
Puluhan pedang baja mengarah kearah atas tepat diarah Angga, disaat itu juga Angga yang mana sangat dekat dengan pedang tersebut tidak bisa melakukan apapun selain menerima serangan tersebut, lalu disaat pedang-pedang itu akan mengenai tubuhnya. “Boomsh…” dengan menggunakan sihir api miliknya Rio menembak pedang-pedang tersebut, tetapi karena ledakan api tersebut Angga terhempas cukup jauh dari sana.
“Aakgg… Oiii… hati-hati kalau kau mau melemparkan bola api itu” kata Angga yang kesal dengan Rio.
“Sama-sama…” kata Rio.
Mendenger kata-kata Rio itu Angga menjadi semakin kesal, “Trriiinnggs…” dia lalu melampiaskannya dengan memanggil hantu Moto Sak Tampah, hantu yang mana berbentuk mata tersebut terbang tepat diatas kepala Angga. “Srraahhh…” dengan tubuh asap miliknya Moto Sak Tampah langsung mengikat pergerakan dari boneka besi raksasa tersebut, “Buush…” dengan cepat Angga langsung bertindak dengan menggunakan kekuatan angin miliknya “Wussh… Fuussh…” dia membalut tangannya menjadi sebuah tombak angin yang sangat kuat.
“Rasakan seranganku” kata Angga, “Buusskk…” dengan satu tinju kuat yang mana dibalut oleh kekuatan angin miliknya, “Trraanggs…” boneka besi raksasa tersebut kemudian menjadi setengah hancur dan bahkan beberapa bagian tubuhnya jatuh karena serangan dari Angga.
“Jangan lengah, dia masih bisa bergerak” kata Rio.
“Rooaarr…” dan benar saja boneka besi raksasa itu marah karena serangan dari Angga, “Buussk…” menggunakan tangannya dia berusaha untuk menyerang Angga, “Wuushh…” tetapi dengan cepat Angga dapat menghindari serangannya tersebut. “Srrangg… Crraanggss… Krranggs….” Para anggota serikat yang lainnya mengambil kesempatan tersebut, mereka mengikat boneka besi raksasa itu menggunakan sebuah rantai yang mana adalah alat sihir.
“Semuanya tahan seperti itu, akan aku akhiri dia” kata Dion, “Krrangg… Crranggs…” menggunakan kekuatan dari emas miliknya Dion menciptakan sebuah crosbow emas raksasa.
“Srraakks… Crraakk…” lalu Dion membidik boneka besi raksasa tersebut dengan crosbow miliknya, “Crraakk…” sebuah anak panah emas yang mana memiliki berat lebih dari 50 Kg langsung dengan cepat ditembakkan kearah boneka besi raksasa tersebut. “Trraanggs….” Dengan kuatnya anak panah emas itu menembus tubuh dari boneka besi raksasa tersebut, “Srranggss… Krrangss…” dengan serangan yang ditembakkan oleh Dion tadi tubuh dari boneka besi raksasa itu mulai hancur menjadi beberapa keping lempengan besi.
Tetapi saat Rio menggunakan mata kematian miliknya dia masih melihat arwah dari para ksatria matahari yang mana masih terikat oleh armor tersebut, para arwah tersebut mencoba untuk memberitahu pada Rio kalau boneka besi tersebut belum kalah. “Ttriinggs…” dan benar saja armor tersebut belum kalah, kepingan besi yang tadinya terjatuh karena serangan Angga dan Dion mulai bergerak dengan sendirinya, “Srraanggs…” dengan energy sihir yang melimpah didalamnya kepingan besi tersebut mulai membentuk diri mereka menjadi sesosok boneka besi kosong dengan ukuran manusia dewasa.
__ADS_1
“Hmm… tampaknya mereka sedikit kesulitan, akan aku bantu mereka sedikit” pikir Batara Kala yang melihat hal tersebut, dia memerintahkan para prajurit wayang miliknya untuk maju dan membantu Rio.
“Ssrrraahkk…” dengan cepat puluhan prajurit wayang tersebut langsung maju untuk membantu Rio, “Trraanggs…” tetapi dari boneka besi raksasa tersebut teralirkan sebuah energy yang sangat besar, dan dari aura energy tersebut sangat jelas kalau itu adalah energy milik Batara Surya. “Buummssh…” menggunakan energy sihir yang melimpah tersebut, Batara Surya menembakkan sebuah serangan laser lewat boneka besi raksasa itu.
Dan karana serangannya para prajurit wayang milik Batara Kala menjadi hancur dan rusak parah, walaupun mereka memiliki kekuatan untuk memperbaiki diri sendiri tetapi akan memakan waktu yang sangat lama untuk memperbaiki tubuh mereka yang telah meleleh olerh serangan laser dari Batara Surya.
“Oi-oi-oi… emangnya itu diperbolehkan apa, dia sangat jelas ikut campur dalam peperangan ini” kata Angga.
“Hmm… memangnya apa yang aku lakukan, yang aku perbuat hanyalah menjawab panggilan para jiwa yang membutuhkan kekautanku, aku sama sekali tidak turun tangan secara langsung” kata Batara Surya.
“Kau bermain licik rupanya Surya, tetapi kita lihat saja siapa yang akan tertawa diakhir peperangan ini nantinya” kata Batara Kala yang menatap tajam Batara Surya.
“Bommshh… Bommshh… Bommshh…” Rio yang mana melihat hal itu menggunakan sihir api miliknya untuk membuat ledakan dimana-mana, ledakan tersebut membuat para pasukan besi milik Batara Surya menjadi terpisah-pisah.
“Sekarang kita serang mereka saat sedang sendiria” kata salah satu anggota serikat Rio.
“Srranggs…” mereka mengikat tubuh salah satu dari boneka besi tersebut, “Krranggs… Trranggs… Krraanggs…” lalu menyerangnya secara beramai-ramai, serangan mereka sangat kuat dan membuat salah satu dari boneka besi tersebut hancur dan tidak dapat bergerak lagi. “Roaarr…” melihat salah satu dari boneka besinya telah dikalahkan, Batara Surya lalu menggerakan para boneka besinya itu.
“Srriinggs…” dengan sedikit gerakan jari tangannya dia dapat menggerakan kumpulan boneka besi tersebut, dan membuat mereka mengepung anggota serikat Rio. “Srraanggs…” tetapi secara tiba-tiba tubuh dari beberapa boneka besi itu hancur terpotong-potong, dari balik bayangan hantu Pagebluk menyerang mereka dan membuat para boneka besi itu menjadi hancur dengan sabit milik mereka.
__ADS_1
“Hehehe… selama ada Lita semuanya pasti aman” kata Lita yang menyombongkan dirinya.
Melihat hal itu para boneka besi tersebut langsung membuat sebuah tombak menggunakan tangan mereka, “Srranggs…” sebuah tombak besi yang kuat lalu diciptkan “Krranggs…” dan dengan perintah Batara Surya para boneka besi tersebut mulai membidik Lita.
“Crrasst…” lalu saat mereka akan melemparkan tombak mereka, secara tiba-tiba tubuh mereka tidak dapat digerakan, Batara Surya yang melihat hal itu juga tidak bisa menggerakan para boneka besi miliknya.
“Apa yang terjadi, Hmm… jadi begitu, tidak kusangka serikat ini memiliki beberapa orang yang cukup mengerikan” kata Batara Surya.
“Haah-haah… untuk saja aku berhasil menghentikan mereka” kata Luna yang mana menggunakan sihir Voodoo miliknya untuk menghentikan pergerakan dari para boneka besi tersebut.
Sementara para boneka besi yang lainnya telah berhenti bergerak, Angga yang mana telah mengembalikan mahluk gaibnya kealamnya langsung mengeluarkan sebuah pedang dari penyimpanan miliknya, “Srranggs…” dengan pedang sihir miliknya Angga langsung menyerang para boneka besi yang tidak dapat bergerak tersebut.
“Hahahha… ini pembalasanku untuk yang waktu itu” kata Angga, “Srranggs… Trrangss… Krrangss…” dengan tebasan pedang yang mana telah dilapisi oleh kekuatan angin miliknya, Angga dapat dengan mudah mengalahkan para boneka besi tersebut dengan sekali tebasan.
“Grrr…. Tidak kusangka bahkan perwujudan kedua dar armor terkutuk tidak dapat mengalahkan mereka, nampaknya tidak ada cara lain lagi selain menggunakan wujud ke tiga dari armor terkutuk” kata Batara Surya.
“Hmm… apa yang dia rencanakan, aku mendapatkan sebuah perasaan yang tidak enak dari tatapan matanya” pikir Rio yang mana melihat tatapan mata Batara Surya.
Bersambung…..
__ADS_1