Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 179 Pernyataan perang Batara Kala


__ADS_3

Beberapa hari setelahnya didalam kuil Batara Surya “Krraak… Trranggs…” sebuah retakan dimensi muncul tepat dihadapan kuil miliknya, melihat hal itu Batara Surya langsung memanggil para pengikut setianya untuk maju melihat apa yang terjadi. “Krraasskk…” lalu dibali retakan dimensi itu jari-jemari raksasa keluar dan dari dalamnya Batara Kala muncul dengan wujud raksasanya, melihat wujud dari rakasa milik Batara Kala para pengikut Batara Surya langsung bergetar karena ketakutan.


“Gahahahah…. Surya aku datang…” kata Batara Kala.


Aura yang dikeluarkan oleh Batara Kala membuat para pengikut Batara Surya sama sekali tidak sanggup untuk bergerak, lalu Batara Surya yang mana sedang berada didalam kuilnya dapat dengan jelas merasakan hawa kehadiran dari Batara Kala.


“Kalaa… sedang apa kau diwilayahku” kata Batara Surya yang mana menggunakan wujud dewa miliknya.


Batara Surya terlihat seperti raksasa setinggi 10 meter dengan lingkaran cahaya matahari dibelakang tubuhnya, dan dengan aura yang mendominasi tersebut dia berdiri berhadapan dengan Batara Kala.


“Kau bilang ada apa, seharusnya aku yang bertanya kenapa kau memerintahkan bawahanmu untuk menyerang serikat milik orang yang membuat kontrak denganku, tindakanmu ini sama saja dengan menyatakan perang untukku kau tahu itu” kata Batara Kala.


“Oooh… jadi mereka menyerang orang yang memiliki kontrak denganmu kah, kalau begitu itu memang kesalahanku aku memang memerintahkan mereka untuk menyelidiki sesuatu tetapi tidak kusangka mereka akan berbuat sampai sejauh itu” kata Batara Surya.


“Hahhahaah…. Lucu sekali, kata-katamu itu seperti mengatakan kalau semua yang terjadi hanya sebuah kesalah pahaman, tetapi apa kau pikir aku akan diam saja menerima semua itu” kata Batara Kala.


“Jadi apa maumu…?? Apa kau mau mengingikan kompensasi dariku” kata Batara Surya.


“Gahahah…. Tidak aku sama sekali tidak memerlukan hal seperti itu, yang aku butuhkan sekarang adalah…” tiba-tiba Batara Kala berhenti meneruskan perkataannya, “Buuuskk…” dengan tangan kanannya dia melancarkan pukulan kearah Batara Surya.


“Kalaaaa…” teriak Batara Surya yang mana wajahnya terkena pukulan oleh Batara Kala.


“Buurrn…” ditangan kanan Batara Surya lalu muncul sebuah bola cahaya kecil, “Wuusshh…” Batara Surya lalu melemparkan bola cahaya tersebut kearah Batara Kala, “Trringgss…” bola cahaya tersebut membesar dan semakin memanas. Bola cahaya itu terlihat seperti sebuah matahari kecil dan lalu membakar semua yang ada didekatnya, bahkan beberapa pengikut Batara Surya yang ada disana menjadi kepanasan dan bahkan tubuh mereka terbakar karena bola cahaya tersebut.


“Kakakakak…. Lumayan juga, sekarang mari kita lihat bagaimana rasanya” kata Batara Kala.

__ADS_1


Batara Kala lalu membuka mulutnya dan “Slluurrppss….” Menelan bola cahaya tersebut masuk kedalam mulutnya, dia melahap bola cahaya itu bagaikan melahap semangkuk mie.


“Kaaaah… lumaya juga, apa kau punya beberapa lagi” kata Batara Kala yang mana merasa kenyang melahap bola cahaya tersebut.


“Dasar raksasa gila, akan kubuat kau terbakar dengan kekuatan matahariku” kata Batara Surya.


“Buurrn…” dengan kekuatan matahari ditangan kanannya dia membuat sebuah pedang cahaya yang mana bersinar sangat terang, “Buussh…” dengan gerakan yang cepat Batara Surya langsung berusaha untuk menyerang kearah Batara Kala, disaat yang sama Batara Kala telah bersiap untuk menghadapi serangan yang dilancarkan oleh Batara Surya.


“Wuussh….” Lalu tiba-tiba saja keempat sosok misterius muncul ditengah-tengah mereka, “Trranggss…” keempat sosok tersebut lalu membuat kedua dewa itu langsung berhenti dan menghilangkan kekuatan mereka. “Crraanggss… Krranggss…” lalu dari beberapa tempat yang ada disana rantai-rantai hitam mulai mengikat mereka berdua, karena kekuatan dari rantai tersebut membuat kedua dewa itu tidak dapat mengeluarkan kekuatan mereka.


“Kahahah… akhirnya kalian datang juga, ke 72 iblis solomon” kata Batara Kala.


“Sialan aku masuk kedalam jebakannya” pikir Batara Surya yang mana melihat kearah keempat sosok tersebut.


Naberius terlihat seperti sesosok manusia dengan beberapa bulu serigala ditubuhnya, dengan mata merah yang tajam dia memberikan tekanan yang kuat pada kedua dewa tersebut, sementara itu ke 3 iblis yang lainnya mendukung Naberius untuk menahan kekuatan kedua dewa tersebut dan mereka adalah Buer, Styr, dan Leraje.


“Kakkaka… mau bagaimana lagi, mereka yang terlebih dahulu menyerang jadi aku kemari hanya untuk membalas perbuatan mereka, itu saja…” kata Batara Kala.


“Kalau memang seperti itu kenapa kita tidak selesaikan dengan cara yang lebih terhormat” kata Naberius.


“Apa maksudmu itu…??” tanya Batara Surya.


“Apa lagi tentu saja peperangan, kedua pasukan kalian akan berperang satu sama lainnya dan yang kalah akan memberikan apapun yang diinginkan oleh sang pemenang” kata Naberius.


“Hmm.. saran yang menarik, kebetulan para pasukan abadiku belum keluar untuk berperang selama ribuah tahun terakhir ini” kata Batara Kala.

__ADS_1


“KKhh… sialan Kala, aku tahu kau pasti sengaja agar aku tidak bisa menghindari peperangan ini bukan, tapi kau salah sangka akan satuhal kalau aku juga memiliki kartu tersembunyi dikantungku” pikir Batara Surya.


“Jadi bagaimana apa kalian berdua setuju dengan saran kami…??” tanya Naberius.


“Baiklah kalau begitu, aku setuju dengan syarat jika aku menang maka aku akan mengambil salah satu artefak yang kau sayangi itu” kata Batara Surya.


“Hahahah… aku juga, dengan syarata jika aku menang maka aku akan mengambil setengah dari dimensi yang kau punya” kata Batara Kala.


“Baiklah kalau begitu, kalau keduanya telah setuju maka kita akan resmikan peperangan yang akan terjadi” kata Naberius.


Dia bersama ketiga iblis solomon yang lainnya langsung pergi meninggalkan kedua dewa tersebut, disaat yang bersamaan juga rantai-rantai yang mana terpasang pada kedua dewa itu langsung terlepas dan membuat keduanya dapat bergerak lagi, saat itu kedua dewa itu saling melihat satu sama lain dan Batara Kala lalu pergi dengan wajah tersenyumnya yang merasa puas.


“Sampai jumpa di mendan perang Surya, Gahahahahaha….” Kata Batara Kala yang mana langsung kembali kealam miliknya.


Sementara itu Batara Surya yang marah langsung mengeluarkan energy matahari miliknya, bahkan beberapa pengikutnya langsung merasakan aura panas walaupun mereka sedang berada dijarak yang cukup jauh dengan dirinya.


“Kala… berikutnya saat kita bertemu lagi itu adalah hari dimana kau akan menangisi kekalahanmu” kata Batara Surya yang mana tengah marah.


Disisi lain Rio yang mana tengah menunggu jawaban dari para anggota serikatnya langsung menerima jawaban mereka, lebih dari puluhan orang ingin ikut kedalam peperangan tersebut walaupun mereka tahu resikonya adalah kematian.


“Bagus sekali aku suka dengan keberanian kalian, dan bagi yang tidak ikut aku meminta tolong untuk membantuku menjaga tempat ini” kata Rio.


Peperangan kedua dewa yang mana dulunya pernah berseteru akan kembali lagi, dan Rio akan menjadi kunci kemenangan bagi Batara Kala yang mana telah menyiapkan rencana miliknya sendiri.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2