Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 134 Ujian khusus bagian 2


__ADS_3

Kelompok Rio dan kelompok dari Dion lalu mulai membuat kemah disekitar kastil yang hancur tersebut, tetapi mereka sama sekali tidak menyadari kalau sedari mereka sampai dikastil tersebut kalau ada sepasang mata yang melihat kearah mereka.


“Kubunuh-kubunuh-kubunuh-kubunuh….” Kata sepasang mata tersebut yang mana melihat kearah Rio dan rekan-rekannya, lalu pada saat aura membunuh miliknya meluap keluar.


“Wuussh…” Rio dengan cepat merasakannya, aura tersebut sangatlah kuat dan dipenuhi oleh kebencian murni seperti sebuah pisau kasar yang ditusukkan kearah leher Rio, seperti itulah yang dia rasakan ketika dia merasakan aura haus darah tersebut. Rio yang merasa penasaran langsung berusaha untuk mengecek kearah hutan, “Takk…” lalu ketika Rio ingin pergi seseorang menepuk pundaknya.


“Kau mau kemana…??” tanya Luna yang mana menepuk pundak dari Rio.


“Hmm… tidak ada, aku hanya merasakan aura haus darah yang diarahkan padaku” kata Rio.


“Mungkin itu adalah aura dari siluman yang tinggal didalam hutan ini” kata Luna.


“Tidak aku bisa tahu dengan pasti, auranya sangatlah kuat dan tepat diarahkan pada diriku” kata Rio.


“Haaah… baiklah kalau begitu, tunggu sebentar lagi aku akan bersiap dan pergi memeriksa dengan dirimu” kata Luna, dia lalu mengambil barang-barang ditendanya dan setelah itu dia dengan cepat berjalan kearah Rio.


“Kau sudah selesai…??” kata Rio.


“Sudah, sekarang ayo kita pergi” kata Luna.


Rio dan Luna lalu berjalan dengan hati-hati memasuki hutan tersebut, dan didalam hutan yang gelap itu “Buurrnn…” Rio menggunakan sihir api miliknya untuk menciptakan penerangan yang mana adalah beberapa bola api yang dapat terbang sendirinya, didalam hutan yang gelap tersebut Rio dapat merasakannya dengan sangat jelas kalau ada beberapa mahluk hidup yang melihat kearah dirinya dan Luna.

__ADS_1


“Luna bersiaplah, kita kedatangan tamu” kata Rio “Srraanggss…” dia lalu menarik keluar golok naga waktu miliknya.


“Srriinggss…” sementara itu Luna langsung menarik pisau yang diapunya ditangan kanannya dan ditangan kirinya ada tiga buah paku yang mana mengandung kekuatan sihir berwarna hitam pekat, “Srraskk… Srraskk… Srraskk…” dan lalu ketika mereka mendengarkan suara dari balik semak-semak tersebut “SRRAASSKK…” sesosok siluman serigala dengan tubuh kurus dan terlihat sangat kelaparan muncul dihadapan mereka. Melihat hal itu Rio langsung merasa sedikit heran “Srrakkss… Srrakkss…” lalu beberapa siluman serigala tersebut langsung mengepung mereka berdua, para siluman serigala itu memiliki ciri khas yang sama yaitu tubuh yang kurus dan terlihat seperti sangat kelaparan.


“Mari kita coba yang satu ini, Dragon Aura….” Kata Rio yang mana mengalirkan energy sihirnya kearah golok naga waktu yang diapunya, lalu dari golok tersebut keluarlah aura naga yang mana mengaum disekitar mereka dan aura naga tersebut membuat para siluman serigala itu terpaksa dibuat tunduk dihadapan Rio.


“Krrrrr… Grroooaar…” namun walaupun mereka sudah dipaksa untuk tunduk tetapi para siluman serigala itu tetap berusaha untuk memangsa Rio dan Luna, melihat hal itu Luna lalu “Crrasst… Crrasst… Crrasst…” melemparkan paku-paku ditangan kirinya untuk dilemparkan kearah kepala siluman serigala tersebut. Para siluman serigala tersebut langsung mati ditempat karena telah tertusuk oleh paku-paku hitam ditangan kiri Luna, beberapa siluman serigala tersebut langsung mati ditempat dan terbunuh karena paku miliknya menusuk langsung dan menembus tulang tengkorak para serigala tersebut.


“Hmm… mereka terlihat sedikit aneh” kata Rio, dia melihat ada tanda bekas diikat disekitaran leher siluman serigala tersebut, mereka seperti dengan sengaja dipelihara dan dibuat kurus kering untuk membuat mereka semakin buas.


Setelah itu Rio lalu membawa mayat dari siluman serigala tersebut untuk dibawa bersama mereka kembali, namun disaat yang sama sisa-sisa mayat siluman serigala “Trrinngss… Trrinngss… Trrinngss…” ditarik oleh sesuatu seperti benang, dan dari asal benang-benang tersebut terlihatlah para siluman serigala yang sedeng memangsa temannya yang mati tersebut.


“Hihihih… Sudah kuduga mereka akan mejadi lawa yang kuat, tetapi tikda kusangka merek akan datang lagi kenis, sekarang aku bisa membalaskan dendamku pada mereka berdua” kata seseorang yang terlihat seperti perempuan sedang merencanakan untuk membunuh Rio dan Luna barusan.


“Tampaknya telah terjadi hal yang menarik setelah kita meninggalkan tempat ini” kata Dion.


“Yah mereka tidak akan mengatakan ini sebagai ujian khusus kalau mudah diselesaikan” kata Rio, dia memegang ujung goloknya seakan-akan dia telah tahu kalau ada seseorang yang mengicar dirinya.


Dan benar saja “Wuussh… Trruusskk…” dari dalam hutan beberapa serigala langsung mati terbunuh, dan lagi cara yang dia pakai untuk membunuh serigala tersebut sangatlang kejam karena dia merobek kepala serigala tersebut dan melemparkan mayatnya kearah tempat Rio dan yang lainnya beristirahat. Dan diatas kepala salah satu seriga tersebu terlulisakan, “Selamat menikmat kepala serigala anda” dan hal tersebut dengan cara mengalahkan mereka dirode ini.


“Yap sudah pasti lawan kita lebih mengerikan dari apa yang akan kita lawan anntinya” kata Rio yang mana membaca pesan tersebut.

__ADS_1


Sementara para pengguna aplikasi dari kubu Dion masih terjaga, seseorang yang mana melihat mereka dari jarak jauh lalu melemparkan sebuah benang panjang yang sangat samar dan tidak terlihat oleh mata, dan ketika benang tersebut dilemparkan mereka langsung melihat sesosok wanita cantik dan kemudian mengikuti dirinya kearah dalam hutan. Para pengguna aplikasi dari kelompok Dion itu merasa terpikat dan menjatuhkan senjata mereka, bahkan mereka juga menjatuhkan smartphone milik mereka.


Dan besok paginya Dion bersama teman-temannya dikejutkan dengan apa yang mereka temukan pagi ini, dan itu adalah kedua rekannya yang tadi malam sedang berjaga ditempat istirahat, mereka berdua kelihatannya masihlah hidup tetapi untuk disaat yang sama mereka juga telah mati. Itu semua terjadi dari karena jiwa mereka telah dirusak oleh seseorang yang tidak dikenal, dan sekarang orang tersebut sedang tersenyum lebar melihat hasil kerja kerasnya diperhatikan banyak orang.


“Hihihihih… mereka melihatnya, mereka melihat yang barusan, Hhihihi… sangat menyenangkan rasanya karyaku dilihat seperti itu, aku rasa nanti akan kubuat yang sedikit menegangkan kali ini” kata sosok perempuan misterius tersebut.


“Trriiinggss…” dia lalu menggunakan benang-benang yang ada disekitar tangannya dan menggunakan benang tersebut untuk mengendalikan beberapa meriam sihir yang luar biasa beratnya, “Triinggs…” dengan satu ayunan tangannya beberapa meriam sihir tersebut langsung bergerak dan mengarah langsung kearah Rio dan yang lainnya.


“Hmm… sekarang haruskanh kutembak mereka atau tidak, HIhihih… akan sangat menyenangkan melihat wajah putus asa mereka nantinya saat mereka tahu kalau yang mereka lawan adalah aku” kata sososk perempuan misterius tersebut.


“Ooh… jadi seperti itu, kau kelihatanya mengenal Rio dan rekan-rekannya tersebut” kata Angga yang mana secara tiba-tiba berbicara dari atas langit, dia terbang dengan kekuatan angin miliknya dan melihat sosok perempuan misterius tersebut dari atas.


“Masuk tampa ijin kerumahku, kau benar-benar tidak punya sopan santun yah bocah” kata sosok perempuan misterius tersebut.


“Hahaha… maaf saja yah tetapi aku sama sekali tidak melihat rumah disekitari sini” kata Angga.


“Heheheh…. Ok kau yang akan pertama kali menjadi korbanku disini” kata sosok perempuan misterius tersebut, “Trriinggss…” dia menggunakan benang-benang disetiap jarinya untuk memindahkan 10 meriam sihir kearah Angga.


Melihat hal itu Angga hanya tersenyum dan merasa sedikit senang, karena dia baru pertama kalinya menghadapi seorang perempuan yang mana memiliki kekuatan untuk mengendalikan meriam sihir sebanyak itu.


“Kurasa ini akan sedikit asik” kata Angga.

__ADS_1


Bersambung……


__ADS_2