
Pedang dari monster alam bawah tersebut telah dapat menghancurkan hukum dan juga aturan ruang, monster alam bawah terlahir dari energy mimpi yang mana berasal dari cahaya dan juga kegelapan, disaat itulah monster tersebut mulai terlahir. Karena kedua energy yang mana saling berlawanan mulai menyatu tersebut, dan pada akhirnya kedua energy itu menyebabkan monster tersebut menjadi gila dan juga aneh.
“Lumayan juga, tetapi kau pikir hanya itu saja yang aku bisa” kata raja iblis Mara.
Disisi lain Odin yang dari tadi hanya melihat sedang memikirkan dan juga mengkakulasikan apa yang sedang terjadi, dia berpikir dan membuat simulasi didalam kepalanya.
“Mimir… menurutmu apakah kalkulasiku dapat mengalahkan monster itu” kata Odin.
“Hoaamm… ada apa Odin, kenapa tiba-tiba saja kau bertanya padaku, tidak bisakah kau lihat pedang itu, itu adalah pedang yang mana dapat menghancurkan hukum, baik kalkulasimu atau apapun itu tidak ada gunanya” kata Mimir.
Mimir adalah sebuah kepala iblis yang mana terus-menerus dibawa Odin dalam pertarugannya, dia membawa kepala tersebut karena Mimir adalah salah satu mahluk alam gaib terpintar yang memiliki banyak pengetahuan tentang dunia. Dan tentu saja menggunakan sihir miliknya, Odin dapat membuat Mimir dapat hidup walaupun dia hanya memiliki kepala saja, sementara itu Mimir tidak memiliki hal untuk melawan perkataan Odin karena sihir yang terpasang pada dirinya.
“Jadi begitu, kelihatannya pedang itu adalah energy yang lebih murni dari cahaya dan juga kegelapan, dan menggunakan energy murni tersebut dia membelah serangan yang dilancarkan Mara pada dirinya” pikir Odin.
“Benar sekali apa yang kau katakan itu, aku tidak tahu siapa itu raja iblis Mara, akan tetapi dia sama sekali tidak melihat kemampuan musuhnya dan terlalu percaya diri pada kemampuannya sendiri, dan karena hal itulah dia akan kalah dengan menyedihkan” kata Mimir yang mana berbicara pada Odin lewat telepati.
Disisi lain raja iblis Mara yang mana menggunakan kekuatan miliknya, mulai sedikit kewalahan, itu karena “Srranggs…” setiap serangan yang dilancarkan oleh Mara “Srranggs…” akan selalu dihancurkan oleh pedang monster alam bawah tersebut, melihat hal tersebut Mara kemudian mengeluarkan artefak miliknya. “Trringgs..” itu adalah sebuah cermin yang mana memiliki kemampuan untuk menyegel kekuatan lawan dan menggunakannya untuk dirinya sendiri, dan saat “Bushkk…” monster mata satu dengan pedang sebagai lengannya tersebut melompat kearah Mara.
__ADS_1
“Trringgs…” disaat itulah Mara menggunakan artefak cerimin miliknya, kemudian cahaya yang ada didalam artefak itu menyinari seluruh tubuh dari monster alam bawah tersebut, disaat itu juga monster alam bawah itu tidak menyadari kalau ada hal yang hilang pada dirinya. Dan saat cahaya tersebut telah menghilang, dia tersadar kalau tangan kanannya telah menghilang, “Busskk….” Dengan cepat Mara kemudian memberikan serangan pukulan pada monster alam bawah tersebut.
“Yooo… nampaknya aku mengambil lenganmu, maaf yah” kata raja iblis Mara.
“Grr… mahluk licik, kau kira dapat mengalahkanku dengan trik seperti itu” kata monster alam bawah tersebut.
“Srringsst… Srringsst…” dari punggunannya muncullah dua buah lengan kecil yang panjang, lengan itu memiliki pedang diujung tangannya dan menggunakan kedua lengan tersebut, “Sraahkk… Sraahkk… Sraahkk…” monster mata satu dengan pedang sebagai lengannya tersebut menyerang mara menggunakan energy pedang dari dua lengan kecil dipunggungnya tersebut. Aura pedang tersebut sangatlah kuat, dan juga sangatlah tajam “Fusshkk…” dan dengan cepat tebasan-tebasan pedang itu mengarah kearah Mara dengan sangat cepat.
Disaat itu juta secara tiba-tiba tubuh Mara yang mana terkena serangan tebasan energy tersebut “Srrahkk…” langsung hancur bagaikan sebuah asap, serangan itu melewati dirinya bagaikan sebuah asap dan saat itu juga Mara langsung menghilang bersama dengan asap tersebut. Dan dengan cepat Mara langsung berada dibelakang monster mata satu dengan pedang sebagai bagian tubuhnya tersebut, “Taask…” menggunakan kedua tangannya itu Mara kemudian langsung memegang punggung dari monster alam bawah tersebut kemudian “Crrraak…” dia berusaha dengan kuat menarik tangan yang muncul dari punggung monster alam bawah tersebut.
“Srrast… Crrastt… Krrast…” pedang-pedang itu sangatlah tajam dan juga kuat, bahkan tubuh Mara yang mana telah dia tutupi dengan energy sihir hitam miliknya terluka cukup parah karena serangan pedang tersebut. Karena luka dari serangan pedang itu Mara secara tidak sengaja “Taak…” menjatuhkan artefak cermin miliknya, dan melihat hal tersebut “Wusshkk…” monster mata satu dengan pedang sebagai tubuhnya itu langsung mengambil kesempatan.
“Jangan harap kau dapat mengambil artefak milikku” kata Mara.
Akan tetapi Mara salah mengira, monster mata satu dengan pedang sebagai bagian tubuhnya itu sangatlah licik dan pintar, dia seperti seakan-akan ingin mengambil artefak milik Mara, akan tetapi dirinya sedang mengarahkan serangan kearah Mara menggunakan tangan kirinya yang mana telah dia ubah menjadi sebuah pedang.
“Groaaarr… Gahahah… kena kau mangsaku” kata monster mata satu dengan pedang sebagai bagian tubuhnya tersebut.
__ADS_1
“Crrastt…” dengan cepat monster itu langsung menusuk kearah jantung Mara, akan tetapi disaat itu juga “Fusshkk…” Mara menghembuskan energy sihir dari hidungnya dan energy sihir tersebut langsung berubah menjadi sebuah asap yang menutupi tubuhnya, disaat yang bersamaan Mara menggunakan kekuatan energy sihir dimatanya dan mengekang tubuh monster mata satu tersebut. Dan karena hal itulah “Srraahkk…” beberapa serangan dari monster mata satu itu dapat dihindari dengan mudahnya oleh Mara, lalu melupakan artefak miliknya “Wusshkk…” Mara kemudian langsung bergerak mundur untuk menyelamatkan nyawanya.
“Srringgs…” dan disaat pedang milik monster mata satu itu telah menyentuh dirinya, Mara dengan cepat bergerak mundur, sementara itu monster mata satu itu seakan-akan melihat kalau tubuh Mara telah berubah menjadi asap dan tidak bisa diserang. Dan karena telah melihat tehnik Mara berulangkali, monster mata satu dengan pedang sebagai anggota tubuhnya itu mulai melebarkan pedang ditangan kirinya tersebut “Srringgs…” pedangnya kemudian “Crrast…” dapat melukai bahu Mara.
Akan tetapi disaat itu juga “Busshkk…” Mara telah berhasil menghindari serangan dari monster mata satu tersebut, walaupun dia meninggalkan artefak dan bahunya terkena luka gores oleh pedang milik monster mata satu tersebut.
“Tampaknya dia telah mengetahui trikmu yang sebenarnya Mara” kata Odin.
“Yaaah… aku lengah, tidak kusangka kalau dia akan bisa beradaptasi secepat itu” kata raja iblis Mara.
Sementara itu monster mata satu dengan pedang sebagai bagian tubuhnya tersebut, “Crranggsst… Krrastt…” menghancurkan artefak cermin milik Mara, dan dia “Srraahkk…” lalu mendapatkan kembali tangan kanannya.
“Sluurpp… Geheheh… bagus-bagus juga, darah dari entitas yang kuat memanglah sangat nikmat, aku bisa merasakan kekuatanku meningkat walaupun hanya dengan sedikit darah darinya” kata monster mata satu dengan pedang sebagai bagian tubuhnya tersebut.
Akan tetapi monster mata satu tersebut mengetahui, kalau dirinya sama sekali tidak dapat melukai Mara dengan mudah saat itu juga, karena Odin telah memutuskan untuk bergerak bersama dengan raja iblis Mara. Begitu juga Mara dia juga telah memutuskan untuk bekerja sama dengan Odin demi mengalahkan monster mata satu dengan pedang sebagai bagian tubuhnya tersebut, “Tringgs… Tringgs… Tringgs…” melihat hal itu monster mata satu itu kemudian memanggil para monster alam bawah lainnya untuk datang, “Kiieekk… Kiieekk…” mereka berdatangan dari celah dimensi yang dia buat dan dengan nafsu makan yang besar para monster alam bawah itu mulai menyerang kearah Odin dan juga Mara.
Bersambung…..
__ADS_1