Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 54 Hadiah untuk ujian kali ini


__ADS_3

Setelah menyelesaikan ujian kali ini Rio dipindahkan lagi ketempat sama seperti sebelumnya, namun kali ini tidak ada laptop atau apapun hanya ada sebuah ruangan biasa dengan sebuah meja dan kursi plasti biasa. Disana tidak apa-apa dan membuat Rio terpaksa harus duduk disana “Ping-ping…” lalu peringkat dari ujian mulai muncul didalam aplikasi DS Game milik Rio, melihat hal itu Rio hanya tertawa kecil karena kali ini dia bukanlah peringkat pertama dalam ujian melainkan Luna yang mana menghilang dan dituduh menjadi penghianat dalam ujian kali itu.


“Jadi begitu karena inilah dia bersikap sangat santai, aku yakin dia melakukan sesuatu saat dia menghilang waktu itu” pikir Rio yang berusaha menebak apa yang dilakukan Luna untuk mendapatkan peringkat pertama dalam ujian kali ini.


Sebelumnya pada saat itu Luna yang telah tertusuk perutnya dan dipasangkan sihir diam untuk menutup mulutnya langsung kabur, dia melompat keluar dari sebuah pintu belakang dan dengan menggunakan alat sihir cincin miliknya dia kabur kedimensi pribadi miliknya sendiri. Disana dia mulai mengobati luka dari tusukan pedang boneka ksatria yang diperintahkan oleh Adelia, setelah selesai mengobati lukanya dia langsung menjelajahi hutan luar kastil tersebut dan disanalah dirinya menemukan banyaknya mahluk siluman dimana-mana.


Sangat jelas terlihat kalau para siluman itu sedang bersiap untuk menyerang masuk kedalam kastil pada saat semuanya sedang terlelap tidur, “Crrasstt… Srrasstt… Krrasstt…” Luna yang mana tidak bisa membiarkan hal tersebut menggunakan Kuntil anak miliknya dia membantai semua siluman serigala yang dia lihat. “Krrasstt… Crrasstt…” tebasan dan serangan-serangan dari Kuntil anak sangatlah kejam membuat para siluman serigala yang ada menjadi takut padanya, mereka lalu menyebar kemana-mana dan “Kikiki… kikikik….” dengan bantuan dari setan-setan kecil anak dari Kuntil anak para siluman serigala yang tersebar tersebut dibunuh satu demi satu.


Perbuatan dari Luna membuat rencana dari manajemen DS Game hancur berantakan dan membuat para mahluk yang melihat ujian tersebut bertepuk tangan untuk dirinya, karena mereka tidak menyangka akan perempuan yang mana dapat menghancurkan rencana dari manajemen DS Game seorang diri. Dan karena tidak adanya serangan malam dari para siluman serigala manajemen DS Game dipaksa untuk membuat rencana baru yaitu dengan mengambil Roh pendendam raksasa dari dunia manusia, pertarungan para kontestan dan Roh pendendam raksasa menjadi tontonan yang sangat memuaskan para dewa dan raja iblis yang ada disana, mereka lalu menggunakan otoritas mereka untuk menambahkan point yang didapatkan oleh Luna dan dengan beberapa point yang dia kumpulkan sebelumnya dia mendapatkan cukup banyak point untuk menjadi peringkat pertama dalam ujian kali ini.


“Sialan aku tidak menyangka kalau yang seperti itu juga bisa menambahkan pointku” kata Luna yang mana sedang berada didalam ruanga yang sangat berbeda dengan yang lainnya.


Dia berada didalam sebuah ruang mewah yang mana telah disiapkan meja dan kursi mewah, beserta sebuah santapan yang sangat lezat untuk dilahap sudah disiapkan diatas meja untuk dirinya. Dan dimeja itu ada sebuah surat yang mana ditujukan untuk dirinya “Untuk nona Luna terimakasih telah memberikan kami tontonan yang sangat luar biasa, kami mengharapkan banyak hal-hal menarik lagi darimu, pertanda pimpinan manajemen DS Game MP” seseorang yang mana merupakan pimpinan dari manajemen DS Game dan juga merupakan mahluk yang memiliki ambil bagian paling besar dalam DS Game memberikan suratnya pada Luna secara langsung, lalu ketika Luna selesai membaca “Buurrnn…” surat itu lalu langsung terbakar dengan sendirinya.


“MP yah menarik kurasa aku akan mengingat inisial nama ini nantinya” kata Luna yang lalu mulai menyantap makanan yang ada dimeja.


Sementara itu Rio yang melihat hasil dari ujian DS Game kali ini langsung mulai diejek oleh Batara Kala.

__ADS_1


“Gahahahahaha….. aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, tidak kusangka kau yang tadinya bersikap sombong rupanya kalah sama wanita yang mana tadinya sedang terluka” kata Batara Kala, dia dengan kerasnya tertawa terbahak-bahak melihat Rio yang kalah dari Luna.


“Dasar dewa sialan kau sudah puas tertawanya, melihatmu tertawa seperti itu aku sangat yakin kau pasti ada ambil bagian dalam masalah ini bukan” kata Rio yang mana merasa curiga, karena sedari tadi sebelum Rio dipindahkan Batara Kala sama sekali tidak berbicara apapun padanya.


“Tidak ada aku cuman menyarankan para dewa dan raja iblis yang lainnya untuk memberikan beberapa point tambahan untuk wanita manusia itu” kata Batara Kala.


“Itu namanya lebih parah lagi, itu artinya kau akar dari masalah ini semua bukan” kata Rio yang mulai merasa kesal dengan sikap Batara Kala.


“Hei kau ini aku juga melakukan ini semua untuk dirimu juga” kata Batara Kala.


“Hmm… memangnya apa maksudmu itu..??” tanya Rio yang mana penasaran pada kata-kata Batara Kala barusan.


“Memangnya kenapa, bukannya para dewa dan raja iblis itu tidak bisa menggangguku dialam manusi” kata Rio.


“Memang benar tetapi mereka memiliki banyak cara untuk bisa menghabisi dirimu, terutama jika kau tidak bisa mereka dapatkan maka kau harus dihancurkan, seperti itulah para dewa itu mereka kejam dan serakah suatu mahluk yang mana tidak dapat kau bayangkan dengan logika manusia biasa” kata Batara Kala.


“Haaaah…. Kalau begitu maka itu artinya aku harus berterimkasih padamukan” kata Rio, dia lalu mengambil alat sihir yang muncul secara tiba-tiba diatas meja, dan dengan santainya langsung keluar dari ruangan itu setelah terlihat sebuah pintu keluar disana.

__ADS_1


“Ziinggss…” dengan cepat dia lalu langsung kembali ketempat dimana tadinya dia dipindahkan, dia lalu menggunakan sihir sayap Garuda untuk secara cepat terbang meninggalkan gudang tempat persembunyiannya. Dia lalu pergi kesebuah kantor yang mana merupakan kantor hukum, dan disana Rio mulai bertanya-tanya pada setiap orang yang ada disana.


“Apa yang kau lakukan anak manusia, apa kau mulai menyesal karena membunuh wanita itu..??” tanya Batara Kala.


“Tidak ada aku hanya penasaran dengan apa yang dia katakan, pada saat itu dia mengalami hal yang sama denganku bertemu dengan wanita yang memakai pakaian serba putih” kata Rio.


“Hmm… begitu kau rupanya ingin menyelidiki tentang aplikasi ini” kata Batara Kala.


“Iya tetapi tidak kusangka Adelia ternyata sudah mati lebih dari 50 tahun lamanya, aku rasa prisinp waktu memang tidak bisa dijelaskan dialam gaib sana” kata Rio yang mana menemukan fakta kalau kecelakaan Adelia sudah lama terjadi tepatnya 50 tahun yang lalu.


“Kau ini aneh sekali, kau adalah manusia yang dapat menghentikan waktu namun kau terkejut dengan masalah sekecil ini, aku memang tidak bisa menebak isi pikiranmu” kata Batara Kala.


“Dibandingka yang lain aku ini termasuk spesial karena bisa bertahan hidup selama ini kau tahu” kata Rio.


“Aku tahu itu karena itulah aku ingin memberimu sebuah hadiah khusus untukmu” kata Batara Kala.


“Haah… hadiah apa…???” kata Rio yang mana sedikit terkejut mendengar Batara Kala berbicara seperti itu barusan.

__ADS_1


Bersambung…..


__ADS_2