Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 104 Mahluk panggilan ke 4


__ADS_3

Gio yang mana sedang merasa senang tersebut karena keberuntungan menemukan 20 bola kristal tidak sadar kalau dia sedang dilihat dari dekat, “Grrr…” suara mahluk yang menyeramkan lalu membuat Gio tersadar kalau dia tidak sendirian didalm goa tersebut, dan ketika dia berbalik sesosok mahluk siluman hijau dengan wajah jelek ingin menyerang Gio. “Buumssh…” dengan satu pukulan kuat dari senjata balok kayu yang dipegang siluman itu tanah tempat Gio berdiri tadi langsung retak, walaupun begitu Gio dapat dengan mudah menghindari serangannya.


“Dasar mahluk jelek, beraninya kau menggangguku” kata Gio, dia mengeluarkan pedang miliknya dan “Srraasstt…. Crraasstt…” dia menebas tubuh mahluk tersebut.


Namun tubuh mahluk itu sangatlah keras dan serangan Gio hanya mampu untuk menggores tubuhnya saja, Gio lalu memegang smartphone miliknya dan ingin memanggil mahluk panggilannya tetapi.


“Rooaarr…” siluman hijau raksasa itu berteriak dengan sangat keras dan teriakannya membuat tubuh Gio kaku tak bisa bergerak, lalu menggunakan balok kayu yang mana adalah senjata dia memukul Gio “Buusskk…” sehingga terhempas keluar dari gua tersebut.


“Gaaahh…. Sialan beberapa tulang ditubuhku sudah patah, aku tidak bisa bergerak sekarang ini” pikir Gio, lalu siluman itu dengan cepat langsung mengejar Gio.


“Grrrooaaahh….” Dia seperti melihat Gio dengan tatapan dan senyuman yang menjijikan, terlihat sangat jelas kalau siluman hijua raksasa itu suka melihat Gio yang berada dalam kondisi terluka parah seperti itu.


Dan lalu pada saat siluma hijau itu ingin mengakhiri hidup Gio menggunakan senjatannya, dia berusaha memukul kepala Gio menggunakan balok kayu miliknya tetapi “Trrrassskk….” Ketika Gio membuka matanya dia sama sekali tidak merasakan rasa sakit, malahan seluruh lukanya perlahan-lahan mulai sembuh dan yang ada didepannya terlihat sesosok berbentuk air dengan bayangan wanita cantik. Sosok itu mirib seperti slime yang tembus pandang karena tubuh airnya, melihat hal itu siluman hijau raksasa itu merasa kesal karena ada yang mengganggu kesenangannya “Wuusshh…” dia mengangkat senjata miliknya tinggi-tinggi dan ingin menyerang Gio lagi “Boomssh…” tetapi dengan sangat cepat sebuah bola api ditembakkan dan menghancurkan balok kayu yang dipegang oleh siluman hijau tersebut.


“GRrrraaakkhh…..” kepanasan karena api yang membakar senjatanya itu siluman hijua raksasa itu menjerit kesakitan dengan kerasnya.


Gio lalu melihat bola api itu dan dia mengenali siapa orang yang dapat menggunakan api biru secantik itu, “Srrrakks….” Dan benar saja Rio muncul dari semak-semak, dia dengan santainya berjalan kearah Gio dan melihat luka-luka yang dia dapatkan.


“Hantu banyu sudah cukup, kau sudah menyembuhkan seluruh luka miliknya sekarang kembalilah dan beristirahatlah” kata Rio yang memerintahkan sosok seperti air tersebut, dia merupakan mahluk panggilan Rio yang keempat dengan kekuatan dapat berubah bentuk dan juga memiliki kemampuan penyembuhan Hantu banyu adalah mahluk panggilan Rio yang memiliki peran besar digaris belakang.

__ADS_1


“Kenapa-kenapa kau menyelamatkanku…??” tanya Gio yang penasaran pada tindakan Rio.


“Hahahha…. aku menyelamatkanmu bukan gratis, tetapi aku akan meminta bayarannya tentu saja 15 bola kristal adalah bayaran yang pas bukan” kata Rio yang tahu kalau Gio memiliki 20 bola kristal ditangannya.


“APAA…!!! Dasar perampok kenapa kau tidak sekalian aja bilang kalau kau ingin ginjalku dan jantungku haaaah…. 15 bola kristal tampak sekali kalau kau melihat aku punya 20 bola kristal ditanganku” kata Gio.


“Eeeeh… aku cuman kebetulan saja menyuruh Hantu banyu untuk mengecilkan tubuhnya dan mengikutimu kok” kata Rio.


“Pantas saja kau sangat cepat datang kemari, dasar sialan kau aku yakin sudah merencanakan ini sedari awa ( Note : dia benar )” kata Gio.


“Hahahhah…. Sudah-sudah lebih baik kita urus dulu kontraknya dan siapkan saja bayarannya” kata Rio yang mana sudah menyiapkan kontrak perjanjian sihir miliknya.


“Nah ini kontraknya dan ini pulpennya, ingat kau harus menandatanginya karena jika tidak, aku akan membuatmu jauh lebih menderita dari sekarang” kata Rio yang mengeluarkan tetasan air beracun yang sangat asam dari tangan kirinya.


“Uuugggkkk…. Baiklah kalau begitu” kata Gio yang mana dengan terpaksa harus menandatangani kontrak tersebut.


“Rooaaarrr….” Lalu siluman hinjau raksasa itu kembali lagi disaat api ditangannya sudah padam, dia lalu mengangkat sibuah batu besar dengan kedua tangannya dan “Buussh…” berlari langsung menuju arah Rio dan Gio. Sementara itu Rio sama sekali tidak perduli dengan siluman hijau raksasa itu, dia lebih perduli dengna kontrak yang baru dia berikan pada Gio dan memutuskan untuk melihat kontraknya lagi, lalu pada saat siluman tersebut sudah berada sangat dekat dengan Rio “Wuussh…” dia melemparkan sebuah bola hitam kecil kearah kepala siluman itu.


“Buummsssh…” bola hitam kecil itu lalu meledak dan membesar kemudian menelan batu besar yang dia angkat siluman itu beserta kepala sampai bahunya, “Buusshkk…” dan ketika bola hitam itu menghilang tubuh siluman tersebut sudah lagi tidak lengkap dan hanya meninggalkan beberapa bagian yang tidak ditelan oleh bola hitam tersebut. Melihat hal itu Gio semakin takut dengan kekuatan dari Rio yang mana terlihat sangat mirib seerkor monster, Rio lalu melihat kearah Gio dengan tatapan mata kematian miliknya dan dengan mata hitam gelap bagaikan sebuah jurang tersebut membuat Gio merinding milihat tatapan matanya.

__ADS_1


“Bagus asap hitam didalam dirinya sudah berkurang, sekarang ini dia sama sekali tidak memiliki niat buruk padaku lagi” pikir Rio yang memeriksa niat membunuh milik Gio.


“HHmmm…. Sekarang karena kau sudah mendapatkan bola-bola kristalnya bisakah aku langsung pergi” kata Gio, dia dengan cepat mengeluarkan bola-bola kristal yang dia punya dan bermaksud ingin pergi meninggalkan Rio.


“Hmmm…. Apa maksudmu, jangan bilang kau tidak membaca kontraknya secara keseluruhan” kata Rio yang menunjukkan kontrak sihir perjanjian yang diapengang.


“Memangnya ada yang salah…??” kata Gio, dia lalu melihat lagi kontrak sihir yang dipengang oleh Rio dan lalu dia terkejut melihatnya.


“Disini tertulis setelah kau menyerahkan bola kristal yang kau punya kau harus mengikuti kelompokku dan patuh kepada setiap hal yang aku perintahkan ( Note : dengan kata lain dia jadi budak )” kata Rio dengan senyumannya yang manis namun ada niat jahat dibalikn senyuman itu.


“Ini namanya bukan kontrak perjanjian tetapi kontrak perbudakan, aku menolak semua itu, aku adalah orang bebas tidak dapat dikekang oleh kontrak seperti itu” kata Gio yang mana memaksa untuk membatalkan kontraknya.


“Hahahah…. Kau yakin, karena disini juga tertulis kalau ada pihak yang menolak isi kontraknya maka mereka akan mati meleleh oleh kumpulan racun yang sangat mengerikan” kata Rio dengan sebuah senyuman yang lebar.


Mendengar hal itu Gio tidak punya pilihan lain selain mematuhi perkataan Rio, karena jika dia melawan isi kontrak yang ada maka tubuhnya akan meleleh oleh racun yang sangat mematikan.


Penjelasan : Hantu banyu adalah sesosok hantu yang bertempat disungai musi dan biasanya akan menyerang siapa saja yang mengotori sungai tersebut,  hantu banyu adalah sesosok perempuan yang mana rohnya menyatu terhadap air dan menjadikan dirinya satu dengan sungai tersebut dan bukan itu saja hantu banyu juga memiliki kekuatan untuk keluar dari sungai dan mengganggu para warga disekitarnya.


Bersambung……

__ADS_1


__ADS_2