Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 87 Rencana untuk menyerang bagian 2


__ADS_3

Lalu pada besok paginya disebuah tempat perbelanjaan yang cukup besar, ditempat itu banyak orang yang berbelanja baju dan berbagai macam barang-barang kebutuhan rumah tangga ditempat tersebut, tetapi orang-orang disana sama sekali tidak menyadari tentang keberadaan sebuah laboraturium rahasia yang terletak dibawah tanah tempat tersebut. Disana terdapat banyak peneliti yang mana menggunakan topeng masker yang telah dimantrai oleh kekuatan sihir, “Taanggsskk… Taanggsskk… Taanggsskk…” disana juga ada sebuah mesin otomatis yang menempa banyak alat-alat sihir.


“Hei bagaimana percboaan senjata besar itu” kata salah seorang karyawan yang bertugas dalam keamanan ditempat tersebut.


“Haah… tidak ada kemajuan, untuk bisa mengaptifkannya kita butuh kekuatan sihir yang sangat besar dan lagi mengingat beberapa markas kita telah diserang penelitian kita jadi agak terhambat” kata salah satu peneliti yang ada disana.


“Lalu apa kalian tidak bisa mencari dana ditempat yang lain, kalau penelitian kita terhenti bisa-bisa ada pengurangan karyawan nantinya” kata penjaga disitu.


“Tenang saja kalau itu, ketua bilang masalahnya sudah diatasi” kata salah satu peneliti yang ada disana.


“Mengatasi bagaimana…??” tanya penjaga yang ada disana.


“Ketua sudah merencanakan untuk menjual beberapa alat sihir lama yang sudah tidak diteliti, didalam gudang sekarang ini sudah menumpuk banyak” kata peneliti yang ada disana.


“Tetapi bukannya kebanyakan dari mereka adalah alat sihir yang tidak berguna yah” kata penjaga tempa itu.


“Hehehhe… walaupun seperti itu alat sihir tetap adalah alat sihir, akan ada banyak orang yang akan membelinya terutama beberapa bangsawan aneh itu, aku dengan mereka banyak mengoleksi alat sihir unik” kata peneliti yang ada disana.


“Haaaaah…. untunglah kalau begitu, kalau aku dipecat aku yakin memoriku akan dihapus dan parahnya lagi kemungkinan aku bisa dijadikan kelinci percobaan” kata penjaga yang ada disana.


“Hahhaha… kalau kau tidak mau jadi kelinci percobaan maka bekerjalah lebih rajin lagi” kata peneliti itu.


Disaat mereka sedang berbicara didalam ruangan itu mereka berdua tidak sadar akan seseorang yang mendengarkan pembicaraan mereka, “Srrraaahh…” dia bergerak didalam bayangan dan seperti ular gerakannya sangatlah tenang dan hampir tidak ada suara sedikitpun. Sampai pada akhirnya dia keluar dari tempat tersebut dan muncul didalam sebuah parkiran sepi, Rio yang mana sedang melakukan pengendapan langsung memasuki sebuah mobil dengan kemampuan alat sihir miliknya.


“Bagaimana kau sudah mendapatkan denah lokasi tempat itu….” Tanya Luna yang mana sedang ada dibangku pengemudi.

__ADS_1


“Yah bisa dibilang seperti itu, tetapi aku tidak menyangka akan semudah itu untuk menyelinap masuk kedalam pusat penelitian mereka” kata Rio.


“Kau beruntung kali ini, dari yang aku dengar mereka sedang kacau karena harus mengurus beberapa markas mereka yang hancur, jadi untuk mengurangi biaya kurasa mereka mematikan beberapa alat pendeteksi penyusu milik mereka” kata Luna.


“Kalau begitu mari kita jalankan rencananya malam ini, sekalian kita akan gunakan mahluk baru yang dikontrakan oleh Lita, aku ingin melihat kekuatan dari mahluk itu” kata Rio.


“Hahahha… adek Lita pasti akan sangat senang, dia adalah anak yang baik dan patuh” kata Luna.


“Brrummnngg…” mobil mereka lalu menyala dan langsung pergi dari tempat parkiran tersebut, mereka langsung menuju kearah tempat persembunyian milik Rio dan begitu mereka sudah sampai disana merak sudah disambut oleh Lita dan Aji yang sedang bermain-main dengan anak-anak siluman singa tersebut.


“Kalian tidak menghancurkan tempat tinggalku bukan” kata Rio, dia melihat para anak-anak siluman singa tersebut yang mana sudah tidak terlihat seperti anak kucing lagi, dan sekarang ini hampir sama besarnya dengan anjing dewasa.


“Selamat datang Rio dan Luna, kalian mau minum teh” kata Aji yang memakai celemek dan terlihat habis mencucipiring.


Beberapa menit kemudian mereka berempat berkumpul diruangan tam untuk membahas rencana penyerangan mereka, tetapi saat Rio menunjukkan denah lokainya mereka semua sangat terkejut.


“Ini kamu yakin denahnya” kata Luna yang melihat denah tempat penelitian itu/


“Bisa dibilang ini bukan lagi sebuah tempat penelitian tetapi sebuah drsa” kata Aji, dia masih terkejut dengan denah lokasi dari markas serikat pencari kebanaran itu.


Lalu pada esok malamnya mereka semua telah bersiap untuk melakukan serangan kedalam tempat penelitian dari serikat pencari kebenaran itu, “Tino-nino-nino…” lalu secara tiba-tiba sebuah alat pendeteksi musuh muali menyala dan membuat para peneliti yang ada disana jadi panik. Orang-orang berjas hitam lalu muncul dan langsung pergi ketempat suara itu berasal, tetapi saat mereka ada disana mereka sama sekali tidak melihat apapun yang ada disana hanyalah angin kencang yang bertiup semakin kencang.


“Halo disini tim penjaga nomer 5, kami telah sampai ditempat yang ditunjukkan tetapi sama sekali tidak ada peyusup satupun yang terlihat disini” kata salah seorang penjaga yang ada disana, dia berbicara menggunakan radio miliknya untuk menghunbungi pusat penjaga.


“Srrrrrkkk….” Namun berapa kalipun mereka berbicara pusat penjaga sama sekali tidak menjawab, karena disana sudah tidak ada lagi kehidupan yang tersisa “Srraasstt…” semuanya telah mati ditangan sabit hantu Page Bluk.

__ADS_1


“Aku tidak mendapatkan jawaban apapun sebaiknya kita pergi dari sini” kata penjaga itu tetapi disaat dia melihat kesekitarnya dia sudah sendirian, teman-temannya sesama penjaga telah menghilang lalu dia mulai panik dan berlari menuju arah pintu keluar namun.


“Srrraass…. Brruukk…” dia tiba-tiba terjatuh dengan sendirinya, dan disaat dia melihat kebelakang dia melihat kedua kakinya telah terpotong dan tertinggal dibelakangnya.


“Gaaaaakkkhhh….” Dia menjerit kesakitan karena kehilangan kedua kakinya itu tetapi disaat dia melihat kearah belakagnya, “Srraasstt…” cahaya memudar dan dirinya kehilangan kesadarannya.


“Bagus sekarang mereka sudah kehilangan kendali atas tempat ini, kita mulai rencana penghancurannya” kata Rio yang menghunbungi semua rekan-rekannya lewat smartphone miliknya.


“Siap ketua aku telah sampai ditujuan” kata Aji yang mana telah mengalahkan para penjaga ditempat parkiran hanya dengan kedua tinjunya.


“Dari atas langit juga sudah aman, kau bisa mulai kapanpun kau mau” kata Luna.


“Bagus kalau begitu, adik Lita apa kau sudah siap ini saatnya kau menunjukkan kehebatan teman barumu” kata Rio.


“Hehehhe…. Yaay aku udah gak sabar, karena ini baru pertama kalinya aku memanggilnya untuk bertarung” kata Lita dengan senangnya, dengan tingkah yang lucu Lita melompat kegirangan ditengah genangan darah dari para mayat penjaga yang dia bunuh.


“Grrraahh…” hantu Pagebluk yang ada disekitar dirinya bersikap seperti pengawal yang menjaga Lita dari segala macam bahaya, dan akan membunuh siapapun atas perintah dari Lita.


“Jangan khawatir kalian juga tetap keren kok, tapi kali ini aku mau manggil kawanku yang lain jadi butuh banyak kekuatan, jadi aku cuman bisa menyisakan satu dari kalian untuk tetap ada disini gak apa-apakan” kata Lita yang berbicara pada hantu Pagebluk, “Rraaahh…” menyikapi permintaan dari Lita hantu Pagebluk lalu satu persatu mulai menghilang dan hanya menyisakan satu wujudnya didekat Lita.


Sementara itu Rio menggunakan jubah miliknya masuk kedalam bayangan dan langsung menuju kesebuah tempat, disana terdapat sebuah pintu besar yang mana sangatlah keras dan bahkan tidak bisa dimasuki menggunakan jubah milik Rio. Lalu menggunakan kekuatan dari Batara Kala “Trraanggs…” Rio melemparkan bola hitam sekecik ujung jari miliknya, “Brruussh…” dan lalu bola hitam itu menelan sedikit dari pintu besar yang ada didepannya dan membuat lubang untuk bisa dimasuki oleh Rio.


“Hahaha… ternyata lebih banyak dari yang aku duga, sepertinya mereka akan sakit kepala kali ini” kata Rio yang berencana untuk mengambil semua alat sihir yang tersimpan disana.


Bersambung……

__ADS_1


__ADS_2