
“Buurrnn….” Dengan api unggun yang kecil bau-bau dari daging panggang tercium samar-samar didesa tersebut, para partisipan yang mencium bau tersebut mencari-cari keberadaan dari bau tersebut. Namun mereka sama sekali tidak menemukan bau itu karena ketika mereka sudah hampir menemukan asal baunya mereka tidak menemukan apapun ditempat tersebut, disana hanya ada tanah koson biasa tampa ada rerumputan ataupun bangunan.
“Hei apa kau mencium bau daging panggang juga, iya aku juga tetapi tidak ada apapun disini” kata para partisipan yang kelaparan tersebut.
Namun mereka tidak tahu ditengah tanah kosong tersebut Rio sedang santai memanggang kelinci siluman yang dia dapatkan dihutan tersebut, “Srrassk…” dia mengolesinya dengan bumbu bakaran lalu menambahkan sedikit garam diatasnya, bau bakaran tersebut bahkan membuat Angga meneteskan air liurnya karena kelaparan ketika melihat sebuah kelinci panggang besar didepannya.
“Waaah…. Kelihatannya itu sudah cukup matang, aku cicipi sedikit yah…” kata Angga yang ingin mengambil sedikit dari daging kelinci tersebut.
“Taaakkss…” namun dengan cepat Rio memukul tangan Angga dengan ranting tongkat, dengan sendirinya Angga menarik mundur tangannya kembali.
“Kalau kau mau makan cari sendiri buruanmu, jangan mengganggu orang lain” kata Rio, “Crraattkk….” Dengan tangan kosong dia menarik kaki dari daging kelinci panggang itu, “Nyamm… Krrauusstt… Krrauusstt… Krrauusstt…” dia lalu dengan lahap memakannya dan melihat dari eskpresinya sangat jelas kalau daging tersebut terasa sangat nikmat, melihat hal itu Angga semakin ingin memakan daging yang ada didepannya dan ketika dia melihat sebuah cairan daging yang keluar dari potongan kaki kelinci tersebut “Grroowww…” suara perut Angga lalu terdengar sangat keras.
“Uuggkk… mahluk buas didalam tubuhku sudah mulai menggila, bisa minta sedikit tidak” kata Angga yang mana menggunakan wajah memelas dirinya.
“Srraanggs…” melihat hal itu Rio lalu mengeluarkan pisau miliknya dan “Srraaskk… Srraaskk… Srraaskk…” memotong sedikit daging kelinci tersebut, melihat hal itu Angga sudah sangat berharap dia mendapatkan potongan daging tersebut tetapi “Nyaam… Krrauustt… Krrauustt… Glluuppss…” tetapi harapannya menghilang setelah Rio melahap potongan daging itu didepan matanya.
“Bagaimana rasanya dipermainkan sekarang” kata Rio yang masih menyimpan dendam pada Angga.
“Baiklah-baiklah aku minta maaf, aku memang salah tetapi bisa tidak aku minta sedikit daging itu sebagai gantinya aku akan berikan kau informasi yang sangat penting” kata Angga.
“Hmm… baiklah tergantung pada informasi apa yang akan kau berikan maka aku akan memberikan daging ini padamu” kata Rio, dia mulai tertarik dengan tawaran dari Angga.
“Apa kau tahu didalam hutan ada sebuah grup yang memburu para kontestan, dan mereka sangat kuat” kata Angga.
“Hmm… jadi begitu pantas saja kelompok tadi hancur berantakan, seberapa kuat mereka” kata Rio, “Srraassttkk…” dia memotong sebuah potongan besar dari daging kelinci tersebut dan memberikannya pada Angga.
__ADS_1
“Ooooh…. Panas-panas… Aaakk nyaamm… rasanya sangat enak, aku bisa merasakan cairan dari dagingnya memenuhi mulutku” kata Angga yang sangat menikmati daging kelinci panggang tersebut.
“Ooii… cepat jawab pertanyaanku tadi” kata Rio.
“Ooh… maaf tadi kau bilang seberap kuat kan, kalau aku jawab mereka sangat kuat karena mereka berempat adalah siluman berusia ribuan tahun” kata Angga.
Mendengar hal itu Rio langsung mengaitkan semua kejadian yang telah terjadi, dari dia dipaksa untuk masuk kedalam ujian untuk ketiga kalinya sampai dipindahkan jauh dari tempat awal para partisipan ujian yang ada, Rio berpikir dan terus berpikir sampai akhirnya dia menemukan sebuah jawaban yang pasti.
“Tampaknya ada seseorang yang melakukan sabotase pada ujian kali ini, dan aku sangat yakin mereka mengincar diriku” kata Rio, dia mulai mengingat dua kelompok yang dia singgung akhir-akhir ini.
“Hoho… tampaknya kau benar-benar membuat masalah yang sangat besar, karena untuk bisa ikut campur dalam ujian DS Game maka itu artinya musuhmu punya koneksi dengan pihak manajemen” kata Angga, dia dengan cepat menghabiskan daging kelinci panggang ditangannya.
“Iya aku sudah bisa menembak beberapa nama yang menginginkan kematianku, satu-satunya jalan adalah untuk menyelesaikan misi dari ujian kali ini, karena aku yakin penalti dari ujian ini pasti akan membunuh semua partisipan yang ada” kata Rio.
“Heheheh…. Kalau begitu bagaimana jika kita bekerja sama untuk sementara waktu, kebetulan aku belum pernah membuat kelompok jadi aku sedikit penasaran” kata Angga.
“Hahah… hahaha… bukan berarti aku suka pada masakanmu jadi ingin kau memasak didalam hutan untukku, aku menawarkan kerja sama karena serius ingin menyelesaikan misi kali ini dan yakin kalau kau itu sangat kuat” kata Angga.
“Boca sialan ini benar-benar ingin membuat kelompok denganku karena keahlian memasakku saja” pikir Rio yang dapat dengan sangat jelas melihat isi pikiran Angga.
“Hohohoho… tampaknya aku mencium ada bau yang enak, keberatan kalau aku ikut bergabung dengan kalian berdua” tiba-tiba saja kakek tua pimpinan kelompok ajaran sesat tersebut langsung muncul disebelah Rio dan Angga.
“Srringgss….” Dengan cepat Rio langsung mengarahkan pisau miliknya kearah tenggorokan kakek tua itu, “Crrakk…” sementara Angga mengeluarkan senapan silver miliknya dan mundur beberapa langkah sambil membidik kakek tua tersebut.
“Hohohoh… jangan khawatir aku datang kemari bukan untuk bertarung” kata kakek tua tersebut, “Crrakk…” dengan santainya dia mengoyang daging kelinci panggang yang panas tersebut tampa kepanasan sedikitpun.
__ADS_1
“Dia dapat memegangnya tampa merasakan panas, tampaknya dia sama denganku memiliki kekuatan sihir api dan mendapatkan daya tahan panas” pikir Rio.
“Heeei…. Kakek tua jangan sembarangan makan-makanan milikku, letakkan daging itu dan pergi dari sini, jika tidak jangan salahkan aku kalau kepalamu hancur nanti” kata Angga.
“Hmm… perasaan itu daging kelinci punyakulah” kata Rio yang meralat kata-kata Angga.
“Sama saja kitakan sudah satu kelompok, itu artinya makananmu itu manakanku juga” kata Angga.
“Hohohoho…. Kelompok yang aneh tetapi, kalian masilah terlalu muda” kata kakek tua tersebut, “Crraaanggkk…. Crraaanggkk…. Crraaanggkk….” Tibat-tiba saja dibelakang kakek tua tersebut muncul sesosok boneka abu-abu yang mana terlihat sangat besar, boneka tersebut melayang tampa kaki dibelakang kakek tersebut dengan sepasang tangan yang sangat besar boneka itu memberikan aura yang mengancam walaupun tidak tampak matanya.
“Apa itu…. Kau sama sekali tidak bisa melihat adanya jiwa didalam mahluk itu” kata Rio yang menggunakan mata kematian miliknya.
“Cihh…. Prajurit wayang kah, tampaknya ini akan sulit” kata Angga yang mana mengetahui tentang sosok yang ada dibelakang kakek tua tersebut.
“Hohohoh… kau dapat mengenalinya, tampaknya kau memiliki pengetahuan yang cukup bagus mengingat prajurit wayang adalah barang yang cukup langkah bahkan dialam gaib” kata kakek tua tersebut.
“Jadi kakek sudah cukup dengan intimidasi kecilmu ini, katakan padaku apa yang kau mau” kata Rio yang melihat kalau kakek tua tersebut sama sekali tidak memiliki aura permusuhan dari dirinya.
“Hohoho… baiklah-baiklah maafkan aku” kata kakek tua tersebut, “Ssrraakkss…” kakek tua tersebut lalu menyimpan kembali prajurit wayang miliknya.
Bersamaan dengan itu Rio mengisaratkan pada Angga untuk menyimpan senjata miliknya, “Crraaak… Srraanggss…” setelah mereka semua menyimpan senjata yang mereka punya Rio dan Angga lalu langsung duduk didekat kakek tua itu.
“Jadi bisa katakan apa yang kau mau kakek” kata Angga.
“Hmm… bukan apa-apa, hanya ingin ikut dalam kerja sama kalian” kata kakek tua tersebut.
__ADS_1
Penjelasan : Prajurit wayang adalah sebuah alat sihir yang mana sangatlah langkah, karena untuk pembuatanya dibutuhkan banyak bahan-bahan yang juga jarang terlihat dan untuk membuatnya dibutuhkan waktu lebih dari 100 tahun, dan ketika Prajurit wayang tersebut mengenali tuannya maka dia akan melindungi tuannya dengan sendirinya bahkan Prajurit wayang dapat disetarakan dengan sesosok siluman berusia ribuan tahun.
Bersambung…..