Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 390 Peperangan terakhir


__ADS_3

Pada saat itu Rio yang mana mengetahui apa yang telah terjadi langsung memanggil para tetua serikat miliknya, dia memberikan mereka perintah untuk segera mempersiapkan diri dengan perang yang akan datang, dan bukan hanya itu saja Rio juga ikut memanggil beberapa iblis solomon untuk mengirimkan pesan pada para raja iblis dan juga para dewa. Rio pada saat itu ingin memanggil mereka semua dan sebisa mungkin membawa mereka kemedan perang bersama dengan dirinya, itu karena dia yakin kalau untuk melawan Gilang yang sekarang ini dia memerlukan bantuan sebanyak mungkin dari pihak lainnya.


“Ketua Rio para penempa telah menyelesaikan 15 juta senjata sihir tingkat bawah, dan mereka juga telah menerima bayaran yang kita berikan” kata Merlin.


“Apa ada diantara mereka yang tidak menerima bayaran kita atau membuat kekacauan...??” tanya Rio.


“Ada beberapa yang tidak puas, akan tetapi saat ini mereka mengetahui kekacauan yang terjadi dan karena hal itu mereka memutuskan untuk tetap diam dan kembali kealam mereka masing-masing, nampaknya sebagian besar dari mereka ingin mengungsikan keluarga mereka kedalam dimensi kita” kata Merlin.


“Terima mereka semua, kalau bisa tawarkan pada mereka yang tidak meminta, para pandai besi itu adalah penepa handal yang mana dapat menempa jutaan senjata sihir, dengan bantuan mereka kedepannya dimensi kita akan menjadi makmur dengan menjual barang-barang sihir buatan mereka” kata Rio.


“Siap aku akan menyuruh para bawahan kita untuk menginfokan hal itu, tetapi apa kau tidak apa-apa rajaku, kau terlihat berbeda saat ini” kata Merlin, untuk pertama kalinya dia melihat wajah Rio yang seperti itu, itu adalah wajah dari seseorang yang mana terlalu dalam berpikir dan hampir terjebak kedalam pemikirannya.


“Tidak apa-apa, hanya saja aku memikirkan kalau takdir itu benar-benar sangat lucu” kata Rio.


Saat itu dia mengingat kembali kalau Gilang adalah paman yang ia sayangi sekaligus juga dia benci karena telah menjadi orang yang menghabisi keluargannya, dan karena Gilang juga Rio terjun menggunakan aplikasi DS Game, dan karena itu semua dia mendapatkan warisan raja Solomon dan juga menjadi raja dari sebuah dimensi yang cukup besar. Dan karena Gilang juga dia membuat sebuah serikat yang mana sekarang ini adalah keluarga barunya, untuk itulah dia berterimakasih dan juga membenci Gilang atas semua yang telah dia lakukan.


“Beberapa tahun ini adalah kejadian yang sangat mengesankan bagi hidupku, dan juga ini adalah akhirnya dimana kita memutuskan ikatan darah kita berdua” pikir Rio, disaat itu dia memadatkan hati dan juga pikirannya, “Tringgs...” dan saat itu juga Rio masuk kedalam keadaan pencerahan yang mana membawa dirinya menjadi satu langkah lebih kuat lagi.


Pada saat yang bersamaan pula Gilang yang mana sedang berusaha untuk melahap alam bawah menggunakan kesembilan jantung iblis miliknya, “Trisskk...” dapat merasakan perasaan terancam dan juga hawa membunuh kuat yang langsung diarahkan pada dirinya.

__ADS_1


“Aura ini... Hahaha... tidak salah lagi ini adalah dirinya, jadi begitu rupanya kau ingin mengakhiri semua ini bukan Rio, kalau begitu datanglah dengan seluruh kekuatanmu dan kebencianmu, datanglah padaku dan hadapi aku dengan segela yang kau punya” pikir Gilang yang mana berada ditengah-tengah kegelapan energy iblis miliknya.


Satu minggu kemudian puluhan raja iblis dan juga para dewa langsung berkumpul didepan alam bawah yang mana telah dilahap oleh kegelapan, mereka telah mempersiapkan para pasukan mereka dan bersiap bertarung melawan Gilang. Dan didepan mereka semua beberapa sosok entitas kuat yang ada disebelah Rio mulai terlihat, mereka adalah para dewa dan juga raja iblis yang bisa dikatakan sebagai yang terkuat disaat itu juga.


Disana pada saat itu terdapat raja iblis Cihyou sang iblis peperangan, Mara sang raja iblis 6 enam kesenangan, Lucyfer raja iblis keangkuhan dan Jill sang ratu iblis penguasa nafsu yang baru. Dan dipihak para dewa Zeus penguasa olimpus, Odin penguasa asgardian, Ra sang dewa matahari, dan Nemesis sang dewa bintang-bintang.


Para dewa dan juga raja iblis tersebut berkumpul dan mereka semua sama sekali tidak ingin bertarung disana, karena lawan mereka adalah mahluk yang mana dapat menghancurkan seluruh keluarga dan juga wilayah mereka, lalu ditengah keangkuhan mereka tersebut Rio menjadi satu-satunya manusia yang mana dapat memimpin mereka semua.


“Hmm... jadi ini sang raja manusia itu, aku dapat merasakan kekuatan iblis dan juga dewa didalam dirinya, terlebih lagi ada semacam artefak melebihi tingkat tertinggi didalam tubuhnya” pikir  raja iblis Mara yang mana melihat kearah Rio.


“Sraaahkk...” disaat itu juga dari dalam alam bawah terlihat sebuah mata yang mana melihat langsung kearah Rio, mata tersebut mengeluarkan hawa yang sangat menakutkan, dan para pasukan dewa dan juga raja iblis langsung terintimidasi dan kehilangan kepercayaan diri mereka. Disaat itu juga Mara langsung mengeluarkan tehnik miliknya, dia mengalirkan cahaya kekuatan iblis dari matanya dan “Trranggs...” membalas tatapan mata tersebut, akan tetapi serangan mata dari Mara hanya mengurangi sedikit tekanan didalam pasukan dewa dan raja iblis yang ada.


“Baik rajaku” balas Heimdall, disaat itu Heimdall menjadi salah satu dari pimpinan pasukan dewa yang mana berada disisi Odin.


“Trrunggs...” dan dengan kekuatan dewa miliknya Heimdall mulai meniupkan terompet Gjallarhorn miliknya, disaat itu juga setengah tekanan dari mata alam bawaha itu mulai menghilang dan disaat itu juga Rio memikirkan sesuatu.


“Oooh... jadi yang begitu punya efek seperti itu juga” kata Rio.


Mendengarkan perkataan Rio barusan, para dewa dan juga raja iblis mulai merasakan kekuatan dari artefak Solomon yang ada ditangan Rio, Lemegeton mulai berputar dengan terang ditelapak tangan Rio dan disana dia menunjukkan sosok dari dua iblis Solomon.

__ADS_1


“Purson ( terompet kekacauan ) + Asmodeus ( Mata Obsesi iblis )” dengan menggabugkan kekuatan dari kedua iblis Solomon tersebut, Rio membuat sebuah kekuatan baru yang mana muncul ditangannya.


Ditangannya muncul sebuah terompet berwarna hitam yang mana mengeluarkan aura iblis yang cukup kuat, dan disaat itu Rio mulai mengumpulkan kekuatan miliknya dan mengalirkan seluruh kekuatannya kedalam tiupan terompet tersebut, “Trunggs...” suara nyaring terompet itu memunculkan sosok dari puluhan mata iblis raksasa disekitar Rio. Para mata iblis itu kemudian membalas aura intimidasi dari alam bawah dan “Trrassk...” membuat mata yang keluat dari dimensi alam bawah itu terluka dan mengeluarkan darah berwarna biru dari matanya tersebut.


“Gahahahah.... pada akhirnya kau datang juga” sebuah suara yang mana sangat menakutkan kemudian menggema didalam jalur dimensi tersebut.


Semuanya kemudian melihat kearah alam bawah dan menemukan kalau alam bawah telah dikuasai oleh seseorang, dan orang itu menunjukkan bayangan dirinya dengan sebuah sosok tubuh manusia remaja dengan setengah badannya yang tertempel ditubuh ular raksasa.


“Hmm... tidak salah lagi, itu adalah ular pelahap dunia Jourmugant” kata Odin yang mana melihat sosok dari ular raksasa dengan mulut yang sangat lebar tersebut.


“Kau menjadi semakin aneh dari hari kehari paman, aku rasa kau sudah bukan lagi manusia” kata Rio yang mana melihat sosok yang sangat dia kenali tersebut, dan benar itu adalah sosok pama yang dia lihat disaat dia masih berusia 10 tahun.


“Hahahahha.... manusia kau bilang, jangan salah sangka aku sudah menjadi sosok yang diatas itu semua, dan sekarang ini aku sudah menjadi mahluk yang lebih kuat dari dewa dan juga raja iblis, kalian semua tidak ada apa-apanya selain pengorbanan bagiku untuk menguasai seluruh alam semesta ini” kata Gilang.


“Haaaah... aku tidak mengerti dan tidak ingin mengerti dengan apa yang kau katakan, jadi sebaiknya kau kemarilah dan biarkan kami mencincang tubuhmu kecil-kecil” kata Rio “Srringgs...” dia mengeluarkan pedang miliknya dan pada saat yang bersamaan para dewa dan raja iblis mendengarkan suara tangisan dari pedang milik Rio tersebut.


“Hahahah... majulah kalau begitu, akan aku habisi kalian semua” kata Gilang.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2