Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 351 Pewarisan Lemegeton bagian 8


__ADS_3

Solomon adalah raja yang dianggap sebagai raja tertinggi didalam sejarah umat manusia, dan juga orang-orang menganggap dirinya sebagai raja yang diutus tuhan untuk mengubah dunia dengan kekuasaannya. Disisi lain para musuh dan juga lawannya ketakutan karena dirinya, itu karena kekuatan miliknya yang mana bukan hanya dapat memerintahkan manusia, tetapi juga para mahluk alam gaib, dia adalah raja yang mendapatkan kekuatan yang sangat besar, dan dia adalah raja yang paling bijaksana yang pernah ada di muka bumi ini.


Dan sekarang ini raja tersebut berada didepan Rio untuk menguji apakah dirinya pantas untuk mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Solomon, “Trranggs…” dengan satu gerakan saja Solomon langsung mengeluarkan puluhan bola api dan “Frushhtt… Frushhtt… Frushhtt…” puluhan bola api itu langsung mengarah kearah Rio. “Burrnn…” Rio yang mana juga dapat menggunakan sihirnya langsung “Frrusshk…” menggunakan sebuah api besar untuk menjinakkan puluhan bola api tersebut. Api putih milik Rio menelan seluruh bola api yang mana dilemparkan solomon pada dirinya, akan tetapi disaat Rio melihat kearah Solomon, “Wrusshkk…” dia sudah tidak ada didepan Rio dan telah berpindah tempat kebelakang Rio.


“Lihat kebelakangmu anak mudah” kata Solomon.


Menggunakan tinjunya Solomon langsung menyerang Rio, “Bussk…” tinju Solomon sangatlah kuat dan bahkan “Krrak…” membuat tulang tubuh Rio menjadi retak karena serangan tinju milik Solomon, dan bukan hanya itu saja “Busshkk…” karena daya ledak yang sangat luar biasa dari tinju tersebut, Rio terhempas cukup jauh dari Solomon.


“Kau mengerti sekarang, jadi begitu camu menggunakan kekuatan artefak Lemegeto”" kata Rio.


“Kau lebih pintar dari yang aku duga, memang benar tadi adalah kekuatan dari para iblis yang mana menyatakan kesetian mereka padaku” kata Solomon.


“Api tadi adalah Amon, dan kekuatan fisik tadi adalah Zagan, dan perpindahan tempat tadi adalah Azazel, ini akan sulit kalau dia bisa menggunakan banyak kekuatan disaat yang bersamaan” pikir Rio.


“Trranggs…” lalu tiba-tiba saja dari belakang Solomon sesosok yang mana dia kenali muncul dihadapannya, dan itu adalah Zeppar yang mana telah dipanggil oleh Solomon.


“Menarik sekali bukan, walaupun mereka hanya menaruh pecahan jiwa saja, akan tetapi itu lebih dari cukup untukku membentuk tubuh asli mereka walaupun hanya untuk sementara waktu” kata Solomon.

__ADS_1


“Aaah… sial aku lupa kalau artefak itu adalah inti dari DS Game, lebih baik aku juga ikut serius” kata Rio.


“Srrraakk… Krrasskkt…” beberapa bagian tubuh Rio kemudian memunculkan sisik-sisik naga keemasan yang mana mengandung kekuatan api yang sangat kuat, dan melihat hal itu Solomon langsung merasa sangat tertarik, dan disaat yang bersamaan “Busshkk…” merasakan sebuah bahaya Zeppar langsung melesat untuk menyerang Rio. Akan tetapi “Trrranggs…” serangan pedang dari Zeppar dapat ditahan dengan mudahnya oleh Rio, dia hanya menggunakan tangan kanannya untuk menahan serangan pedang dari Zeppar.


Melihat hal itu “Fussshk…” Zeppar kemudian langsung membuang pedangnya tersebut, dan kemudian dia mundur beberapa langkah untuk mengambil ancang-ancang, “Srringgs…” dia kemudian menggunakan pedang ketiga miliknya. “Busshkk…” dan disaat itu juga Zeppar langsung menelesat kearah Rio sambil mengarahkan serangan tusukan kearah Rio, mengtahui bahaya dari pedang dan juga tehnik milik Zeppar tersebut Rio kemudian berusaha untuk menghindari serangan pedang tersebut, namun “Crrastt…” dengan sangat cepat pedang itu memanjang dengan sendirinya dan musuk lengan kiri milik Rio.


“Jadi begitu, perinsip pedang ini seperti pegas, dia membuat pedang sepanjang 4 meter dengan besi elastis seperti karet, kemudian menggunakan kekuatan sihirnya dia membuat ujung pedang itu masuk kedalam dan mengecil samapai berukuran 1 meter, kalau aku lengah sedikit saja maka pedang ini bisa saja menusuk kepalaku” pikir Rio.


“Hebat juga, kau adalah orang kedua yang mana tidak langsung mati setelah menerima serangan pedang itu dari Zeppar” kata Solomon.


“Jadi begitu… maaf kalau begitu, sekarang… mari kita akhiri” kata Solomon yang langsung muncul dibelakang Rio.


“Srringgs…” dengan pedang pertama milik Zeppar dia bermaksud untuk memenggal kepala dari Rio, namun disaat itu juga tubuh Rio telah terkunci oleh pedang milik Zeppar dan membuat dirinya tidak dapat bergerak. “Fusshkk…” dan saat itu juga Solomon mengarahkan pedang miliknya kearah Rio, namun “Taaaskk…” menggunakan kaki kanannya Rio berhasil menahan gerakan Solomon dengan menekan pedangnya.


“Lumayan juga, kalau begitu bagaimana dengan yang ini” kata Solomon.


“Srrahhk…” dia menghilangkan pedangnya dan kemudian menggunakan kekuatan yang berbeda lagi, “Srraahkk…” dari bayangan Solomon puluhan anjing hitam kemudian langsung keluar lalu “Wooff… Wooff… Wooff…” mereka semua langsung maju untuk menyerang Rio. “Crrast…” sementara itu  Rio langsung mencabut pedang tersebut dari tangannya dan “Taasskk…” memegang kepala Zeppar, lalu menggunakan tubuh Zeppar “Fusshk…” dia melemparkannya kearah para anjing hitam tersebut.

__ADS_1


“Hahahha… dia benar-benar gila, tetapi ini menjadi semakin menarik No. 34 Furfur” Solomon kemudian mengaptifkan kekuatan Lemegeton lagi.


“Trrassk… Krrassk… Srraak…” dan dari kedua tangannya ia menciptakan kilat hitam yang mana sangatlah kuat, kilat itu memiliki kemampuan untuk menghancurkan ruang yang mengenai dirinya disaat yang bersamaan kilat itu sangatlah tidak stabil. Disaat itu juga Rio langusng melihat kearah Solomon, dia tahu saat itu juga adalah kesempatan untuk menyerang Solomon disaat dia menyerang dengan serangan besar tersebut, dan “Woff…” secara tiba-tiba salah satu anjing hitam menggigit tangan Rio “Crrasst…” melihat hal itu Solomon kemudian langsung menyiapkan serangannya.


“Ini dia… saat dia pikir kalah aku tidak bisa menghindari serangannya itu, maka itu adalah saat dimana dia lengah dan saat itulah aku akan mengalahkannya” pikir Rio.


“Kau pikir aku tidak mengetahui isi pikiranmu, mari kita tambahkan yang lainnya NO 38 dan 39, Halpas dan juga Malpas” tiba-tiba saja petir yang ada ditangan Solomon langsung berubah sedikit.


“Trrassskk…” dan disaat Solomon menembakkan petir miliknya disaat itu juga “Fusshkk…” Rio langusng bergerak maju sambil menghindari sambaran petir tersebut, akan tetapi secara tiba-tiba “Trrassk…” sambaran petir tersebut langsung berubah dan menjadi sebuah orb petir yang mana tidak stabil dibelakang Rio. Merasakan adanya bahaya Rio kemudian melihat kearah belakangnya, dan benar saja dia melihat lima orb petir yang mana telah siap untuk menyembar dirinya.


“Sialan…” kata Rio, “Burrnn…” menggunakan api putih miliknya dia lalu berusaha untuk menangkis serangan dari orb petir yang mana muncul dibelakangnya.


“Trrasskk…” api putih miliknya itu kemudian langsung menyerap serangan petir milik Solomon tersebut, namun disatu sisi “Trranggs….” Sosok iblis Baal yang mana memiliki tiga kepala muncul dihadapan dirinya. “Busshkk…” dengan serudukan tubuhnya Baal menghempaskan Rio sampai dirinya terhempas, “Fusshkk…” Rio terhempas cukup jauh dari Solomon dan hal itu memberikan waktu bagi Solomon untuk menyerang Rio kembali.


“Aaah… sialan, kita mulai dari awal lagi sekarang” kata Rio.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2