Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 259 Pelelangan senjata artefak bagian 4


__ADS_3

Dibawah tekanan Rio pelelangan tersebut berlangsung cukup damai dan setiap kali Rio melihat sebuah barang yang dia sukai para tamu langsung menyerah pada benda tersebut, itu semua menunjukkan ketakutan dan juga hormat mereka pada dirinya mengetahui hal itu Rio hanya bersikap biasa dan mengambil artefak yang dia sukai, dan saat acara lelang telah selesai Rio kebelang untuk mengambil 3 artefak yang dia beli.


“Hohohoh… tuan Rio mohon maafkan kelakuan buruk kami sebelumnya, sebagai gantinya tuan kami mengatakan kalau anda boleh membawa ketiga artefak ini secara gratis” kata orang yang menggunakan topeng badut tersebut.


“Baiklah ucapkan terimakasih untuknya, atau langsung saja aku ucapkan terimakasih” kata Rio.


Lalu saat Rio telah berada didalam ruangan tamu disana ada banyak tamu yang mana ingin mengenal Rio, mereka langsung menjumpai Rio dan memperkenalkan diri mereka, mereka berharap dapat membangun hubungan baik dengan Rio dan juga serikat yang dia punya. Lalu Alex langsung datang mendatangi dirinya dan para orang-orang tersebut langsung menjauh dari sana, mereka menyadari kalau alex adalah salah satu bawahan dari raja iblis Teppes dan berusaha untuk menghindari membuat dirinya marah.


“Jadi kau sudah selesai mengambil barang-barangmu…??” tanya Alex.


“Apa urusannya dengamu, aku akan pergi sekarang dan jangan lupa kau berhutang padaku” kata Rio.


“Tidak perlu khawatir, aku sudah membayar hutangku itu” kata Alex.


Lalu saat Rio berada diluar bangunan pelelangan tersebut sesosok iblis yang mana adalah orang yang mencari masalah dengan dirinya mencoba untuk mendatangi Rio, tetapi karena malas berurusan dengan iblis itu “Buurrssh…” Rio membuat dia terjatuh ditanah “Trranggs…” setelah itu dia langsung pergi dari tempat itu dengan gerbang miliknya. Dan saat dia kembali sudah ada sesosok vampire yang mana menunggu dirinya didepan pintu serikat miliknya, dan vampire itu mengirimkan barang yang mana dijanjikan oleh Alex.


“Apa yang dia kirimkan” kata Rio.


Dan saat Rio membuka kota hitam tempat benda yang dikirimkan Alex disimpan, didalamnya terdapat sebuah pecahan taring yang mana mengeluarkan bau darah yang sangat pekat, melihat hal itu Rio langsung tahu kalau itu adalah taring dari seorang vampire.


“Taring ini mengandung kekuatan yang sangat kuat, aku bisa merasakan energy sihir negatif didalamnya” kata Rio.


Dia lalu kembali kedalam ruangannya didalam bangunan serikat miliknya, disana dia mulai memeriksa kembali ketiga barang yang dia dapatkan di pelelangan waktu itu, yang pertama adalah sebuah pisau yang mana mengandung energy hantu akan tetapi sangat kecil sehingga tidak banyak yang menyadarinya, dan yang kedua armor yang mana dibuat dari untaian cincin rantai besi yang mana sangat tipis setipis benang dan dari penglihatan Rio banyak pihak yang mengincar armor tersebut, lalu yang terakhir sebuah lukisan hitam putih yang menggambarkan sesosok pejuang dengan tombak yang sedang sekarat.


“Untuk kedua artefak ini aku bisa tahu fungsinya, akan tetapi lukisan ini begitu misterius dan unik, aku dapat merasakan hawa kehidupan didalamnya, lukisan ini seakan-akan benar-benar hidup” pikir Rio.

__ADS_1


“Trringgs…” Rio lalu mencoba untuk menggunakan energy sihir miliknya dan mengalirkannya kearah lukisan tersebut, akan tetapi tidak terjadi apapun terhadap lukisan itu dan saat Rio akan menaruh lukisan itu diatas meja “Wrruushkk…” sesuatu yang hitam langsung kelaur dari dalam lukisan tersebut. Itu adalah sesosok prajurit yang mana ada didalam lukisan itu, dengan armor hitam dan juga beberapa anak panah dipunggungnya prajurit tersebut langsung menghadap kearah Rio dan memberikan penghormatan layaknya sosok ksatria yang mana sedang bertemu dengan tuannya.


“Menarik…. Kalau memang begitu aku akan dengan senang hati menerimamu” kata Rio.


Setelah itu “Crrakk…” secara tiba-tiba Lita memasuki ruangan Rio, “Srringgs…” ksatria hitam tersebut langsung menarik pedangnya dan membuat posisi bertahan seakan-akan dirinya sedang menjaga Rio.


“Eeh… abang itu siapa..??” tanya Lita.


“Hahaha… bukan siapa-siapa, dia lebih tepatnya adalah rekan baruku” kata Rio.


“Srraahhttkk…” ketika Rio menggunakan lukisannya lagi kesatria hitam tersebut langsung masuk kedalam lukisan itu, melihat hal itu Lita langsung tertarik dengan lukisan yang sedang dipegang oleh Rio.


“Abang-abang Lita mau coba dong, kayaknya seru” kata Lita dengan mata yang berbinar.


“Hmm… jangan ini bukan mainan” kata Rio.


“Kalau begitu ini ambilah, aku rasa kau memerlukan benda ini” kata Rio.


Rio memberikan armor tersebut kepada Lita dan saat Lita mengalirkan energy sihir kedalam armor tersebut, “Srrakktt…” dengan cepat armor itu langsung bergabung dan berubah menjadi baju milik Lita. Armo itu sekarang memiliki kemampuan untuk menyusuaikan bentuk sesuai keinginan penggunanya, melihat hal itu Rio langsung tahu kalau sekarang ini sudah tidak akan ada yang dapat dengan mudah melukai Lita sekarang ini.


“Dengan armor ini rasa khawatirku sedikit berkurang sekarang” pikir Rio.


Dia masih tidak biasa untuk menyuruh Lita maju kemedan perang, walaupun dia tahu kalau Lita sama sekali tidak keberatan akan tetapi Rio masih tidak tega menyuruh anak berumur 12 tahun untuk maju kemedan perang menghadapi para musuhnya. Lalu Rio langsung keluar dari ruangannya dan secara tidak sengaja dia melihat Luna yang mana masuk kedalam ruangan pelatihan, ketika Rio mengawasi dirinya Luna sedang terlihat berlatih seorang diri.


Sejak Rio kembali melawan Gilang dan mendapatkan hukuman dari Naberius, Luna terus berlatih terus menerus agar dirinya tidak menjadi beban bagi Rio dan bisa membantu Rio didalam pertarungan, dan saat Rio tiba-tiba mendekati dirinya dari belakang. “Fussh…” dengan sebuah tendangan kakinya Luna secara refleks langsung menyerang Rio, akan tetapi Rio langsung melangkah mundur untuk menghindari serangan tendangan dari Luna.

__ADS_1


“Hmm… kau sudah kembali” kata Luna.


“Oi-oi… bukannya kau harus minta maaf duluyah karena menyerang tiba-tiba” kata Rio.


“Menyerang siapa…?? Memangnya kau kena seranganku” kata Luna.


“Haaah… padahal aku ingin memberikan padamu hadiah yang aku bawa, tapi nampaknya kau tidak memerlukannya” kata Rio yang menunjukkan pisau artefak yang dia bawa.


“Wuushh… Taaskk…” dengan gerakan cepat dan elegant Luna langsung mengambil pisau tersebut dari tangan Rio, bahkan Rio yang melihat hal itu tidak dapat bereaksi ketika Luna bergerak.


“Aku ambil ini yah, terimakasih…” kata Luna yang langsung pergi untuk membersihkan dirinya.


“Dia sudah sangat meningkat, dia bahkan bisa menggunakan jubah itu untuk membuat gerakan kakinya menjadi tidak dapat didengarkan, aku rasa pertarungan yang akan datang nantinya akan menjadi sangat menyenangkan” pikir Rio.


Sementara itu didalam gedung pelelangan yang telah dihadiri Rio itu, didalam sebuah ruangan pria yang menggunakan topeng badut itu lalu membuka topengnya dan disana ketiga pelayan yang melayaninya hanya berlutut dihadapannya. Dari topengnya itu dia menunjukkan sosok mata merah yang memiliki iris emas kehitaman, dan dari auranya dia adalah iblis dengan energy kegelapan yang sangant tinggi.


“Bagaimana dengan iblis bangsawan itu” tanya iblis tersebut.


“Kami telah membereskannya tuanku, kita tinggal membungkus kepalanya dan memberikannya pada tuan Rio” kata Noe.


“Tidak-tidak perlu, berikan saja mayatnya pada para peliharaanku aku yakin mereka akan sangat senang” kata iblis itu.


“Sesuai perintah anda wahai raja iblis Mammon” kata Noe.


Mammon salah satu dari 7 raja iblis terkuat yang terkenal akan keserakahannya dan membuat para manusia jatuh karena harta yang dia sebarkan, para manusia sering sekali meminta kekayaan pada dirinya dengan imbalan akan memberikan jiwa-jiwa mereka pada Mammon.

__ADS_1


Bersambung……


__ADS_2