Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 397 Peperangan terakhir bagian 8


__ADS_3

Tubuh Gilang yang mana telah bergabung dengan dunia alam bawah memiliki kekuatan yang setara dengan sebuah alam, tubuhnya bukan hanya kuat akan tetapi berat tubuhnya juga setara dengan 10 dunia yang ada di alam semesta, dan sekarang ini tidak ada dewa ataupun raja iblis yang dapat menandingi dirinya dalam kekuatan fisik. Karena itulah Rio sama sekali tidak dapat mendaratkan serangan pada tubuhnya, itu semua karena kekuatan fisik milik Rio yang kurang untuk mengayunkan pedangnya agar dapat mendaratkan luka pada Gilang.


“Keras sekali, kau tampaknya sudah menjadi kura-kura yah paman” kata Rio, dia menebas dan terus menebas kearah tubuh Gilang.


Akan tetapi “Trranggs... Trranggs... Trranggs...” setiap tebasan dari Rio sama sekali tidak dapat menggoreskan luka pada tubuh Gilang, melihat hal itu para Thor yang mana merasa tertarik dengan pertarungan Rio langsung maju “Trrassk...” dengan cahaya petir yang mana menyinari lautan semesta dirinya maju kedepan Gilang, dan disaat itu dia mengalirkan seluruh energy listrik miliknya kearah palunya dan “Fusshkk...” Thor berusaha untuk mendaratkan serangan kearah Gilang.


“Trraassk..” cahaya petir yang menyilaukan dari palunya tersebut, akan tetapi cahaya petir tersebut langsung menghilang bersamaan dengan kegelapan gelap yang mana keluar dari tubuh Gilang, dengan sebelah tangannya dia mampu menahan serangan palu milik Thor dan bahkan saat itu juga Gilang telah bersiap untuk membalas serangan dari Thor. Dan “Busshk...” dengan satu tinju miliknya “Fusshkk...” Thor terhempas sangat jauh dan hampir tidak terlihat lagi disana, sementara itu “Srrahkk... Krrassk...” Rio menggunakan kekuatan dari Lemegeton untuk mengubah bentuk tubuh fisik miliknya, dia memperkuat tubuhnya puluhan kali lipat menggunakan kekuatan transformasi dari Marbas dan juga kekuatan penyembuhan dari Phoenix.


Rio memperbesar ototnya puluhan ribu kali dan memadatkannya lagi seperti sebuah besi yang ditempat sedemikianrupa, dan disana itu juga Gilang yang secara tiba-tiba merasa sedikit terancam “Fusshkk...” langsung menyerang menggunakan serangan tusukan menggunakan tangan kirinya, serangannya sangat kuat dan juga cepat dan bahkan lebih cepat dari suara. Tangannya seperti sebuah kilat hitam yang bergerak cepat meninggalkan suaranya dibelakangnya, namun saat itu juga “Crrastt...” Heracles yang entah muncul dari mana maju dan melindungi Rio menggunakan tubuhnya.


“Dasar serangga, kalian muncul terus sedari tadi” kata Gilang.


“Uhukk... Gaahkk... sekarang kita impas manusia” kata Heracless.


Dan disaat itu “Fusshkk...” dengan tubuhnya yang mana telah diperkuat, Rio dengan cepat melewati Heracless dan maju kearah depan Gilang, lalu dengan gerakan pedangnya “Srrashkk... Srrashkk...” Rio memberikan puluhan tebasan langsung pada satu arah ditangan Gilang. Tebasan-tebasan tersebut diayunkan puluhan kali oleh Rio dan dia menyerang tetap disatu titik dari tangan Gilang, “Crrasst...” pada saat itu Gilang sangat terkejut karena melihat adanya darah yang keluar dari tubuhnya yang telah sempurna itu.

__ADS_1


Tubuh sempurna yang mana memiliki pertahanan lebih kuat dari gabungan sepuluh alam, dan juga kekuatan yang absolute dimana tidak ada satupun mahluk yang bisa mengalahkannya, akan tetapi pada saat itu juga sebuah tehnik pedang dan kekuatan dari seorang manusia yang Gilang anggap sebagai ras lemah dapat melukai dirinya. Lalu pada saat itu melihat dirinya terluka dan berdarah “Crrast...” Gilang langsung menari kembali tangannya dari tubuh Heracless, “Taassk...” Rio yang mana melihat hal itu langsung menangkap Heracless yang terluka tersebut dan “Fusshk...” dengan cepat dia memberikannya pada Phoenix untuk diobati tubuhnya.


“Hmm... jadi begitu, kau menumpuk seranganmu... lumayan juga” kata Gilang, “Srraahkk...” akan tetapi saat itu juga luka tebasan yang mana diserang oleh Rio langsung menghilang dengan cepat.


Melihat hal itu Rio hanya tenang dan fokus pada pedangnya, saat ini fokusnya telah mencapai keadaan dimana dia tidak dapat mendengarkan ataupun perduli pada orang yang ada disekitarnya. Melihat hal itu dengan mengepalkan tangan kanannya “Fusshkk...” Gilang langsung menyerang kerah Rio, serangan tinju yang sangat kuat seperti sebuah kilat yang mana hampir tidak bisa dilihat oleh kasat mata dan dalam satu kedipan mata, “Trranggs...” Gilang langsung telah melancarkan serangan pukulannya pada perut Rio, namun disaat itu insting milik Rio bergerak dengan sangat cepat dan dia dapat menangkis serangan Gilang menggunakan pedang miliknya.


Akan tetapi karena perbedaan kekuatan yang cukup besar diantara mereka berdua “Fushkk...” dengan cepat Rio terhempas cukup jauh dari Gilang, setelah Rio terhempas Gilang kemudian melihat tangan kanannya, dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi, tubuh sempurna miliknya sama sekali tidak dapat mengalahkan Rio yang mana hanyalah seorang manusia. “Fusshkk...” melihat tuannya yang mana terhempas tersebut, dengan cepat Azazel langsung mengejar Rio “Fusshkk...” menggunakan sayap hitam miliknya dia langsung melintasi puluhan dunia dengan mudahnya dan “Taassk...” dengan cepat dia menahan Rio dari belakang.


“Rajaku anda tidak apa-apa...??” tanya Azazel.


Nymh bergerak menggunakan tubuh airnya dan memasuki peredaran darah Rio, dan pada saat itu juga dia mulai menyusun kembali tulang-tulang Rio yang rusak satu persatu dengan kecepatan yang luar biasa, setelah itu dirinya kemudian langsung menempelkannya dan membuatnya menyatu kembali seperti sediakala. Akan tetapi pada saat itu juga saat Rio sedang berhenti untuk menyembuhkan dirinya, “Fushkk...” dengan cepat dan secara tiba-tiba Gilang sudah ada dibelakang dirinya, dan pada saat itu “Wusshkk...” Gilang mengangkat kakinya dan bersiap untuk menyerang Rio menggunakan tendangan kapak.


“Funggs...” akan tetapi saat itu juga sebuah tombak raksasa langsung terlemparkan kearah Gilang, “Trranggs...” dan serangan tombak itu kemudian langsung membuat Gilang mundur beberapa langkah dari Rio dan juga Azazel.


“Gahahah... pertarungan kalian sangat luar biasa, ijinkan aku untuk ikut bergabung juga” kata Cihyou, pada saat itu raja iblis Cihyou memperbesar dirinya menggunakan kekuatan sihir yang dia punya dan pada saat itu juga kekuatan, kecepatan dan juga pertahanannya langsung meningkat dua kali lipat saat dia menjadi raksasa.

__ADS_1


“Serangga...” kata Gilang, dia menahan serangan tombak dari Cihyou tadi dengan sebelah tangannya.


Tombak yang ditahan oleh Gilang tersebut adalah salah satu dari keenam senjata pamungkas milik Cihyou, dan senjata tombak itu tidak lebih buruk dari Gungnir milik Odin, akan tetapi pada saat itu juga Cihyou dibuat terkejut dengan sosok Gilang yang mana dapat menahan serangan tombak miliknya dengan mudahnya.


“Orang itu memanglah monster, kalau dia dibiarkan hidup bisa-bisa suku dan juga keturunanku akan tamat” pikir Cihyou.


Sebagai seorang raja iblis dia telah menetapkan tekat miliknya, “Burrnntt...” dan saat itu juga Cihyou mulai membakar umur miliknya, dan dengan api yang sangat besar dia membalut tubuhnya, dengan api itu “Busshkk...” Cihyou langsung menerjang kearah Gilang dengan cepat.


“Tehnik bela diri iblis Asura : Terkaman ular berkepala enam” pada saat itu Cihyou langsung maju menggunakan tehnik bela diri miliknya.


Cihyou membalut senjatanya dengan api mistik yang dia buat menggunakan umurnya sebagai bayarannya, dan pada saat itu juga Cihyou langsung memberikan serangan yang cepat dan tepat “Srraahkk...” lalu pada saat itu juga serangan Cihyou langsung berubah menjadi enam sosok kepala ular raksasa yang mana menyerang dari enam sisi yang berbeda-beda.


“Dasar serangga, mau bagaimanapun kau menari semuanya tetap saja percuma” kata Gilang.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2