
Luna yang mana sedang bercerita tersebut menceritakan tentang pengalamannya sebelum dia bertemu dengan Rio, lalu Rio mulai merasakan kalau Luna sedikit sama dengan dirinya, mereka sama-sama kehilangan keluarga mereka dan juga mereka sama-sama dikhianati oleh orang yang mereka sayangi.
“Saat itu aku merasa kalau mengerjakan ujian dengan dirimu akan menjadi sedikit menguntungkan, namun kau melebihi ekspetasiku dan bahkan kau membuat menjadi lebih kuat lagi” kata Luna.
Saat itu dia melihat Rio mengalahkan Big boss mahluk bayangan dan membuat dirinya menjadi yang pertama didalam ujian pertamanya, melihat kekuatan yang mana sangat kuat itu Luna merasakan sebuah harapan kecil akan rencana balas dendamnya, dan saat itulah dia mulai mengikuti Rio. Saat bersama dengan Rio dia mulai mengingat kembali emosi yang telah dia lupakan selama 50 tahun belakangan, dia merasakan marah, kesal, cemburu, dan saat-saat yang menyenangkan, dan saat bersama dengan Rio dia pada akhrinya merasakan sebuah perasaan yang mana ingin dia pendam dan itu adalah cinta.
“Karena itulah setelah aku berhasil membunuh orang itu maka kau harus bersiap, karena aku adalah gadis yang memiliki dedikasi yang sangat tinggi” kata Luna.
“Hahah… kalau begitu akan aku bantu kau untuk menyelesaikan balas dendammu dengan cepat” kata Rio yang mana menerima perasaan Luna.
Beberapa hari kemudian Rio dan Luna sering sekali menghabiskan waktu bersama, kedekatan mereka menjadi tontonan bagi para anggota serikat yang lainnya, semua yang melihat hal itu senang dan lega karena dengan ini mereka tahu kalau ketua serikat mereka juga manusia biasa yang bisa jatuh cinta, namun ada seseorang yang mana tidak menyukai perkembangan diantara mereka berdua. Orang itu mengeluarkan aura iblis yang kuat dan memikat banyak lawan jenisnya ketika berjalan, aura iblisnya keluar dengan sendirinya tampa dia sadari dan saat dia mendekati Rio “Buushhtt…” aura iblis pemikatnya langsung seperti sebuah tali yang mana ingin mengikat diri Rio.
“Heii… apa kau merindukanku…??” tanya Jill yang mana secara tiba-tiba datang dan memeluk Rio dari depan..
“Permisi bisakah kau pergi sekarang, kami sedang ada pembicaraan serius sekarang ini” kata Luna yang mana agak marah melihat Jill mendekati Rio.
“Ooh… rupanya ada nona Luna disini, aku sama sekali tidak bisa merasakan hawa keberadaanmu karena kau sangat tidak enak untuk dilihat” kata Jill.
“Hahah… aku tidak enak dilihat katamu, itu aneh karena belakangan ini Rio selalu ingin melihatku saat kami bersama dan lagi dia juga sering sekali menghabiskan waktu bersamaku, aku rasa kau yang tidak diperlukan disini lebih baik kembali kealammu saja” kata Luna.
“Hohoh… apa kau yakin, karena aku yakin sikap kasarmu itu membuat banyak orang disini strees dan mengalami kemunduran” kata Jill.
“Jadi maksudmu aku ini semacam penyakit apa” kata Luna.
__ADS_1
Melihat kedua wanita tersebut bertengkar seperti itu Rio hanya tenang dan melihat mereka berdua.
“Mereka benar-benar sangat dekat, aku rasa mereka sudah jadi teman” pikir Rio yang mana melihat hal tersebut.
Lalu selama beberapa menit mereka bertengkar dan bahkan Rio yang melihat hal itu mulai agak bosan, “Srriikk…” dia bahkan mengeluarkan kursi, meja dan set teh antik yang dia beli dari toko DS Game. Dengan semua itu dia menunggu keduanya selesai bertengkar sambil menyiapkan teh dan kue untuk mereka berdua, dan setelah selesai keduanya lalu langsung duduk dimeja yang disiapkan oleh Rio.
“Sudah selesai, kalau begitu silahkan dinikmati” kata Rio yang mana menyeduhkan teh untuk mereka berdua.
“Haaah… maaf atas ketidak sopananku tadi, tetapi sebenarnya aku kemari karena ingin menyampaikan pesan dari ayahku” kata Jill.
“Pesan apa..??” tanya Rio sambil menikmati teh miliknya.
“Dia mengatakan kalau dewa matahari Batara Surya telah bekerja sama dengan pencipta chimera misterius, dia bahkan menjadikan pencipta chimera itu sebagai saintnya dan membuat beberapa bawahannya menjadi bahan sebagai bagian dari chimera” kata Jill.
“Yah… ini adalah informasi yang telah dipastikan oleh ayahku sang raja iblis mimpi dan nafsu, dia bahkan bilang akan sangat merepotkan kalau para monster chimera tampa otak itu mengamuk dengan menggunakan kekuatan dari dewa matahari” kata Jill.
“Katakan padanya kalau aku akan segera menghampirinya” kata Rio.
“Ok… tetapi sebelum itu malam ini kau ada urusan tidak, kalau bisa bagaimana kalau kita jalan sebentar, katanya ada kota baru yang dibentuk saat penggabungan dunia di alam manusia” kata Jill.
Jill lalu mengatakan hal itu dan inging memancing amarah dari Luna, akan tetapi saat dia melihat kearah Luna dia dapat merasakan hawa gelap dari dendam dan juga kebencian, namun hawa itu tidak diarahkan pada dirinya namun pada orang lain.
“Hei… dia itu kenapa…??” kata Jill yang berbisik pada Rio.
__ADS_1
“Hmmm… yah anggap saja itu adalah masalah pribadi, dan mungkin itu juga akan menjadi masalah bagi serikat kami” kata Rio.
Rio lalu langsung berdiri dan mengirimkan chat pesan pada setiap anggota serikatnya, dan didalam pesan chat itu tertuliskan “Semuanya bersiaplah untuk berperang, karena dalam waktu dekat kita akan menyerang sang dewa matahari Batara Surya” melihat tulisan dari pesan chat tersebut beberapa anggota serikat Rio mulai merasa bersemangat, akan tetapi ada juga yang agak panik karena baru bergabung dalam serikat milik Rio tersebut.
Dua hari kemudian Rio datang kewilayah Incubus bersama dengan Luna dan juga Angga yang menemani dirinya, saat mereka datang para pelayan langsung menyambut mereka dengan hangat dan bahkan langsung menuntun mereka untuk menemui sang pemilik kastil tersebut. Ketika mereka telah sampai disana, mereka melihat Incubus yang mana sedang melahap makanannya, disana dia terlihat seperti manusia biasa dengan penyamarannya.
“Kau sedang apa menyamar seperti itu…??” kata Rio yang mana melihat kearah Incubus.
“Hohoh… tidak bisakah kau lihat, ini adalah penampilan baruku sebelum bertemu dengan kekasihku dialam manusia nantinya, karena alam manusia sudah agak stabil jadi ini waktu sang raja iblis untuk menyebarkan pengaruh dan juga keturunanku” kata Incubus.
“Kau serius disaat seperti ini kau masih memikirkan hal yang kotor” kata Rio.
“Hahahha… karena itulah mereka menyebutku sebagai penguasa nafsu” kata Incubus.
“Sudah hentikan basa-basinya itu, sekarang katakan padaku apa rencanamu untuk mengurus pada chimera dan juga Batara Surya itu” kata Rio.
“Hmm… tidak ada, aku tidak mau mengurusnya” kata Incubus.
“Jadi untuk apa kau memanggilku kemari..??” tanya Rio yang mana sudah agak kesal dengan sikap dari Incubus.
“Aku memanggilmu kemari karena tahu kalau kau akan memulai perang melawan Batara Surya bukan, dan karena itulah aku yang ingin mendengarkan rencanamu bagaimana cara kau mengalahkan Batara Surya dan pasukan chimera miliknya itu” kata Incubus.
Bersambung……
__ADS_1
Semuanya jika kalian menyukai cerita yang ada didalam novel ini maka berikan Like, Komen, Giff dan Votenya, karena dukungan kalian adalah penyemangat bagi penulis untuk melanjutkan cerita didalam novel ini, karena itulah tetap baca dan dukung penulis ya, Ok.....