Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 182 Peperangan kedua dewa


__ADS_3

Kelompok pasukan Batara Kala yang dipimpin oleh Rio mulai memasuki hutan, mereka semua menggunakan tudung hitam yang menutupi wajah dan tubuh mereka, melihat hal itu para pasukan kubu Batara Surya juga tidak tinggal diam dan mulai mengejar mereka masuk kedalam hutan tersebut. “Wuusshhkk…” sementara itu para ksatria bidadara dan bidadari mulai terbang keatas hutan, mereka berencana untuk mencari pasukan Batara Kala dan menyerangnya dari atas.


“Itu mereka, aku menemukan keberadaan mereka” kata salah satu pasuka udara kubuh Batara Surya.


“Siapkan sihir kalian, kita akan serang mereka dari jarak jauh” kata jendral pasukan udara tersebut.


“Trringgs…. Trringgs…. Trringgs….” Para pasukan udara dari kubuh Batara Surya lalu mulai mengaptifkan lingkaran sihir mereka, “Sshhnggss…” dan pada saat mereka akan menembakkan sihir merek “Crrasstt…” panah-panah emas lalu muncul dari dalam hutan. “Krrasst… Trrasskk…” panah-panah emas tersebut lalu mulai mengenai para bidadara dan bidadari yanga ada diatas hutan, karena meraka tidak dapat menemukan keberadaan pasukan Batara Kala para pasukan udara tersebut mulai kesulitan untuk menyerang dari atas.


“Cih… berpencar, jangan biarkan kita menjadi mangsa empuk mereka” kata jendral pasukan udara tersebut.


“Wuusshhkk… Wuusshhkk…” para bidadara dan bidadari tersebut langsung terbang secara benpecar, dan benar saja tembakka dari dalam hutan terhenti karena target mereka telah berpencar dan sulit untuk ditembak.


“Hmm… keputusan yang bagus, Surya memiliki jendral yang baik tetapi sayangnya aku memiliki jendral yang lebih baik lagi” pikir Batara Kala.


“Kirreeekk….” Tiba-tiba saja dari atas udara, sepasang sayap emas mulai muncul di hadapan mereka “Crrasstt… Krrasstt…” sayap emas tersebut mulai mengincar para pasukan udara yang mana sedang berpencar tersebut, dia membunuh mereka satu persatu dengan mudahnya.


“Kaaaahhkk… Gaahkkk… Ketua tolong, Kkaaahhkk….” Teriak para pasukan udara yang kalah dalam sekali serangan tersebut.


“Tidak salah lagi, sayap keemasan itu Garuda kenapa dia bisa ada disini” kata jendral pasukan udara kubuh Batara Surya.


“Wuuusshkkk….” Dengan kecepatan terbangnya Garuda mulai menyerang para pasukan udara tersebut, “Fuussshkk….” Dan menggunakan bulu-bulu dari sayapnya Garuda melemparkan puluhan pisau emas yang mana tercipta dar bulu-bulunya. “Crrastt… Krrastt… Trrasst… Crrastt…” tusukan-tusukan dari bulu-bulu emas tersebut mulai menusuk-nusuk tubuh dari para pasukan udara tersebut, beberapa dari mereka langsung jatuh karena sayap mereka rusak karean serangan bulu milik Garuda.


“Haaah… menyedihkan, tidak kusangka aku akan dipanggil untuk membasmi para mahluk menyedihkan seperti kalian” kata Garuda yang mana merendahkan para bidadara dan bidadari tersebut.


“Sialan beraninya kau meremehkan kami, semuanya serang dia secara bersama-sama” kata para pasukan udara tersebut.

__ADS_1


“Trringgs… Trringgs… Trringgs…” para pasukan udara tersebut mulai mengaptifkan sihir milik mereka.


“Jangan… semuanya jangan terpancing oleh perkataannya” kata jendral pasukan udara tersebut.


“Boomshh… Boomshh… Boomshh…” para pasukan udara tersebut sama sekali tidak mendengarkan perkataan dari pimpinan mereka, lalu dengan menggunakan sihir mereka para bidadara dan bidadari tersebut mulai membuat ledakan dimana-mana. Serangan mereka yang mana kuat tersebut bukannya mengenai Garuda tetapi malahan mengenai sesama dari mereka, “Wuuussh… Wuussh…” sementara itu Garuda dengan mudahnya menghindari serangan sihir mereka dan bahkan dia hanya terbang diam sambil melihat para pasukan udara itu membunuh sesama mereka menggunakan sihir mereka sendiri.


“Hahaha… mereka bodoh sekali, sepertinya rencanamu benar-benar berhasil” kata Angga yang melihat dari dalam hutan.


“Tekanan, kemarahan, bau dari darah dan juga ketakutan itulah yang membuat mereka menjadi kehilangan pikiran mereka dan menyerang secara sembarangan, dan sekarang kita hanya perlu menunggu para pasukan darat dan juga tentara bayara siluman tersebut” kata Rio yang mana sedang duduk dengan santainya sambil melihat kematian para pasukan udara kubu Batara Surya.


“Dasar bodoh, mereka kalah dengan sia-sia dan bahkan menyerang sesama mereka” kata Batara Surya yang terlihat marah.


“Gahahaha…. Lihat itu, aku tidak menyangka kalau pasukanmu akan saling membunuh satu sama lainnya, Gahahaha…. Perutku sakit karena melihatnya” kata Batara Kala, tawanya dapat didengar sangat jelas oleh Batara Surya dan membuat dia semakin murka.


Mendengarkan teriakan dari dewa yang ia layani jendral pasukan udara langsung mulai bertindak, “Srringgss…” dia mengeluarkan pedang miliknya dan “Wuussh…” dengan cepat melesat kearah Garuda. “Trraanggs…” disisi lain Garuda menggunakan dua bulunya untuk menjadi pedang yang dapat menahan tebasan jendral udara tersebut.


“Hahah… tampaknya ada seseorang yang cukup bagus diantara kalian” kata Garuda.


“Diam kau, setelah aku mengalahkanmu aku akan pimpin sisa pasukanku dan membunuh tuanmu itu” kata jendral pasukan udara tersebut.


“Hahahha…. kau dan pasukan apa…??” kata Garuda.


Setelah mendengarkan perkataan dari Garuda tadi dia melihat kesekelilingnya, jendral pasukan udara tersebut lalu melihat kalau banyak pasukannya yang mana terbunuh ketika jatuh kebawah hutan, “Trraskk… Crrasst..” para prajurit wayang mulai menghabisi para bidadara dan bidadari yang terjatuh karena serangan sihir mereka sendiri. Melihat teman-temannya yang mati dan kalah tersebut sisa pasukan udara itu lalu berusaha untuk melarikan diri, mereka berusaha untuk kabur dari dimensi itu dan lari dari dewa mereka.


“Semuanya jangan lari, kalian akan membuat dewa kita marah” kata jendral pasukan udara tersebut.

__ADS_1


“Omong kosong, memangnya kenapa kalau dia marah, bukan berarti dia bisa melakukan apapun dengan keadaan terikat seperti itu” kata Garuda.


Para bidadara dan bidadari tersebut yang mana ragu-ragu untuk lari, “Krranggs…” mereka langsung membuka retakan dimensi untuk kabur setelah mendengarkan perkataan Garuda, mereka yakin kalau mereka kabur sekarang Batara Surya tidak akan dapat mengejar mereka dan tidak akan dapat menemukan mereka.


“Cih… tidak berguna” kata Batara Surya, dia mengeluarkan sedikit energy sihir miliknya.


“Trringgs…” lalu secara tibat-tiba para pasukan udara yang masih hidup tersebut langsung bercahaya, “Boomsh… Boomsh… Boomsh…” tubuh para pasukan udara tersebut langsung meledak dihadapan  kekuatan Batara Surya, melihat hal itu jendral pasukan udara langsung kebingungan dan meratapi para rekan-rekannya yang mati tersebut.


“Itulah akibatnya karena menghianati dewa” kata Batara Surya.


“Kejam sekali, tetapi ini cukup bagus” kata Rio yang melihat hal itu dari bawah.


“Tampaknya kita sudah selesai disini, aku akan pergi dulu semoga kau selamat” kata Garuda yang mana kembali kealamnya, dia masuk kembali kealamnya atas perintah dari Rio.


“Kenapa jadi seperti itu….” Kata jendral pasukan udara yang terbang sendirian tersebut.


“Kau tidak menghabisinya…??” tanya Angga yang melihat jendral pasukan udara itu.


“Tidak dia sudah tidak memiliki niat bertarung lagi, untuk sekarang ini sebaiknya kita jalankan rencana kita dulu, lihat mereka sudah mulai memasuki hutannya” kata Rio, dia melihat pasukan ksatria darat dan juga tentara bayaran siluman mulai memasuki hutan tersebut.


“Bagus mereka sudah datang, tanganku sedari tadi sudah gatal” kata Angga.


“Jangan terlalu bersemangat, ingat kita harus tetap pada rencana” kata Rio.


Bersambung……

__ADS_1


__ADS_2