
Cahaya kilat kuning keemasan yang mana melintasi di lautan dunia mulai terlihat di berbagai dunia, para mahluk hidup dari besar dan juga kecil mulai takjub dengan cahayanya, akan tetap dalam sekejap mata cahaya kilat kuning tersebut langsung menghilang di telan oleh kegelapan malam. Di mata para mahluk hidup di berbagai dunia penglihatan tersebut terlihat sangat menakutkan, dan banyak dari mereka mulai takut akan kegelapan malam yang menghantui mereka.
Sementara itu di tempat pertarungan para dewa dan juga raja iblis, di sana bisa terlihat sangat jelas “Trranggs...” senjata terkuat milik Odin yang mana dikatakan sebagai tombak yang tak tertandingi dihancurkan dengan mudahnya oleh Gilang. Dia menggunakan tangan kanannya untuk memegang Gungnir dan saat itu juga menggunakan kekuatan kegelapan dari jantung iblis yang ada di dalam tubuhnya, “Srrahkk...” Gilang mulai menyerap kekuatan Gungnir dan melahap kekuatan dewa yang ada di dalam tubuh tombak milik Gungnir.
“Grraahkk.... manusia sialan, cepat lepaskan aku”
Dengan tubuhnya yang mana sudah retak dimana-mana Gungnir berteriak dan mulai memerintah kepada Gilang, akan tetapi pada saat itu Gilang hanya tersenyum dan “Srrahkk...” energy gelap yang dia keluarkan langsung keluar semakin banyak dan juga tebal.
“Heheh... menarik juga, aku tidak percaya kalau ternyata artefak memiliki kesadaran dan juga bisa merasakan rasa sakit”
Saat itu Gilang mulai tertarik pada Gungnir yang mana mulai kesakitan dan juga takut akan di lenyapkan, dan rasa takut tersebut mulai merasuki tubuh Gilang dan memperkuat dirinya “Srrahkk...” lalu energy hitam yang mana ada disekitarnya Gilang mulai berubah dan membentuk puluhan wajah yang mana melihat kearah Gungnir dengan senyum yang menakutkan. Kemudian saat itu juga “Crranggs... Crranggs...” dengan cepat energy hitam yang mana memiliki bentuk wajah tersebut mulai menggigit tubuh dari Gungnir, dan mereka mulai menyerap kekuatan kedewaan Gungnir yang mana terlihat seperti debu keemasan yang mana di serap oleh pasir hitam.
Saat itu juga Odin yang mana melihat hal itu langsung marah besar, dia memperlihatkan emosi yang mana sangat marah dari wajahnya dan juga “Brrunskkk...” kekuatan dewa miliknya langsung keluar dengan derasnya. Pada saat itu Odin bagaikan sebuah api keemasan yang mana membara dengan sangat besar di lautan dunia, dan disana “Tuskk...” dengan tunggangannya yaitu kuda kaki enam Slepnir “Brruskk... Wusshkk...” Odin mulai melesat kearah Gilang.
“Dasar manusia sialan, akan aku habisi kau”
Saat itu juga menggunakan puluhan lingkaran sihir tingkat penghancur dunia di belakangnya, Odin langsung menyerang Gilang dengan serangan yang ganas “Bomshkk... Bomshkk...” ledakan-ledakan sihir dari berbagai element kemudian langsung menghujani tubuh dari Gilang. Dan pada saat itu Odin yang mana telah menyerang puluhan kali menggunakan kekuatan sihir miliknya, langsung kelelahan karena telah habis-habisan dalam menyerang Gilang.
“Haah-haah... aku tidak yakin bisa mengalahkannya”
“Namun aku yakin serangan tadi memberikan dirinya luka yang cukup fatal”
__ADS_1
Namun pada saat itu juga Odin terkejut karena melihat Gilang yang mana sama sekali tidak tergores oleh serangan sihirnya tersebut, Gilang yang mana melihat perjuangan Odin itu hanya tersenyum sini kepada Odin. Gilang terlihat sangat senang karena untuk pertama kalinya dia dapat melihat wajah penuh keputusasaan dari sosok dewa raja, dan saat itu juga “Trrakk...” dengan sebelah tangannya “Trranggs...” Gilang mematahkan tombak Gungnir yang mana adalah senjata kesayangan milik Odin.
Saat senjatanya hancur berkeping-keping Odin langsung marah besar, dia mulai menggila “Brrusshkk...” dan saat itu juga Odin melakukan hal tabu bagi para dewa, dan itu adalah membakar kekuatan kehidupannya yang mana adalah sumber keabadian miliknya. Energy sihir yang sangat besar kemudian mengalir dengan derasnya di dalam tubuh Odin, dan disaat itu juga dirinya mulai melihat cahaya dari Gungnir yang mana menghilang dan juga tubuh gelap dari Gilang.
“Aaah... jadi begitu, itu adalah tubuhnya”
“Manusia ini telah melewati segala macam akal sehat, dan sekarang ini dia adalah dunia berjalan” pikir Odin.
Saat itu Odin dapat melihat sebuah daratan, sungai, pegunungan dan juga mahluk hidup yang mana berjalan-jalan di dalam tubuh Gilang, semua itu adalah apa yang ada di dalam dirinya. “Traassskk...” saat itu juga Odin mengalirkan seluruh kekuatannya ketangan kanannya, dan dengan tehnik tusukan tangannya “Fusshhk...” Odin berusaha untuk menyerang Gilang yang mana tetap diam di tempat dan memandang rendah Odin.
Akan tetapi pada saat itu “Taask...” saat Odin menyerang kearah jantung Gilang, dengan cepat Gilang menahan tangan Odin menggunakan tangan kirinya, dan disaat itu juga “Srrahkk...” kekuatan kedewaan milik Odin mulai diserap oleh Gilang dengan energy hitam dari jantung iblis miliknya. Perasaan kekuatan kedewaan dan juga daya hidupnya yang mana diserap mulai membuat Odin kesakitan, dia merasakan seperti tubuhnya terbakar oleh sebuah api yang sangat menyakitkan.
Namun saat itu Odin sama sekali tidak goyah dan tetap bertahan, dia malahan mulai kembali mengalirkan sisa-sisa kekuatannya ke jari telunjuknya dan “Tringgs...” dengan satu tembakkan energy dari jari telunjuknya Odin berhasil mendaratkan serangan kearah tubuh Gilang. Akan tetapi tubuh Gilang yang mana diserang oleh Odin terlihat sama sekali tidak terluka, dan bahkan tidak ada goresan di pakaian hitam yang mana di pakai oleh Gilang saat itu juga.
“Hahaha... lumayan juga, sesuai yang diharapkan dari dewa raja”
“Akan tetapi itu semua percuma saja, karena kau sekarang ini adalah makananku”
Saat itu dengan kuatnya Gilang mengeluarkan kekuatan iblisnya untuk menyerap kekuatan dewa milik Odin, dan saat itu juga “Trrrassk...” menggunakan palu miliknya Thor muncul untuk menyelamatkan ayahnya, “Busshkk...” dengan palu miliknya yang telah dia lapisi dengan petir dewa miliknya Thor mendaratkan pukulan telah kearah kepala Gilang.
“Grr... lepaskan orang tua itu sialan”
__ADS_1
Saat itu Thor yang mana telah mengeluarkan seluruh tenaganya di kejutkan dengan apa yang dia lihat.
“Sialan... orang ini dia telah menutupi seluruh tubuhnya dengan energy hitam aneh itu”
“Serangan paluku secara otomatis diserap oleh energy hitam itu sebelum mengenainya” pikir Thor.
Dengan wajah marah di wajahnya saat itu Gilang langsung membalikan kepalanya 180 derajat kearah Thor, “Krrass...” dan dengan energy besar yang mana dia kumpulkan di tenggorokannya “Busshkk...” Gilang langsung menyerang Thor dengan serangan nafas api hitam yang mana keluar dari tenggorokannya. Api hitam itu sangatlah ganas dan terlihat seperti mahluk buas, dan dengan cepat api hitam itu mulai melahap Thor dan juga membakar energy kehidupan Thor untuk memperbesar dirinya.
“Gaaahkkk... Aahhkkk....”
Saat itu Thor langsung menjerit kesakitan karena kekuatannya sedikit demi sedikit mulai terbakar oleh api hitam tersebut, dan melihat anaknya yang mana kalah tersebut Odin membuat pilihan yang sangat gila “Tringgs...” dia menyerap sisa tenaga miliknya di jantungnya dan “BOMMSHKK...” dia langsung meledakkan dirinya yang mana ada di hadapan Gilang. Setelah ledakan tersebut Gilang langsung terheran dengan tingkah Odin, dia menganggap tindakan Odin sia-sia dan tidak ada gunanya.
“Dasar dewa bodoh, seharusnya dia menyerah mati saja kalau tidak ada kesempatan untuk menang”
“Itu juga berlaku untukmu”
Gilang langsung melihat kearah belakang dirinya karena merasakan keberadaan dari Rio yang mana telah sembuh, akan tetapi saat itu juga Gilang merasakan ada yang berbeda dari area ruang disekitarnya dan mulai sedikit terancam dengan Rio yang ada di depannya.
“Baiklah paman, haruskah kita akhiri permainan panjang kita”
Bersambung.......
__ADS_1