Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 295 Kedatangan raja siluman bagian 2


__ADS_3

Sebuah lingkaran sihir raksasa yang mana diciptakan dari darah para manusia dan siluman, lingkaran sihir tersebut mengepung seluruh kota dan bahkan membuat para orang-orang yang ada didalamnya dapat merasakan sebuah perasaan yang tidak mengenakan dari lingkaran sihir tersebut, lalu seluruh darah dan juga mayat para manusia dan siluman yang telah berjatuhan tersebut lalu mulai berkumpul menjadi satu. “Srraakksst… Krranggst… Trranggstt…” seluruh darah tersebut kemudian mengkristal dan membuat sebuah permata merah yang memancarkan energy sihir yang luar biasa kuatnya, Dion dan juga Angga yang melihat kristal tersebut dapat merasakan perasaan yang sama ketika Rio bergabung dengan darah naga hitam.


“Wushhkk…” karena merasakan perasaan yang buruk mereka berdua lalu langsung melesat kearah kristal merah tersebut, akan tetapi “Trranggs…” dibelakang Dion tiba-tiba saja muncul sesosok siluman badak “Bumshk… Bumshk… Bumshk…” dan dengan tubuhnya siluman badak itu berusaha untuk menabrak Dion. “Srrangg… Crranggs…” Dion yang mana melihat hal itu langsung membuat perisai menggunakan tehnik emas miliknya, “Taanggskk…” serangan siluman badak tersebut lalu membuat Dion terlempar karena kekuatan siluman badak tersebut dapat menembus pertahanan miliknya.


“Dion…” sementara itu Angga yang melihat Dion terlempar karena serangan dari siluman badak tersebut, langsung berusaha untuk membantu dirinya.


“Srranggs… Trranggs…” namun dari sekitarnya rantai sihir muncul dan mengikat tubuhnya, setelah melihat rantai sihir tersebut Angga terlambat menyadari keberadaan dari siluman kambing yang mana sedang terbang didekat dirinya. Siluman kambing tersebut menggunakan senjata sihir yang terlihat seperti sebuah tongkat, dan dengan tongkat tersebut kekuatan sihirnya menjadi lebih banyak dan mantranya menjadi lebih kuat.


“Hmm… maafkan aku manusia, akan tetapi kau tidak diperbolehkan lewat jauh lebih dari ini” kata siluman kambing berusia puluhan ribu tahun tersebut.


“Dasar kambing sialan, jangan sombong kau” kata Angga.


“Fusshttk…” kekuatan angin lalu berkumpul didalam tubuhnya dan “Wushrttt…” dia melepaskan puluhan pedang angin keseluruh area “Trrasstt.. Trrasstt.. Trrasstt..” lalu Angga memotong seluruh rantai sihir tersebut, setelah Angga terlepas dari kekangan rantai sihir tersebut, “Srriinggs…” dia lalu langsung bersiap untuk menyerang siluman kambing tersebut.


“Hmm… aku rasa aku butuh bantuan disini” kata siluman kambing tersebut.

__ADS_1


“Minta saja yang lain, karena aku juga sedang sibuk” kata siluman badak tersebut.


“Trrassk…” siluman badak itu dapat merasakan hawa yang mengancam dari arah Dion, dan benar saja Dion yang mana telah memanggil Barong ( Naga ) untuk datang, telah bersiap dengan senjata sihir tombak miliknya, dan bukan hanya itu saja Dion juga membawa sebuah lukisan prajurit hitam yang mana adalah artefak tingkat bawah. Rio merasa tidak cocok dengan lukisan tersebut dan memutuskan untuk memberikanya kepada Dion, “Srraatss…” dan saat Dion membuka dan mengalirkan energy sihir kearah lukisan tersebut “Srraahkkt…” sesosok prajurit hitam dengan armor yang mana juga hitam muncul dihadapan siluman badak tersebut.


Dia telah bersiap untuk melawan siluman badak tersebut dengan senjata tombak hitam panjang miliknya, melihat hal itu siluman badak itu merasakan kalau dia akan kesulitan dalam menghadapi Dion nantinya, “Roaar….” Siluman badak itu lalu langsung maju untuk menyerang “Bumsh… Bumsh… Bumsh…” dengan cepat dirinya maju untuk menghadapi Dion. Sementarai itu “Fusshttkk…” siluman kambing tersebut terus menerus terbang dan mencoba untuk menghindari serangan angin milik Angga, “Trrangssk… Trrangssk…” dia bahkan menggunakan sihir perlindungan untuk melindungi dirinya dari serangan Angga.


“Jangan lari terus kau, kemari dan hadapi aku” kata Angga yang kesal melihat siluman kambing tersebut.


“Grrr… dia sangat gila, serangannya bahkan dapat menghancurkan perisai sihirku dalam sekali serangan, nampaknya aku harus mengorbankan darahku untuk mengalahkannya” pikir siluman kambing tersebut.


“Crrastt…” siluman kambing tersebut lalu menusuk tangannya sendiri menggunakan sebuah pisau, dan dari tangannya tersebut darah mulai keluar dengan derasnya “Trranggs…” lalu dengan darahnya tersebut, siluman kambing berusiap puluhan ribu tahun itu kemudian menggambar sebuah lingkaran sihir dari darahnya, dan lingkaran sihir tersebut mengandung kekuatan energy sihir yang luar biasa besarnya. “Burrnn…” dari lingkaran sihir itu sebuah api hitam lalu muncul, “Wrrsuuhkk…” api hitam tersebut kemudian menyambarka kearah Angga dengan cepat.


“Fussrrkk…” menggunakan kekuatan anginya Angga berusha untuk menghindari hantaman dari api hitam tersebut, akan tetapi “Wrruskk… Beeekk…” api hitam itu langsung berbuah wujud dan menjadi seekor kambing yang mana terbuat dari api hitam, “Wrrusskk…” lalu dengan cepat api hitam itu berbelok dan mengejar Angga yang mana berlari menghindari dirinya. Mengetahui hal tersebut “Wssuhkk…” Angga langsung menambah kecepatan terbang miliknya, kemudian dengan menggunakan sebuah gulungan sihir “Srrattt…” dia memunculkan bola-bola air dan melemparkannya kearah api hitam tersebut.


“Busshhkk… Busshhkk… Busshhkk…” namun ketika bola-bola air tersebut menyentuh api hitam tersebut, mereka semua langsung menguap dengan cepat, akan tetapi karena serangan bertubi-tubi dari bola air tersebut api hitam tersebut langsung mengecil dan membuat Angga langsung tahu kelemahan dari api tersebut. “Wrrsukk…” Angga yang mana telah melemahkan api hitam tersebut langsung melesat kearah siluman kambing tersebut, dia dengan cepat mengarahkan senjata sihir pedang miliknya kearah siluman kambing tersebut.

__ADS_1


“Hmm… dia telah menuju kemari, seperti dugaanku sekarang kita lihat bagaimana kau menghadapi lingkaran sihirku” kata siluman kambing tersebut.


Dia telah mengetahui kalau Angga akan langsung mendatangi dirinya, dan lalu dia mempersiapkan banyak lingkaran sihir untuk menyambut kedatangan Angga, puluhan lingkaran sihir dari segala macam tehnik dan element telah dia siapkan, dan sekarang ini siluman kambing tersebut hanya membutuhkan satu gerakan untuk menyerang Angga dengan puluhan lingkaran sihir miliknya. Akan tetapi entah kenapa siluman kambing tersebut tidak bisa menggerakkan tubuhnya, dan bahkan dirinya tidak bisa menggerakan mulutnya untuk menjalankan perintah sihir miliknya, tubuhnya seakan-akan dipegang oleh puluhan tangan kecil yang mana sedang memegang dan mengunci dirinya.


“A-apa yang terjadi, kenapa aku tidak bisa bergerak” pikir siluman kambing tersebut.


Lalu disaat dia melihat kearah Angga, dia dikejutkan karena mata ketiga milik Angga yang mana telah ada dikeningnya, mata ketiga tersebut adalah mahluk gaib milik Angga yang bernama Moto Sak tampah. Dengan menggabungkan tubuhnya dengan tubuh mahluk gaib yang telah membuat kontrak dengan dirinya, Angga menjadi lebih mudah untuk mengendalikan mahluk gaib tersebut dan bahkan memperkuat tehnik-tehnik miliknya.


“Dengan menggabungkan Moto Sak Tampah didahiku, aku dapat mengendalikannya dengan cepat, dan lagi kekuatanya meningkat pesat saat berada didekatku, sekarang ini aku tidak yakin akan ada mahluk yang dapat bergerak bebas dihadapan mataku” pikir Angga yang mana saat itu telah sangat dekat dengan siluman kambing tersebut.


Kemudian dengan pedang sihir miliknya Angga berniat untuk memotong kepala dari siluman kambing tersebut, akan tetapi “Trranggs…” sesosok pria dengan kulit hitam dan juga sisi ditangannya menghentikan pedang tersebut dengan sebelah tangannya.


“Heei… bisakah kau hentikan ini, dia adalah bawahanku jadi aku sama sekali tidak suka dia dibunuh didepan mataku” kata Roy Black yang mana telah memegang kristal merah tersebut ditangan kirinya.


“Hahhaa… maaf saja yah, akan tetapi nampaknya aku akan menghabisi kau dan bawahanmu, disini sekarang juga” kata Angga yang dapat melihat energy sihir Roy Black yang amat besar tersebut.

__ADS_1


“Hmm… manusia yang cukup sombong, kau akan menjadi santapan yan sangat nikmat dikebangkitanku nantinya” kata Roy Black.


Bersambung…..


__ADS_2