
Disebuah kuil digunung yang berada dijepang, hujan menjatuhi tempat tersebut dan disana ke 5 orang yang melarikan diri pada saat melawan Rio dan rekan-rekannya sedang berlutut dihadapan sosok mahluk yang mana sangat kuat, aura iblis miliknya membuat ke 5 orang itu hampir tidak bisa bernafas.
“Kalian sudah gagal lalu kehilangan 3 anggota kalian dan kalian punya keberanian untuk kembali kemari” kata sosok raja iblis yang mana sedang duduk disingga sananya.
Mereka seperti berada didalam kuil-kuil jepang tua yang mana hanya diterangi oleh lilin, dan disekitar mereka ada bau bunga tercampur dengan bau darah manusia ditempat tersebut, dan dibalik bayang-bayang mahluk-mahluk iblis sedang menunggu dan mengawal sang raja iblis.
“Maafkan kami nona, kami bersedia menerima hukuman apapun dari anda” kata salah satu dari ke 5 orang tersebut.
“Hmm… melihat kalian telah berhasil membawa beberapa harta kemari maka akan kumaafkan kalian untuk kali ini” kata raja iblis tersebut.
“Terimakasih-terimakasih banyak nona” kata ke 5 orang tersebut.
“Tetapi kalian harus tetap mendapatkan hukuman karena telah kembali dengan kekalahan, bahkan kalian kembali tampa membawa mayat ke 3 kawan kalian, untuk itu maka aku akan mengatur sebuah permainan” kata raja iblis tersebut, “Srraah…” sesosok mahluk gaib muncul dibelakang dirinya.
Sosok itu terlihat mirib seperti goblin kecil dengan wajah yang kakek tua dengan kulit yang pucat, dan dari mulutnya keluar air liur beracun lalu mahluk tersebut melihat kearah ke 5 orang tersebut dengan tatapan seperti orang yang kelaparan.
“Grrr… Krrr… Hahahah… kau memanggilku Nona” kata mahluk gaib tersebut.
“Jikininki kau lihat ke 5 orang inikan, aku akan biarkan kau memangsa mereka tetapi hanya dalam waktu 3 menit, setelah 3 menit kau tidak boleh mengejar mereka yang berhasil selamat” kata raja iblis tersebut.
Mendengarkan perkataan dari raja iblis itu ke 5 orang tersebut langsung ketakutan dan wajah mereka mengeluarkan keringat dingin.
“Kekekek… Grrr.. Krr… aku sangat senang menjalankan perintah anda” kata Jikininki, dia sudah terlihat sangat kelaparan dan sangat ingin memangsa ke 5 orang tersebut.
“Kalian sudah mendengar perkataanku bukan, aku akan biarkan kalian untuk berlari selama 60 detik lalu setelah itu kalian bebas menggunakan kekuatan aplikasi kalian, tetapi ingat tidak ada yang boleh melakukan pemanggilan, sekarang mari mulai permaianannya” kata raja iblis tersebut.
“Buussh…” ketika mendengarkan kata-kata raja iblis tersebut, ke 5 orang itu langsung berlari dengan cepat turun dari pegunungan dan mereka berpencar kearah 5 arah yang berbeda, semua itu demi menyulitkan Jikininki untuk menangkap mereka.
__ADS_1
“Kekekek… Grrr… Krr… mereka sangat pintar karena bergerak ke 5 arah yang berbeda, aku semakin tidak sabar memakan otak mereka itu” kata Jikininki.
“Jangan melanggar aturan yang aku buat Jikininki, aku ingin melihat sebaik apa mereka dan juga aku ingin mendengarkan teriakan penderitaan dan penyesalan mereka” kata raja iblis tersebut.
“Kekeke… Grr… Krrr… sesuai yang kau harapkan nona, aku akan buat mereka ketakutan dan memakan mereka dikeadaan menyedihkan” kata Jikininki.
Ketika ke 5 orang tersebut sudah sangat jauh dari kuil raja iblis tersebut, “Buushhh…” mereka mendengarkan sebuah suara lompatan yang sangat kuat dan dari asal suara tersebut Jikininki terlihat melompat keudara untuk melihat para mangsanya.
“Kekeke…. Kau yang pertama… Grrr.. Krr….” Kata Jikininki, dia telah memilih mangsanya dan “Trrakk…” ketika dia mendarat ketanah “Buussh…” dengan cepat Jikininki berlari kearah salah satu dari ke 5 orang tersebut.
“Haaah-haaah-haaah…. Aku rasa dia menuju kearahku” kata salah satu dari ke 5 orang tersebut, dan benar saja dia sudah dapat melihat Jikininki berlari dibelakang dirinya.
“Kekekek…. Jangan lari daging manisku… Grr… Krrr… Biarkan aku mencicipi dirimu sedikit” kata Jikininki, “Buussh…” dia melompat dengan kuat dan langsung mendarat ditubuh orang tersebut.
“Crrasst… Krraauustt…” dengan taringnya yang kuat Jikininki langsung membunuh orang tersebut dengan cara mengigit lehernya sampai mengeluarkan darah, dan karena gigitan dari Jikininki orang itu mati kehabisan darah.
“Cih… aku dapat melihat kalau salah satu dari kami sudah mati, kalau dia memang sangat cepat seperti itu maka tidak ada artinya lagi untuk berlari” kata salah satu dari ke 4 orang yang masih hidup tersebut, “Srringgss…” dia mengeluarkan pedang katanan miliknya dan bersiap untuk bertarung melawan Jikininki.
“Kekekekek….” Tetapi Jikininki yang melihat hal tersebut langsung tertawa, “Wuusshkk…” dia lalu mulai berlari kesikitar orang tersebut, “Srraakkss…” dengan kecepatan larinya dia membuat suara-suara dari semak-semak dan dedaunan yang ada disekitar gunung tersebut.
“Sialan keluarkan, kalau kau benari maka hadapi aku” kata orang tersebut.
“Wuussh…. Traasskk…” dia lalu dikagetkan dengan sesuatu yang dilempar oleh Jikiniki, dan saat orang itu memeriksa apa yang telah dilemparkan “Duussk…” dia terjatuh sambil ketakutan melihat kepala kawannya yang telah mati terlihat disebelah kakinya, kepala temannya tersebut terlihat tinggal setengah kulitnya yang tersisa karena setengahnya lagi telah dimakan oleh Jikininki.
“UWAAAAHH….. TOLONGGG AKUUU….” Teriak orang tersebut, tetapi dengan cepat Jikininki sudah ada dibelakangnya.
“Kekekeke…. Roaarr… Crrasstt…” dengan taringnya dia membunuh orang kedua, dan mereka hanya menyisakan 3 orang tersisa dari kelompok tersebut.
__ADS_1
Ke 3 orang tersebut terus berlari turun kearah bawah gunung saat mendengar adanya suara teriakan temannya itu, lalu disaat mereka sedang berlari ke 3 nya secara tidak sengaja bertemu dengan sendirinya.
“Hei apa yang kalian lakukan disini…??” kata salah satu dari 3 orang tersebut.
“Aku juga bertanya hal yang sama denganmu, aku yakin telah berlari berlawanan arah dengan yang lainnya” kata salah satu dari ke 3 orang tersebut.
“Tenanglah kalian berdua, nampaknya kita terkurung dalam jebakan dimensi dan dipaksa untuk berlari secara berputar” kata salah satu dari ke 3 orang tersebut, dia terdengar seperti seorang perempuan dari suaranya.
“Sekarang kita harus apa, aku tidak mau jadi makanan mahluk itu” kata salah satu dari ke 3 orang tersebut.
“Aku juga, kau pikir ada yang mau jadi makanannya” kata salah satu dari ke 3 orang itu.
“Kalau kalian tidak mau jadi makanan maka aku punya ide yang bagus” kata satu-satunya perempuan dari ketiga orang tersebut, “Srringgs…” dia mengeluarkan sebuah belati dibelangkang punggungnya.
Sementara itu Jikininki yang menggunakan penciumannya untuk melacak ke 3 orang yang tersisa pada akhirnya menemukan mereka, dua orang sedang berdiri membelakangi satu sama lainnya dan mereka berdua terlihat seperti sedang kelelahan.
“Kekekek… tidak kusangka mereka tetap saja bodoh, apa mereka tidak tahu kalau itu semua percuma” kata Jikininki, “Wusshkk…” dia lalu keluar dari tempat persembunyiannya dan dengan cepat melompat kearah mereka berdua.
“Crrasstt…” tetapi disaat dia mengigit salah satu dari kedua orang tersebut dia merasa heran karena mereka berdua tidak melawan sama sekali ketika diserang, dan ketika dirinya melihat wajah dari keduanya dia terkejut karena tahu kalau keduanya telah mati dan sudah tidak bernyawa.
“Sialan ini jebakan” kata Jikininki.
“Kena kau sekarang, Meledaklah…” kata perempuan tersebut yang bersembunyi dibalik semak belukar didekat sana.
Perempuan itu sangatlah kejam dia membunuh ke 2 temannya sendiri dan memasangkan mantra pengendali boneka juga mantra peledak ke mayat mereka, dan dengan mantra pengendali boneka dia membuat kedua temannya seperti hidup lalu saat Jikininki menyerang kedua mayat itu dia telah terlambat, “Boomssh…” karena ledakan dari mantra peledak tersebut sangat kuat sehingga membuat tubuh fisik dari Jikininki hancur berkeping-keping.
“Hmm… menarik sangat menarik, tampaknya aku punya seseorang yang sangat pantas untuk kujadikan sebagai utusanku” kata raja iblis yang berada didalam kuil tersebut, dia melihat semua yang terjadi lewat alat sihir yang mirip seperti sebuah cermin.
__ADS_1
Bersambung….