Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 68 Masalah sesudah bertempur


__ADS_3

Setelah mengalahkan Killa dan Akilla yang mana menjadi dalang dalam kejadian tersebut, “Zrriinnggss….” Dengan sendirinya penghalang yang mengepung kota tersebut menghilang dibawa angin, matahari yang tertutup awan hitam kembali muncul dan para siluman langsung mundur kembali kealam mereka. Dan para warga yang berhasil bertahan hidup bersorak-sorak merayakan hal tersebut, tetapi ada juga yang diselimuti oleh kesedihan karena telah kehilangan hal-hal yang berharga bagi diri mereka.


Sementara itu sang pahlawan yang mana berhasil mengalahkan kedua saudara tersebut terbaring kaki ditempat tidurnya, dengan perban-perban luka yang mana sangat banyak tersebut Rio tidak bisa bergerak dari tempat tidurnya karena terlalu banyak menggunakan sihir. Namun disaat dirinya harus beristirahat dia memiliki masalah yang lebih mengerikan didepannya.


“Hmmm…. Oi kenapa kau gak makan, aku sudah buatkan bubur obat paling mujarab loh” kata Luna, dia menunjukkan makanan yang mana sangatlah tidak bisa digambarkan dengan kata-katan dan ketika Rio melihat makanan tersebut hanyak ada satu hal dibenaknya.


“Aku rasa kali ini aku akan menyusul keluargaku kesurga sekarang” pikir Rio yang mana memegang piring bubur obat tersebut.


Bubur obat itu bukannya bewarna putih melainkan berwarna hitam keuguan yang mana ada beberapa benda bergerak didalamnya, dan terlihat kalau ada semacam serangga dimasukkan kedalam untuk dijadikan panambah cita rasa.


“Hmmm…. Luna boleh nanyak gak” kata Rio dengan senyuman lebar diwajahnya.


“Mau nanyak apa…???” kata Luna dengan wajah yang tidak merasa bersalah.


“Yang kau buat ini buburkan” kata Rio, dia mempertanyakan beberapa benda bergerak yang ada didalam bubur tersebut dan juga seekor serangga yang terlihat muncul didalam bubur tersebut.


“Hahhahaha…. Kau ini aneh, udah jelas kali loh itu adalah bubur memangnya kau gak bisa lihat apa” kata Luna.


“Sebenarnya aku lagi tidak selera makan karena sedikit lelah dan ingin tidur aja” kata Rio, dia berusaha untuk menghindari memakan makanan yang sangat mengerikan tersebut.


“Hmmm…. Kau bilang apa tadi, aku gak bisa dengar” kata Luna sambil mengarahkan pisau dapur kearah Rio.


“Hahahah… aku bilang kalau aku sangat suka bubur ini, jadi tenang aja pasti akan aku habiskan” kata Rio dengan tatapan yang sedikit ketakutan.


Beberapa menit penderitaan kemudian, setelah memakan benda aneh tersebut Rio merasakan mual yang sangat luar biasa didalam perutnya dan dia seperti ingin memuntahkan kembali semua makanannya, tetapi karena diperhatikan terus oleh Luna dengan sangat amat terpaksa Rio berusaha sangat keras untuk menahan muntahnya tersebut.


“Hahhaha… makananmu enak sekali, lain kali aku saja yang akan masakin untukmu” kata Rio, dia ingin sekali agar Luna tidak memasak lagi untuk dirinya karena dia yakin umurnya tidak akan panjang lagi setelah memakan makanan dari Luna.

__ADS_1


“Hmm… karena masakan itu aku akan kurangi 1 bulan waktu umurmu” kata Batara Kala yang berbicara langsung kekepala Rio.


“Oiii… itu aku cuman bercanda, jangan ambil-ambil kesempatan untuk memanen waktu usia disaat-saat seperti ini” balas Rio.


“Gahahah…. Cuman bercanda, lagi pula kau punya banyak cukup waktu setelah mengalahkan wanita tersebut” kata Batara Kala.


“Took-took…” suara seseorang mengetuk pintu, dan dengan cepat Rio berusaha untuk berdiri dan membuka pintu tersebut, lalu di balik pintu itu ada Lita bersama ibunya yang mana tetap siaga menggunakan senjata api miliknya. Melihat senjata api dikantongnya Rio bisa merasakan bahaya didekat ibu Lita.


“Hahha… Silahkan masuk, maaf kalau agak kotor” kata Rio yang mana mencoba untuk bersikap sopan.


“Hmmm…. Tidak apa-apa, aku tidak berharap dari seorang remaja yang tinggal sendirian ditempat antah berantah” kata ibu dari Lita, yang melihat kalau Rio tinggal disebuah gudan tua.


“Ibu ini itu bukan tempat tinggal, tetapi markas rahasia kayak difilm-film itu” kata Lita yang mana mau menyombongkan tentang gudang milik Rio didepan ibunya.


“Iya-iya aku paham” kata ibu dari Lita sambil mengelus-elus kepala Lita.


“Langsung saja aku katakan, aku ingin kau menjaga Lita mulai sekarang” kata Ibu dari Lita.


“Hmm…. Ada apa ini, jangan mengatakan hal yang terlihat seperti permintaan terakhir” kata Rio.


“Ini bukanlah permintaan terakhir hanya saja aku harus pergi untuk sementara waktu, karena harus mengurus beberapa hal dan melihat kalau kota sekarang sedang kacau aku tidak bisa meninggalkan dia sendirian” kata Ibu dari Lita.


“Kau memangnya harus kemana, apa tidak bisa kau ajak saja Lita ikut bersamamu” kata Rio.


“Tidak bisa tempat karena tempat yang aku datangi adalah dunia disebrang sana” kata ibu dari Lita.


“Hmmmm…. Untuk bisa pergi kealam lain dengan bebasnya, wanita ini pasti bukanlah orang sembarangan, dan juga mengingat dia membesarkan Lita sampa seperti ini aku harus berhati-hati dengannya” pikir Rio, dia mulai mengingat kembali pertemuan pertamanya dengan Lita yang saat itu sangatlah menyeramkan.

__ADS_1


“Ibu-ibu mau pergi lagi…?? apa Lita beneran gak boleh ikut” tanya Lita dengan matanya yang berbinar-binar.


“Maafkan ibu anaku tetapi ibu memiliki urusan sedikit, dan tempat yang ibu datangi itu sangat ketat sampai-sampai aku tidak bisa membawa siapapun bersamaku” kata ibu dari Lita.


Luna lalu datang dan memberikan minuman disana, kedatangan Luna sangat tepat sekali dan langsung mencairkan suasana yang ada disana saat itu.


“Hmmm… kalian lagi bicarain apaan..??” tanya Luna yang mana penasaran dengan apa yang mereka bicarakan dari tadi.


“Hihihi… tampaknya aku benar-benar bisa mempercayakan anakku padamu, ini kartu nama dan nomer telphone miliku, kalau ada masalah apapun kau bisa hubungi aku kapanpun” kata ibu dari Lita, disana tertulis namanya dan juga nomer telephonenya.


“Hmm… jadi Lili kah, nama dan orangnya sama sekali tidak cocok” pikir Rio.


“Crraak…” merasakan kalau Rio sedang memikirkan sesuatu yang tidak sopan ibu dari Lita yaitu Lili langsung menyiapkan senjata dikantongnya.


“Waah… instingnya luar biasa sekali” pikir Rio.


“Nah kalau begitu aku akan pergi sekarang, anakku pastikan kau bisa menjaga dirimu sendiri mulai sekarang dan jangan lupakan pembelajaran yang aku ajarkan” kata Lili.


“Aku mengerti ibu, kalau ada yang macam-macam harus segera dihabisi” kata Lita.


“Pembelajaran macam apa itu..??” pikir Rio.


“Baiklah kalau begitu” kata Lili, dari kantongnya dia mengeluarkan sebuah kunci tengkorak berwarna emas “Crraakk… Syaahh…” dan dalam sekajap mata tiba-tiba saja pintu hitam mulai muncul didepannya.


Pintu tersebut menghubungkan dunia manusia dengan alam gaib, Rio yang merasakan banyaknya energy sihir yang melimpah dari balik pintu hitam tersebut langsung merasa mengigil, tubuhnya berusaha beradaptasi dengan kelimpahan dari energy sihir yang ada disana namun ketika Lili melangkah masuk kedalam pintu tersebut “Taak… taak…” pintu itu langsung menutup dengan sangat cepat. Bersamaan dengan masuknya Lili kedalam pintu hitam tersebut energy sihir yang melimpah tersebut langsung lenyap dengan sendirinya.


“Haaah… bagus sekarang mari kita kembali beristirahat lagi” pikir Rio yang mana ingin langsung tidur kembali ke kasur miliknya.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2