
Beberapa hari kemudian markas baru Rio yang mana dibangun ulang didalam dimensi lain sudah sepenuhnya dibangun, itu adalah sebuah gedung dengan 25 lantai yang mana terlihat sangat kokoh, ditempat itu juga ada banyak para pengguna aplikasi yang berlatih dihalaman. Mereka adalah para mantan bawahan dari Dion yang mana sekarang ini sudah menyatakan kesetiannya pada Rio, dan diatas gedung tersebut Angga yang mana sedang bersantai disana merasakan sebuah energy sihir yang cukup besar.
“Hmm… apa itu..??” karena penasaran Angga langsung pergi kearah energy tersebut “Wuusshh…” dia menggunakan kekuatan anginnya untuk terbang.
“Trraanggss…” disana Angga melihat adanya sebuah lingkaran sihir yang mana berwana merah darah, dan ditengah-tengah lingkaran sihir tersebut ada simbol tetesan darah dan taring vampire. Melihat hal itu Angga langsung tahu kalau lingkaran sihir itu berasal dari para pengikut raja iblis darah Teppes, “Pip-pip-pip…” dengan smartphone miliknya Angga lalu memberitahukan masalah ini pada Rio lewat pesan chat.
“Srraahhkk…” lalu dari lingkaran sihir tersebut keluarlah sesosok pria asing berambut pirang yang mana adalah Alex, dia berpakaian formal dengan jas putih dan membawa sebuah oleh-oleh untuk Rio dan rekan-rekannya.
“Kau siapa dan sedang apa kau mau kemari” kata Angga yang mana sudah memanggil hantu Pastur kepala puntung.
“Grrrr… Woof-woof-woof…” hantu Pastur kepala puntung tersebut lalu memanggil lima ekor anjing hitam dari bayangan miliknya, “Woof-woof-woof…” sambil menggonggong kearah Alex para anjing hitam tersebut bersiaga didekat Angga, mereka bersiap untuk menggigit Alex kapanpun jika Alex berbuat hal yang tidak terduga.
“Hahahha… Halo-halo… mohon maaf tetapi aku kemari dengan damai, dan juga aku yakin Rio sudah memberitahukan ini tetapi aku punya perjanjian dengannya tentang perang yang akan datang melawan raja iblis Bahamut” kata Alex.
“Aaaah….” Kata Angga yang baru mengingat kembali kalau Rio pernah mengatakan kalau dia akan bergabung dalam peperangan yang akan datang melawan raja iblis Bahamut.
“Hmm… tuan kau tidak apa-apakan…??” tanya Alex dengan mata sinis.
“Hahaha…. Iya aku tidak apa-apa, tentang hal itu tentu saja Rio sudah memberitahuku, aku cuman ingin melihat seberapa hebat utusan raja iblis Teppes itu” kata Angga yang sedang berusaha mencari alasan atas kesalahannya.
“Masaksih… dari wajahmu itu aku bisa melihat kalau kau melupakan apa yang aku katakan bukan” kata Rio yang mana secara tiba-tiba muncul dibelakang Angga.
Rio datang kesana menaiki salah satu dari tiga siluman singa peliharaannya, ketiga anak siluman singa tersebut sudah menjadi sangat besar dengan cepatnya, dan sekarang ini mereka sudah cukup kuat untuk menjadi tunggangan Rio dan yang lainnya. Melihat siluman singa yang telah dijinakkan Alex lalu langsung mendekati siluman singa tersebut, tangannya dengan cepat mengelus siluman singa itu.
“Uwah lucu sekali singa ini, keren dan juga kuat, dari mana kau mendapatkannya tua Rio” tanya Alex yang mana tangannya tidak berhenti mengelus siluman singa tersebut.
__ADS_1
Merasa risih dielus-elus oleh Alex yang mana tidak dia kenali siluman singa tersebut mengangkat salah satu kaki depannya dan, “Buusskk…” dengan kuat memukul Alex sampai dia terhempas jauh dari mereka.
“Ow-ow-ow… itu sakit juga, Hahahha….” kata Alex yang masih bisa tertawa setelah terhempas dan kepalanya mengeluarkan darah.
“Hooi… kau tidak apa-apa tuan utusan” kata Angga yang melihat jumlah darah yang keluar dari kepala Alex.
“Kau tidak perlu mengkhawatirkannya, karena dia itu bukan manusia sepenuhnya” kata Rio.
“Sssshhhhkk….” Luka dikepala Alex lalu sembuh dengan sendirinya “Srruusspp…” darah yang ada dikepalanya lalu mengalir dan masuk kedalam tubuhnya, darah tersebut bergerak seperti mahluk hidup dan masuk kedalam mulutnya.
“Jadi begitu, dia adalah Vampire” kata Angga yang mana melihat kekuatan sihir miliknya yang hampir sama dengan milik iblis.
“Hahhaha…. Tenang saja, aku hanya setengah vampire kok, kalau tidak mana mungkin aku bisa berjalan santai ditempat yang penuh dengan sinar terang matahari ini” kata Alex.
Beberapa saat kemudian Rio membawa Alex menuju kearah markasnya dan didalam markas tersebut Alex dapat merasakan ada begitu banyak lingkaran sihir yang mana adalah sebuah jebakan, namun disana juga ada beberapa orang yang mana adalah pengguna aplikasi DS Game.
“Jadi bagaimana dengan tawaranmu sebelumnya, apakah kau masih ingin menawarkannya lagi” kata Rio.
“Hmm… tentu saja dan bahkan tuan kami mengatakan akan memberikan beberapa alat sihir ciptaannya sendiri sebagai tambahan” kata Alex.
“Mendengarkan kata tambahan itu membuatku merasa aneh, katakan apa yang sebenarnya terjadi dimendan perang saat ini” kata Rio yang merasa ada yang disembunyikan oleh Alex.
“Haaah… sebenarnya kami dilanda sebuah masalah yang cukup serius” kata Alex.
“Masalah seperti apa yang kau maksudkan…??” tanya Rio.
__ADS_1
“Bahamut membuat aliansi dengan raja iblis Mormo sang raja ghoul, dia membawa para pasukan mayat hidup miliknya untuk mengacak-acak pasukan kami” kata Alex.
“Kalau itu mungkin aku bisa membantu menghabisi mereka, karena ghoul itu tidak tahan dengan api jadi Banaspati milikku bisa menghabisi mereka semua dengan mudah” kata Rio.
“Yah… kalau cuman itu saja sih, beberapa dari anggota kami juga adalah pengguna aplikasi yang membuat perjanjian dengan jin api, tapi masalahnya adalah ada satu lagi yang mana ikut menjadi musuh kami” kata Alex.
“Hohoho… dapat membuat raja iblis darah menjadi kesulitan, aku penasaran raja iblis manakah dia itu” kata Rio.
“Dia bukan raja iblis ataupun dewa, dia adalah manusia” kata Alex.
“Manusia tidak kusangka, siapa dia itu” kata Rio yang merasa tertarik dengan manusia tersebut.
“Dia menciptakan monster dari mayat-mayat yang dia temukan lalu menggabungkannya dengan jantung dari iblis, kami memanggilnya sebagai pencipta chimera” kata Alex.
“Jadi kalian kalah melawan monster buatanya, dan karena itulah kau menambahkan hadiah seperti itu, bisa aku pikirkan dulu” kata Rio yang mana merasa kalau membantu raja ibli Teppes sediki beresiko.
“Kau kenapa, bukannya kau bilang ini sangat menguntungkan” kata Angga.
“Yah ini memang menguntungkan, tetapi resikonya cukup besar, aku bisa tahu kalau Bahamut melemah karena telah melawan Batara Kala tetapi aku tidak tahu kalau dia akan meminta bantuan dari pihak yang lainnya” kata Rio.
“Jadi mau bagaiman sekarang…??” kata Angga.
“Aku akan tanya pendapat yang lainnya terlebih dahulu, lalu setelah itu menemukan solusi yang lebih logis” kata Rio.
“Tampaknya kau memiliki hal yang ingin dibahas dulu yah, kalau begitu ini akan kutinggalkan kartu identitas milikku” kata Alex yang menaruh sebuah kartu dan langsung pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
“Baiklah sekarang mari panggila yang lainnya untuk rapat” kata Rio, dia mengeluarkan smartphone miliknya dan memanggil beberapa orang untuk hadir rapat dengan dirinya.
Bersambung…..