
Besok paginya Rio yang mana kelelahan waktu itu mulai terbangun dan setelah dia mulai bangun dia merasakan sebuah perasaan buruk, Rio lalu langsung membersihkan dirinya dan dengan cepat melihat keluar dari gudang miliknya. Dan benar saja langit diarea tempat Rio berada terlihat sangat aneh dan terasa energy sihir yang sangat kuat dari atas langit tersebut, bahkan Rio merasa melihat sesosok mahluk siluman berterbangan diatas langit.
“Apa yang terjadi sebenarnya ini” kata Rio yang mana melihat keatas langit.
“Ping-ping… Ping-ping…” pesan-pesan chat dari Luna, Lita, Aji dan Dion lalu masuk kedalam smartphone miliknya.
“Banyak pesan masuk, kelihatannya mereka juga melihat hal yang sama” pikir Rio yang mana melihat pesan chat di smarphone miliknya.
“Wuussh…” dengan sihir sayap garuda miliknya Rio langsung terbang kelangit untuk bertemu dengan rekan-rekannya, lalu disaat Rio sedang terbang diatas langit dia melihat para siluman mulai menyerang orang-orang yang tak memiliki kekuatan, melihat hal itu Rio tidak bisa diam saja “Buurrnn… Boomsshh…” dengan sebuah bola api kecil dia membunuh puluhan siluman dalam sekali serang.
“Wow aku tidak menyangka akan sekuat itu” kata Rio yang merasakan kekuatan miliknya sudah semakin bertambah.
“Wuussh…” Rio lalu turun dengan santainya dan melihat orang-orang tersebut, lalu ketika melihat Rio yang mana turun dari langit dengan memiliki sayap orang-orang tersebut mulai berlutut dan menyembah dirinya seperti dia adalah seorang dewa.
“Tuan terimakasih karena telah menyelamatkan kami, kami berterimakasih” kata orang-orang yang ada disana, walaupun ada beberapa dari mereka yang tulus berterimakasi tetapi ada juga yang ketakutan dengan Rio.
Melihat hal itu Rio langsung pergi dan meninggalkan mereka sendirian “Wuusshh…” dengan cepat dia terbang lagi pergi ketempat Lita yang mana paling dekat dengannya sekarang ini.
“Batara Kala sebenarnya apa yang terjadi disini, bukannya kau bilang alam manusia dan alam gaib itu terpisah tetapi kenapa bisa orang-orang biasa tampa kekuatan bisa diincar oleh mahluk alam gaib” kata Rio yang bertanya dengan amarahnya.
__ADS_1
“Ini bukanlah dialam gaib, seperti yang kau lihat sebelumnya kota ini berada dalam sebuah kepungan sihir besar, dan lagi ini adalah sebuah sihir pengorbanan” kata Batara Kala.
“Apa sihir pengorbanan katamu, jangan bilang kalau seluruh orang yang ada didalam kota ini akan menjadi tumbalnya…!!” kata Rio yang mana sedikit terkejut juga marah ketika mendengar penjelasan dari Batara Kala.
“Benar sekali dan bukan hanya itu saja, siapapun yang membuat sihir ini adalah sosok yang sangat kuat dan juga kejam karena mereka bisa mengepung seluruh kota ini itu artinya energy sihir mereka sudah tidak bisa dibandingkan dengan manusia biasa, kau harus berhati-hati karena lawanmu kali ini bukanlah orang sembarangan” kata Batara Kala.
“Aku tidak perduli, baik itu laki-laki, wanita, anak-anak, orang tua, bahkan dewa sekalipun siapapun yang menghalangi jalanku akan kubunuh semuanya” kata Rio, kekuatan sihirnya lalu naik semakin tinggi dan dirinya “Buusshh…” terbang semakin cepat.
Sementara itu Lita yang mana akan pergi kesekolah melihat awan tersebut dan merasakan sebuah bahaya disekitarnya, dia lalu kembali masuk kedalam rumahnya untuk bertemu kembali dengan ibunya. Lalu ibu Lita yang mana membesarkan Lita seorang diri juga merasakan perasaan buruk dia dengan cepat mengambil tas dan memasukkan barang-barang berharga miliknya kedalam tas tersebut, “Trraakk…” dia lalu membuka sebuah pintu rahasia yang mana berada dilantai dan dengan sigap menyimpan tas tersebut kedalamnya, melihat hal itu Lita hanya takjub dengan ibunya yang sangat keren tersebut.
“Ibu-ibu ngapain, kok bisa ada ruangan itu dirumah kita” kata Lita dengan mata berbinar-binar penuh keingin tahuan.
Mereka berdua lalu dengan cepat menaiki mobil dan pergi dari rumah mereka, dan tujuan mereka adalah area pinggir kota yang mana sepi penduduk, itu semua karena ibu Lita merasa akan ada kepanikan besar akan terjadi ditempat yang banyak orang dan untuk menjaga keselamatan Lita dirinya pergi ketempat yang sepi. “Brrmmm…” dengan cepat ibu dari Lita mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang tinggi, “Tiitt…. Tiitt…. Tiitt….” dia memacuk kendaraannya dan berkendara seperti seorang ahli.
“Yaaay… hahahah…. Ibu lebih cepat lagi, ini seru sekali” kata Lita yang mana senang mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Sementara itu Rio yang melihat dari atas langit merasakan kalau dirinya tidak perlu menghawatirkan Lita lagi, karena begitu Rio lihat lagi ada banyak senjata-senjata dibagasi mobil ibu dari Lita, dan sebagian besar dari senjata tersebut mengandung energy sihir yang cukup besar.
“Sekarang aku tahu dari mana sifat anak kecil itu berasal” kata Rio yang mana kagum melihat sosok dari ibu dari Lita.
__ADS_1
Namun begitu dia melihat lagi dia melihat sosok Buta Ijo mengarah ke mobil milik Lita dan ibunya, dan dengan cepat Rio lalu terbang kearah Buta Ijo tersebut “Busshh…” dia dengan sigap menghalangi jalan dari Buta Ijo itu. Tetapi Rio dikejutkan dengan keanehan dari Buta Ijo yang ada dihadapannya itu, dia terlihat berbeda dari yang lainnya dan ditangannya ada sisa-sisa daging dari Buta Ijo lainnya.
“Mahluk ini sangat aneh, apa mungkin dia kanibal” kata Rio yang melihat keanehan dari Buta Ijo tersebut.
“Terkadang ada beberapa mahluk gaib yang dapat dengan mudah tercemar oleh sihir milik manusia, dan mereka akan kehilangan akal pikiran mereka dan bahkan menyerang sesamanya, dari sanalah mereka akan berubah wujud kebentuk yang berbeda menjadi mahluk aneh yang akan menyerang apapun yang ada dihadapan mereka” kata Batara Kala.
“OOooohh…. Jadi dia sama seperti siluman hijau raksasa waktu itukah, menarik mari kita lihat berapa lama aku bisa menghabisi mahluk ini” kata Rio, dia lalu telah bersiap dengan sihir miliknya.
“Doorr… Crrasstt…” namun secara tiba-tiba sebuah tembakkan peluru dengan cepat menghancurkan kepala dari Buta Ijo tersebut, “Krraak…” dan kali ini ujung dari senapan yang menghancurkan kepala Buta Ijo itu telah diarahkan kekepala Rio. Mengetahui situasi itu Rio hanya bisa mengangkat tangannya karena tidak mau kepalanya dihancurkan.
“Sialan aku sama sekali tidak bisa menyadari hawa keberadaannya, disaat dia lengah aku akan masuk kedalam bayangan dan menyerangnya dari dalam bayangan” pikir Rio yang mana telah menyiapkan rencana penyerangan.
“Aku tahu apa yang kau pikirkan jadi jangan coba-coba, kalau tidak kau akan lumpuh seumur hidupmu” kata orang yang menodongkan senapan tersebut, suaranya mirib seperti seorang perempuan.
“Hahahah… kalau begitu mari kita bicarakan lagi, karena kau sudah menolongku bagaimana kalau kita bernegosiasi” kata Rio, dia lalu berbalik dan melihat sosok wanita dewasa yang cantik dan ternyata itu adalah ibu dari Lita.
“Eeeeh…. Abang ngapain disini” kata Lita yang mana baru datang melihat Rio.
“Hmm… cuman jalan-jalan aja, adek Lita bisa tolong bantu abang untuk membuat ibumu mengarahkan senjatanya kearah yang lain, abang agak alergy dengan bau mesiu soalnya” kata Rio yang mencoba membuat Lita menenangkan ibunya.
__ADS_1
Bersambung….