Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 224 Formasi tiga kambing serakah


__ADS_3

Hantu Kambe yang mana telah dipanggil oleh Gio langsung mengeluarkan aura yang sangat kuat, itu semua karena 1.000 gold yang telah Gio janjikan membuat mereka sangat bersemangat untuk bertarung. Melihat hal tersebut Gigan hanya tersenyum kecil, itu karena sudah lama dia tidak bertemu lawan yang dapat membuatnya terhibur.


“Majulah kalian para kambing kecil” kata Gigan.


“Buushh…” dengan cepat hantu Kambe pengguna tombak langsung melesat kearah Gigan, “Srriinggs…” dengan dia menggunakan energy sihir miliknya untuk mempertajam dan memperkuat tombak yang dia punya. “Trranggs…” akan tetapi serangan tombak itu sama sekali tidak dapat menembus armor pertahanan milik Gigan, “Trranggs…” dan disaat yang saman Gigan mengalirkan energy sihir miliknya kearah kapaknya dan mengayunkannya kearah hantu Kambe pengguna tombak tersebut.


“Jangan berani kau sentuh saudaraku” kata hantu Kambe pengguna pedang tersebut.


“Buuushh…” dengan kedua kaki kambingnya dia melompat tepat kearah kapak Gigan, dan saat kapak Gigan akan menebas dirinya “Srraasnngg…” dengan menggunakan pedangnya hantu Kambe pengguna pedang tersebut membelokkan serangan Gigan.


“Hmm… tehnik pedangnya sangat bagus, dia bahkan bisa membelokkan seranganku” pikir Gigan.


“Crrrakk…. Trrassk…” lalu dari belakang kedua hantu Kambe tersebut, hantu Kambe yang memegang crosbow langsung menembakkan dua buah anak panah kearah wajah Gigan. Melihat hal itu “Buussh…” dengan sebuah lompatan Gigan berhasil menghindari tembakkan anak panah tersebut, dan karena daya ledak lompatan dari Gigan tersebut ketiga hantu Kambe itu langsung terlempar dari sana.


“Gaahkk… fisiknya kuat sekali” kata hantu Kambe pemegang tombak.


“Aku tahu itu, bocah Gio cepat bantu kami” kata hantu Kambe pemegang pedang.


“Ok tunggu sebentar” kata Gio.

__ADS_1


Gio dengan cepat menahan ketiga hantu Kambe yang terlempar tersebut, disaat yang sama Gigan melihat kalau mereka sedang tidak fokus “Wuuushkk…” dengan kuat Gigan melemparkan kapak miliknya kearah mereka. Melihat hal tersebut Gio langsung melempar hantu Kambe dan mengalirkan energy sihirnya kearah tangan kirinya, “Buuushh…” perisai cahaya yang dia punya langsung membesar “Trranggkss…” dan dengan perisai cahaya itu Gio dapat menahan serangan lemparan kapak dari Gigan.


“Hahahah… ini baru menarik, tidak kusangka akan ada hari dimana manusia dapat membuatku bersenang-senang didalam pertarungan” kata Gigan, “Wrrummssh…” dia memusatkan energy sihirnya kepusat tubuh dan mengalirkan semuanya kearah jantungnya.


“Krrasskk…” dan dari jantung Gigan mengalirkan energy sihir ke seluruh otot-ototnya melewati pembuluh darah yang dia punya, “Trrrakks…” lalu otot-otot yang dimiliki Gigan mulai memadat dan Gigan yang memiliki tinggi sebesar 4 meter tiba-tiba saja tubuhnya mengecil, “Trrassk… Krrasskk…” bersamaan dengan memadatnya otot-otot yang dia punya tubuh Gigan mengecil menjadi tinggi 2 meter. Bukan hanya itu saja armor yang dimiliki Gigan lalu lepas karena tidak muat, “Trranggs… Krranggs…” Gigan yang mana terlihat lebih kurus dan lebih kecil itu mengeluarkan aura yang sangat mematikan.


“Beeekk… Grrr….” Bahkan ketiga hantu Kambe langsung bersiaga melihat perubahan Gigan saat itu.


“Hahaha… tampaknya aku harus meminta bayaran tambahan untuk menahan dia kali ini” kata Gio yang mana dapat merasakan jarak yang besar diantara mereka berdua.


“Buushh…” dengan kecepatan kakinya Gigan langsung menghilang dari pandangan Gio dan ketiga hantu Kambe, “Wuushkk…” dengan cepat Gigan langsung muncul dibelakang mereka sambil memegang kapak ditangan kanannya. “Wuuusskk…” dengan kapak itu dia mengarahkan serangan tebasakan kearah Gio, “Srranggs…” namun hantu Kambe pemegang pedang langsung menepis serangan dari Gigan dan membelokkannya.


“Tidak akan kubiarkan” kata hantu Kambe pemegang pedang tersebut.


“Matilah….” Kata Gigan, dia menaikan kapak miliknya dan berusaha untuk menyerang mereka semua dengan serangan kuat.


“Trrasskk…” akan tetapi dengan cepat hantu Kambe pemegang crosbow langsung menembakkan anak panah kearah Gigan, “Tasssk…” namun dengan tangannya kedua anak panah yang ditembakkan tersebut berhasil ditangkap dengan mudahnya. Lalu saat Gigan melihat kearah mereka, ketiga hantu Kambe beserta Gio telah mundur cukup jauh dari hadapannya.


“Cepat juga, tetapi itu belum cukup” kata Gigan.

__ADS_1


“Buussh…” dengan kecepatan kakinya dia langsung mengejar Gio bersama dengan ketiga hantu Kambe tersebut, “Boomssh…” dan disaat Gigan akan menyerang mereka dia mendengarkan suara ledakan didalam kastil raja iblis Beelzebub. Disana Gigan melihat Rio yang mana sedang bertarung melawan Beelzebub satu lawan satu, melihat hal tersebut Gigan langsung mengetahui tujuan dari Gio memancing dirinya keperumahan bangsawan iblis tersebut.


“Jadi begitu, kau ingin mengulur waktu yah” kata Gigan yang mana melihat Gio dengan padangan mata yang dingin dan gelap.


“Hahaha… sialan dia mengetahuinya, ketua itu apa tidak bisa dia bertindak lebih tenang” kata Gio yang mana sedikit kesal dengan Rio.


“Trringgs…” disaat Gigan sedang lengah hantu Kambe pengguna tombak langsung mengarahkan serangan kearah Gigan, “Taassk…” namun dengan tangan kirinya Gigan langsung menangkap tusukan tombak tersebut. “Wuush…” belum cukup dengan serangan tusukan hantu Kambe pemegang pedang langsung bergerak kebelakang Gigan dan mengarahkan tebasan pedang kearahnya.


“Fuussh…” Gigan yang dapat membaca arah serangan tersebut langsung menundukkan kepalanya untuk menghidari tebasan pedang tersebut, “Buusskk…” dan dengan tendangannya dia menghempaskan hantu Kambe pemegang pedang tersebut.


“Sialan kau…” kata hantu Kambe pemegang crosbow, dia membidik Gigan dengan crosbow miliknya.


“Wuuushkk…” melihat hal tersebut Gigan langsung melemparkan hantu Kambe pemegang tombak kearah hantu Kambe pemegang crosbow tersebut, “Buuushkk…” kedua hantu Kambe tersebut saling bertabrakan dan terjatuh. “Buush…” melihat kesempatan tersebut Gigan langsung dengan cepat mendekati mereka dan bersiap untuk mengalahkan kedua hantu Kambe tersebut, “Wuuushh…” akan tetapi Gio dengan berani mengarahkan serangan perisai miliknya ketubuh Gigan “Buuukk… Trumnggss…” serangan perisai tersebut membuat tubuh Gigan langsung bergetar dan pergerakannya langsung terhenti.


Melihat kesempatan itu kedua hantu Kambe tersebut langsung mundur, “Taks… Taks… Taks…” sementara itu dengan kakinya yang cepat hantu Kambe pemegang pedang langsung bergerak kearah Gigan, “Srringgs…” dengan pedangnya dia langsung mengarahkan serangan tebasan kearah Gigan. “Srraasstt…” namun Gigan lagnsung menahan serangan pedang tersebut menggunakan pangkal tangan kirinya, melihat hal itu Gio langsung mengarahkan pedang miliknya kearah leher Gigan.


“BUUUHHHSKKK…” akan tetapi menggunakan injakan kakinya Gigan melemparkan hantu Kambe pemenggang pedang tersebut beserta Gio menjauh dari dirinya, “Wuusshkkk…” dengan cepat Gigan langsung melemparkan kapak miliknya kearah Gio. Melihat hal itu Gio langsung berusaha untuk menahan serangan Gigan menggunakan perisai cahaya miliknya, akan tetapi tangannya tidak bisa bergerak karena hempasan dari mana Gigan barusan yang membuat tubuhnya kaku.


“Trraanggs…” dengan menggunakan tombaknya hantu Kambe pemegang tombak tersebut menahan serangan Gigan untuk melindungi Gio, “Crrastt…” namun energy sihir didalam kapak milik Gigan langsung mengamuk dan menebas tubuh hantu Kambe pemeggang tombak tersebut, “Tringgs…” dan hal itu membuat hantu Kambe pemegang tombak tersebut langsung kembali kealamnya.

__ADS_1


“Sialan… sudah kehilangan satukah, nampaknya aku akan mati jika lebih dari ini” kata Gio yang mana berusaha untuk menggerakan tubuhnya yang kaku tersebut.


Bersambung…..


__ADS_2