aura yang sangat menakutkan keluar dari tubuh siluman manusia serigala putih tersebut.
“Hahahaha…. itu adalah sebuah sihir yang mana bisa dibilang sebagai sihir peningkatan” kata Batara Kala yang berbicara langsung kepikiran Rio.
“Hanya dengan peningkatan saja kekuatannya bisa segila ini, kau jangan bercanda denganku” kata Rio.
“Siapa yang bilang kalau itu hanyalah peningkatan biasa, itu adalah sebuah sihir yang dialirkan langsung kealiran darah dan menuju kearah otak, lalu dengan sihir yang memenuhi otak pengguna sihir ini dapat melepaskan 100 % kekuatan tubuh miliknya, namun jika pengguna sihir tidak ahli maka dia akan mendapatkan efek balik” kata Batara Kala.
“Efek balik seperti apa..??” tanya Rio.
“Kegilaan…. Mereka yang tidak bisa mengendalikan sihir diotaknya akan menggila dan terus menerus bertarung, dia akan menjadi mesin pembunuh tampa otak yang akan menyerang setiap mahluk hidup dimatanya sampai pada akhirnya tubuhnya hancur dan mati” kata Batara Kala.
“Jadi dengan kata lain siluman manusia serigala itu sedang menggila, ini bisa dibilang keadaan menguntungkan sekaligus ketikga beruntungan” kata Rio.
“Kenapa bisa kau beruntung, disituasi seperti ini seharusnya kau harus melarikan diri kalau tidak mau mati” kata Batara Kala.
__ADS_1
“Kalau dia menggila maka dia akan cukup mudah untuk dihadapi menggunakan strategi, tetapi kalau dia memiliki akal sehat akan cukup sulit untuk menjebaknya masuk kedalam perangkapku” kata Rio.
Sementara itu kakek Joko yang mana berada didekat siluman manusia serigala putih tersebut mulai merasakan perasaan yang tidak enak, “Buussh…” dengan cepat siluman manusia serigala putih tersebut langsung melancarkan serangan kearah kakek Joko, dengan aura merah dari yang keluar dari tubuhnya siluman manusia serigala putih itu membalut cakar miliknya dengan energy sihir yang sangat melimpah. “SRRRASSHHTT….” Kekuatan cakaran dari siluman manusia serigala putih itu lalu “Krraakkss…” membuat retakan ditangan prajurit wayang milik kakek Joko, “Grrraaahh….” Lalu dengan amukannya siluman manusia serigala putih tersebut melancarkan serangan bertubi-tubi kearah kakek Joko, “Srrasshh… Srrasshh… Srrasshh…” kakek Joko yang hanya bisa bertahan menggunakan prajurit wayangnya merasa kesulitan karena energy milik siluman manusia serigala putih itu masih menekan tubuhnya.
“Sialan karena aura membunuhnya aku tidak bisa dengan tenang mengendalikan alat-alat sihirku” pikir kakek Joko, dia lalu memberikan isarat pada para bawahannya dan dengan sigap para bawahannya langsung bergerak mendekati dirinya.
“Buusshh… Buusshh… Buusshh…” dengan cepat mereka langsung mengepung siluman manusia serigala putih tersebut, mereka semua lalu mengeluarkan senjata-senjata sihir milik mereka dan dari energy senjata sihir milik mereka keluar kekuatan energy gelap yang mana sangat mencekam, seperti sebuah senjata hidup yang memiliki jiwa-jiwa didalamnya.
“Semuanya jangan biarkan dia berbuat seenaknya dan pastikan dia mati disini” kata kakek Joko.
Dengan cepat para bawahan dari kakek Joko berusaha untuk menyerang siluman manusia serigala putih tersebut, namun “Srrraaasshh….” Dengan sebuah cakaran berputar siluman manusia serigala putih itu membuat para bawahan kakek Joko terhempas “Crrasst… Crrasst… Crrasst…” bahkan membuat beberapa dari mereka menderita luka-luka sayatan. Melihat hal itu kakek Joko langsung mencoba untuk mengaptifkan tongkatnya lagi, “Buussh…” tetapi dengan cepat siluman manusia serigala putih tersebut langsung sudah ada dihadapan kakek Joko.
“Srraasst…” dengan cepat siluman manusia serigala putih tersebut melancarkan serangan kearah belakang kakek Joko yang sedang berlari, “Trraaasskk…” namun prajurit wayang dengan sendirinya melindungi kakek Joko tetapi “Krrrakk… Trrannggss…” kedua tangan prajurit wayang hancur ketika berusaha untuk menahan serangan cakaran dari siluman manusia serigala putih tersebut.
“Sialan aura serangan yang dikeluar siluman itu mampu menghancurkan tangan prajurit wayang, sekuat apa serangannya tadi itu” pikir Angga yang terkejut melihat serangan dari siluman manusia serigala putih tersebut.
“Grraahh… kau melihat kearah mana” kata siluman manusia singa, dia langsung berusaha menyerang Angga menggunakan senjata sihir miliknya yang mana berupa sebuah pedang besar satu tangan, “Trraakss… Krraaskk…” namun setiap tebasan siluman manusia tersebut tidak dapat menyentuh tubuh dari Angga.
“Kau berisik sekali, apa kau tidak lihat kalau nyawamu juga akan terancam mati oleh rekanmu itu” kata Angga, “Wuusshh….” Angga lalu mengumpulkan kekuatan anginnya didalam telapak tangannya “Buusskk…” dan lalu dengan kuat Angga menyerang siluman manusia singa tersebut menggunakan telapak tangannya.
__ADS_1
“BUUSSSKK….” Energy sihir anginnya yang kuat lalu berputar dengan sangat cepat sehingga membuat siluman manusia singa itu terlempar jauh, “Buusskk… Buusskk… Buusskk…” dan menghantam beberapa pepohonan sehingga pada akhirnya “Brraasskk…” menabrak sebuah batu besar sampai dirinya pingsan.
“Bagus sekarang dia tidak akan mengganggu” kata Angga, tetapi sebelum dia sadari siluman manusia serigala putih tersebut sudah ada dibelakang dirinya.
“Sialan…” kata Angga yang mana berbalik dan melihat kalau kakek Joko sudah tergeletak kaku dan dirinya adalah yang diincar berikutnya oleh siluman manusia serigala putih tersebut.
“Grrrr…. Roaarrr….” Lalu dengan cakarnya siluman manusia serigala putih tersebut ingin membunuh Angga, “Woouuff…” namun anjing hitam milik Pastur kepala puntung “Crraakkss…” mengigit kedua tangan dari siluman manusia serigala putih tersebut. Dengan cepat Angga berusaha melompat tinggi menggunakan kekuatan angin miliknya “Buussk…” namun dengan cepat juga siluman manusia serigala putih itu menyingkirkan seluruh anjing hitam yang ada disekitarnya. Dan ketika siluman manusia serigala putih itu berusaha untuk melompat mengerjar Angga “Srraasstt…” dari belakang dirinya Pastur kepala puntung menebas punggungnya.
Marah karena ditebas oleh Pastur kepala puntung “Crraasstt…” menggunakan mulutnya siluman manusia serigala itu mulai menggigit tubuh Pastur kepala puntung “Krraasstt…” dan mencabik-cabik tubuhnya, dengan sendirinya Pastur kepala puntung dibuat kembali kealamnya. Disaat siluman manusia serigala putih itu melihat lagi dirinya sudah tidak melihat Angga dimanapun, namun dia sekarang ini melihat siluman manusia rubah yang mana rekannya sebagai mangsanya.
“K.. ketua…” kata siluman manusia rubah tersebut, namun “Crraasstt…” dengan cepat siluman manusia serigala putih tersebut membunuhnya dengan menggunakan cakarannya, tubuh dari siluman manusia rubah tersebut hancur berkeping-keping hanya dengan satu kali cakaran.
“Buuusshhkk….” Siluman manusia serigala putih tersebut lalu melompat kearah hutan untuk mencari lawan yang bisa dia bunuh, sementara itu Rio yang mana sedang bersembunyi didalam bayangan dengan cepat keluar dan mulai mengambil seluruh harta benda milik para siluman berusia ribuan tahun tersebu dan juga milik kelompok kakek Joko.
“Sekarang mari kita jarah seluruh harta yang ada disini” kata Rio.
“Kau benar-benar sangat licik, tidak aku sangka kau menggunakan siluman itu untuk memanen harta mereka yang mati” kata Batara Kala.
“Hahahaha… memangnya kenapa, mereka juga tidak akan bisa menggunakannya saat mereka mati, jadi dari pada disia-siakan lebih baik aku ambil saja” kata Rio, dia lalu mulai mengambil seluruh alat sihir yang ada namun dia dikejutkan dengan apa yang disimpan oleh kakek Joko dalam penyimpanan DS Game miliknya.
__ADS_1
Bersambung…..