
Disaat itu Jill yang sedang berjalan sendirian melihat beberapa partisipan ujian sedang bersembunyi ketakutan dibawah pepohonan besar, melihat banyaknya mayat dan juga orang-orang menyedihkan dimana-mana membuat Jill merasa muak, dia muak melihat orang-orang lemah dan menyedihkan ada disekitarnya dan mulai mengingat kembali kekuatan luar biasa milik Rio yang mana sangat menakutkan tersebut. Lalu “Wuuussh…” dia melihat kelompok Rio terbang menuju arah raksasa iblis tersebut, melihat hal itu Jill langsung tersenyum karen dia tahu kalau Rio berencana untuk menantang raksasa iblis itu.
“Hahahaha…. seperti yang diharapkan dari pria yang aku sukai, kau sama sekali tidak memiliki rasa takut” kata Jill, dia kemudian berlari dengan sangat cepat “Buussh…” dan melompat dari pohon ke pohon mengikuti Rio dan kelompoknya.
Disisi lain Gio yang mana sedang berada tepat diwajah raksasa iblis tersebut dapat merasakan nafas dari raksasa iblis itu, Gio merasa ketakutan setangah mati karena terintimidasi oleh tubuh besar dari raksasa iblis itu. “Wuusssh….” Dengan tangan kanannya raksasa iblis itu lalu berusaha untuk menyerang Gio, meliha hal itu “Buuussh…” Gio langsung terbang kearah lain untuk menghindari serangan tangan kanan raksasa iblis tersebut, tetapi “Krraassstt…” energy sihir yang tersebar ditangan kanan raksasa tersebut menarik tubuh Gio untuk mendekatinya, seperti sebuah angin yang mana menghisap benda-benda tubuh Gio perlahan-lahan juga dengan sendirinya mendekati tangan kanan raksasa iblis tersebut.
“Aaah… sialan mati aku” kata Gio yang mana melihat bahwa dirinya tidak bisa menghindari tangan kanan raksasa iblis tersebut.
“Swiinggss… Bommsshh… Bommsshh… Bommsshh…” lalu tiga buah bola api secara bersamaan menyerang langsung kearah tangan kanan raksasa iblis tersebut, dan membuat Gio terlempar jauh dari tangan kanan itu.
Tangan kanan sang raksasa iblis tersebut sama sekali tidak terluka karena energy sihir yang luar biasa banyak tersebut menutupi kulit tangannya, dan saat dia melihat kearah bola api itu muncul dia melihat satu buah bola api besar dilemparkan tepat kearah kepalanya. “Wuussh…” dengan menggunakan tangan kirinya dia berusaha untuk menahan bola api besar itu, tetapi secara tiba-tiba bola api besar tersebut langsung mengecil dan “Swwuusshh…” dengan cepat bergerak melewati tangan kiri raksasa iblis tersebut lalu langsung melesat kearah wajahnya, “BOOMSSHH…” sebuah ledakan besar muncul diakibatkan serangan bola api raksasa yang telah dipadatkan tersebut.
Sementara itu Gio yang terhempas agak jauh melihat hal itu dan merasa bersyukur bahwa dia masih tetap hidup.
“Hei… kau sedang apa disini, cepat kembali keposisimu, kita akan mulai menyerang lagi” kata Rio yang mana secara tiba-tiba muncul dibelakang Gio.
“K-kau mau aku kesana lagi, apa kau tidak lihat barusan itu aku hampir mati Haaaah…” kata Gio yang marah-marah pada Rio yang ada dihadapannya.
Rio dengan wajah dingin lalu menatap Gio dengan tatapan mata yang tajam dia lalu, “Srraakkss…” mengeluarkan kontrak milik Gio yang tertera disana kalau Gio akan melakukan apapun yang Rio suruh dan jika Gio melawan maka nyawanya akan menjadi bayarannya. Melihat hal itu Gio tidak bisa apa-apa selain langsung maju dengan beberapa perlengkapan sihir yang diberikan Rio sebelumnya, dia memakai armor sihir kali ini untuk menambah kecepatan terbang dan pertahanannya.
__ADS_1
“Bagus dengan begini aku bisa mengetahui kalau dia raksasa iblis tersebut ahli dalam mengendalikan energy sihir, tetapi itu belum cukup aku harus segera menemukan titik kelemahannya, dan kalau tidak dapat aku temukan maka aku harus terpaksa menggunakan tangan ini lagi” pikir Rio yang mana telah berencana untuk menggunakan cakar api miliknya jika mereka berada dalam situasi gawat.
“Ping-ping…” lalu pesan chat dari Lita kemudian muncul dan disana bertuliskan “Abang ini Lita udah siap-siap, dan juga abang Aji udah siapkan semuanya” tulis chat dari Lita.
“Bagus sekarang mari kita bisa mulai menyerang secara penuh” kata Rio, “Tak-tak-tak-tak” Rio lalu mengetik sebuah balasan untuk Lita.
Dan dibelakang gunung tersebut Lita dan Aji telah bersiap disana bersama-sama beberapa partisipan ujian yang lainnya, mereka bekerja sama dengan Aji untuk membuat sebuah lingkaran formasi sihir untuk perlindungan. Lita yang mana ada ditengah-tengah formasi sihir tersebut sedang bersiap dengan smartphone miliknya, dia sedang mengumpulkan energy sihir miliknya untuk memanggil Nagini.
“Ping-ping…” Lita yang sedari tadi sedang menunggu itu mendapatkan chat balasan dari Rio, “Kerja bagus, sekarang adek Lita bisa bebas memanggil teman ular kita” tulis balasan dari chat Rio, melihat tulisan chat tersebut Lita hanya tersenyum manis dan sedikit melompat kegirangan karena dia sangat jarang bisa memanggil Nagini.
“Sekarang mari keluar dan bermain kak Nagini” kata Lita, “Trriinnggss…” sebuah portal pemanggilan yang sangat besar lalu terbuka dan “Srraaaahh…” Nagini keluar dari portal tersebut, kepalanya yang besar tersebut langsung mengincar tubuh dari raksasa iblis tersebut.
“Srruusshhtt…. Fwwuusshh…” dengan cepat Nagini melilit tubuh dari raksasa iblis tersebut, “Grrrr…” raksasa iblis itu lalu tidak dapat bergerak karena tangan kanan dan kirinya sudah terlilit oleh tubuh Nagini yang panjang dan besar tersebut.
“Kaaaah…. Shhhtt…. Dasar otak otot gila” kata Nagini yang sedikit kesakitan oleh energy sihir dari raksasa iblis tersebut.
Melihat hal itu Rio langsung terbang kearah bawah raksasa iblis itu, dia lalu mengeluarkan dua buah bola hitam yang mana sebesar telapak tangan miliknya “Wuussh…” dengan cepat Rio melempar kedua bola hitam itu, “Buussh… Buussh…” kedua bola hitam itu lalu menelan tumit kaki dari raksasa iblis itu.
“Grrraaaahh…..” raksasa iblis itu lalu kesakitan karena tumit kakinya ditelan oleh bola-bola hitam itu, tetapi setelah bola hitam itu membesar dan kemudian menghilang Rio dikejutkan karena kaki dari raksasa iblis tersebut hanya mengalami beberapa luka kecil.
__ADS_1
“Apa-apaan ini, sialan dia benar-benar berada dilevel yang berbeda” kata Rio yang mana masih tidak percaya kalau tehnik pemberian Batara Kala hanya memberikan luka kecil pada tubuh raksasa iblis tersebut.
“Rrrrrttt…” melihat Rio bisa menggunakan tehnik Batara Kala, amarah dari raksasa iblis itu semakin memuncak dan dia mengangkat kakinya dan “BUUSSKK…” berusaha menginjak Rio menggunakan kakinya yang besar tersebut.
“Gaaahhkk…” Rio lalu terhempas agak jauh dari tempat tersebut, injakan kaki dari raksasa iblis tersebut sangatlah kuat sehingga membuat mantra sayap Garuda milik Rio menghilang.
“Wuussh… Wuussh… Wuussh…” lalu saat Rio akan mendarat dibawah tanah tersebut dengan cepat “Trraaak…” menangkap Rio dengan kedua tangannya, dia lalu menggendong Rio seperti seorang tuan putri.
“Hahaha… tampaknya aku membuatmu berhutang lagi padaku, yah walaupun situasi kita agak terbalik sih” kata Jill yang mengisaratkan kalau seharusnya Rio yang menggendong dirinya seperti tuan putri dan bukan sebaliknya.
“Diam kau, sekarang ini martabatku sebagai pria sudah terluka” kata Rio yang mana malu saat digendong oleh Jill.
“Hahah… jangan khawatir tidak ada yang melihat kok, yah selain para dewa dan raja iblis yang kurang kerjaan itu sih” kata Jill yang berusaha untuk menenangkan hati Rio.
“Sudahlah kalau begitu segera turunkan aku sekarang” kata Rio.
“Ok-ok…” kata Jill, tubuhnya yang mana sudah menjadi lebih kuat bergerak dengan sigap dan cepat, dia lalu langsung mendarat ketempat yang aman dan menurunkan Rio ditempat itu.
“Haaaah… tampaknya aku harus menggunakan tangan kananku, Jill aku memang meminta terlalu banyak tapi aku butuh bantuanmu” kata Rio.
__ADS_1
“Hmm… kelihatannya menarik, katakan apa rencanamu” kata Jill.
Bersambung…..