
“Wuussh… Trrasskk…” dengan tombak trisula miliknya Girras dengan sangat mudah mengayunkannya dan membuat Angga tidak dapat mendekati dirinya, “Buuskk… Crrasst…” Girras juga dengan mudahnya menghadapi Pastur kepala puntung dan juga ke 5 anjing hitam yang mencoba untuk menyerang dirinya.
“Apa cuman ini saja kekuatanmu manusia, ini belum cukup untuk bisa mengalahkanku” kata Girras.
“Crrastt… Trrasst…” dia dengan mudahnya mengalahkan 2 dari 5 anjing hitam yang dipanggil Pastur kepala puntung, walaupun dia sekarang ini sedang berada didalam gang sempit tetapi dia sama sekali tidak kesulitan untuk menghadapi Angga yang unggul dalam hal jumlah.
“Sialan dia benar-benar monster, aku tidak akan menyangka kalau aku tidak bisa mendekati dirinya diarea seperti itu” kata Angga.
Angga yang mana saat itu menggunakan pedang pendek tidak dapat menghadapi Girras yang menggunakan tombak trisula, itu adalah sebuah hal yang tidak wajar dikarenakan tempat bertarung mereka yang sangat sempit. Akan tetapi Girras dapat menghadapi Angga dan para mahluk gaib yang ia panggil menggunakan tebasan dan juga tusukan, dia menebas dari atas kebawah dan membuat para anjing hitam tidak bisa mendekati dirinya.
“Wuussh… Srraassh…” lalu saat para anjing hitam tersebut ragu-ragu untuk menyerangnya, “Crrasst…” Girras dengan cepat menusuk mereka menggunakan tombaknya yang mana akan membuat mereka kalah dengan satu kali serangan.
“Lawanku terlihat seperti bocah yang mana menganggap pertarungan adalah sebuah permainan, ini akan mudah karena dia saat ini bertindak secara sembrono” kata Girras.
Dia melihat tindakan dari Angga yang mana saat itu tidak dapat menyerang karena terhalangi oleh Pastur kepala puntung dan juga para anjing hitam, akan tetapi Angga yang hanya berdiam diri disana bukannya tidak melakukan apapun. “Trranggs…” dibawah kaki Angga telah siap sebuah lingkaran sihir yang mana mengandung kekuatan sihir kegelapan, “Woof… Woof… Woof…” para anjing hitam yang mana menerima perintah Angga tersebut langsung menyerang Girras secara berasamaan.
“Sudah kubilang itu percuma” kata Girras.
“Crrasst… Crrasst… Crrasst…” dengan serangan tusukan miliknya dia menusuk para anjing hitam tersebut berkali-kali, dan serangannya tersebut langsung menghancurkan tubuh dari anjing hitam tersebut.
“Ini aneh… anjing-anjing itu tadi tidak terlihat seperti sedang menyerang, malahan para anjing hitam itu terlihat seperti sudah bersiap untuk mendapatkan serangan dariku” pikir Girras.
“Srrhhhkk…” dan benar saja pikiran Girras tadi, mayat-mayat dari anjing-anjing hitam tersebut lalu mengeluarkan energy kegelapan yang mana terhubung dengan lingkaran sihir yang dibuat oleh Angga. Disaat Angga melihat para anjing hitam tersebut telah hancur, dia dengan cepat mengaptifkan lingkaran sihir tersebut “Trrangg…” lalu saat lingkaran sihir kegelapan tersebut telah diaktifkan, “Glluppss… Glluppss… Glluppss…” darah dari para anjing hitam tersebut lalu bergerak dengan sendiri.
__ADS_1
“Trraasskk… Trraasskk…” darah gelap dari para anjing hitam tersebut lalu mengikat tubuh Girras, dan membuat tubuh dari Girras tidak dapat digerakan “Buusskk…” melihat kesempatan itu Pastur kepala puntung langsung maju dengan sangat cepat “Srringgs…” lalu dia mengarahkan serangan parangnya kearah leher Girras.
“Terbanglah para lalat neraka” kata Girras.
“Trranggs…” lalu saat Pastur kepala puntung menebas kearah leher Girras dia dikejutkan karena serangannya sama sekali tidak dapat menembus kulit Girras, lalu saat Angga melihat sesama dia melihat tubuh Girras seperti ditutupi oleh serangga-serangga hitam kecil.
“Apa itu…??” tanya Angga yang penasaran.
“Kau mau tahu, ini adalah hadiah dari tuan kami yaitu lalat neraka” kara Girras.
“Lalat neraka…??” kata Angga.
“Benar dia adalah serangga yang tercipta dari energy raja Beelzebub yang mana keluar saat dia merasa kelaparan, energy tersebut berubah wujud dan menjadi sekumpulan lalat yang mana kelaparan dan akan melahap apapun yang ada didepannya” kata Girras.
“Burrnn…” dengan sebuah lingkaran sihir api Angga lalu melemparkan sebuah bola api kearah Girras, disaat yang bersamaan Pastur kepala puntung langsung menghilang menggunakan kekuatan hantu miliknya. “Wusshh…” tidak cukup dengan hal itu Angga lalu menambahkan kekuatan angin miliknya untuk memperkuat bola api yang dia lemparkan tersebut.
“Booommssh…” sebuah pilar api lalu tercipta dari serangan yang dilancarkan oleh Angga, pilar api itu lalu membakar tubuh Girras dan juga seluruh serangga yang ada ditubuh Girras.
“Terbakarlah sampai mati” kata Angga.
“Buurrnn…” pilar api tersebut lalu mulai menghilang dan setelah api tersebut mengecil, terlihatlah sebuah sosok yang mana hitam dan gosong. Melihat hal itu Angga lalu mendekaati sosok tersebut, dia mengira kalau sosok itu adalah Girras yang mana telah hangus terbakar oleh sihir api miliknya.
“Hmm… ini apa ini…??” kata Angga.
__ADS_1
“Trrasskk… Srraakss…” sosok tersebut langsung hancur menjadi abu, dan ketika Angga melihat hal itu dia merasakan sebuah perasaan yang tidak enak. Dan benar saja ketika Angga berbalik dia melihat Girras sedang bersiap untuk menyerang dirinya, “Trrasskk… Trrasskk… Trrasskk…” dengan serangan tusukan yang cepat secara bertubi-tubi Girras membuat Angga kesulitan, “Krrassskk…” akan tetapi setiap serangan dari Girras dapat ditahan dengan kekuatan angin milik Angga.
“Sialan tidak kusangka dia licik juga” kata Angga.
Sebelumnya saat Girras terkena sihir api dari Angga dia menggunakan energy sihirnya untuk melepaskan diri dari ikatan dari anjing hitam tersebut, lalu dia membuat para lalat neraka untuk menggantikan dirinya, Girras kemudian dengan cepat keluar dari balutan api tersebut dan saat api itu semakin membesar Girras mengambil kesempatan untuk naik keatas melewati bangunan digang sempit tersebut. Kemudian saat Angga lengah dia langsung melopat dari atas untuk menyerang Angga disaat dia sedang lengah.
“Cara bertarungmu licik juga yah, kau ini tidak pantas disebut kesatria” kata Angga.
“Memangnya kenapa, pertarungan itu ada untuk menentukan siapa yang menang dan kalah, dan mereka yang menang adalah yang benar dan orang yang kalah adalah pecundang” kata Girras.
“Hahahha… ok baiklah kalau kau bilang seperti itu, aku juga akan menggila sekarang” kata Angga.
“Wuussh… Fusshh…” dia mengumpulkan kekuatan angin miliknya diujung jarinya dan, “Buushh…” dengan kekuatan yang kuat dia menembakkan sebuah bola angin kecil kearah Girras. Melihat hal itu Girras langsung menghindari serangannya Angga yang mengincar kepalanya namun, “Buuskk…” bola angin kecil tersebut langsung meledak dan “Crrastt…” membuat bahu Girras terluka.
“Cih… armornya itu cukup kuat juga” kata Angga, dia berencana untuk menghancurkan bahu Girras dan mengalahkannya, akan tetapi armor bahu milik Girras dapat mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh sihir angin milik Angga.
“Lumayan juga, tetapi seperti yang aku bilang itu tidak cukup” kata Girras.
“Bzzzz… Bzzz…” dia memanggil para lalat neraka yang mana tadi telah mati terbakar tersebut, dan para lalat neraka itu langsung bergerak dan mengincar Angga yang mana ada didekatnya.
“Apa…?? Mereka belum mati…??” kata Angga yang terkejut melihat para lalat neraka yang dapat bergerak kembali setelah terbakar tersebut.
Dengan buasnya ratusan lalat neraka langsung mengincar Angga yang mana ada didekat mereka, dengan sengatan dimulut mereka para lalat neraka tersebut berusaha untuk mengambil energy sihir yang dimilik oleh Angga.
__ADS_1
Bersambung……