Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 155 Jebakan penuh darah bagian 4


__ADS_3

Dimedan peperangan disana semua orang yang melihat terkejut dengan apa yang terjadi, dan itu semua bukan karena para pasukan Teppes yang kalah ataupun pasukan monster chimera yang muncul, itu semua karena satu orang yang mana memakai zirah merah tersebut “Wuusshkkk…” karena dari bayangan miliknya. “Wusshh… Wusshh… Wusshh…” berkeluaran para vampire yang mana telah haus akan darah, dan dengan santainya terbang keatas para pasukan Bahamut dan Mormo.


“Hahahahah…. Lihat wajah mereka berdua yang terkejut itu, aku jadi tidak tahan ingin tertawa karena lucunya, tetapi ini belum selesai” kata Teppes, dari tangannya dia mengalirkan sedikit energy sihir miliknya.


“Trriinggss…” lalu dari para armor pasukan berzirah merah tersebut keluar sebuah cahaya, “Trraanggss…” dan cahaya itu kemudian membentuk lingkaran sihir “Srrasstt…” lingkaran sihir tersebut kemudian menarik hampir seluruh darah yang dimiliki oleh para pasukan berzirah merah tersebut. “Trrssshhh…” gumpalan-gumpalan darah lalu keluar dari lingkaran sihir tersebut lalu terlempar keudara, melihat gumpalan darah itu para vampire yang terbang diatas.


“Hahahha… baiklah anak-anakku, sekarang waktunya minumlah dan mengamuklah sesuka kalian” kata Teppes yang berteriak dari tempat duduknya.


“Kahahahah…. Raja telah mengatakannya, aku sudah menunggu terlalu lama untuk ini” kata para vampire yang melayang diatas udara tersebut, “Sruussp… Sruussp… Sruussp…” para vampire itu lalu menyerap setiap tetes darah yang ada diudara.


“Buurrnnsshh…” energy sihir milik mereka lalu bertambah beberapa kali lipat dan langsung memenuhi area tersebut, melihat para vampire yang menjadi kuat tersebut para pasukan iblis milik Bahamut langsung ketakutan karena intimidasi dari aura milik para vampire tersebut. “Wuussh… Wuussh…” para vampire itu lalu turun satu persatu dari langit, dan begitu mereka menyentuh tanah “Crrasstt…” dengan satu kali cakaran yang mereka miliki zirah dari para kesatria iblis pihak Bahamut hancur dalam seketika.


“Gaahhkk… mereka terlalu kuat, kita tidak bisa melawan mereka” kata para pasukan iblis bawahan Bahamut.


“Roaarr… Hahahha… jangan kira kalian bisa kabur” para vampire yang mana mengamuk tersebut mulai membalikan keadaan, mereka lalu mulai mengalahkan para pasukan iblis bawahan Bahamut yang mana jumlah mereka dua kali lipat dari para vampire tersebut. Namun karena kekuatan dan jumlah energy sihir mereka yang jauh melebihi para iblis yang ada disana, para vampire itu dengan sangat mudahnya membantai para iblis yang ada.


“Srrasst…” dan bahkan ketika salah satu pasukan iblis yang ada disana berhasil melukai salah satu dari para vampire tersebut, “Shhhss….” Para vampire itu dengan mudahnya menyembuhkan dirinya dengan regenerasi super yang mereka punya.


“Para vampire itu memang ras yang superior, dengan beberapa tetes darah mereka bisa menjadi sekuat ini, tetapi mereka punya kelemahan yang cukup fatal” pikir Rio.


“Srrasskk…. Trrassshhkk…” tebasan dari pedang silver yang dimiliki oleh para iblis tersebut pada akhrinya mulai berefek, dan membuat regenerasi para vampire tersebut mulai melambat. “Trringgss…” tetapi dengan sihir darah milik mereka “Wuussrrhh…” mereka dapat menciptakan sebuah tornado darah yang mana memotong para bawahan Bahamut, “Crrasst… Trrasstt…” sementara untuk para monster chimera mereka menggunakan senjata yang terbuat dari darah mereka “Trrasstt…” dan menghabisi para monster chimera itu dengan sekali lemparan senjata milik mereka.

__ADS_1


“Haah-haah-haah… aku sudah memakai cukup banyak darah, kelihatannya aku harus menambah ulang darahku lagi” kata salah satu dari para vampire yang ada disana, dia lalu melihat Rio yang mana sedang menggunakan zirah merah dari para pasukan pengorbanan Teppes.


“Hmm… sedang apa dia..??, Aaah… sialan aku lupa melepaska armorku” pikir Rio yang mengetahui niat dari vampire tersebut.


“Hahahha… serahkan darahmu tumbal” kata vampire itu.


“Srringgss…” Rio lalu menarik golok naga waktu miliknya dan kemudian, “Taasskk…” menggunakan punggung pedang miliknya dia melumpuhkan vampire tersebut dengan sekali tebasan.


“Uhggkk… kenapa kau dapat melawanku” kata vampire itu yang tidak menyadari kalau orang yang dia incar adalah Rio.


“Kau ini bodoh atau apa, kau sudah lupa dari bayangan siapa kau keluar” kata Rio, “Traakks…” Rio kemudian melepaskan helm pelindung yang diapunya.


“T-t-tuan Rio, mohon maafkan kelancangan hamba” kata vampire tersebut yang mana langsung menunduk dibawah kaki Rio.


“Haaah… sudalah tidak usah dipikirkan, melihat dari sini kita sedang dalam keadaan yang gawat” kata Rio yang mana melihat beberapa vampire mulai kelelahan, “Krrastt…” dia lalu menggigit tangannya sendiri dan “Srasstt…” menyipratkan darah kewajah dari vampire tersebut.


“Gluppss…” dan ketika setetes darah dari Rio memasuki tubuhnya dia merasakan energy sihir yang melimpah dari setetes darah tersebut, “Buurrnn…” energy didalam tubuh vampire tersebut langsung meningkat secara drastis dan bahkan tubuhnya menjadi terlihat berbeda.


“Hahahha… haahahah… luar biasa aku dapat merasakan kekuatanku meningkat, ini seperti meminum darah dari ratusan orang, aku merasa tak bisa dikalahkan” kata vampire tersebut, “Buussh…” dengan sangat cepat dirinya lalu menerjang para pasukan iblis bawahan Bahamut.


“Srrasstt… Crrasstt… Krrrasstt…” vampire itu lalu mulai mengamuk dan bahkan meluluh lantahkan para iblis dan monster chimera yang ada didepannya, para iblis bawahan Bahamu yang menatap matanya langsung ketakutan karena melihat aura yang vampire tersebut pancarkan.

__ADS_1


“Gyaaah… lari-lari… monster ada monster diantara para vampire itu” kata para iblis yang mana berlarian dengan ketakutan tersebut.


“Buusskk…” Bahamut yang menyadari kalau para pasukan berzirah merah tersebut adalah para pengikutnya langsung melepaskan aura miliknya, “Crranggss…” kemudian secara serentak rantai yang menahannya menjadi semakin menguat dan menahan dirinya.


“Tenangkan dirimu Bahamut” kata Mormo.


“Tenang kau bilang, mereka menggunakan para pengikutku untuk melawanku, dan bahkan setelah semua itu mereka mati hanya untuk menjadi santapan para serangga penghisap darah tersebut” kata Bahamut.


“Yah… aku tahu itu, aku juga tidak menyangka Teppes bisa menjadi selicik ini, tidak lebih tepatnya ini bukanlah idenya” kata Mormo yang mana melihat Rio dalam barisan para prajurit Teppes.


“Grrr… manusia sialan itu lagi, tidak Batara Kala dan juga dirinya sama saja, mereka selalu membuatku kesal” kata Bahamut.


“Hmm… tampaknya kita harus menggunakan kartu terakhir kita” kata Mormo.


“Kau benar, kau majulah dan mengamuk disana” kata Bahamut.


“Hmm… apa ini, aku merasakan sesuatu yang buruk” kata Rio, dia merasakan perasaan yang sangat tidak enak dan bahkan dia melihat adanya bayangan kematian disekitarnya.


“Wuussh… Buusskk…” lalu dari atas langit turun seseorang berjubah tertutup yang mana identitasnya tidak dapat diketahui, orang tersebut lalu langsung berhadapan dengan Rio. Sementara itu Rio sendiri dapat melihat kalau kekuatan seseorang yang ada didepannya itu lebih kuat dari dirinya, “Wuussh…” dengan cepat Rio melancarkan serangan dengan menggunakan golok waktu miliknya “Trranggssk…” serangan golok milik Rio lalu berhasil ditahan menggunakan tangan kanannya, “Tiiskshh… Tiiskshh… Tiiskshh…” dan saat darahnya berjatuhan dari tangan kanannya Rio melihat kalau darah orang tersebut berwarna hitam dan mengandung asam yang sangat kuat.


“Tampaknya aku telah bertemu monster disini” kata Rio yang mana tersenyum melihat lawan yang ada didepannya.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2