
Tentara bayaran mereka adalah sebuah kelompok kecil yang terdiri dari berbagai orang ahli yang mengerjakan tugas-tugas gila apapun asalkan dibayar meenggunakan uang, keberadaan mereka bisa mengubah jalur perang dengan sangat mudah namu ada beberapa dari mereka yang mati karena keserakahannya sendiri. Dan sekarang ini Alex sedang menawarkan pada Rio sebauah perjanjian luar biasa yang mana ditangan Alex sudah bersiap bayarannya, itu terlihat pecahan kacay yang terbang sambil mengeluarkan aura yang sangant misterius.
“Inikan…. Tidak salah lagi, itu adalah pecahan dimensi” pikir Rio, dia pernah meliha benda tersebut sebelumnya karena sebelum raja iblis Mormo kembali kekerajaannya dia melemparkan 2 buah pecahan tersebut pada Adam.
“Ada apa…?? Apa tawaranku kurang memuaskan…??” tanya Alex yang penasaran dengan jawaban dari Rio.
“Haaah…. Bukan-bukan tentang bayaranmulah yang tidak aku terima” kata Rio.
“Lalu kenapa, apakah ada masalah lainya” tanya Alex.
Rio lalu mengangkat tangannya dan mencoba meraih pecahan dimensi tersebut
“Trraskk…. Trtarataratara…” sebuah energy yang aneh dan besar sedang menghalanginya untuk mengambil pecahan dimensi tersebut, melihat apa yang terjadi Alex juga menjadi sangat kebingingan.
“Yah seperti yang kau lihay kami baru masuk kedalam DS Game, jadi kami harab kau bisa mengerti alasanku untuk tidak mau terlibat dengan peperangan ini” kata Rio yang mencoba untuk bersikap seperti seorang pria terhormat.
“Jadi begitukah kalian belum sampai ke fase kedua, pantas saja kau tidak bisa menyentuh kristalnya, tetapi walaupun kalian belum sampai fase kedua kalian sudah terlibat masuk kedalam peperangan, kalian lumayan beruntung” kata Alex, dia lalu langsung beridiri dari bangkunya dan berencana untuk pergi dari tempat tersebut.
Sementara itu disisi lain Rio merasa lega karena telah berhasi mengusir mahluk yangg sangat mengerikan tersebut, itu semua karena Rio dapat menyium bau darah yang mana sangatlah banyak didaiam rumahnya tersebut. Sementara itu Alex yang pulang dengan kekecewaan langsung terbang dengan kekutan dari iblis darah berikan padanya, sebuah sayap kelelawar yang mana dapat mengubah pemiliknya menjadi debu dan juga memilik fungsi berpindah tempat dijarak dekat, alat sihir itu adalah pemberian langsung dari sang penguasa darah Teppes padanya.
“Zrringgsstt…” dengan cepat Alex langsung berpindah tempat kearea yang mana tidak ada sama sekalipun orang yang lewat, disana dia mengeluarkan smartphone miliknya dan dengan sadarnya dia meletakkan smarphonenya disebuah batu yang agak besar, “Trrinnggs…” kemudian sebuah layar prouyeksi muncul dan disana terlihatlah sesosok anak kecil yang terlihat berusia 12 tahun sedang duduk santai diatas singga sana miliknya.
__ADS_1
“Meberikan hormat pada raja iblis darah Teppes” kata Alex yang mengatakan kalau bocah dilayar tersebut adalah Teppes.
“Jadi bagaimana Alex, apa mereka menerima tawaran dari kita…??” tanya Teppes yang sudah sangat antusias.
“Sangat disayangkan kita tidak bisa mengundang mereka” kata Alex.
“Haaah… kenapa…?? Apa mereka tidak menyukai apa yang kita tawarkan atau kau jangan-jangan berbuat masalah disana” kata Teppes yang mana melihat Alex dengan penuh curiga.
“Kau ini bisa tidak percaya sedikit pada bawahanmu, kali ini aku tidak melakukan apapun jangan khawatir” kata Alex.
“Jadi kalau kau tidak masalah tidak mungkin mereka menolak pecahan dimensi itu, bahkan beberapa raja iblis pasti akan langsung setuju dengan tawaran itu” kata Alex.
“Kau bercanda, aku mendapatkan ceritanya sendiri kalau dia melawan tangan kanan Mormo, dan kau bilang dia belum memasuki fase kedua” kata Teppes yang agak terkejut dengan apa yang dia dengar.
“Sepertinya mereka cuman terjebak dalam peperangan itu saat mereka berkunjung ke markas serikat pencari kebenaran, dan ketua serikat pencari kebenaran kelihatannya meminta bantuan pada mereka dan memberikan sesuatu yang mereka tidak dapat tolak” kata Alex yang berspekulasi tentang apa yang terjadi.
“Hehehehe… namanya adalah Rio bukan, kelihatannya dia sudah menjadi avatar dari seorang dewa yang dapat mengendalikan waktu, lumayan juga jika dia kunikahkan dengan salah satu cicit perempuanku” kata Teppes yang berencana untuk mengambil Rio dalam genggamannya.
Ditempat yang sama didalam gedung saat Rio sedang beristirahat dia dapat merasakan perasaan merinding yang sangat kuat diikuti dengan tanda bahaya keras dari instingnya.
“Waaah…. Ini dia muka dari raja iblisku, sesosok iblis serakah yang mana menyuruh bawahannya pegi jauh untuk menjajah wilayah orang lain hanya karena kesal dengan sikapnya” kata Alex yang mana berbicara secara blak-blakan.
__ADS_1
“Woi… palinggak kecilkan suaramu jika ingin berbicara, memangnya kau pikir kenapa aku mengirimmu sendirian ke asia” kata Teppes.
“Eeeh… aku cuman buat beberapa kesalahan kecil saja kau suruh aku pergi sejauh ini, kau memang raja iblis kikir” kata Alex.
“Kesalahan kecil matamu, artefak milikku yang mana telah menemaniku selama lebih dari ribuan tahun rusak karena tangan gatalmu itu, dan bukan hanya itu saja kau juga mengambil kekuatan artefak itu dan bersikap tidak bersalah” kata Teppes yang mana benar-benar marah besar pada Alex.
“Oooh… coba lihat ini sudah waktunya untuk malam tiba, kalau begitu aku akan lanjutkan untuk bertarung digaris depan sampai jumpa” kata Alex yang mana langsung menutup panggilannya.
“He-hei-hei…. Alex tunggu sebentar, HOOII… dasar anak ini kalau dia tidak sekuat itu sudah aku jadikan dia makan malamku saat ini” kata Teppes.
Dia lalu berdiri dari singga sana miliknya “Tak-tak-tak…” lalu saat dia berjalan kearah jendela kastil miliknya dia melihat pemandangan dari dimensinya yang mana dipenuhi oleh bau darah manusia, disana terdapat banyak sekali vampire yang sedang tertidur dan bersiap untuk dipanggil kemedan perang oleh Teppes.
“Bahamut kadal tua itu, sebentar lagi darahmu akan memenuhi wilayahku dan sekali lagi aku akan bangkit menjadi penguasa malam sejati, Heheheh…. HAHAHAHAHAH…..” kata Teppes, dia sedang merencanakan sesuatu dengan menggunakan darah Bahamut sebagai bahannya dan rencana itulah yang membuat peperangan ini terjadi.
Sementara itu Rio dan rekan-rekannya sedang beristirahat panjang karena banyak masalah yang terjadi akhir-akhir ini, Gio bersama denga Aji pergi untuk menemui Dion demi melatih tehnik bertarung jarak dekat mereka sementara itu Luna sedang pergi sendirian entah kemana dengan motor miliknya, lalu digedung mereka ada Rio dan Lita yang sedang bermain tiga anak siluman singa tersebut. Tubuh dari anak siluman singa itu sekarang sudah cukup besar dan sudah setara dengan ukuran seekor srigala, lalu terdapat aura dari energy sihir yang kuat keluar dari tubuh ketiga anak siluman singa tersebut.
“Mungkin sekali-sekali akan kubawa mereka kedalam pertempuran, yah siapa tahu nantinya bisa menumbuhkan insting buas mereka” pikir Rio yang mana sedang tidur santai disofanya, dia masih memikirkan tentang pamannya yang menghilang tampa jejak, walaupun dengan bantuan dari serikat pencari kebenaran keberadaan pamannya tersebut sama sekali tidak diketahui dimana dan bahkan perusahaan pamannya juga ikut lenyap menghilang seperti tidak pernah ada sama sekali.
“Ting-ting…” kemudian notifikasi pesan dari DS Game muncul, dan disaat itulah Rio tersenyum karena dia melihat sesuatu yang sangat menarik.
Bersambung……
__ADS_1