Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 338 Kekuatan 9 jantung iblis


__ADS_3

Ke 9 jantung iblis itu mulai menyatu dan menjadi sebuah kesatuan, disisi lain Gilang yang mana telah memengang jantung iblis tersebut langsung “Crrast…” menggunakan tangan kanannya untuk memasukkan 9 jantung iblis tersebut kedalam dadanya. “Srraahhkk….” Energy kegelapan yang mana ada didalam 9 jantung iblis tersebut mulai merusak jantung asli milik Gilang, dia lalu terlihat sangat kesakitan karena sedang berusaha untuk menggantikan jantung miliknya tersebut.


“Gaahkk… sialah jantungku benar-benar dirobek-robek” pikir Gilang yang mana sedang berusaha untuk menahan rasa sakit tersebut.


“Wrrusshkk…” sementara itu Rio sendiri yang mana melihat hal itu langsung dengan cepat menggunakan sihir api miliknya untuk mempercepat gerakannya, “Bumshk… Bumshk…” dia meledakkan sebuah bola api kecil di telapak kakinya dan dengan daya ledakan itu Rio langsung melesat kearah Gilang. Namun dia telah terlambat “Trranggs…” itu karena Gilang telah selesai menggabukan jantung 9 iblis tersebut kedalam tubuhnya, “Bumsshkk…” dengan kuat aura milik Gilang langsung mengalir dengan derasnya.


Rio yang mana ada didekat sana dapat merasakan aura gelap dari kekuatan iblis, akan tetapi tidak seperti para iblis lainnya, dia dapat merasakan kekuatan gelap yang sangat murni, itu adalah sebuah kegelapan yang mana lebih gelap dari kegelapan lainnya. Dan didalam kegelapan itu Gilang memulai transformasi tubuhnya, kekuatan kegelapan yang ada diala jantungnya mengubah inangnya yaitu Gilang dengan semaunya.


“Gaaahkk… Aaahhkk….” Gilang yang mana mulai terpengaruh oleh kekuatan kegelapan tersebut mulai merasakan penderitaan disaat tubuhnya terkoyak-koyak dan dipulihkan kembali oleh energy gelap.


“Srraahkk…” dan saat pusaran energy gelap tersebut sudah mulai tenang Rio melihat sosok Gilang yang sedikit berbeda, dia terlihat sama dengan yang sebelumnya hanya saja kulit tubuhnya menjadi lebih pucat dan rambutnya memutih seperti orang tua. Dan lagi Rio saat ini sama sekali tidak dapat merasakan energy sihir ada didalam tubuh Gilang, bahkan dia tidak dapat merasakan apapun dari Gilang, saat itu juga Rio seperti melihat sebuah benda mati yang ada didepan dirinya.


“Apa yang terjadi…?? Aku tidak bisa merasakan energy sihir, kehidupan dan emosinya, bahkan aku tidak dapat merasakan jiwanya ada didalam tubuhnya itu…. Apa dia masih hidup…??” pikir Rio saat melihat kondisi Gilang saat itu.


Akan tetapi disaat Gilang membuka matanya, “Trringgs…” dia melihat Rio dengan mata semerah darah, dan disaat itu juga Rio seperti ditatapi oleh ribuan mata yang mana melihat tubuh dan jiwanya secara bersamaan. “Burrntt…” karena panik Rio langsung mengaptifkan sihir api miliknya, dan “Srrastt…” dicampur dengan sihir racun ditangan kirinya Rio berusaha untuk menghabisi Gilang dengan satu serangan.


“Bussrrh…” api beracun tersebut terlempar kearah Gilang dengan sangat cepat, namun Gilang dengan santai melihat serangan Rio tersebut “Srraahkk…” dan dia menangkap serangan sihir Rio hanya dengan menggunakan tangan kirinya. Sihir milik Rio seperti terserap kedalam lubang hitam tampa dasar yang mana ada ditangan kiri Gilang, dan disaat itu juga “Srrahkk…” Gilan mengeluarkan energy sihir hitam miliknya dengan tangan kanannya, “Srringgs…” dia membuat energy sihir hitam tersebut berubah bentuk kedalam wujud tombak.

__ADS_1


“Cih… itu cukup besar juga” kata Rio, “Srranggs…” dia mengluarkan perisai nisan kematian miliknya.


Disaat yang bersamaan “Fusshkk…” Gilang langsung melemparkan tombak tersebut kearah Rio, merasakan energy sihir yang mana sangat besar dari serangan tombak tersebut “Wushhk…” Rio langsung dengan cepat bergerak maju dan memutuskan untuk menghadapi serangan tombak itu secara langsung. “Trringgs…” dengan menggunakan perisai miliknya, Rio langsung mengarahkan serangan tombak hitam tersebut keatas dirinya dan “Bomshk…” energy gelap yang mana sangat besar langkeluar dari tombak hitam tersebut dan ledakannya langsung mengarah kearah atas Rio.


“Bagus sekarang adalah saatnya” pikir Rio.


Dengan cepat Rio kemudian langsung “Wusshkk…” menembahkan kecepatan langkah kakinya, lalu dengan serangan putarannya Rio langsung menyerang Gilang dengan serangan perisai miliknya “Busskk….” Dengan kuat Rio memberikan serangan langsung kearah Gilang, akan tetapi serangan dari Rio dapat ditahan dengan mudahnya oleh Gilang hanya dengan menggunakan sebelah tangannya saja. Disaat yang bersamaan energy mistik dari artefak perisai tersebut langsung mengalir kearah tubuh Gilang, disaat yang bersamaan energy gelap milik Gilang langsung keluar dan mencoba untuk menangkis energy mistik tersebut.


“Hahaha….” Gilang yang mana melihat kalau serangan dari Rio sama sekali tidak berpengaruh, hanya tersenyum sambil merendahkan Rio yang ada dihadapannya.


“Hmm… jadi begitu rupanya, tubuhku sudah melewati batasan manusia dan sekarang ini api yang memiliki kekuatan kedewaan sama sekali tidak dapat berpengaruh padaku” pikir Gilang.


“Dusshkk…” dengan satu hentakan kakinya, Gilang kemudian langsung mengeluarkan energy gelap yang mana mengalir keseluruh tubuhnya “Srrahhkk…” energy gelap tersebut langsung menyerap api yang ada disekitar tubuh Gilang. Dan bahkan dengan hitungan detik seluruh api yang ada disekitar Rio langsung menghilang dalam sekejap mata, melihat hal itu Rio terlihat seperti sudah tahu kalau serangannya tidak akan berguna


“Kau lengah…” kata Rio.


“Srranggs… Crrannggs… Krraanggs…” dengan cepat rantai-rantai kekangan neraka langsung keluar, dan rantai tersebut langsung mengekang tubuh dari Gilang dengan kuatnya, dan disaat itulah energy gelap yang ada didalam tubuh Gilang perlahan-lahan mulai menghilang. Kekuatan rantai kekangan neraka tersebut sangatlah kuat, dan bahkan membuat 9 jantung iblis milik Gilang dapat ditekan, akan tetapi Gilang yang mana terkekang kekuatannya hanya diam ditempat dan terlihat tidak perduli dengan rantai kekangan neraka milik Rio tersebut.

__ADS_1


“Wajahnya itu, entah kenapa dia terlihat seperti tidak kesulitan setelah terkekang oleh rantai kekangan neraka ini, jangan bilang kalau kekuatannya tidak dapat disegel” pikir Rio.


Disaat itu “Crrangg…” Gilang langsung memegang salah satu rantai dari kekangan neraka yang ada disekitar tubuhnya, “Krrangs…” dan dengan tangannya tersebut Gilang langsung memutuskan rantai itu dengan mudahnya dia bahkan tidak memerlukan energy kegelapan dari jantung 9 iblis yang ada didalam dirinya tersebut. Melihat hal itu Rio langsung terkejut dan tidak dapat berkata apapun, itu karena ketiga artefak terkuat miliknya dianggap sebagai rongsokan dimata Gilang.


“Jadi begitu, ini adalah tingkatan absolute yang mana selalu aku impikan, sebuah tingkatan yang mana mampu membuat dewa dan raja iblis tunduk pada diriku” kata Gilang.


Melihat Rio yang mana telah kehilangan semangat bertarungnya Gilang kemudian mengempulkan energy gelap dari jantungnnya, “Duk-duk…” dengan beberapa kali detakan kencang dari jantungnya Gilang mengumpulkan energy sihir hitam yang luar biasa besarnya “Trringgs…” dia kemudian memadatkan energy sihir hitam tersebut ke arah telunjuk jarinya. Lalu dengan satu gerakan “Buummshkk…” Gilang berusaha untuk menghabisi Rio dengan kekuatan energy sihir yang luar biasa besar tersebut, Rio langsung terkena serangan itu secara langsung dan dkarena serangan dari Gilang tersebut “Krraskk…” dimensi kekuasaan Teppes tersebut mulai retak karena tidak dapat menahan kekuatan dari Gilang tersebut.


“Hmm… aku haru segera mengambil darah dari Teppes itu, kemudian menyempurnakan tubuh ini” kata Gilang.


Akan tetapi disaat Gilang akan melangkah kearah Teppes yang ada didalam kastilnya, “Trranggs…” sebuah serangan diarahkan kearah dirinya dari belakangnnya, dan serangan itu berasal dari sosok yang mana tadinya tidak ada siapapun disana, dan dengan sekejab mata Incubus muncul disana dengan kekuatan ilusi miliknya.


“Yoo… kau kangen denganku” kata Incubus yang mana terluka parah saat melawan Titan.


“Dasar mahluk rendahan, seharusnya kau tetap diam dan berpura-pura mati saja jika kau ingin selamat tadi” kata Gilang.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2