
Sebelumnya beberapa saat yang lalu setelah Rio dan Dion membagi kelompok mereka, Dion dan Luna berada didalam kelompok yang sama dan pada saat itu mereka mendengarkan sebuah suara-suara yang tidak menyenangkan ada didalam hutan, mendengarkan suara tersebut Luna dan Dion langsung bersiap untuk bertarung. “Grrrooarr…” dan benar saja dari balik sema belukar sosok siluman serigala aneh muncul didepan mereka, siluman serigala tersebut langsung berkelompok dan mengepun kelompok Dion dan Luna.
“Kelihatannya siluman ini sedikit aneh” kata Luna, “Trriinggss…” dengan cepat Luna langsung memanggil hantu Kuntil anak untuk datang.
“Kikiki….” Hantu Kuntil anak langsung dengan cepat menyerang kearah para siluman serigala aneh tersebut, namun ketika dia menembus tubuh mereka Kuntil anak merasa aneh karena tidak dapat merasakan energy kehidupan dari tubuh para siluman serigala tersebut.
“Hmm… kelihatannya mahluk itu sama sekali tidak memiliki kehidupan” kata Luna yang mana melihat kalau serangan Kuntil anak sama sekali tidak beraksi.
“Begitukah…. Jadi itu artinya mereka semua ini adalah mayat, kalau begitu akan ku akhiri dengan cepat” kata Dion, dia lalu menggunakan kekuatan Naga Besuki untuk menciptakan puluhan pisau emas “Wuush… Wuush… Wuush… Wuush…” dan dengan kekuatan telekenisis miliknya Dion melemparkan seluruh pisau emas tersebut kearah para siluman serigala aneh tersebut.
“Crrasst… Crrasst… Crrasst…” dengan buasnya Dion menghancurkan tubuh dari siluman serigala tersebut menggunakan tusukan dari puluhan pisau emas tersebut, pisau yang terbuat dari emas tersebut sangatlah berat dan dilemparkan dengan kecepatan yang tinggi membuat apapun yang ada didepannya akan hancur “Crrasst…” dalam seketika. Setelah melemparkan puluhan pisau emas tersebut Dion tidak melihat ada satupun siluman serigala yang selamat, tetapi ketika dia melihat lagi Dion melihat sesosok siluman serigala yang tubuh belakangnya telah hancur menghampirinya dengan hanya menggunakan tubuh atasnya, melihat hal tersebut Dion merasa jijik kepada pencipta dari para siluman serigala aneh tersebut “Trraasskk…” dia lalu menginjak kepala siluman serigala itu sampai hancur berkeping-keping.
“Sebaiknya kita segera melanjutkan perjalanan kita, aku punya firasat buruk kalau kita tetap berada ditempat ini” kata Luna yang merasakan seseorang sedang mengawasi mereka.
“Aku mengerti, kalian semua ayo cepat kita pergi dari sini” kata Dion yang memerintahkan 6 orang bawahan yang ikut bersamanya.
Mereka lalu berjalan dan terus berjalan sampai pada akhrinya Luna menyadari satu hal yang aneh dari hutan tersebut.
__ADS_1
“Apa-apaan ini, aku sama sekali tidak mendengarkan ada suara hewan, burung ataupun seranggga disekitar hutan ini” kata Luna yang baru menyadari keanehan tersebut.
“Begitu rupanya aku mengerti sekarang” kata Dion, “Trrinnggss…” dia lalu memanggil Barong ( Naga ) untuk datang membantu dirinya.
Sang Barong yang menyadari keadaan dari Dion langsung bertindak sendiri, “Buussh…” dengan cepat Barong langsung melompat terbang keatas dan “Buuskk…” dia terlihat seperti menabrakan kaki depan miliknya kesebuah dinding yang tak terlihat, “Krraakss…” lalu diatas langit muncul retakan pada tempat yang diserang oleh Barong. Melihat hal itu Dion langsung menggunakan kekuatan dari Naga Besuki “Trrannggss… Crraanggss… Krraanggss…” dia menciptakan sebuah anak panah raksasa yang sepanjang 2 meter dan memiliki lebar 20 cm, “WUUSSHH…” dengan kekuatan dari telekinesisnya Dion langsung melemparkan anak panah emas tersebut, dengan cepat anak panah emas raksasa itu langsung menghantam retakan yang diciptakan oleh Barong “Trrasstt...” dan menembus retakan tersebut.
“Grraaahhkkk….” Lalu dari retakan itu terdengar sebuah teriakan dari seorang perempuan yang menjerit kesakitan, mendengar teriakan tersebut kelompok Luna dan Dion langsung merinding mendengarkan suara perempuan tersebut, suaranya terdengar seperti seorang perempuan biasa yang berteriak namun didalam suara tersebut terkandung energy sihir yang sangat gelap dan kelam.
“Krraannggsss…” lalu dari retakan tersebut ruang disekitar mereka hancur dan membuat kelompok Dion dan Luna langsung kembali kehutan yang sebenarnya.
“Haaah… tampaknya kita sudah berhasil keluar dari tempat itu” kata Luna yang sudah dapat merasakan hawa kehidupan dari pepohonan dan mahluk lainnya yang ada didalam hutan.
“Srrasskk…” lalu tiba-tiba dari balik semak-semak Dion mendengarkan sebuah suara aneh, dan dia lalu mengecek asal dari suara tersebut “Wuusshhkk…” Dion dikejutkan dengan apa yang dia lihat, seorang pria yang menari diatas angin sedang bertarung dengan siluman beruang yang mana memiliki empat tangan. Siluman beruang tersebut terlihat seperti sebuah boneka yang disatukan dengan jahitan diseluruh tubuhnya, sementara itu Dion yang mana melihat pria itu langsung tahu kalau dia adalah orang yang ingin dia bunuh.
“Trrangg… Crranngg…” dengan menggunkan kekuatan dari Naga besuki “Srraanggss…” Dion menciptakan sebuah pedang besar yang terbuat dari emas, dan dengan pedang emas yang berat tersebut Dion mengayunkan pedangnya ketengah-tengah pertarungan mereka. “Buummssshh….” Dari tebasan yang diciptakan oleh Dion tadi membuat siluman beruang tersebut terhempas mundur dan sementara sang pria yang menggunakan jubah itu langsung terlihat wajah dan tampangnya, karena angin dari tebasan pedang milik Dion langsung menghempaskan jubahnya dan menunjukkan wajahnya itu.
“Yoo… kita ketemu lagi, pembunuh” kata Dion yang mana melihat Angga.
__ADS_1
“Hahahaha… kau ini selalu mengikutiku yah, kau ini stalker atau apa” kata Angga yang tidak menyangka akan bertemu dengan Dion saat itu juga.
“Rooarr… Rooarr… Rooarr…” sementara itu tiba-tiba saja dari balik semak-semak lima siluman beruang muncul, mereka terlihat sama seperti siluman yang sebelumnya dengan bekas jahitan ditubuh mereka, dan disaat itu Luna merasakan kalau Dion kali ini tidak dapat menolongnya dan memutuskan untuk menghadapi para siluman tersebut sendirian.
“Selesaikan masalahmu dengan cepat, lalu bantu aku” kata Luna yang mana berbicara pada Dion.
“Aku mengerti dan terimakasih atas bantuannya” kata Dion, “Buussh…” dengan satu lompatan Dion langsung mendekati Angga.
“Wuussh…” lalu menggunakan pedang emas besarnya dia berusaha untuk menebas Angga “Brruusskk…” tetapi Angga menggunakan kekuatan angin miliknya untuk menciptakan sebuah perisai angin, “Buusskk…” tetapi dengan menggunakan kekuatan murni miliknya Dion langsung membuat Angga terhempas agak jauh dari kelompoknya.
“Kalian tetap disini dan bantu Luna, aku akan menyelesaikan ini sendirian” kata Dion yang memerintahkan bawahannya untuk membantu Luna.
“Buussh…” setelah berkata seperti itu Dion langsung melompat kearah Angga dan mengejar dirinya, sementarai itu Luna langsung berhadapan dengan lima siluman beruang yang mana kekuatannya setara dengan siluman berusia lebih dari ratusan tahun, meliha hal itu Luna langsung mengeluarkan sebuah paku hitam dan kantungnya.
“Tampaknya ini akan sedikit sakit” kata Luna yang mana telah menyiapkan sebuah rencana untuk menghadapi kelima siluman beruang tersebut.
Bersambung…..
__ADS_1
Berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff dan Vote yah, agar novel ini tetap lanjut dan ceritanya semakin bagus lagi, Ok....