Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 43 Kembar iblis


__ADS_3

“Boomssh… Boomssh… Boomssh…” setelah Rio dan Luna meninggalkan gedung tersebut mereka membawa cukup banyak rampasan ditangan mereka, dan setelah itu meledakkan seluruh gedung tersebut sehingga membuatnya dapat dilihat oleh semua orang yang berjalan lewat sana. Semua orang yang lewat dapat melihat ada beberapa ledakan yang muncul dari gedung tersebut termasuk kedua kembar yang mana mengincar nyawa Rio, “Buusshh…” menggunakan mantra penghilang mereka berdua dengan cepat langsung menuju kedalam gedung tersebut.


“Wah aku tidak menyangka serikat pencari kebenaran bisa dihancurkan seperti ini, walaupun ini cuman cabangnya saja” kata Akilla ( saudara kembar perempuan ).


“Mereka ini cumanlah peneliti gila bukan seorang petarung, untuk bisa musnah seperti ini itu wajar saja” kata Killa ( saudara kembar laki-laki ).


Mereka melihat kesegala sudut dari gedung yang meledak tersebut namun mereka sama sekali tidak mengambil apapun yang ada didalam sana, mereka melihat-lihat dan tetap tidak menemukan apa yang mereka cari-cari, lalu mereka memutuskan untuk naik keatas lantai tertinggi kearah ruangan ketua cabang serikat pencari kebenaran tersebut.


“Hmm… kelihatannya kita sudah terlambat” kata Akilla, dia melihat sesosok kakek tua yang mati lemas ditimpa oleh meja yang hancur tersebut.


“Tidak dia belum mati, coba kau lihat lagi” kata Killa, dia menunjukka tubuh kakek tua itu dan melihat kalau mayatnya masilah dipenuhi oleh tenaga sihir yang melemah.


“Hihihih… tidak kusangka ada yang masih hidup setelah kepalanya berlubang seperti itu” kata Akilla, dia lalu mengambil sebuah suntikan ramuan dari penyimpanan miliknya di aplikasi DS Game tersebut.


“Crraasstt….” Dan dengan kuatnya Akilla menusuk jantung dari kakek tua tersebut, dan nafas dari kakek itu lalu kembali lagi karena efek dari ramuan yang mana sangat luat biasa itu membuat seluruh saraf yang ada didalam tubuhnya kembali berfungsi normal lagi.


“Gaaah… Haah-haah… Haah-haah… Haah-haah…” kakek tua itu lalu mulai bernafas lagi dan melihat kedua sudara kembar tersebut, namun ketika dia melihat kedua saudara kembar yang memiliki paras cantik tersebut dia ketakutan karena tahu ada iblis yang luar biasa murni sangat menakutkan didalam kedua saudara kembar tersebut.


“Hei kakek tua… dengarkan baik-baik, kami telah menyelamatkanku dan sekarang ini kami ingin meminta bayarannya” kata Killa, yang mana memandang dingin kakek tua tersebut.


“Hiii… a-aku paham…. Apapun yang kau minta akan segera kulakan” kata Kakek tua tersebut yang mana melihat dengan takut kedua saudara kembar tersebut.


“Yang kami mau adalah penelitianmu tentang ilmu kebal dan juga salah satu ilmu jalan kebenaran yang kalian teliti” kata Akilla.

__ADS_1


“M-maafkan aku… ilmu jalan kebenaran tidak ada disini, itu ada ditempat teraman yaitu kantor pusat tempat penelitian kami, namun untuk ilmu kebal sudah direbut oleh mereka yang menghancurkan tempat ini” kata Kakek tua itu, dia berusaha menggunakan kedua saudara itu untuk membalas perbuatan dari Rio.


“Hmmm…. Kau terdengar seperti ingin menggunakan kami berdua untuk balas dendam” kata Akilla yang menebak dengan sangat tepat.


“Eeeh… tidak-tidak bukan seperti itu” kakek tua itu lalu berusaha menyangkal perkataan Akilla agar dia tetap selamat.


“Hahahha… tidak apa-apa kok, lagi pula kami memang akan mengincar nyawanya” kata Akill dengan senyum yang lembut.


Namun ketika kake itu mengira rencananya sudah berhasil “Srraasstt…” dengan cepat sesosok bayangan hitam kecil dibelakang  Akill memotong kepala kakek tua itu dengan mudahnya, “Kikikk… kikik… kikik…” mayat hitam itu lalu mengambil mayat kakek tua tersebut dan menyeretnya kedalam alam lain.


“Aku memang bilang akan membunuh orang yang kau sebutkan, tetapi aku sama sekali tidak terima dimanfaatkan” kata Akilla dengan senyuman yang menakutkan melihat darah yang bercucuran dimana-mana.


“Sudah selesai, sekarang ayo cepat kita cari orang yang disebutkan kakek tua itu” kata Killa, “Trriinnggss…” dia lalu memanggil sesosok mahluk yang sangat besar namun mahluk tersebut tertutupi oleh kabut hitam yang membuat sosoknya menjadi tidak kelihatan.


Orang-orang biasa sama sekali tidak dapat melihat sosok raksasa tersebut dan juga kabut yang menutupinya, tetapi ada beberapa orang yang mana melihat hal itu langsung tahu kalau kedua saudara kembar tersebut adalah orang yang berbahaya, dan beberapa dari mereka adalah pengguna aplikasi DS Game.


“Iya aku melihatnya, sudah lumayan cukup lama juga tidak melihat kedua setan kecil itu” kata Rudra.


“Kau mengenal mereka..??” kata Angga, dia berdiri diatas sebuah bangunan yang mana setinggi 20 lantai dan menutupi dirinya dengan sihir kamuflase.


“Aku mengenalnya karena mereka salah satu bawahan kepercayaan dari seorang raja iblis yang kukenal” kata Rudra.


“Ooohh… raja iblis yang mana, nampaknya dia sedang mencari mangsaku” kata Angga.

__ADS_1


“Dia adalah penguasa yang sangat tempramental dan juga lumayan terkenal dikalangan para manusia, dia dipanggil sebagai raja iblis amarah Satans” kata Rudra.


“Hahahhaa…. Kelihatannya menarik, aku penasaran bagaimana kekuatan mereka berdua” kata Angga, dia kelihatan sangat tertarik untuk melawan kedua saudara tersebut.


“Haaah… sebaiknya cari lawan lain saja, melawan mereka berdua itu sangatlah merepotkan, terutama kau punya tamu yang harus kau sambut dulu” kata Rudra.


“Hahahha… kau benar juga, jadi sampai berapa lama kau akan bersembunyi seperti tikus Haaah… Dion” kata Angga, ditengah gedung tersebut yang mana tidak ada apa-apa Dion muncul entah dari mana.


Dengan tangannya yang mana sudah terpasang kembali karena kekuatan dari obat sihir dari toko DS Game, Dion yang mana sudah pulih kembali telah bersiap melawan Angga yang mana sedang duduk santai dipinggiran gedung tersebut. “Wuusshh…” angin yang sangat kencang mulai metupi dan menyelubungi tubuh Angga bagaikan sebuah pelindung kuat menutupi tubuh Angga, “Srraanggss… Trraannggss… Krraannggss…” sementara itu Dion memanggil Naga Besuki dan menciptakan banyak senjata emas yang mana muncul disekitar area tempat Dion berdiri.


“Buusshh…” Dion mengambil sebuah tombak besar dengan tangan kanannya dan langsung melompat kearah Angga dengan niat membunuh yang sangat kuat, “Boommsshh…” namun Angga menggunakan angin yang menutupi tubuhnya untuk melindungi dirinya sendiri.


“Hahahaha…. Kau sudah meningkat cukup pesat juga rupanya” kata Angga, “Wuussh…” dia mulai mengumpulkan angin di kelima ujung jarinya dan memadatkannya.


“Srraassstt…” dan dengan ayunan yang kuat Angga melemparkan lima cakar angin kearah Dion, “Trraanggss…. Trraanggss….” Sementara itu Dion mengambil sebuah kampak besar dengan tangan kirinya dan “Trraanggsss…” menggabungkannya dengan tombak ditangan kanannya “Srraannggss… Srraannggss… Srraannggss…” lalu dia mengubahnya menjadi sebuah persia emas raksasa. “Crrastt… Crrastt…” walaupun Dion berhasil menghindari beberapa serangan angin dari Angga tetapi angin tersebut membuat luka di kaki kanan dan bahu kirinya.


“Cih… angin miliknya sangat merepotkan, aku harus menyerangnya dengan serangan cepat” pikir Dion, “Srraaanggss…” dia lalu mengalirkan darah miliknya keperisai emas miliknya dan “Trraanggss…” mengubahnya menjadi sebuah Crosbow berukurang besar ‘Trruunnggss…” dan menembakkannya kearah Angga.


Angga yang melihat itu tahu kalau dia tidak bisa menangkis tembakkan panah emas yang sangat berat tersebut, “Wuusshh…” dia lalu mengumpulkan kekuatan angin di kedua telapak kakinya dan lalu “Buusshh…” menggunakan kekuatan angin tersebut untuk melompat tinggi dengan cepat keudara untuk menghindari serangan panah dari Dion. “Wuusshh…” lalu Angga dengan cepat mengumpulkan bola angin besar ditangan kanannya. “Booommsshh…” bagaikan sebuah palu yang tercipta dari angin, Angga dengan mudahnya membuat Dion tunduk.


“Trrinnggss…” tetapi pada saat itu Dion yang tengah terjebak angin milik Angga memanggil sesosok mahluk, mahluk itu memiliki bayangan empat kaki, dua tanduk dan sepasang mata merah menyala “Roooarrr…” dan ketika mahluk itu mengaum angin yang menjebak Dion langsung hancur dengan mudahnya. Dibalik angin tersebut terlihat Dion yang mana menggunakan armor emas untuk bertahan dari serangan angin Angga “Trriinggss…” dan ketika angin itu menghilang Dion langsung mengembalikan mahluk panggilannya itu kealamnya, dia lalu melihat kesikitar dan tidak menemukan jejak dari Angga.


“Sialan dia kabur lagi” kata Dion yang mana sudah tidak merasakan hawa kehadiran dari Angga.

__ADS_1


Penjelasan : Cindaku sesosok manusia harimau yang mana merupakan mahluk yang hampir mirib dengan Ware wolf namun berbeda, Cindaku adalah sesosok manusia yang mewarisi ilmu magis dari nenek moyang mereka dan Cindaku biasanya dihormati dimasyarakat Minang Kabau bahkan untuk menghormati Harimau para masyrakat Minang menciptakan silat harimau.


Bersambung…..


__ADS_2