
Cairan hitam yang mana keluar dari tubuh Adelia tersebut mulai menyebar keseluruh hutan, “Glluppss… Glluppss… Glluppss…” lalu saat cairan hitam tersebut menyentuh para boneka siluman ciptaan Adelia “Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt…” para boneka siluman tersebut langsung tenggelam dan lenyap masuk kedalam cairan hitam tersebut, melihat hal itu Rio dan yang lainnya langsung berlari dengan cepat karena dibelakang mereka sudah mengejar cairan hitam yang kelihatan menjijikan tersebut.
“Kalian semua sudah cukup, sekarang cepat turunkan aku” kata Rio.
“Apa kau yakin, karena sekarang ini aku sama sekali tidak yakin dapat mengalakukan apapun dengan benda cair menjijikan itu” kata Luna yang mana saat ini sedang menggendong Rio.
“Kau tenang saja, karena kali ini aku yakin bisa mengendalikannya” kata Rio, dia berencana untuk menggunakan kekuatan dari Banaspati dan juga menggunakan cakar api miliknya.
“Kalau kau jadi gila maka aku akan memukul kepalamu dengan sangat kuat hingga kau dapat kembali” kata Luna, “Wuussh…” dia lalu melemparkan Rio kearah belakangnya.
“Trrukk…” dengan elegant Rio mendarat dengan sempurnya dan “Srraannggss…” dia lalu mengeluarkan golok naga waktu miliknya dan memegangnya ditangan kirinya, setelah itu tangan kanan Rio langsung memegang smartphone dan “Trriinggss…” dia memanggil sosok Banaspati yang mana sudah dalam bentuk remajanya.
“Hahahaha…. bagus kalau kau memanggilku, sekarang apa dan yang mana harus kubakar” kata Banaspati.
“Bakar habis cairang hitam menjijikan itu, dan juga kalau bisa buat seluruh hutan terbakar tampa sisa” kata Rio.
__ADS_1
“Hahahah…. Hahahaha…. bagus-bagus sekali, aku suka sekali dengan perintahmu ini” kata Banaspati, “Buurrnn…” dengan apinya yang berwarna biru kehitaman Banaspati menciptakan dua buah bola api besar dikedua telapak tangannya.
“Wuuusshh…” lalu dia melemparkan salah satu dari bola api tersebut “BOOMSSHH…” dan sebuah ledakan yang sangat dahsyat tercipta dari bola api itu, bahkan angin dari ledakan itu saja dapat membuat Rio dan rekan-rekannya hampir terhempas. “Glluusspp… Glluusspp… Glluusspp…” tetapi cairan hitam tersebut mulai berkumpul kembali karena merasa terancam, dan dari kupulan cairan hitam tersebut sebuah wujud hitam yang mana terlihat seperti ular dengan beberapa kaki laba-laba ditubuhnya mulai muncul.
“Hehehehe… kelihatannya ini akan semakin menarik” kata Banaspati.
“Grrrr… Raaaahhhhttt….” Lalu dari balik cairan hitam itu kepalanya mulai terwujud, sebuah kepala binatang yang mana terlihat seperti seekor beruang dengan taring yang tajam dan panjang tersebut mulai terlihat, dan diatas keningnya terlihat lah sang pembuat boneka yang mana adalah Adelia.
“Kalian semua tidak akan bisa pergi dari sini, kalian semua akan bergabung menjadi bagian tubuhku” kata Adelia yang mana memiliki niat untuk melen semua mahluk hidup yang ada didalam dimensi tersebut.
“Begitukah… kalau kau berbicara seperti itu, mari kita mengamuk bersama-sama” kata Rio, “Burrnn…” dia lalu menggunakan cakar api miliknya, api ditangan kanannya membentuk sebuah cakar merah yang mana sangatlah panas saking panasnya rerumputan yang ada didekat Rio langsung mengering dengan sangat cepat.
“Hehehe… begitu baru bagus, aku akan memimpin jalannya segera ikuti aku” kata Banaspti “Wuusshh…” dia dengan cepat terbang langsung kearah Adelia.
“Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh…” dan dengan salah satu bola api ditangannya kirinya dia menciptakan lima buah bola api dan melemparkannya kearah Adelia, “Grrrr…” Adelia yang mana terkena serangan tersebut berusaha untuk melindungi dirinya dengan cara menggunakan beberapa cairan hitam untuk membuat sebuah prisai yang dapat terbang diudara. Melihat hal itu Rio langsung berlari langsung kearah Adelia, tetapi saat Rio mendekati dirinya Adelia dapat menyadarinya dan menggunakan salah satu kaku laba-laba miliknya “Tuuusskkk…” dan menyerang kearah Rio.
__ADS_1
“Jangan harap kau bisa mengalahkanku dengan mudah” kata Rio yang mana menahan serangan kaki laba-laba rakasasa milik Adelia.
Melihat sebuah kesempatan Banaspait lalu langsung mencoba untuk mendekati Adelia, “Buurrnn…. Wuussh…” dia menciptakan sebuah pedang yang mana terbuat dari apinya. Dengan cepat Banaspati langsung melesat kearah Adelia tetapi melihat aura dari Banaspati, “Grrupppss…” Adelia lalu mengumpulkan energy sihir miliknya didalam perutnya dan “Buussrrhh… Buussrrhh… Buussrrhh… Buussrrhh…” dari mulutnya dia mengeluarkan jaring-jaring hitam yang tercipta dari caira hitam miliknya tersebut, “Fuusshh… Fuusshh… Fuusshh…” Banaspati yang merasakan ada yang aneh dengan jaring-jaring hitam tersebut langsung menukik untuk menghindari setiap tembakan dari jaring tersebut, “Trraasskk…” lalu secara tiba-tiba salah satu dari jaring hitam tersebut mengenai tangan kiri dari Banaspati.
“Hmmm…. Jaring ini dia menghisap energyku, tidak lebih tepatnya jaring ini berusaha untuk menodai energy sihir yang ada didalam tubuhku, kekuatan dominasikah menarik” kata Banaspati yang mana melihat jaring hitam yang dikeluarkan oleh Adelia, melihat kalau dirinya tidak bisa membakar jaring hitam tersebut “Srraasskk…” tampa ragu-ragu Banaspati langsung memotong tangan kirinya sendiri.
Sementara itu Rio yang mana sedang menahan salah satu kaki laba-laba raksasa dari Adelia tersebut, “Buurrnn…” sedang menggunakan api ditangannya untuk membakar habis kaki dari Adelia. Melihat hal itu Adelia merasa gusar dan menggunakan salah satu kakinya yang lain “Buusskk…” dan memukul Rio hingga dia terhempas cukup jauh, melihat dirinya tidak akan mendarat dengan baik Rio lalu “Crraakk…” menggunakan kekautan Batara Kala untuk menghentikan waktu dan “Buussh….” Dengan cepat langsung melesat kearah Adelia sebelum batas waktunya habis, “Trranggss…” lalu saat batas waktu penghenti waktu sudah habis Rio sudah berada dibawah tubuh Adelia.
“Terbakarlah dan matilah” kata Rio, “Buurrnn…” dia memusatkan kekuatan sihir miliknya kearah tangan kanannya dan “Buusskkk…” dengan kuat memukul bagian perut tubuh monster Adelia, “Buurrnnn…. Bommsshh….” Dengan api yang meledak-ledak tersebut serangan tinju Rio sangat berdampak bagi Adelia.
“Gaaahhkkk…” bahkan Adelia yang mana telah mencapai tingkatan setangah dewa atau wakil raja iblis tersebut langsung merasa kesakitan, “Gaahhkk… Crrasstt…” dari mulutnya berkeluaranlah mayat-mayat para siluman yang dia buat menjadi boneka.
“Hehehe… kelihatannya kekuatannya berkurang sedikit, tampaknya dia belum benar-benar bisa mengendalikan seluruh kekuatannya, Hehehe…. Ini semakin menyenangkan tetapi tampaknya aku sudah mencapai batasku” kata Banaspati yang mana melihat tubuhnya sudah akan kembali kedalam dimensinya.
“BUURRRNNN….” Dengan seluruh energy yang dia miliki Banaspati mulai membakar dirinya dengan api yang sangat panas, lalu api tersebut dia padatkan dan “Wuussh…” dengan segenap tenaganya dia melesat langsung kearah Adelia. Melihat hal itu Adelia langsung mengendalikan air hitam yang keluar dari kedelapan kaki laba-laba miliknya, “Bluup-bluupss… Gllupp… Crraasshh…” atas kendalinya Adelia membuat sebuah prisai cair yang mana terbuat dari air hitam tersebut “BOOMMSSHH….” Lalu serangan Banaspati yang mengenai air hitam itu langsung meledak dan ledakannya sangat menyilaukan dan membuat mereka hampir tidak bisa melihat apapun.
__ADS_1
Bersambung……