Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 67 Dia yang terbang bersama angin


__ADS_3

Melihat Angga sedang duduk santai diatas tubuh Killa membuat Rio merasa aneh karena dirinya yakin orang yang ada diahdapannya sangat kuat, terutama karena sudah menggunakan banyak kekuatan Rio hanya bisa sedikit bergerak bahkan dia sudah tidak bisa memanggil mahluk panggilan lagi.


“Dasar orang gila, katakan padaku kau sebenarnya sudah dari tadi melihat pertarungan kami bukan” kata Rio, yang rupanya menyadari kehadiran dari Angga sedari tadi.


“Hahahah…. Menarik kau rupanya dapat menyadari aku, padahal aku cukup yakin bisa bersembunyi dengan baik tadi” kata Angga.


“Kau bercanda denganku, aura sihir sebesar itu kau bilang ingin menyembunyikannya jangan buat aku tertawa” kata Rio.


“Hahaha… baik sebenarnya aku ingin menunggu kalian berdua menjadi lemah, dan membunuh kalian semua dengan sekali seranggan, tetapi ada beberapa orang yang masuk ikut campur dan membuat aku tidak bisa menjalankan rencanaku” kata Angga yang melihat kearah Dion dan Luna.


“Crraasstt… Krraasst…” lalu dari dalam tubuh raksasa itu Killa langsung keluar, dia dengan tubuhnya yang lemas melihat kearah Angga dan memasikan kekuatan dari Angga. Melihat energy sihir yang sangat besar tersebut Killa langsung tahu kalau Angga adalah seseorang yang membuat kontrak dengan seorang dewa.


“Kau siapa… beraninya kau menyerangku… apa kau tidak tahu siapa mahluk yang ada dibelakangku…” kata Killa yang mana sedikit lemas setelah memakai tehniknya barusan.


“Srraastt…” dengan cepat dan lincah tangan kiri dari Killa terpotong oleh serangan angin milik Angga.


“Kau pikir aku perduli dengan hal-hal semacam itu, lagi pula orang yang dibelakangmu itu raja iblis kalaupun aku diincar olehnya maka aku cukup membunuh semua bawahannya itu” kata Angga, dia sama sekali tidak takut terhadap raja iblis dan para bawahannya dan malahan dia ingin membantai seluruh para pengikut raja iblis tersebut.


“Grrr… sialan Akilla sudah tewas dan jika aku mati disini sekarang juga maka raja iblis tidak akan tinggal diam, aku pasti akan disiksa sebelum dibangkitkan lagi, bagaimanapun caranya aku harus bisa lari dari tempat ini” pikir Killa, dia takut akan terbunuh oleh Angga dan mendapatkan amarah dari sang raja iblis yang dia layani.


“Trrinnggss… Trrinnggss… Trrinnggss…” Killa lalu memanggil tiga mahluk raksasa mengerikan yang mana mengeluarkan hawa haus darah yang sangat kuat, “Bruuskk… Bruuskk… Bruuskk…” ketiga raksasa tersebut dengan cepat langsung mengincar Angga yang mana ada dihadapan mereka, “Srrasstt…” dengan pisau angin miliknya Angga lalu memotong-motong tubuh raksasa tersebut. “Buussh…” tetapi kelincahan dari raksasa tersebut sangatlah cepat sampai-sampai mereka dapat menghindari serangan dari pedang angin milik Angga dengan mudah, “Wuussh… Fwwuusshh…” lalu Angga mulai mengumpulkan angin dikedua tangannya dan menciptakan bola tornado kecil dikedua telapak tangannya.

__ADS_1


“Wuuusshh…” dengan kuatnya Angga langsung melemparkan kedua bola tornado kecil tersebut kearah ketiga raksasa tersebut.


“Lelepah hindari itu dan lahap mereka” kata Killa yang mana menyebutkan nama dari ketiga raksasa tersebut.


“Buussh… Buussh… Buussh…” ketiganya lalu melompat secara bersamaan keudara dan disaat ketiga Lelepah tersebut ada diatas udara, “Crrasstt… Srraasstthh… Srraasstthh… Srraasstthh…” dengan cepatnya Angga langsung mengambil kesempatan tersebut, dan membelah ketiga raksasa tersebut menjadi kepingan-kepingan daging kecil.


“T…. tidak mungkin, kau bagaimana bisa melakukan hal itu” kata Killa yang mana terkejut dengan kekuatan dari Angga.


“Hmm… orang mati untuk apa perlu bertanya” kata Angga yang mana ingin langsung membunuh Killa.


“Crraakk… Trraasstt…” lalu dari belakang Killa ditembakkan sebuah panah emas yang mana langsung menembus jantungnya, dan membuat Killa mati ditempat itu.


“Haah… hahahah…. Aku tidak menyangka itu” kata Rio yang mana tertawa melihat pembalasan terhadap Angga.


“Hahahha… hahaha… lucu sekali, tampaknya kau benar-benar ingin cepat mati” kata Angga.


“Trrakkss… Trrakkss… Trrakkss… Trrakkss…” lalu para ksatria matahari langsung berdatangan mengepung Angga, para ksatria-ksatria itu mengacungkan senjata mereka dihadapan Angga karena mereka menganggap Angga adalah orang yang berbahaya.


“Jangan bergerak, kau sekarang sudah dikepung harap menyerah sekarang juga, atau mati disini” kata pimpinan para ksatria tersebut.


“Hmmm…. Haaah… sudah tidak asik lagi” kata Angga, “Wuuuusshhkkk…” angin yang sangat kencang lalu bertiup dan membuat pandangan semua orang langsung buyar, lalu ketika angin telah berhenti Angga sudah menghilang dari tempat itu.

__ADS_1


“Cih… dia kabur lagi” kata Dion yang mana kesal melihat Angga terus-terusan kabur dari hadapannya.


Melihat hal itu Rio langsung pingsan ditempat itu, dia telah memakai seluruh kekuatan yang dia miliki dan hal itu membuat Rio sangat kelelahan, melihat Rio yang jatuh pingsan Luna dengan cepat langsung turun dan membawanya pergi dari tempat tersebut. Para ksatria matahari yang mencoba menghentikan Luna di hentikan oleh Dion yang sedang ada disana, para ksatria yang mana berhutang budi pada Dion merasa tidak enak dan memutuskan untuk tidak mengejar Rio dan Luna.


Sementara itu ditempat yang lain disebuah dimensi gelap gulita yang mana adalah sebuah dimensi pribadi milik sang raja iblis, dan didalam dimensi tersebut sang raja iblis mulai merasa kesal karena para bawahannya sama sekali tidak ada yang berguna.


“Hmm… dua mati dan sisanya kembali membawa kekalahan, sudah berapa kali aku dikecewakan seperti ini dan sudah beberapa ratus tahun aku tidak pernah berada didalam situasi seperti ini” kata sang raja iblis tersebut.


“Kami meminta maaf tuan, kami tidak menyangka kalau dia memilik beberapa bala bantuan yang sangat kuat” kata salah satu dari tiga orang yang mana memakai jubah hitam tersebut, mereka terlihat seperti sedang menahan rasa sakit karena mendapatkan luka sehabis bertempur barusan.


“Oooohh… tidak apa-apa, aku hanya sedikit penasaran dengan orang-orang yang mengalahkan kedua saudara itu, padahal mereka adalah favoritku tetapi tidak kusangka keduanya kalah disaat mereka berdua berada didalam satu tempa” kata sang raja iblis tersebut, dia dengan santainya mencengkram jiwa dari Killa dan Akilla.


“Gaaahhh…. Krraaahhh….” Keduanya merasa tersiksa karena jiwa mereka dipegang oleh sang raja iblis tersebut, karena tangan dari sang raja iblis mengandung kekuatan yang menyiksa jiwa-jiwa siapapun yang diapegang. Lalu bagi siapapun yang mengecewakannya akan menjadi permainan bagi dirinya sampai dia bosan.


“Sekarang mari kita selesaikan semua ini, buatkan aku pertemuan dengan serikat pencari kebenaran dan katakan pada mereka aku punya penawaran yang menarik” kata sang raja iblis tersebut.


Penjelasan : Lelepah adalah sesosok raksasa yang berwajah menakutkan dengan taring-taring tajam dimulutnya, Lelepah juga sangat suka dengan daging mentah dan akan memakannya ketika melihat daging mentah tersebut, selain daging mentah Lelepah juga sangat menyukai daging manusia dan dia akan melahap para manusia yang mana melewati kawasan hutan sendirian.


Bersambung…..


Berikan Like, Komen Giff dan Vote kalian yah, jika kalian menyukai cerita di novel ini, Ok.....

__ADS_1


__ADS_2