Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 239 Penyatuan bagian 2


__ADS_3

Setelah selesai makan didalam restoran tersebut Batara Kala lalu langsung mengajak Rio kembali kedalam kastil miliknya, disana ada banyak orang-orang berjubah putih yang mengurus seluruh kastil dan juga para penjaga yang menjaga tempat tersebut. Para orang-orang yang berada disana langsung berlutut ketika mereka melihat Batara Kala, walaupun dia menggunakan penyamaran para bawahannya dapat dengan mudah mengenali dirinya.


“Mereka semua memiliki berkat dari Batara Kala, pantas saja mereka dapat mengenalinya” pikir Rio.


Rio dibawa Batara Kala kesebuah ruangan yang mana terlihat agak tua, dan didalam ruangan tersebut adalah sebuah tempat yang sangat luas dengan sebuah meja marmer raksasa ditengah-tengahnya.


“Bagus sekarang berikan artefaknya padaku” kata Batara Kala.


Rio lalu menyerahkan kedua artefak itu pada dirinya, “Buusshk…” Batara Kala lalu menggunakan wujud raksasa miliknya, dan tubuhnya langsung membesar secara menyeluruh. Kemudian dia berdiri didekat meja marmer tersebut dan meletakan kedua artefak yang Rio berikan diatas meja tersebut, “Buurrn…” ditangan kanannya lalu terbakar sebuah api berwana kuning keemasan dan dengan tangannya yang telah dibalut api “TRRAANGGS…” Batara Kala mulai memukul kedua artefak tersebut.


“Apa yang kau lakukan…??” tanya Rio yang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Batara Kala.


“Jangan berisik, aku sedang menempa ulang struktur yang ada didalam kedua artefak ini” kata Batara Kala.


“TRRAANGGS…” setiap pukulan yang dia berikan dari tangan kanannya itu, energy sihir dengan cepat terkumpul kedalam kedua artefak tersebut, “TRRAANGGS…” lalu setelah beberapa kali pukulan kedua artefak tersebut langsung menunjukkan sebuah retakan. “Krraakks… Crraakktt…” keduanya langsung hancur dan dari dalam kedua artefak tersebut “Trringgs…” muncul sebuah tengkorak kecil berwarna ungu, dari keduanya Rio dapat merasakan kematian yang.


“Ini dia inti dari kedua artefak ini” kata Batara Kala.


“Apa itu inti dari artefak..??” tanya Rio.


“Itu adalah sebuah akumulasi energy yang mana diperkuat oleh sejarah mereka, benda-benda sihir yang dikenal oleh banyak orang dan juga namanya banyak dikenali akan berubah menjadi sebuah artefak” kata Batara Kala.


“Jadi begitu cara membuat sebuah artefak, kalau begitu mungkin saja itu bisa dicoba” kata Rio yang memikirkan ide-ide aneh.

__ADS_1


“Aku tahu apa yang kau pikirkan, akan tetapi lupakan saja, sebuah artefak hanya dapat dibentuk setelah mendapatkan pengalaman sebanyak ratusan tahun, dan untuk artefak yang dipegang oleh para dewa dan raja iblis membutuhkan ribuan tahun untuk menciptakannya” kata Batara Kala.


“Jadi begitu” kata Rio yang terlihat agak kecewa.


“Hahahah… tetapi kau tenang saja, kedua artefak ini adalah artefak yang dibuat selama ribuan tahun dan jika digabung kekuatan mereka akan bertambah” kata Batara Kala.


“Trraanggs…” Batara Kala lalu menggunakan kekuatan waktu miliknya, lalu nomer-nomer yang mana adalah waktu yang telah dikumpulkan oleh Rio langsung keluar dari dirinya, waktu tersebut lalu langsung mengikat kedua inti artefak tersebut menjadi satu. “Srrahhkk….” Aura gelap kematian semakin padat kedalam kedua tengkorak tersebut, “Crrakk… Trrassk…” salah satu dari kedua inti artefak tersebut langsung hancur dan pecahannya dengan sendirinya menyatu pada yang masih bertahan.


“Bagus dengan begini bagian paling menyulitkan telah selesai, sekarang tinggal mengembalikan wujudnya” kata Batara Kala.


“%&^&&…” Batara Kala lalu membacakan mantra yang sama sekali tidak dapat Rio mengerti, namun dengan sendirinya wujud dari inti artefak itu mulai terbentuk dan dengan satu pukulan “TRAANGGS…” Batara Kala memadatkan wujud dari artefak tersebut.


Sebuah prisai baja hitam yang mengeluarkan aura kematian lalu tercipta dari gabungan kedua artefak tersebut, Batara Kala lalu langsung menyerahkannya pada Rio, “Taak…” dengan tangan kirinya Rio langsung memegang perisai tersebut dan dia dapat merasakan kalau ada kekuatan misterius yang mana melindungi seluruh tubuhnya ketika dia memegang perisai tersebut.


“Ini lumayan juga, sekarang apa yang kau minta sebagai ganti dari artefak ini” kata Rio yang mana melihat kearah Batara Kala.


“Tidak ada, kau tidak perlu melakukan ataupun memberiku apapun” kata Batara Kala.


“Untuk dewa sepertimu tidak meminta apapun, itu sangat mencurigakan” kata Rio.


“Hahhahaha…. Kau tenang saja, aku tidak meminta apapun bukan berarti aku merencanakan sesuatu, karena kalau kau mengamuk dengan artefak itu maka aku juga yang akan mendapatkan keuntungan” kata Batara Kala.


“Aku mengerti, kalau begitu aku akan kembali ketempatku” kata Rio, “Trranggs…” dia lalu membuka portal menuju dimensinya dan langsung pergi dari dimensi kekuasaan Batara Kala.

__ADS_1


“Kekekek… kau benar-benar sangat dermawan, menggunakan banyak waktu untuk membuat artefak itu dan bahkan menggunakan darahmu saat prosesnya, apa yang sebenarnya kau rencanakan” kata salah satu dari 72 iblis solomon Andras.


“Hmm… seperti yang aku bilang tadi, kalau dia mengamuk maka dia akan membawa keuntungan bagiku” kata Batara Kala.


“Hahahha… jadi begitu, kau sudah mengetahui tentang kerja sama mereka berdua” kata Andras.


“Tentu saja, jangan lupa kalau aku ini adalah dewa, sementara itu bagaimana dengan persiapan fase ke 3…??” kata Batara Kala.


“Fase ke 3 DS Game akan segera dimulai, aku merasa sedikit kasihan pada para manuisa yang masi di fase pertama, akan tetapi ini semua demi dunia yang lebih baik dan juga demi sang raja” kata Andras.


“Kalau begitu itu bagus, aku hanya perlu duduk diam dan menunggu itu semua terjadi, semoga kalian mewujudkan mimpi kalian” kata Batara Kala.


Sementara itu Rio yang mana telah kembali kedimensi kekuasaan miliknya sedang melihat-lihat daerahnya, dia merasa kalau area yang dia punya terlihat lebih kecil kalau dibandingkan dengan miliki Batara Kala.


“Dari pada aku bosan kenapa tidak aku perluas saja tempat ini” kata Rio.


“Ping-ping-ping…” Rio lalu menggunakan pecahan dimensi yang dia dapatkan dari pertarungan melawan raja iblis Mormo, “Trrasskk…” lalu dia memperluas dimensi miliknya. “Tritinggs…” tiba-tiba saja didalam aplikasi DS Game milik Rio sebuah pesan notifikasi dari manajemen mulai muncul, dan didalamnya ada sebuah pesan yang diberikan kepada para pengguna aplikasi yang mana telah memenuhi syarat tertentu.


“Hahahahah…. Sudah lama aku tidak mendapatkan pemberitahuan segila ini, tetapi ini mulai menarik, aku merasa akan bertemu dengannya disana” kata Rio.


Beberapa hari kemudian didalam sebuah dimensi yang mana terlihat akan hancur, disana telah berkumpul 5 iblis solomon, mereka akan menjadi para orang-orang yang akan bertanggung jawab dalam game yang akan ditawarkan kepada para pengguna aplikasi terpilih. Disana ada sepuluh orang yang menggunakan jubah dan juga topeng, mereka semua tidak ingin identitas mereka diketahui dan bahkan mereka menutupi aura mereka dengan sangat baik sehingga orang-orang tidak dapat mengenali mereka.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2