
Sementara para siluman berusia ratusan tahun menyerang secara beramai-ramai ke dimensi milik serikat prajurit raksasa, didalam dimensi milik Rio terdapat beberapa kelompok kecil yang terdiri dari beberapa siluman berusia ribuan tahun. Mereka bergerak dengan cepat dan terarah dan lagi mereka dipimpin oleh siluman berusia puluhan ribu tahun yang mana membuat hawa keberadaan mereka menjadi hampir tidak bisa dilihat.
“Grrr… kita telah melihat kotanya, sekarang hanya masalah waktu saja sebelum kita melihat celah untuk menyerang” kata salah satu siluman berusia puluhan ribu tahun yang mana adalah siluman serigala abu-abu.
Siluman serigala abu-abu tersebut memiliki tubuh manusia lelaki kekar dengan tinggi 3 meter, dia juga memiliki cakar tajam yang mana dapat memotong baja dengan mudahnya, dia diberikan tugas dari raja mereka untuk memimpin satu dari lima kelompok siluman yang akan menyerang dimensi kekuasaan milik Rio. Mendengarkan hal itu siluman serigala abu-abu tersebut langsung merasa terhormat, itu karena dia telah dipercayakan oleh tuannya sebuah misi penting, dan karena hal itulah dia bersumpah akan menyukseskan misinya walaupun harus mengorbankan nyawanya sendiri.
“Kita sudah sampai diposisi kita, sekarang cepat buat lingkaran sihirnya” kata siluman serigala abu-abu tersebut.
Dia memerintahkan siluman berusia ribuan tahun yang mana adalah bawahannya untuk menyiapkan sebuah lingkaran sihir, dan dengan lingkaran sihir tersebut dia berencana untuk menyerang dimensi kekuasaan milik Rio dengan sihir skala besar. Akan tetapi dia tidak menyadari kalau diantara anggota serikat Rio ada seseorang yang mana sudah biasa berjalan-jalan didalam hutan, dan orang itu sekarang ini sedang santai melihat para siluman itu dari atas kepala mereka.
“Hmm… bau ini, manusia” pikir siluman serigala abu-abu tersebut.
Dia melihat kearah atas kepalanya dan menemukan kalau Angga sedang melihat apa yang mereka lakukan, dan tampa basa-basi ataupun bicara “Srringgs…” Angga langsung mencabut pedangnya dan bersiap untuk menyerang para siluman itu.
“Grrr…. Semuanya tetap pertahankan formasi dan siapkan lingkaran sihir itu, aku akan melawannya seorang diri” kata siluman serigala abu-abu tersebut.
“Busshkk…” dengan cepat Angga langsung melesat dan telah berada disamping kanan siluman serigala abu-abu tersebut, namun Angga sama sekali tidak menyerang siluman serigala abu-abu tersebut “Wusskk…” dia memilih langsung melesat kearah para siluman berusia ribuan tahun tersebut.
__ADS_1
“Mereka sedang membuat sesuatu yang berbahaya, pertama-tama urus dulu yang kecil lalu kita bisa bersenang-senang dengan yang besar itu” pikir Angga.
“Grr... Rooaarr… tidak akan aku biarkan” kata siluman serigala abu-abu tersebut, dia langsung melompat kearah Angga untuk melindungi para bawahannya.
Melihat hal itu Angga langsung berbalik dan mengarahkan pedang miliknya kearah siluman serigala abu-abu tersebut, dengan kecepatan pedangnya “Srraastt… Srraastt… Srraastt…” Angga langsung menebas beberapa saraf dari siluman serigala abu-abu tersebut. “Dusskk…” dan karena serangan pedang milik Angga siluman berusia puluhan riba tahun tersebut terjatuh dan berlutut didepan Angga.
“Kalian para siluman sombong tidak kusangka dapat menunjukkan sesuatu seperti ini, aku sepertinya sedang beruntung” kata Angga.
“Grrr… manusia kurang ajar, akan aku bunuh kau” kata siluman serigala abu-abu tersebut.
Dengan cepat luka tebasan ditubuhnya langsung sembuh dan dia langsung melompat kearah Angga “Bushhk…” dengan taring dan cakarnya siluman serigala abu-abu tersebut berusaha untuk menyerang Angga, akan tetapi saat siluman itu masih berada diudara “Tasskkk….” Tiba-tiba saja siluman serigala tersebut terhenti diudara dan tidak bisa bergerak. Siluman serigala abu-abu itu lalu melihat kearah atasnya dan melihat kalau ada sosok mahluk yang sedang memengang tubuhnya, sementara itu Angga tidak melewatkan kesempatan tersebut “Wuushkk…” dengan cepat Angga langsung melesat kearah belakang siluman tersebut dan “Srratts… Srratts…” membantai para siluman berusia ribuan tahun yang mana sedang menyiapkan lingkaran sihir tersebut.
Dia merasa marah dan kebencian disaat melihat Angga menghabisi para bawahannya, sementara itu Angga hanya tersenyum kearah siluman serigala abu-abu tersebut “Srrastt… Srrastt…” sambil terus membantai siluman lainnya yang berusia ribuan tahun itu.
“Grrr…. ROAAARR…” siluman serigala yang marah tersebut langsung mengeluarkan tehnik sihir miliknya, dengan aumannya dia menciptakan sebuah meriam udara yang mana dengan sangat cepat tertembakkan kearah Angga, akan tetapi Angga hanya diam saja dan tersenyum melihat hal tersebut.
“Bommmshh…” karena meriam udara tersebut langsung mengenai tepat kearah Angga, dia meledak ditempat dan membuat beberapa daerah disana menjadi hancur karena ledakan dari meriam udara itu, bahkan siluman serigala abu-abu tersebut juga terkena dampak ledakan dari seranganya sendiri, dia terluka parah dan tangan kanannya sudah tidak bisa dia gunakan lagi.
__ADS_1
“Grrr… sialan aku tidak menyangka akan menggunakan tehnik itu dengan jarak sedekat ini” kata siluman serigala abu-abu tersebut.
Dia lalu melihat kearah Angga dan percaya kalau tubuh Angga telah hancur berkeping-keping karena serangannya tersebut, akan tetapi “Fusskk…” saat kabut asap ledakan tersebut menghilang, siluman serigala tersebut dikejutkan karena melihat Angga yang mana tidak terlihat terluka sama sekali, dan bahkan Angga terlihat hanya sedang santai berdiri ditempat tersebut. Tubuhnya sama sekali tidak terdapat luka ataupun goresan dari serangan meriam angin itu, melihat hal itu siluman serigala itu tahu dia tidak akan mungkin bisa mengalahkan Angga, tetapi meski dia tahu dia tetap maju dengan mengarahkan taringnya kearah Angga dia berharap dapat memberikan Angga sedikit luka ditubuhnya.
Dengan telapak tangannya Angga berencana untuk menyerangnya “Frrussttkk…” sebuah tornado kecil lalu tercipta dari telapak tangan Angga, “Buuskk… Crastt…” dan dengan serangan tornado kecil dari telapak tangannya siluman serigala abu-abu tersebut langsung hancur berkeping-keping.
“Haaah… dengan begini sudah selesai, dia lumayan juga tetap bertarung sampai akhirnya, akan tetapi yang lemah tetap saja lemah” kata Angga.
“Buurrn… Bomshh…” lalu Angga dikejutkan karena melihat sebuah ledakan pilar api dibelakangnya, melihat hal tersebut Angga langsung dapat menebak siapa orang yang mana menciptakan pilar api sebesar itu.
“Hahhaha… dasar orang itu, kalau kau mau sombong jangan sampai menghancurkan wilayahmu sendiri” kata Angga.
Sementara itu sisa kelompok yang mana sedang berada didalam wilayah dimensi milik Rio, saat ini sedang terbakar oleh api ditangan Rio “Gaahkk…” dan mereka yang mencoba untuk pergi dari sana langsung mati karena keracunan oleh percikan api yang mana diciptakan oleh Rio.
“Aku rasa aku harus menanam kembali pepohonan dihutan ini lagi” kata Rio yang mana melihat kalau pepohonan diarea sekitarnya telah terbakar habis oleh kekuatan api miliknya.
Sementara itu disisi lain didalam dimensi kekuasaan dari serikat prajurit raksasa, mereka semua terlihat kesulitan, dan beberapa pemegang aplikasi telah terbantai dengan mudahnya, bahkan Igor kalah oleh siluman tersebut dan tangan kanannya putus saat melawan dirinya.
__ADS_1
“Ini tidak mungkin, siapa kau sebenarnya” kata Igor yang mana melihat sesosok siluman berbentuk manusia dengan wajah dan tubuh yang sangat mirib dengan manusia.
Bersambung……