
“Trraanggss… Krrassskk…” suara pedang besar yang mana sedang menebas terdengar sangat keras, dan ditempat suara itu terlihat dua sosok mahluk yang saling bertarung satu lawan satu, Rio yang mana terlihat sedang kesulitan itu “Srraannggss…” dia berusaha untuk menghindari setiap serangan-serangan pedang dari siluman raksasa hijau tersebut. “Boomss…” namun disaat yang sama siluman raksasa hijau tersebut juga kesulitan melawan Rio, dengan serangan sihir api dan alat-alat sihir miliknya Rio dapat mengimbangi kekuatan fisik dari siluman raksasa hijau tersebut.
“Cih… pertahanannya kuat sekali, aku bahkan hanya bisa menggores kulitnya saja” pikir Rio yang mana melihat siluman raksasa hijau tersebut, setiap serangan dan sihir milik Rio hanya membuat beberapa luka kecil ditubuh siluman raksasa hijau itu.
“Grraaahh….” Siluman raksasa hijau tersebut lalu mulai muak dan semakin marah dengan Rio, “Brruusshh…” aura energy sihir yang kuat mulai keluar dari tubuh siluman raksasa hijau itu. “Buusshh…” dengan cepat siluman raksasa hijau tersebut berlari kearah Rio dengan mencoba untuk menabrak tubuh Rio, melihat hal tersebut Rio memunculkan api ditangan kanannya “Boomssh… Boomssh… Boomssh…” dia menembakkan bola-bola api pada siluman raksasa hijau tersebut, “Buusshh…” tetapi siluman raksasa hijau tersebut tetap berlari kearah Rio dengan kekuatan penuhnya.
“Sialan… Gaaahh…” walaupun Rio berusaha untuk menghindari serangan tabrakan tersebut, Rio tetap terkena beberapa energy serangan yang mana melukai tubuhnya.
“Crraanggss… Crraanggss… Crraanggss…” Rio yang terhempas tersebut lalu menembakkan beberapa anak panah dari crosbow miliknya, “Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt…” lalu serangan panah tersebut menembus tubuh dan kulit dari siluman raksasa tersebut dan menyebabkan luka-luka dibelakang tubuhnya.
“Hmmm… tubuhnya melemah, jangan-jangan skill tadi ada bayarannya, sekarang saatnya untuk membalas mahluk itu” pikir Rio, dengan cepat dirinya langsung menahan gerakan mahluk siluman raksasa hijau tersebut menggunakan cambuk miliknya.
“Crraattassskk… Crraattassskk… Crraattassskk…” cambuk milik Rio mengikat sebagian tubuh dari siluman raksasa hijau tersebut, dan membuat siluman raksasa hijau itu menjatuhkan senjata miliknya “Trraanggsskk…” setelah senjatanya terjatuh Rio dengan cepat masuk kedalam bayangannya dan mengambil senjata siluman itu dengan cepat. “Grraaahh….” Ketika senjatanya diambil siluman raksasa hijau itu lalu merasa sangat marah dan dengan kekuatan fisiknya dia melepaskan dirinya dari ikatan alat sihir milik Rio, “Trraakk… Trraakk… Trraakk…” dengan tangan kanan dan kirinya “Buusskk… Buusskk… Buusskk…” dia memukul-mukul lantai untuk bisa menyerang Rio, tetapi karena Rio telah berada didalam dimensi bayangan siluman raksasa hijau itu tidak bisa menyentuh dirinya sama sekali.
“Hmm… sekarang kesempatannya…” dengan pisau ditangan kanannya Rio melompat keluar dari bayangan siluman raksasa hijau itu, dan karena daya dorongan dari keluarnya tubuh milik Rio dari dalam bayangan tersebut Rio melompat sampai bisa mencapai leher mahluk siluman raksasa hijau tersebut “Crraasstt…” serangan yang kuat dan tajam langsung mengenai titik fital dari siluman raksasa hijau tersebut.
__ADS_1
“Gaaaahhhkkk….” Serangan dari Rio membuat luka yang sangat dalam ditubuh siluman raksasa hijau tersebut, dengan kesempatan itu Rio mengorbankan 50 tetes darah miliknya dan “Buurrrrrnnn….” Menciptakan bola api yang sangat besar ditangan kanannya.
“Matilah…” kata Rio sambil menembakkan bola api besar tersebut kearah siluman raksasa hijau tersebut, “BOOOMMSSHH…” ledakan yang sangat besar dari sihir api milik Rio membuat tubuh dari siluman raksasa hijau tersebut hancur berkeping-keping, Rio juga “Brrukk… Trrukk…” terhempas jauh karena ledakan sihir apinya sendiri sangatlah kuat.
“Krraak…” karena hempasan itu Rio mendarat dengan tidak benar dan membuat tulang tangan kirinya tergeser sedikit, dia lalu melihat lagi tubuh dari siluman raksasa hijau tersebut untuk memastikan kematiannya. Dan ketika dia melihat sebuah mayat yang hangus terbakar, “Trraaahhkk….” Dia menggunakan mata kematiannya untuk melihat kalau jiwa dari siluman tersebut sudah tidak ada lagi, dan benar saja tubuh dari siluman raksasa hijau itu telah kehilangan jiwanya dan menandakan kalau dia telah mati.
“Haaah… bagus akhirnya aku bisa istirahat sebentar” kata Rio yang mana telah lelah bertarung melawan siluman raksasa hijau tersebut, dia telah bertarung selama lebih dari 3 jam nonstop tampa berhenti karena kekerasan dari tubuh dan kekuatan fisik dari siluman raksasa hijau itu membuat Rio kesulitan melawannya.
“Gahahaha…. Kerja yang bagus, aku tidak menyangka kau dapat mengalahkan siluman berusia ratusan tahun seorang diri tampa mahluk panggilan” kata Batara Kala.
“Gahahahah…. Kau akan tahu sendiri nantinya setelah naik keatas gunung berapi itu” kata Batara Kala, dia masilah tidak mau menceritakan apapun pada Rio dan membuat Rio semakin penasaran.
Rio lalu melanjutkan pendakiannya dan setelah sampai diatas kawah gunung berapi yang sangat panas itu, “Ssshhh….” Rio merasakan panas ditubuhnya walaupun dirinya telah mendapatkan hadiah dari Banaspati akan kekuatan sihir api dan ketahanan api dia tetap merasakan panas yang luar biasa dari gunung berapi tersebut, setelah itu dari dalam penyimpanan aplikasi DS Game miliknya Rio mengeluarkan seratus ekor anak kambing yang dia beli dari berbagai tempat. “Beeek… Beeek… Beeek…” para anak kambing tersebut lalu mati terbunuh dengan cepat karena terbakar oleh panas lahar dari gunung berapi tersebut, setelah itu Rio juga mengeluarkan lima kotak besar bunga kembang tujuh warna.
“Trrraaasshhh….” Kemudian dari dalam kawah gunung berapi tersebut muncullah kabut asap yang tidak biasa, kabut asap tersebut mengandung kekuatan sihir yang luar biasa besarnya yang mana membuat pandangan mata Rio menjadi buram. Kemudian setelah penglihatannya kembali dia menemukan dirinya ada disebuah tempat yang sangat luas dan juga putih, disana didepannya terlihat sebuah gerbang yang sangat besar dan megah yang mana dijaga oleh 2 mahluk raksasa yang sangat menyeramkan.
__ADS_1
“Krrieeekk…. Brruuukkk…. Booomm…” Gerbang besar itu lalu terbuka dan ke dua raksasa itu berlutut dihadapan Rio, lalu beberapa wanita-wanita cantik dengan cadar diwajahnya menyambut Rio untuk masuk kedalam gerbang tersebut. Curiga karena dia telah dipindahkan ditempat yang tidak diketahui membuat Rio merasa risau, lalu dia berusaha memengang smartphone dikantungnya namun dia sama sekali tidak bisa mengaptifkan aplikasi DS Game, bahkan smartphone miliknya mati total ketika dia berusaha untuk menghidupkannya.
“Gahahahaha…. Tidak perlu takut anak manusia, masuklah kesini” kata suara yang berada didalam gerbang tersebut, suaranya terdengar sangat mirib dengan Batara Kala dan setelah mendengar suara itu Rio mulai masuk kedalam gerbang itu dan melihat sesosok raksasa yang mana memiliki taring yang sangat menyeramkan didepannya.
“Jadi seperti itu wajah aslimu, Batara Kala atau harus kusebut dewa Batara Kala” kata Rio yang mana langsung bisa menebak sosok mahluk yang ada didepannya.
“Gahahahaha…. Kau memang sangat menarik anak manusia, biasanya orang yang bertemu denganku akan ketakutan setengah mati dan pingsan jika tidak mereka akan berlutut dan memohon ampun dihadapanku” kata Batara Kala.
“Haaaah…. Setelah beberapa pengalaman gila yang aku rasakan, kau pikir wujudmu ini akan membuatku takut, jangan bercanda” kata Rio.
“Gahhahaha… memang benar kau sangat luar biasa untuk ukuran manusia yang baru berhubungan dengan alam gaib, karena itulah aku akan memberikanmu berkah keduaku” kata Batara Kala, “Trrraaassskk…” sebuah cahaya jiwa dari Batara Kala lalu keluar dari tubuhnya dan masuk kedalam tubuh Rio dengan cepat, ketika cahaya jiwa itu menyatu secara penuh dengan tubuh Rio dia dapat merasakan kalau tubuhnya telah dibentuk ulang menjadi lebih kuat lagi dan dia juga merasakan pengetahuan tentang kekuatan baru yang telah diberikan oleh Batara Kala pada dirinya.
“Hei…. Hahahaha…. dasar dewa gila…. Tidak kusangka kau akan memberikan kekuatan gila ini padaku…” kata Rio dengan senyum senang diwajahnya.
Bersambung….
__ADS_1