
Apa yang dilihat oleh Rio dan Luna didalam kandang tersebut adalah sesosok bocah yang mana tubuhnya dipenuhi oleh bulu seperti orang hutan dan dengan kedua tangannya yang mana terlihat ada sayap menempel, melihat hal tersebu Rio langsung dengan cepat menghancurkan kandang dari mahluk itu “Trruunggss… Trrannggss…” serangan panah dari crosbow milik Rio langsung menghancurkan kunci kandang dari kurungan mahluk itu, dia lalu keluar perlahan-lahan dari kandangnya dan dengan ketakutan dirinya mulai menunjukkan wujudnya. Rio dan Luna dikejutkan kembali dengan tubuh mahluk tersebut yang ditato dengan kata-kata sansekerta yang mana kelihatan sama seperti mantra sihir.
“Apa ini, aku bisa merasakan aura sihir didalam kata-kata ditubuhnya itu” kata Rio yang mana berusaha melihat kata-kata tersebut.
“Gahahaha…. Dasar para orang gila mereka rupanya sampai melakukan hal seperti ini” kata Batara Kala.
“Batara Kala kau tahu apa arti tato ditubuhnya” kata Rio.
“Yah aku tahu dia adalah Orang Bati yang mana merupakan penduduk alam gaib, mereka terlihat mirib dengan manusia dan memiliki kemampuan untuk terbang diudara, tetapi tato itu sama sekali bukanlah sesuatu yang dimiliki oleh Orang Bati dan ada kemungkinan tato itu adalah hasil percobaan dari para serikat pencari kebenaran” kata Batara Kala.
“Jadi apa fungsi tato itu, kelihatannya sangat spesial mengingat dia harus dikurung dengan kurungan sihir” kata Luna yang tidak sengaja mendengar perkataan Batara Kala.
“Tato itu merupakan sebuah ilmu sihir yang terkenal oleh kalangan manusia kuno, ilmu kebal yang mana membuat pengguna dapat kebal terhadap serangan tebasan pedang maupun tembakan peluru” kata Batara Kala.
“Aku paham maksud perkataanmu, jadi dia ini adalah percobaan untuk memperkuat kekuatan dari mahluk panggilan dengan menanamkan ilmu kebal pada diri mereka” kata Rio yang mulai merasa kasihan pada Orang Bati kecil tersebut.
Dia lalu meninggalkan Orang Bati itu sendirian dan pergi langsung kelantai berikutnya, Luna yang melihat hal itu langsung mengikuti dirinya dan juga pergi.
“Kau tidak mau menampungnya” kata Luna.
“Dia sudah mengalami penderitaan begitu lama, aku tidak tega membawanya menderita lebih lama lagi, lebih baik membiarkan dirinya pergi kembali pulang kealamnya” kata Rio.
__ADS_1
“Hmm…. Kau ternyata punya sisi keren seperti ini juga” kata Luna dengan jelasnya.
“Kalau soal kerensih aku memang sedari lahir sudah keren” kata Rio dengan penuh percaya diri.
“Hahahah… pede metermu itu ketinggian tahu” kata Luna.
Mereka bercanda dan tertawa untuk menenangkan diri mereka karena mereka tahu yang diatas lantai terakhir merupakan seseorang yang sangat kuat, Rio dan Luna memiliki tujuan yang sama untuk mengalahkan dirinya dan itu semua untuk menjadi lebih kuat lagi. sementara itu Orang Bati kecil melihat Rio dan Luna pergi lalu dengan diam-diam mengikuti mereka dari belakang, setelah berjalan untuk waktu yang lama Rio dan Luna merasakan sebuah keanehan karena tidak ada sama sekali yang menjaga tempat tersebut, hanya ada sebuah lorong kosong yang mana mengarah langsung kesebuah pintu besar yang megah.
“Ini terlihat seperti didalam game, disaat sebelum melawan bos monster” kata Rio.
“Ketika kau mengatakan hal itu kau membuatku mempunyai bayangan aneh tentang pintu ini” kata Luna.
“Boomsshh….” Dengan menggunakan api miliknya Rio langsung meledakkan pintu tersebut dan disana dengan cepat mereka masuk kedalamnya, dan mereka melihat ada banyak mayat orang menggunakan jas dan terlihat seperti pegawai kantoran gedung tersebut, dan ditengah mayat-mayat itu sedang duduk santai seorang kakek tua sambil menikmati minuman keras ditangannya.
“Hohoho… kalau iya kenapa dan kalau tidak memangnya kenapa” kata kakek tua itu.
“Kalau iya maka itu akan sangat memudahkanku, karena aku bisa dengan mudah membunuh kakek tua renta seperti dirimu” kata Rio, dia tidak perduli dengan usia atapun gender bagi dirinya mereka yang berbuat kejam seperti menggunakan manusia sebagai kelinci percobaan pantas mati dengan tersiksa.
“Hohohohoh… seorang anak muda yang bersemangan tinggi aku suka itu, Hohohoh….” Kakek tua itu tertawa santainya, namun Rio dan Luna dapat merasakan energy sihir yang luar biasa banyaknya dari tubuh tua miliknya.
“Anak manusia berhatil-hatilah orang tua ini sudah hidup sangat lama, bahkan sebelum negera ini terbentuk, aku sarankan padamu untuk mengeluarkan segalanya agar bisa mengalahkannya jika tidak maka kau akan mati disini atau lebih parah lagi berubah menjadi bahan percobaan miliknya” kata Batara Kala.
__ADS_1
“Aku tahu itu, aku dapat merasakan energy sihir yang sangat kejam menyelimuti tubuh tuanya itu” kata Rio.
“Triinggss… Triinggss… Triinggss…” kakek tua itu lalu memanggil tiga mahluk panggilan miliknya untuk melawan Rio dan Luna, “Crrasstt…” sementara dirinya menggunakan sebuah serum ajaib dan menusukkan tubuhnya dengan serum tersebut.
“Cih… aku punya perasaan buruk tentang serum itu” kata Rio, “Truunggss…” menggunakan Crosbow miliknya dirinya berusaha untuk membunuh kakek tua tersebut, “Trraakkss…” namun Begu Ganjang yang duduk ditempat itu menghalangi serangan dari anak panah Rio. “Ahuuu… Ahuuu… Ahuuu…” lalu dengan cepat sesosok kelelawar besar berusaha untuk menyerang Rio, “Kikikiki….” Namun setan-setan kecil milik Luna langsung menyerang balik kelelawar itu.
“Rio cepat maju dan habisi kakek tua itu, kita tidak punya banyak waktu lagi” kata Luna yang merasakan kalau kekuatan sihir didalam tubuh kakek itu semakin meningkat tajam.
“Aku tahu….” Rio langsung dengan cepat menyelam kedalam bayangan menggunakan alat sihir miliknya, namun Begu Ganjang menggunakan tangan panjang miliknya untuk menyerang masuk kedalam banyangan juga “Trraakk… Buussmm…” Rio dipaksa keluar oleh Begu Ganjang dan dilempar keluar dengan ganasnya.
“Sialan…. Korbankan 10 tetes darah” kata Rio, dia lalu menciptkan bola api besar dan dengan cepat melemparkan bola api tersebut tepat kearah kepala Begu Ganjang.
“Boommsshh…. Buurrrnnn…” ledakan besar tercipta karena kekuatan api dari darah milik Rio tersebut, ledakan api itu membuat Begu Ganjang pusing dan tidak bisa melihat dengan jelas kearah Rio. Melihat sebuah kesempatan Rio kemudian menyuruh Banaspati untuk menyerang kearah Begu Ganjang, “Buurrrnn…” dengan jilatan api yang besar Rio membakar habis tubuh Begu Ganjang dan memaksa dirinya untuk kembali kealamnya lagi.
“Bagus sekarang Banaspati bunuh kakek tua itu” kata Rio, dengan cepat Banaspati lalu langsung terbang dengan niat membakar tubuh kakek tua tersebut, “Buusshh…” namun dengan cepat tubuh Banaspati dibuat menghilang dengan sebuah tendangan cepat.
“Hohohoho…. Anak muda maaf apa aku membuat kalian menunggu” kata kakek tua tersebut, tubuhnya langsung berubah total menjadi manusia setengah harimau yang mana memancarkan aura buas mematikan.
“Manusia setengah harimau…??” kata Rio yang terkejut dengan perubahan dari kakek tua itu.
“Hmmm… aku tidak menyangka kalau dia adalah seoarang Cindaku” kata Batara Kala yang melihat semuanya dari smartphone milik Rio.
__ADS_1
Penjelasan : Orang Bati merupakan mahluk mitologi dari kepulauan Maluku, dikisahkan orang bati sering menculik anak-anak untuk disantapnya dan biasanya Orang Bati hidup di gunung Kiratau dengan wujud manusia bersayap kelelawar.
Bersambung…..