
Sebuah darah kental kemerahan yang terbang diatas sebuah tugu batu kotak hitam, dan darah itu mengeluarkan aura yang mengancam seperti sesosok mahluk yang tidak suka jika dilihat oleh orang lain dan mahluk itu berteriak pada Rio untuk memberikan peringatan. Melihat Rio yang kesusahan Lita lalu memegang pinggiran baju dari Rio, lalu ketika Lita memegang baju dari Rio “Srraahh…” semua beban dari energy ancaman yang Rio rasakan menghilang begitu saja.
“Abang-abang gak apa-apa….??” Kata Lita dengan berbinar-binar.
“Aku gak apa-apa kok, terimakasih yah” kata Rio yang mana masih tidak tahu bagaimana cara Lita menghilangkan efek dari aura darah tersebut.
Sementara itu Jill yang melihat darah tersebut terpukau dan tampa sadar dirinya sudah langsung mencoba untuk mendekati darah tersebut, melihat hal itu Rio hanya diam saja karena dia masih tidak tahu apa yang harus dia perbuat.
“Hei-hei…. Apa kau akan biarkan dia mengambil darah itu sendirian, itu adalah barang yang cukup langkah lok” kata Batara Kala yang berbicara lewat kepala Rio.
“Batara Kala aku tahu apa maksudmu, tetapi kelihatannya darah itu sama sekali tidak menyukaiku dan bahkan berusaha menolakku barusan” balas Rio yang berbicara pada Batara Kala lewat kepalanya.
“Ini memang tidak akan terlalu berguna untukmu, tetapi itu akan sangat berguna bagi sikecil yang ada disampingmu itu” kata Batara Kala.
“Darah ini berguna untuk Lita, memang benar aura intimidasi yang kurasakan tadi telah berkurang banyak saa Lita menyentuhku, dan darah itu bergejolak tadi begitu Lita mendekatinya” pikir Rio.
Dengan tangannya Rio lalu membawa Lita naik kedalam gendongan di pundaknya, tetapi pada saat Rio akan berjalan kearah darah itu “Wuusshkk….” Para bawahan setia dari Jill mulai menghalangi jalan mereka, melihat hal itu Aji yang juga ikut merasakan aura penindasan itu lalu langsung berdiri kembali. “Crraakkss… Trraakkss...” otot-otot ditubuhnya membesar karena menggunakan sihir otot yang dia punya, lalu dengan pukulannya dia menciptakan kabut asap yang membutakan para bawahan dari Jill.
“Uhuuk-uhuukk… debu apa ini, sialan kita kehilangan jejak mereka” kata para bawahan dari Jill.
“Trraanggkkss…” didepan mereka semua lalu telah bersiap Aji dan Gio yang mana telah memakai perlengkapan sihir milik mereka, melihat hal itu para bawahan dari Jill juga langsung memakai alat sihir milik mereka.
“Haaah… kenapa pula aku harus ikut campur dalam masalah ini” kata Gio yang merasa malas kalau berurusan dengan anak buah Jill.
“Hahah… mau bagaimana lagi, mereka mengincar ketua kita dan sebagia sesama anggota haru saling tolong menolong” kata Aji dengan cerianya.
__ADS_1
Sementara itu disisi lain Rio yang mana sedang mengejar Jill tersebut merasakan hal yang aneh pada dirinya, disaat itu secara tiba-tiba Rio meningkatkan kekuatan fisiknya dan langsnung berada tempat didepan Jill. Dia lalu melihat kearah Jill namun pandangan Jill telah menghitam dan terfokuskan kearah darah tersebut, dia seakan-akan telah dikendalikan oleh darah itu dan hanya fokus untuk mendapatkannya.
“Hoi kau gak apa-apa…??” tanya Rio yang merasa heran dengan sikap dari Jill.
Tetapi Jill sama sekali tidak menanggapi perkataan dari Rio dan malah tatapannya menjadi semakin kosong ketika mereka sudah sangat dekat dengan darah tersebut, melihat hal itu Rio langsung menambah kecepatannya “Wuussh…” dia bermaksud untuk memberikan seluruh darah tersebu kepada Lita, tetapi pada saat Rio sudah menjauh dari Jill. “Buurrn… Swiiingggsstt…” sebuah panah api hitam dilemparkan oleh Jill kearah Rio dan Lita, melihat panah tersebut Rio berusaha menghindarinya tetapi “Wiinnggsstt…” panah hitam tersebut berbelok dan langsung kembali mengejar Rio dan Lita.
Sementara itu Jill langsung dengan cepat melewati mereka berdua, dan saat Rio melihat Jill telah pergi mendekati darah tersebut dia lalu menggunakan sihir api miliknya “Buurrnn…” dan mulai menyerap api hitam tersebut menggunakan api yang dia punya. Setelah menyerap api hitam tersebut Rio mulai merasakan sedikit perasaan gatal didalam tato miliknya, tetapi dia tidak menanggapi hal itu dan langsung pergi mengejar Jill.
“Abang kenapa mau darah itu” kata Lita yang penasaran dengan tindakan dari Rio.
“Hmm… mungkin ini bisa membuat kamu jadi lebih kuat lagi” kata Rio dengan senyuman manis pada Lita.
“Oooh… emang sih saat Lita lihat darah itu, rasanya kayaknya darahnya itu enak banget” kata Lita, dia mengatakan sesuatu yang tak terduga dari mulutnya.
“Hahhaha…. Anak ini memang bukan anak biasa, aku tidak tahu apa yang dia pikirkan nantiknya tetapi semoga kak Lili tidak memarahi karena memberikan anaknya sesuatu yang aneh” pikir Rio yang masih agak takut dengan Lili ibu dari Lita.
“Eeeh… kok aku ada disini..???” kata Jill yang sama sekali tidak ingat apapun yang telah terjadi.
“Hmm… kelihatannya kesadaranmu sudah kembali sepenuhnya” kata Rio yang berusaha untuk berbicara pada Jill.
“Rio… tunggu sebentar kau tadi bilang apa..?? kesadaranku diambil alih” kata Jill yang terkejut dengan apa yang telah terjadi.
“Kau tidak ingat, setelah kau memandang darah ini kau tiba-tiba saja berubah seperti patung tampa emosi dan bahkan menyerangku tampa ragu sedikitpun” kata Rio dengan perasaan yang masih agak marah setela dirinya diserang barusan.
“Kesadaranku diaambil tadi katanya, jangan bilang ini perbuatan ayah, dasar tua bangka itu tunggu saja nanti setelah aku kembali kau yang akan kuhukum dengan berat” pikir Jill yang mana sedang merencana untuk mengikat dirinya.
__ADS_1
“Haaah… hei kalau kau sudah tidak bisa bicara lagi aku akan pergi sekarang” kata Rio yang kesal karena pertanyaannya sama sekali belum dijawab oleh Jill.
“Aaaah… maaf aku sedang memikirkan sesuatu tadi, jadi kau mau tanya apa…??” tanya Jill.
“Aku tanya padamu sebenarnya darah apa ini, kenapa aku merasakan hawa yang sangat kuat darinya” kata Rio yang sedikit penasaran.
“Ini adalah darah sang raksasa iblis, dan darah ini mengandung sebagian kecil kekuatannya” kata Jill.
“Aku mengerti tampaknya darah ini memang barang yang cukup bagus, jadi kenapa kau mengincar darah ini” kata Rio.
“Karena darah itu adalah jalan bagiku agat bisa membuka beberapa tehnik sihir khusus yang dimiliki rasku” kata Rio.
“Rasmu kau bilang, jangan bilang kau bukanlah seorang manusia” kata Rio.
“Tebakanmu hampir benar, lebih tepatnya aku adalah setengah manusia dan setengah iblis, ibuku adalah manusia sementara ayahku adalah raja iblis” kata Jill.
Perkataan dari Jill barusan membuat Rio merasa terkejut, karena dia baru mengetahui kalau ada manusia yang bisa mengandung anak dari raja iblis, sementara itu Jill lalu melihat Lita yang memegang gumpalan darah yang terbang tersebut dengan sebuah senyuman.
“Kelihatannya adik kecil ini bukan adik kandungmu” kata Jill.
“Hmm… dari mana kau tahu itu, perasaan aku sama sekali tidak pernah memberitahumu” kata Rio.
“Aku bisa tahu karena dia juga adalah darah campuran sama sepertiku, yah walaupun aku tidak tahu dia memiliki campuran apa” kata Jill.
Mendengar perkataan dari Jill barusan Rio merasa sama sekali tidak terkejut, mengingat seluruh kelakuan dari Lita memang tidak salah lagi dia bukanlah manusia sepenuhnya.
__ADS_1
“Jadi itu alasan dari sifatnya yang seperti ini, aku yakin ayahnya itu raja iblis” pikir Rio yang memandang Lita sedang bermain dengan gumpalan darah yang melayang tersebut.
Bersambung…..