Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 225 Serangan yang tak terduga


__ADS_3

Gigan mahluk iblis yang terlahir dengan otot khusus di tubuhnya yang mana dapat dia kendalikan sesuka hatinya, dia dan Girras adalah saudara kandung yang terlahir di dalam keluarga prajurit. Setelah berlatih bersama lebih dari ratusan tahun Gigan dan Girras langsung dapat menaiki puncak tertinggi dari para ksatria iblis, mereka berdua sama-sama menjadi jendral ksatria iblis dari raja Beelzebub.


Semua orang merasakan kalau kedua saudara tersebut sangat luar biasa, dan mereka juga melihat kalau keduanya sangat ahli dalam bertarung dan bahkan dapat disetarakan dengan ratusan ksatria iblis. Akan tetapi orang-orang yang mana melihat mereka tidak tahu kalau keduanya saling membenci satu sama lainnya, mereka dilahirkan dari keluarga yang sama dan saling bersaing untuk menjadi yang terkuat.


Dan persaingan tersebut lama kelamaan menjadi sebuah rasa benci yang mana membuat keduanya saling menjatuhkan satu sama lainnya, keduanya bahkan pernah berencana untuk saling membunuh akan tetapi hal itu terhenti karena keduanya naik keperingkat jendral. Dan saat Gigan mendengarkan berita kematian dari Girras, untuk pertama kalinya dia merasa sangat bahagia, itu semua karena saudara yang dia benci mati.


“Gaaahkk… hari ini aku merasa sangat senang, aku tidak menyangka akan mendapatkan pertarungan yang luar biasa ini setelah mendengarkan kematian akan dia” kata Gigan.


“Srraanggkk…” dengan kekuatan telekinetik miliknya dia mengambil kapak yang dia lemparkan dan memegangnya dengan tangan kanannya, Gio yang mana melihat kekuatan dari kapak tersebut dapat mengetahui kalau Gigan adalah lawan yang mana sangat buruk bagi dirinya. Itu semua karena sejak dulu Gio hanya pernah melawan orang-orang yang lebih lemah dari dirinya, dan juga dia hanya pernah menjadi seorang penipu yang menyerang mangsanya saat mereka lengah.


“Aaah… sialan kenapa pula aku bisa berakhir dipertarungan ini” pikir Gio yang mana merasa ragu-ragu untuk menghadapi Gigan.


“Ada apa dengan wajahmu itu manusia, kau terlihat seperti seseorang yang akan mati” kata Gigan.


“Uhhkk… aku memang merasa kalau akan segera mati” kata Gio.


“Kalau memang begitu maka biarkan aku membantumu” kata Gigan, “Buushkk…” dengan sangat cepat Gigan langsung bergerak kearah belakang Gio.


“Srringgs…” tetapi Gio sudah memprediksi hal tersebut dan menggunakan pedangnya untuk menyerang kerah Gigan, “Wuushhkk…” dengan cepat Gigan langsung mundur untuk menghindari serangan dari Gio. Namun dengan cepat Gio langsung menarik pedangnya lagi dan mengalirkan energy sihirnya kearah tangan kirinya, “Trranggskk…” lalu perisai cahaya yang Gio gunakan langsung bersinar dan membuat mata Gigan langsung tak dapat melihat.

__ADS_1


“Crrranggs…” dengan cepat hantu Kambe pengguna crosbow langsung menembak kearah kaki Gigan, “Crrastt…” karena tidak menggunakan pelindung dan juga tidak dapat melihat kaki Gigan dengan mudahnya terluka oleh serangan dari hantu Kambe.


“Uugghkk… mereka mengenai lututku” pikir Gigan.


Dia langsung dengan cepat berlutut dan mengalirkan energy sihir miliknya kearah tangan kirinya, “Buuskk…” dia lalu langsung meninju tanah sampai membuat tanah tersebut berlubang. Akan tetapi Gio yang melihat hal itu dapat merasakan energy sihir milik Gigan ada dibawah kakinya.


“MUNDUR….” Teriak Gio.


“Buummsshkk…” dengan menggunakan energy sihir miliknya Gigan langsung meledakan area disekitar tempatnya berada, dan karena ledakan tersebut Gio dan kedua hantu Kambe itu terkena luka yang cukup parah. Energy sihir milik Gigan meledak dibawah tanah, dan seperti sebuah gunung berapi yang meletus energy sihir itu mengandung panas yang mana sangat kuat dan membakar membuat tubuh Gio dan hantu Kambe terkena luka bakar.


“Ugghhkk… sialan aku tidak bisa melihat yang tadi itu” kata Gio.


Dia berhasil menghindari serangan dari Gigan karena bantuan dari kedua hantu Kambe yang menolongnya untuk keluar dari jarak serangan Gigan, kedua hantu Kambe yang terkena serangan langsung tersebut langsung kelelahan dan kembali kealam mereka. Sementara itu Gigan yang menggunakan tehnik tadi, “Ssshh…” terlihat juga ikut terkena luka bakar dari tehniknya sendiri, tangannya terbakar habis karena energy sihirnya sendiri.


“Selamat tinggal manusia, tadi itu adalah pertarungan yang cukup menyenangkan” kata Gigan yang mana sudah bersiap untuk menebas kepala Gigan dengan kapak miliknya.


“Srringgs…” dengan mengalirkan energy sihir kebilah kapaknya Gigan bersiap untuk menghabisi Gio, akan tetapi “Taarrskk…” sebuah tembakan dari sebuah rumah bangsawan mengenai kepala Gigan “Crrasst…” dan tembakan itu membuat kepala Gigan terluka parah, melihat kesempatan itu Gio langsung berdiri dan melompat kearah Gigan “Buuushh…” dengan pedangnya Gio langsung menusuk leher Gigan. “Crrastt…” dengan cepat Gigan yang mana terkena tembakan tadi tidak dapat bertahan dari serangan Gio, “Srrastt…” Gio lalu membelokan pedangnya dan menebas leher Gigan.


“Haah-haaah… tembakan tadi, kalau tidak salah jangan-jangan itu nona Lili” kata Gio yang melihat perulu yang menembak jatuh Gigan.

__ADS_1


Dan dari jarak 10 Km jauhnya Lili sedang duduk diatas lantai empat rumah seorang bangsawan iblis, setelah membunuh penghuni rumah tersebut Lili menggunakan senjata sniper yang mana telah dia ukir dengan formasi sihir. Dan menggunakan peluru-peluru khusus yang dia buat sendiri, Lili dengan mudahnya menerobos rumah bangsawan itu kemudian dia langsung dapat melihat seluruh area kota Beelzebub dari lantai empat rumah tersebut.


Melihat Gio yang mana terlihat sedang kesulitan Lili memutuskan untuk membantu dirinya, dia menunggu waktu disaat Gigan sedang lengah dan menembak tempat dikepalanya, Lili yang mana telah selesai menembak Gigan berencana untuk pergi dari rumah tersebut. “Taaks-taaks-taaks…” akan tetapi dia melihat sesosok orang yang mana sangat dia kenali, orang tersebut adalah pria yang dia benci sekaligus laki-laki yang ingin dibunuh Rio.


“Yoo… sudah lama kita tidak bertemu Lili, bagaimana kabarmu” kata Gilang yang mana menyapa Lili dengan senyuman diwajahnya.


“Crringgs… Wuush…” dengan cepat Lili langsung melemparkan sebuah granat yang diperkuat dengan sihir kearah Gilang, “BOMMSSH…” ledakan granat tersebut sangat kecil akan tetapi api didalamnya sangatlah kuat sehingga dapat membunuh ksatria iblis, akan tetapi Gilang terlihat sama sekali tidak terlu didalam asap ledakan tersebut. Melihat hal itu Lili langsung menarik senjata miliknya, dan dia mengeluarkan sebuah pistol tip Desert Eagle dan mengarahkannya kearah Gilang, “Doorrskk…” dengan peluru kuat itu Gilang terpaksa menghindari tembakan dari Lili.


“Wuuush…” dengan cepat Gilang langsung melesat kearah Lili, dan Lili yang mana melihat hal tersebut langsung mengarahkan pistol miliknya kearah Gilang, “Taaskk…” akan tetapi Gilang dengan cepat menangkap tangan kanan Lili dan menahan dirinya. Tidak terima ditangkap Lili lalu mengeluarkan pisau yang dia simpan disepatu kanannya, “Crringggs…” dengan pisau itu dia berusaha untuk menyerang Gilang, melihat serangan tersebut Gilang terpaksa haru melepaskan tangan Lili “Srrast…” dan dengan serangan kakina yang cepat Lili dapat melukai bahu Gilang.


“Yaampun kau benar-benar sangat buas, bahkan aku bisa merasakan racun pisau itu telah menjalan keseluruh tubuhku” kata Gilang.


“Kalau kau sudah tahu kenapa kau berani mendekatiku, asal kau tahu saja dendamku masih belum dapat kulupakan dan aku pastikan kau akan membayar segala perbuatanmu” kata Lili.


“Aku tahu itu, akan tetapi ada orang yang lebih pantas untuk membunuhku” kata Gilang.


“Hmm…???” Lili langsung kebingungan dengan perkataan Gilang barusan.


“Busshhh…” Gilang lalu mengeluarkan sebuah bom asap dan membuat Lili sama sekali tidak dapat melihat dirinya, dan disaat asap tersebut menghilang Lili sudah tidak dapat melihat keberadaan Gilang lagi.

__ADS_1


“Kemana dia pergi, sialan itu apa yang dia bicarakan barusan” kata Lili yang penasaran dengan perkataan dari Gilang.


Bersambung…..


__ADS_2