
Beberapa bulan sebelum perang dimulai didalam dimensi pribadi milik Rio, lebih tepatnya didalam hutan yang ada didalam dimensi itu Rio sedang berjalan-jalan disana dan dia lalu merasakan hawa dari mahluk yang haus akan darah.
“Keluarlah aku bisa merasakan hawa kalian” kata Rio.
“Wuusshhk… Wuusshhk… Wuusshhk…” kemudian dari dalam bayangan tiga sosok vampire keluar dari tempat itu, dan mereka tetap berada dalam bayangan untuk melindungi diri mereka dari sinar matahari.
“Kalian pasti bawahan dari raja iblis Teppes benar bukan” kata Rio.
“Benar tuan Rio, raja kami memerintahkan kami untuk membantu anda dalam melaksanakan rencana yang anda tawarkan” kata salah satu dari vampire tersebut.
“Hahahah… bagus kalau begitu, sekarang masuklah kedalam bayanganku dan bersiaplah, kita akan memulai perburuannya ketika malam telah tiba” kata Rio, “Wuusshk… Wuusshk… Wuusshk…” ketiga vampire tersebut lalu langsung masuk dengan cepat kedalam bayangan milik Rio.
Malam harinya disebuah kota kecil yang ada dipertengahan profinsi jawa, disana terletak sebuah hutan yang cukup besar dan disana pula terdapat sekumpulan orang yang mana sedang melakukan ritual pemujaan sesat, para orang-orang sesat itu lalu mengeluarkan lambang dari raja iblis Bahamut dan mereka juga bersiap untuk menumbalkan beberapa manusia yang telah mereka bius.
“Wahai iblis berikan kekuatanmu sebagai gantinya akan kupersembahkan para tumbal ini untukmu” kata salah satu pemuja iblis yang ada disana, dia bersiap dengan pisau miliknya dan akan menusuk jantung dari para manusia yang mereka tangkap tersebut.
“Srraanggss…” tetapi dengan cepat pisau yang dia pengang langsung patah dengan sekali tebasan, Rio lalu menggunakan punggung goloknya “Taassk… Taassk… Taassk…” dan membuat semua pemuja iblis tersebut pingsan.
“Bagus dengan ini satu kelompok sudah selesai, bagaimana dengan kalian…??” kata Rio yang bertanya pada para vampire.
“Lapor tuan Rio kami berhasil menemukan beberapa orang lagi, dan jumlahnya cukup banyak” kata salah satu dari ketiga vampire tersebut.
“Hahahha… kalian boleh melahap tiga diantara mereka, tetapi ingatlah yang lainnya harus tetap hidup dan pastikan kalian tidak menyentuh para tumbal yang mereka siapkan” kata Rio kepada para vampire tersebut.
__ADS_1
Mendengarkan perkataan Rio barusan para vampire itu langsung merasa sangat senang, mereka lalu mulai memburu para orang-orang sesat tersebut “Crrasstt….” Dan ketika salah satu orang sesat itu digigit oleh salah seorang vampire yang ada. “Aaaahhhkkk…” para orang-orang sesat tersebut langsung berlarian karena ketakutan, melihat mereka yang ketakutan itu para vampire langsung mulai menyerang mereka satu persatu dan mereka mulai mengingat perkataan Rio yang mana mengatakan kalau mereka boleh memakan 3 orang dari mereka.
“Hmm… aku harap mereka mengingat perkataanku dan tidak membunuh mereka semua” kata Rio yang mana mendengarkan teriakan para orang-orang sesat tersebut.
“Apa yang sebenarnya kau rencanakan Rio…??” tanya Batara Kala yang mana langsung menghubungi Rio lewat telepati.
“Hmm… sudah lama aku tidak mendengarkan suaramu dan ini yang kau tanyakan” kata Rio.
“Hehehe… aku sedikit sibuk mengatur wilayahku sekarang ini, para bawahan milik Bahamut mulai menyerang beberapa kuil dan aku harus turun tangan untuk menyelesaikan itu, untuk saja dia berhenti melakukan tindakan menyebalkan itu karena perang melawan Teppes” kata Batara Kala.
“Jadi seperti itu, tampaknya keputusanku untuk ikut berperang didalam kubuh Teppes membantumu juga secara tidak langsung” kata Rio.
“Yah… bisa dibilang seperti itu, tetapi apa yang sedang kau lakukan sekarang ini, bukannya kau harus bersiap untuk berperang” kata Batara Kala.
“Justru ini adalah persiapanku, untuk berperang sekarang ini” kata Rio.
“Hahahah… itu juga salah satu tujuanku, tetapi mereka lebih baik dibiarkan untuk hidup” kata Rio yang mana terlihat memiliki rencana gila untuk para orang-orang sesat tersebut.
“Haaaah…. Kau memang memiliki pemikiran yang aneh untuk ukuran manusia, tetapi karena itulah aku memilihmu dan juga kenapa belakangan ini aku merasa kau tidak menggunakan kekuatan waktu milikku” kata Batara Kala.
“Oooh… itu aku ingin menabung waktu yang kudapatkan untuk mencoba sesuatu” kata Rio.
“Hmm… memangnya apa yang ingin kau coba” kata Batara Kala.
__ADS_1
“Itu adalah #####” kata Rio yang menyimpan waktu miliknya untuk membuat sebuah perjanjian besar dengan Batara Kala.
“HAHAHAHAH…. Tentu saja kau bisa melakukannya, tetapi itu aku juga tidak tahu apa kau bisa menahannya” kata Batara Kala.
“Kalau belum dicoba siapa yang tahu” kata Rio.
Setelah itu Rio bersama dengan ke 3 vampire tersebut mulai memburu para pemuja iblis yang mana adalah pengikut dari raja iblis Bahamut, walaupun beberapa diantara mereka bukanlah bawahan dari raja iblis Bahamut tetapi Rio tetap memburu mereka dan menangkap mereka hidup-hidup. Dan dalam waktu satu hari mereka telah menangkap lebih dari 100 orang pemuja iblis, dan mereka semua terlihat dihinggapi oleh para roh-roh yang menjadi korban mereka.
“Hmm… tampaknya aku tidak salah, dengan ini aku jadi tidak perlu mengasihani mereka” kata Rio yang mana melihat orang-orang sesat tersebut seperti sebuah sampah.
“Tuan Rio kami telah menangkap semua orang yang ada disini, dan ada kemungkinan para pemuja raja iblis Bahamut sudah tidak ada lagi di pulau ini” kata salah satu dari ketiga vampire tersebut.
“Jadi apa maksud dari perkataanmu itu” kata Rio yang mana melihat vampire tersebut dengan tatapan yang tajam.
“Kami berpikir akan lebih baik kalau kita menangkap beberapa orang yang ada disini, para manusia yang tinggal dikota ini sangatlah banyak, jadi tidak akan ada masalah kalau kita menangkap beberapa orang bukan” kata salah satu dari para vampire tersebut.
“Buusshh….” Rio yang mendengarkan perkataan vampire itu langsung mengeluarkan aura naga dari golok naga waktu miliknya, dan dalam seketika vampire tersebut tertekan oleh aura tersebut “Trrasskk…” dan dengan aura naga tersebut vampire itu dipaksa untuk menundukkan kepalanya ditanah. “Sttoommmppkk…” dengan kaki miliknya Rio lalu menginjak kepala dari vampire itu, “Crringgss…” dan menusukan ujung golok miliknya kedekat leher vampire tersebut.
“Dengarkan aku, walaupun aku tidak mengenal orang-orang yang ada ditempat ini tetapi mereka tetaplah orang biasa, aku tidak akan mau menyangkut pautkan orang yang tidak ada hubungannya kedalam perang ini, dan jika kau mengatakan hal seperti itu lagi mau kau adalah bawahan raja iblis atau apapun itu akan kubuat kau menderita sampai meminta kematian kepadaku” kata Rio, matanya yang menghitam karena tehnik mata kematian miliknya memberikan ketakutan yang luar biasa pada vampire itu.
“B-baik… hamba tidak akan pernah berani lagi…” kata vampire tersebut.
“Bagus kalau kau sudah mengerti” kata Rio, “Srranggs…” dia lalu menarik golok miliknya dan juga mengangkat kaki miliknya, sedangkan vampire itu mulai mengerti kenapa tuan mereka ingin dirinya bekerja sama dengan seorang manusia seperti Rio.
__ADS_1
Penjelasan : Baal adalah sosok iblis yang mana memiliki tiga buah kepala, kepala kanan adalah sesosok katak dan kepala kiri adalah sesosok kambing lalu kepala tengah adalah sosok manusia yang mana menggunakan mahkota bagaikan seorang raja, Baal adalah ingkarnasi dari kesombongan para raja dan keserakahan mereka Baal akan mendatangi para raja tersebut dan menawarkan kekuasaan pada mereka dan diakhir kematian para penguasa itu Baal akan mengambil jiwa mereka sebagai mainannya.
Bersambung….