Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 219 Raksasa Api


__ADS_3

“Trraanggs… Trraanggs… Trraanggs…” kelima tempat yang ada dikota tersebut langsung memunculkan lingkaran sihir raksasa, melihat hal itu Beelzebub langsung mengetahui kalau itu adalah bagian dari rencana Rio. “Buushh…” dengan cepatnya Beelzebub langsung bergerak kedekat Rio, “Crriing…” dan menggunakan kuku tangannya Beelzebub berusaha untuk menyerang Rio.


“Trranggs…” akan tetapi Rio dengan cepat dapat menahan serangan dari Beelzebub, “Srrasshh…” walaupun begitu Rio juga mendapatkan sedikit luka saat mencoba untuk menahan serangan Beelzebub, melihat hal itu Banaspati langsung menyerang Beelzebub dengan tinjunya. “Wuussh…” dengan mudah serangan dari Banaspati dapat dihindari oleh Beelzebub, “Crrinnggs…” lalu dengan kedua cakarnya dia menyerang Rio dan Banaspati “Trrrasshh…” Rio terhempas karena pemcoba untuk menahan serangan tersebut, dan Banaspati kehilangan sebagian dari tubuh apinya karena dilahap oleh aura hitam dari kuku cakar Beelzebub.


“Sialan… aku tidak bisa mengikuti kecepatan geraknya lagi” pikir Rio yang mana merasakan beberapa tulangnya tergeser hanya karena menahan serangan dari Beelzebub.


Melihat Rio yang masih terhempas diudara Beelzebub berencana untuk mengakhri dirinya dengan serangan terakhir, “Buussh…” dengan cepat Beelzebub langsung terbang kebelakang tubuh Rio dan “Buuusskk…” menggunakan tendangannya dia menyerang Rio. “Krraakks…” Rio yang mencoba menahan tendangan tersebut menggunakan tangan kanannya, terhempas dengan tangan kananya yang patah karena tendangan tersebut.


“Dapat menahan pukulanku, walaupun tangannya patah akan tetapi dia memiliki fisik yang cukup bagus untuk seukuran manusia, Srrlluuss… dia pastika akan menjadi santapan yang lezat nantinya” kata Beelzebub yang berencana untuk melahap mayat Rio setelah membunuhnya.


“Wuuussh…” ditengah udara Rio yang mana hampir kehilangan kesadaranya itu “Taasskk…” diselamatkan oleh Banasapati, dia terbang langsung setelah mengembalikan tubuhnya yang hilang karena serangan Beelzebub.


“Jangan mati dulu manusia, ingatlah ada hal yang harus kau lakukan” kata Banaspati.


“Yah… maafkan aku, aku tadi tertidur sebentar, sekarang mari kita mulai serangan baliknya” kata Rio.

__ADS_1


“Booomshh… Booomshh… Booomshh…” kelima tempat yang mana teraktifkan lingkaran sihir tersebut, mulai mengeluarkan pilar-pilar api yang mana sangat tinggi dan besar. Melihat hal itu Banaspati langsung terbang lebih tinggi lagi keatas langit, “Buurrnn…” dengan membalut tubuhnya dengan api Banaspati lalu menarik seluruh pilar api tersebut.


“Buurrnn… Wuusskkk…” dia lalu menyelimuti tubuh Rio dengana seluruh api tersebut, Banaspati yang mana telah menyerap seluruh api itu membuat pelindung yang mana mirib seperti sebuah bola matahari besar yang mana melindungi Rio. Melihat hal itu Beelzebub langsung mendapatkan firasat yang buruk, “Buush…” dengan kekuatan aura ditangannya Beelzebub berusaha untuk menyerang Rio “Bommsh… Buurrnn…” akan tetapi disaat dia mencoba untuk menyeranr Rio, tangan kanannya langsung terbakar oleh pelindung api yang dibuat oleh Banaspati.


“Grrr… aku bisa merasaka kalau api itu bukan hanya menyerang tubuhku, tetapi api itu juga dapat membakar jiwaku, tampaknya ini akan menjadi sedikit menyusahkan” kata Beelzebub.


“Wuuussh…” lalu dari dalam pelindung api tersebut seluruh luka Rio telah sembuh, dan tato ditangan kanannya menyebar keseluruh tubuhnya Rio yang mana merasakan keberadaan dari Beelzebub langsung melihatnya  dengan tatapan dingin. Wajah yang dipenuhi oleh tato memancarkan hawa yang menakutkan, dan tatapan itu membuat Beelzebub merasakan sebuah persaan yang tidak enak.


“Trrasshhkk…” kemudian dari pelindung tersebut keluar tangan raksasa yang terbuat dari api, tangan itu bergerak sesuai dengan gerakan tangan Rio yang mana mengincar Beelzebub. “Wuush… Trassskk…” mengetahui hal itu Beelzebub langsung menghindari tangkapan tangan api tersebut, “Buurrnn…” lalu tempat yang ditangkap tangan tersebut langsung terbakar dan hawa panasnya mulai membakar kulit Beelzebub yang terlindungi oleh sisik-sisik hitam, “Crriingg…” melihat tangan hitam itu Beelzebub langsung menyerangnya dengan aura hitam dari cakarnya.


“Srrraahh…” aura hitam tersebut langsung membuat beberapa tebasan dan menebas tangan api tersebut, tangan api itu langsung menghilang karena tebasa dari aura hitam tersebut. “Wuushhkk…” tangan api itu lalu langsung muncul kembali, dan bukan hanya itu saja “Buurrnn…” pelindung api yang mengurung Rio mulai menyebar dan membuat sebuah sosok raksasa yang mana terbuat dari api.


“Buuuskkk…” rakasasa api itu lalu meniru gerakan Rio dan menebaskan pedang api miliknya kearah Beelzebub, serangan tebasan itu mengeluarkan hawa panas yang luar biasa “Trraaskk…” lahar panas langsung menjalar kearah Beelzebub. Melihat hal itu Beelzebub langsung melompat untuk menghindari serangan pedang api itu, “Buussh…” Beelzebub langsung terbang “Bzzz…” kearah raksasa api itu dan mengarahkan serangan aura gelap yang terselimuti dikedua tangannya.


“Dia datang… bakar semuanya” kata Rio, pikirannya sudah mulai tercemar oleh keinginan Banaspati.

__ADS_1


“Burrnn…” dengan tangan kiri sosok api tersebut, “Buuushh…” dia menembakkan nafas api yang mana langsung menyerang kearah Beelzebub yang terbang kearah dirinya. “Wuuuh… Trrasskk…” Beelzebub langsung terbang berputar dan menutupi dirinya dengan aura hitam miliknya, “Krrasst…” lalu dengan tubuh yang setengah terbakar itu Beelzebub langsung telah sampai didekat Rio.


“MATILAH KAU MANUSIAAA…” teriak Beelzebub yang mana mengarahkan serangan terakhir kearah Rio.


“Golok naga waktu meraunglah” kata Rio yang mana mengalirkan energy sihirnya kearah golok naga waktu tersebut.


“Rooaarr….” Golok naga waktu lalu meraung dan mengeluarkan aura naga yang mengitimidasi Beelzebub, karena gerakanya terhenti “Buussh…” dengan cepat Rio langsung melompat kebelakang dan mengarahkan sebuah serangan tusukan kearah Beelzebub. “Trrasskk…” raksasa api itu lalu menusuk Beelzebub kebawah tanah menggunakan pedang api miliknya, “Boomssh…” ujung pedang api itu lalu mengeluarkan sebuah ledakan besar.


“Gaaahkk…” Beelzebub yang terkena serangan telah tersebut, kehilangan tangan kirinya.


“Tiisk… Tiisk… Tiisk…” darah hijau kehitaman langsung keluar dari tangan kirinya yang hancur karena ledakan api tersebut, melihat hal itu Rio langsung tersenyum dia kemudian mengumpulkan energy sihir tangan kiri raksasa api tersebut. “Buurrn…” sebuah bola api yang besar lalu muncul ditangan kiri raksasa itu “Trriinggs…” dan dengan kedali Rio dia memadatkan bola api itu menjadi sekecil kelereng.


“Gawat….” Pikir Beelzebub yang melihat hal tersebut, “Buuushh…” dia memperkuat aura hitam miliknya dengan kekuatan sihir yang diapunya “Wuush…” dan membalut seluruh aura hitam tersebut keseluruh tubuhnya dan menjadikan aura hitam itu sebagai sebuah armor.


“Tiiunggss….” Disaat yang bersamaan Rio dengan sangat cepat menembakkan bola api kecil tersebut, “Trrasskk…” dan dengan cepat bola api kecil itu menembus dada dan jantung Beelzebub. “Buurrn…” api dari bola dari serangan tadi masih tertinggal didalam dada Beelzebub, “BUURRNN…” dan api tersebut membakar tubuhnya dari dalam “Wuussh…” Beelzebub yang mana terbakar itu langsung kesakitan dan terjatuh dari udara “Trruukk…” dia langsung terjatuh ketanah dengan tubuh nya yang terbakar tersebut.

__ADS_1


“Buumhh… Buumhh… Buumhh…” melihat hal itu Rio membuat raksasa api itu berjalan mendekati Beelzebub. “Srraangg…” dia lalu mengarahkan pedang miliknya kearah Beelzebub yang terbakar tersebut “TRRAASSKK…” dan dengan sebuah tusukan yang kuat Rio menyerang Beelzebub yang mana sedang tergeletak tak beradaya.


Bersambung…..


__ADS_2