Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 358 Datang untuk mengetes senjata baru


__ADS_3

Saat itu juga Angga yang mana melihat para pasukan tengkorak miliknya akan tertimpa oleh bebatuan besar, “Bushk…” langsung dengan cepat mengambil kesempatan tersebut untuk bergerak kearah monster pohon raksasa tersebut, “Srratthk…” dengan jari telunjuknya yang mana telah dia lapisi dengan pedang angin “Srraasst….” Dia menebas monster pohon raksasa itu dalam sekali tebasan.


“Bagus sekarang sudah selesai” pikir Angga yang mana melihat tubuh dari monster pohon raksasa yang akan tumbang tersebut.


Namun sebelum monster pohon itu tumbang “Srrakk…” dia langsung demgan cepat menarik tubuhnya lagi menggunakan akar-akar pohonnya, dia mulai menyatukan dirinya sendiri dan membuat serangan dari Angga menjadi tidak ada gunanya.


“Oi-oi… itu curang sekali bukan” kata Angga.


“Per-Cuma… Sa-jaaa… Manu… Siaa… Aku A-bbadi…” kata monster pohon tersebut.


“Heheheh… jika memang seperti itu maka, aku hanya harus memotong-motong seluruh tubuhmu sebanyak mungkin” kata Angga.


“Srrast… Srrast… Srrast… Srrast…” dengan cepat dia langsung mendaratkan puluhan serangan kearah monster pohon raksasa tersebut, disaat itu juga keempar monster raksasa berbentuk manusia itu langsung bergerak, mereka melihat keadaan dari monster pohon raksasa itu dan ingin membantunya. Akan tetapi “Srraahkk…” Dullahan langsung muncul didepan mereka dan “Srrakk… Trrakk… Krrakk…” para prajurit tengkorak yang mana tadinya telah kalah bangkit lagi, dan tubuh mereka hanya hancur lebur kembali disatukan oleh asap hitam yang keluat dari dalam tengkorak mereka.


“Roaarr….” Menggunakan auman mereka keempat monster raksasa manusia itu memberikan ancaman pada Dullahan, akan tetapi Dullahan sama sekali tidak perduli, dan dia hanya mengarahkan pedang miliknya seakan-akan dalam posisi menantang. Melihat hal tersebut “Busskk…” salah satu dari empat raksasa manusia itu langsung melesat kearah Dullahan, dan menggunakan tinjunya monster raksasa manusia itu langsung mengarahkan serangannya. Namun disaat itu “Busshkk…” Dullahan dengan mudahnya langsung melompat dari tunggangannya, dan “Fusshk…” berhasil menghindari serangan pukulan tersebut, dan disaat yang bersamaan “Crrastt…” kaki dari monster manusia itu langsung digigit oleh serigala hitam tunggangan dari Dullahan, dan melihat kalau monster raksasa manusia tersebut telah terkunci gerakannya “Srrastt…” menggunakan pedangnya Dullahan mengalahkan monster itu dengan mudahnya.

__ADS_1


“Roaarr… Grraooar…” ketiga monster raksasa manusia itu kemudian langsung mengamuk kearah Dullahan, “Bushkk…” mereka secara bersama-sama langsung menyerang kearah Dullahan, akan tetapi disaat itu “Srrahkk…” Dullahan langsung dengan cepat mengisi pedang miliknya dengan energy kegelapan yang dia punya. “Trranggs…” dan dengan menancapkan pedangnya ketanah Dullahan langsung dengan mudahnya mengalirkan energy kegelapan itu ketanah disekitarannya, dan saat ketiga monster raksasa manusia itu telah mendekati Dullahan “Srrast… Srrast… Srrast…” dari dalam tanah beberapa pisau gelap langsung menusuk kaki dari monster manusia raksasa tersebut.


“Grrr… Raaaahkk…” Dullahan kemudian memberikan perintah pada para pasukan tengkorak yang ada, dan dengan cepat “Krrak… Krrak… Krrak…” para pasukan tengkorak itu kemudian dengan cepat langsung berjalan kearah tiga monster raksasa manusia tersebut, “Srrast… Crrastt… Krrass…” mereka lalu langsung beramai-ramai langsung menyerang para monster raksasa manusia tersebut dengan senjata milik mereka. Dan disaat itu juga “Bumshk… Dusshkk…” para monster raksasa manusia tersebut langsung melawan balik, akan tetapi “Crrast… Krrass…” mereka tidak bisa menandingin jumlah dari pasukan tengkorak yang sangat banyak dengan gerakan mereka yang telah terbatasi tersebut, dan dalam hitungan detik “Dusskk… Brusssk…” ketiga monster raksasa manusia itu langsung tumbang dan kalah ditempat itu juga.


Dilain tempat Angga yang mana sedari tadi menyerang monster alam bawah pohon raksasa tersebut, menyadari kalau dia tetap beregenerasi walaupun seberapa kecil Angga memotong dirinya, Angga saat itu menyadari kalau monster pohon raksasa itu pastilah sejenis mahluk yang mana menggunakan inti sebagai titik kelemahannya.


“Aku tahu dia sebenarnya memiliki inti sebagai kunci dari keabadian miliknya, akan tetapi aku sama sekali tidak bisa menemukan inti dari monster ini, jangan bilang…” pikir Angga yang mana terpikirkan oleh sesuatu.


Dengan cepat Angga kemudian menggunaka kekuatan angin miliknya, “Frrusstt…” angin yang kuat muncul disana dan membentuk sebuah tornado yang mana ingin menyapu seluruh hutan tersebut, disaat itu juga monster pohon raksasa itu kemudian “Srraak… Trraak…” langsung mengeluarkan puluhan akar pohon miliknya, lalu “Sraskk…” dia menyatukan puluhan akar pohon miliknya menjadi satu dan dengan cepat “Wrrusskk…” monster pohon raksasa itu kemudian langsung menyerang menggunakan akar pohon yang mana telah menyatu tersebut.


“Trrakk… Krrass…” monster pohon raksasa tersebut lama kelamaan mulai terangkat karena kekuatan dari tornado angin milik Angga, dan “Brursskk…” secara tiba-tiba sejumlah besar tanah juga ikut terangkat saat monster pohon raksasa itu hampir tercabut dari tanah. Disana banyak akar-akar pepohonan yang mana menyatukan dirinya dengan tanah yang ada disekitarannya, disaat itu juga Angga dapat merasakan inti dari monster pohon tersebut yang mana tedapat didalam gumpalan tanah itu.


“Disana rupanya, kalau begitu” dengan memusatkan seluruh kekuatan angin miliknya ketelapak kakinya “Busshkk…” dengan cepat Angga langsung melesat kearah inti monster pohon raksasa tersebut.


“Drusskk…” dengan satu gerakan dia langsung menembus tanah dan juga akar-akar pohon yang mana mengelilingi inti monster pohon raksasa tersebut, “Crraaskk…” dan dengan cepat Angga kemudian langsung mengambil inti monster pohon itu dengan tangannya, dan “Trranggs…” dia dengan mudahnya menghancurkan inti tersebut dengan sekali gengaman tangannya.

__ADS_1


“Ksssrraahkk… Rooaarr…” monster pohon itu lalu menjerit kesakitan, dan seluruh tuubhnya langsung berubah menjadi kering karena inti miliknya telah tercabut, dan saat itu juga monster pohon itu langsung tewas ditempat.


“Hhahaha… akhirnya ini selesai juga, aku tidak akan menyangka dapat mengeluarkan kekuatan sihir sebanyak ini” kata Angga yang mana mengira kalau semuanya telah berakhir.


Saat itu Angga tidak menyadarinya, akan tetapi puluhan buah janin yang mana ada diatas monster pohon tersebut mulai tumbuh besar perlahan-lahan seperti anak kecil dan menjadi remaja dengan cepat, lalu dalam hitungan detik tubuhnya langsung berubah menjadi sosok raksasa. Disaat itu Angga terlambat menyadarinya dan melihat kebelakang kalau ada “Fusshk…” satu pukulan dari monster raksasa manusia yang mengarah padanya, namun “Trraanggs…” secara tiba-tiba Rio datang kesana dan menangkis serangan itu.


“Seperti biasanya kau selalu lengah disaat terakhir” kata Rio.


“Hhahaha… itu kebiasaan yang  tidak bisa aku lepaskan” kata Angga.


“Baguslah kalau begitu, sekarang aku memiliki kesempatan untuk mengetes ketajaman pedang baru milikku” kata Rio.


Dia memegang pedang dua tangan dengan dua sisi tajam, pedang itu memiliki besi hitam yang gelap, dengan energy sihir unik didalamnya pedang tersebut seperti sedang menjerit dan menangis ketika Rio menglirkan energy sihir miliknya kearah pedang tersebut.


Bersambung…….

__ADS_1


Berikan dukungan kalian dengan cara memberikan Like, Komen, Giff, dan Vote kalian, karena dukungan kalian akan memberikan semangat bagi penulis dan membuat ceritanya menjadi lebih menarik lagi, Ok....


__ADS_2