
Didalam dimensi kekuasan dari dewa matahari Batara Surya, disana yang mananya dulu adalah tempat yang indah bagi para bidadari dan bidadara berkumpul berubah menjadi seperti kota hantu, hampir tidak ada yang berani keluar dikota itu dan para warga sembunyi-sembunyi melakukan perdagangan disana. Itu semua karena mereka takut akan mahluk aneh yang terbang diatas kota mereka, mahluk itu adalah chimera yang dibuat dari mayat para bidadari dan bidadara, mayat mereka digabungkan dengan mayat para siluman berusia ratusan tahun lalu diberikan kekuatan secercah kekuatan dari dewa matahari.
“Wuushh…” dengan sayap yang ganjil dipundak mereka para chimera itu terbang untuk melihat area disekitar mereka, dan menggunakan mata mereka yang berjumlah lebih dari lima tersebut para chimera itu melihat para mahluk yang memiliki kekuatan sihir luar biasa kuat untuk dijadikan bahan pembuatan chimera. Dan saat mereka melihat sosok anak kecil yang mana sedang berlari dengan jubah ditubuhnya “Wuushh….” Para chimera itu langsung bergerak untuk menangkap anak itu, melihat ada yang dikejar oleh para chimera tersebut para warga yang ada disana memalingkan mata mereka dan memutuskan untuk tidak ikut campur.
Lalu saat anak tersebut sampai di sebuah gang kecil, “Buushkk… Buushkk…” kedua chimera yang mana terbang diangkasa itu lalu turun untuk menangkap anak tersebut, “Kriieekk…. Kriieekk….” Kedua chimera tersebut langsung mengeluarkan suara untuk membuat anak tersebut ketakutan. Dan karena suara itu anak yang mana menggunakan jubah tersebut langsung bergetar, tubuhnya terlihat mengigil karena ketakutan akan kedua chimera tersebut, melihat hal itu kedua chimera tersebut langsung mendekati anak tersebut namun saat mereka mendekati anak tersebut.
“Hihihi… Hahahah….” Anak itu tertawa saat kedua chimera tersebut mendekati dirinya.
Mendengarkan hal itu chimera yang mana terlihat cerdas tersebut langsung kebingungan, dan saat anak itu menunjukkan wujudnya ternyata itu hanyalah sebuah boneka kayu yang dikendalikan dengan sihir, “Trringgs…” boneka kayu tersebut lalu langsung bersinar dengan terang lalu “Boomshh…” sebuah ledakan terjadi didekat kedua chimera tersebut dan membuat tubuh kedua chimera itu hancur berantakan.
Merasakan ledakan itu Batara Surya langsung bergerak sendiri, bersama dengan Viktor dan puluhan pasukan chimera milik mereka, Batara Surya langsung sampai ditempat ledakan tersebut terjadi.
“Apa yang terjadi, kenapa bisa ada ledakan didalam kotaku” kata Batara Surya.
“Dewaku tunggu sebentar, akan aku lihat ingatan dari kedua chimera tersebut” kata Viktor.
__ADS_1
“Tidak perlu, aku sudah tahu siapa pelaku dari serangan ini” kata Batara Surya.
“Wuush…” puluhan kertas langsung bertebaran di kota kekuasaan dari Batara Surya tersebut, dan isi dari semua kertas tersebut sama semuanya “Aku Rio ketua dari serikat ksatria bayangan, dengan ini menentang perbuatan kejam yang dilakukan oleh dewa matahari Batara Surya dan juga Viktor sang pencipta chimera, mereka telah melakukan perbuatan kejam dengan membuat bawahan dan umat mereka menjadi sesosok monster tak berakal dan membuat mereka mengamuk diberbagai tempat, dan karena itulah aku menyatakan perang terhadap dewa matahari Batara Surya dan bersumpah akan menggorok tenggorokannya” tulis isi kertas tersebut.
“Buurrnn…” melihat isi dari kertas itu Batara Surya langsung marah dan kesal, bahkan kekuatannya sampai keluar karena kemarahannya, dan karena kemarahannya itu panas diarea sana meningkat drastis, semuanya memanas dengan sangat cepat seakan-akan sedang berada didalam oven raksasa.
“Dewaku tenangkan diri anda, aku yakin kita bisa mengalahkan Rio yang sombong itu dengan para pasukan kita yang berani mati dan kuat ini, dan lagi kita memiliki benda itu yang mana adalah senjata terkuat kita” kata Viktor.
“Kau benar, namun si Rio ini benar-benar membuat marah besar, kematian saja tidak akan cukup menjadi hukuman bagi dirinya, setelah dia kalah pastikan kau menjadikan dirinya sebagai chimera terjelek yang kau buat, hanya dengan itu aku baru bisa meredakan amarahku” kata Batara Surya.
“Hamba mengerti dewaku, semua akan hamba lakukan dengan senang hati” kata Viktor, dengan senyuman yang menjijikan dia sudah tidak sabar ingin membelah tubuh Rio yang mana adalah manusia setengah naga.
“Sekarang semua persiapannya hampir selesai, sekarang kita tinggal menyerang dengan semua kekuatan kita” kata Rio.
“Ketua aku sudah menghitung senjata yang kita punya, dan semuanya sudah lengkap sesuai yang kita beli akan tetapi ada beberapa senjata sihir kelas atas dengan jumlah cukup besar ditambahkan didalam persenjataan yang kita pesan” kata Gio.
__ADS_1
“Hmm… itu pasti pekerjaan dari Mammon, dia menginginka aku untuk merasa berhutang budi pada dirinya dan ingin mengambil kesempatan setelah aku memenangkan peperangan ini” kata Rio.
“Seperti biasanya kau selalu optimis yah, aku tidak percaya kalau kau percaya diri bisa mengalahkan seorang dewa” kata Gio.
“Yaaah… karena ini akan sedikit berbeda dari peperangan yang sebelumnya, jadi karena itulah aku percaya kita bisa mengalahkannya dengan mudah kali ini” kata Rio.
Sebelumnya Rio yang mana telah berhasil membuat perjanjian dengan Incubus dan juta Teppes langsung membeli banyak senjata di aliansi yang mana dibuat oleh Mammon, dan dia juga membeli puluhan prajurit wayang dari serikat pencari kebenaran. Lalu setelah itu dia langsung dengan cepat menghubungi Batara Kala yang mana adalah sesosok dewa yang juga membenci Batara Surya, dengan percaya diri Rio lalu menjelaskan kalau dia akan menghabisi Batara Surya.
“Gahahaha…. Kau mau menyatakan perang pada si bodoh itu, menarik sangat menarik, jadi apa yang bisa aku bantu…??” tanya Batara Kala.
“Kalau aku ingat apa kau memilik banyak pengikut dialam manusia, karena aku sangat ingin mereka melakukan sebuah tugas penting” kata Rio.
Dan satu minggu kemudian para manajemen DS Game yang mana adalah para iblis solomon mulai berkumpul, 10 iblis solomon langsung berkumpul dan memulai peperangan kali itu, dan karena kali ini Rio adalah sosok yang dianggap cukup berbaya dimata iblis solomon “Srranaggs… Crranggs…” dirinya juga ikut dirantai bersama dengan Batara Surya dan dipaksa untuk duduk melihat pertarungan didimensi tersebut.
“Jadi begitu rupanya, ini adalah rantai untuk mencegah agar kekuatan naga didalam diriku tidak mengamuk, mereka membuat rantai ini agar aku tidak menghancurkan alam ini karena pertarunganku dengan Batara Surya, akan tetapi itu tidak akan terjadi” pikir Rio.
__ADS_1
Sementara itu Batara Surya yag mana merencanakan sesuatu hanya tersenyum ketika dirinya diikat oleh rantai tersebut, dan saat terompet peperangan mulai berbunyi kedua kubuh mulai maju dan saling menghancurkan satu sama lainnya.
Bersambung…..