
Setelah melawan Bahamut dengan perasaan kesal Batara Kala langsung kembali kedimensi miliknya, disana dia langsung berendam dalam sebuah air putih seperti perak dan memiliki garis-garis emas didalamnya, “Srrasstt…” air tersebut langsung membuat tubuh Batara Kala yang penuh luka langsung sembuh dan bukan hanya itu saja energy hitam iblis dari serangan Bahamut barusan langsung dapat dihilangkan dengan berendam didalam air tersebut.
“Grrrr…. Sedikit lagi, padahal tinggal sedikit lagi aku bisa mengalahkan Bahamut dan mengambil seluruh kekuasaan yang dia punya” kata Batara Kala, energy milik Batara Kala mulai mengamuk karena emosi dan amarahnya.
“Took-took…” lalu pada saat Batara Kala sedang marah salah satu pelayannya mengetuk pintu miliknya, dan dengan ijin Batara Kala pintunya terbuka dan dengan anggunnya pelayan itu datang lalu berlutut dihadapan Batara Kala yang agung.
“Katakan apa maumu, kalau kau menggangguku cuman karena urusan kecil maka akan kubunuh kau sekarang juga” kata Batara Kala yang mana emosinya sudah tidak bisa dikendalikan lagi.
“Mohon maaf dewaku, hamba hanya kemari membawa dua buah kabar penting” kata pelayan tersebut.
“Hmmm… kabar apa yang ingin kau bawa” kata Batara Kala.
“Dewaku yang pertama adalah masalah manajemen DS Game yang datang kemari membawa beberapa hal, dan yang kedua adalah tentang avatar anda Rio telah masuk kealam ujian selanjutnya, dan disana adalah makam iblis tampa nama” kata pelayan tersebut.
“Jadi begitu, kalau begitu kau boleh keluar nanti aku akan memeriksa apa yang diberikan manajemen DS Game untuk menenangkan amarahku” kata Batara Kala.
Pelayannya langsung pergi sementara itu Batara Kala yang tertarik dengan ujian Rio kali ini langsung memindahkan kesadarannya, dengan sebuah layar tipi yang melayang diudara Batara Kala dapat melihat semua yang dilakukan oleh Rio sekarang ini. Disana dia melihat sesosok iblis raksasa yang mana sedang duduk tertidur dengan menyender sebuah gunung besar, lalu Batara Kala semakin tertarik lagi ketika melihat kalau Banaspati telah memberikan Rio kekuatan yang baru.
Tidak tahan dengan semua keseruan itu Batara Kala langsung berbicara pada Rio lewat telepati dan membahas tentang kekuatan yang Rio dapatkan, sementara itu Batara Kala yang berendam didalam air unik tersebut langsung sembuh tampa ada bekas goresan luka sedikitpun ditubuhnya.
Lalu saat ini Rio dan para rekan-rekannya sedang melihat alat-alat sihir yang ditemukan oleh Aji, dan benar saja hampir semua alat-alat sihir tersebut terpasang sebuah sihir penyadap. Melihat hal itu Rio semakin sakit kepala dan meratapi nasipnya, dia merasa semakin hari semakin banyak orang-orang tak normal didalam kehidupannya.
__ADS_1
“Abang-abang gak apa-apa” kata Lita sambil mengarahkan sihir miliknya kearah Rio.
“Hmm… gak apa-apa kok, cuman adek Lita kenapa kok kayak mau bunuh orang” kata Rio yang melihat wajah Lita yang imut namun dipenuhi aura ingin membunuh.
“Eeeh… gak apa-apa kok, Lita cuman merasa abang mikirin hal gak sopan tentang Lita” kata Lita dengan senyuman imutnya.
“Hahahah…. Cuman perasaanmu saja kok dek” kata Rio sambil mengelus kepala Lita dengan lembut.
“Hhmm… ok kalau begitu” kata Lita sambil menarik kembali sihir miliknya.
“Sialan mau itu yang kecil ataupun yang besar, perempuan memang memiliki insting setajam pisau” pikir Rio yang merasa kalau perempuan disekitarnya hampir bisa setiap saat membaca pikiran Rio.
“Jadi sekarang kita bagaimana bos, kau sekarang punya penggemar yang cukup gila, takutnya dia cukup gila untuk bisa berbuat yang macam-macam padamu” kata Gio yang melihat Rio dengan pandangan kasihan.
“Tapi kita sudah memiliki cukup banyak bola kristal untuk bisa lulus, terlebih kita masih mendapatkan beberapa tambahan bola kristal dari para partisipan yang menandatangani kontark kita waktu itu” kata Aji yang membahas tentang para partisipan yang mana terpancing oleh Gio pada waktu itu.
“Untuk sekarang kita istirahat dulu, lalu besoknya kita akan pergi ke gua tempat aku menemukan Gio” kata Rio yang mana merasakan ada sesuatu yang tersembunyi didalam gua tersebut.
“Jadi dia mengetahui hal yang kutemukan, sudah kuduga itu bukan kebetulan dia bisa menemukanku didalam gua itu, tampaknya sejak awal kita bertemu aku sudah ada didalam gengamannya” pikir Gio, semakin dia mengenal Rio semakin dia tahu kalau Rio itu sangatlah menakutkan.
Malam haripun sekarang tiba dan dimalam itu ada beberapa orang yang mengincar Rio dan para rekan-rekannya, tetapi pada saat didalam hutan “Crrasst… Srraastt…” terjadi sebuah pembantaian besar-besaran yang mana dilakukan oleh anak buah dari Jill. Mereka ditugaskan untuk mengawasi Rio dan sekarang ini “Srrasst… Trrasstt…” para bawahan Jill telah membantai para partisipan yang berusaha untuk mendekati mereka.
__ADS_1
Besok paginya Rio dan rekan-rekannya terbangun dari tidurnya lalu mereka, lalu saat itu Lita menyium bau busuk dari dalam hutan dan hal itu semua berasal dari bau darah yang mana adalah para paratisipan ujian yang berusaha untuk mendekati Rio dan rekan-rekannya, Rio juga terbangun karena menyium bau darah yang sangat menyengat dan dari indra penciumannya Rio dapat tahu ada lebih dari puluhan orang yang terbunuh malam itu.
“Tampaknya kita tidak bisa terus ada disini, ayo kita pergi sekarang juga” kata Rio yang menuntun para rekan-rekannya untuk pergi dari tempat peristirahatan tersebut.
Mereka lalu dengan cepat pergi dari sana sambil berjaga-jaga akan area sekitar mereka, Rio yang berlari dengan cepat membawa Lita dipundaknya agar mereka bisaa bergerak cepat tampa meninggalkan siapapun. Sementara itu Aji yang mengendarai Warak Ngendhog merasakan hawa mahluk hidup didepannya, “Taasskk…” Aji lalu memerintahkan Warak Ngendhog untuk dengan cepat maju kedepan dan menembakkan sebuh nafas bola api.
“Buurrnn…. Wuussh…” sebuah bola api yang cukup besar lalu ditembakkan oleh Warak Ngendhog dari dalam mulutnya, “Boomssh…” ledakan bola api itu membunuh beberapa siluman yang mana terlihat seperti musang besar tersebut, mereka memiliki tubuh yang mirib dengan musang biasa tetapi dengan besar yang setara dengan anak berusia 12 tahun. Melihat kalau para siluman tersebut ada didepannya Rio langsung mengetahui kalau mereka telah dikepung, “Srraashh…. Srraashh…. Srraashh….” Dan benar saja dari sekeliling Rio para siluman musang itu berkeluaran dari balik semak-semak.
“Abang-abang Lita mau nanyak” kata Lita yang melihata para siluman musang tersebut.
“Tanya apa…??” kata Rio yang penasaran dengan apa yang ingin ditanyakan oleh Lita.
“Daging musang itu bisa dimakan gak, kalau bisa mending kita bawa beberapa untuk cemilan dijalan” kata Lita.
“Hahahha… sebaiknya jangan, karena itu adalah siluman jadi kita tidak tahu mereka makan apa, dan bisa saja mereka itu beracun” kata Rio yang dengan terang-terangan meremehkan para siluman musang tersebut.
“Ksssshh…. Ksssshh…. Ksssshh….” Para siluman musang tersebut lalu melihat Rio dan Lita dengan tatapan marah, dari pandangan mereka terlihat jelas kalau mereka mendengar dan mengetahui percakapan dari Rio dan Lita.
“Wah…. Kelihatannya mereka marah tuh bang, abang sih bilangin daging mereka itu beracun kan musang-musang ini jadi marah” kata Lita yang menyalahkan Rio.
“Hahhaha… tampaknya aku harus meminta maaf pada mereka, tetapi aku akan meminta maaf setelah mereka mati” kata Rio yang mana mengeluarkan pisau miliknya.
__ADS_1
Bersambung…..