
Dewa adalah mahluk yang mana dikatakan memiliki tubuh abadi dan juga tidak dapat mati, mereka dipuja-puja oleh orang-orang dan dianggap sebagai mahluk yang mana dapat mengabulkan permintaan umatnya, dan karena hal itulah para dewa dianggap sebagai mahluk agung yang tak terkalahkan dikalangan manusia. Karena sikap para manusia tersebut para dewa menerima cukup banyak kekuatan iman dari manusia, dan membuat mereka menjadi lebih kuat dari manusia, dan mereka juga menganggap kalau manusia tersebut adalah mahluk yang lebih lemah dari mereka.
Akan tetapi disaat itu didalam Colesseum kekuasaan serikat dewa Olimpus, telah terjadi sebuah hal yang mana sangat mengejutkan, dan itu adalah dewa Ares yang mana dikatakan sebagai dewa perang terkuat dari Olimpus terluka oleh serangan seorang manusia. Saat itu Angga menerima tusukan dari tombak Ares yang mana menusuk bahu kirinya, akan tetapi disaat yang bersamaan Dullahan langusng muncul dari bawah bayangan Angga dan menusukkan pedang milik Angga keperut Ares, “Crrastt...” pedang milik Angga adalah sebuah artefak yang dikatakan memiliki kekuatan untuk menembus pertahanan terkuat dan semakin keras pertahanannya maka semakin tajam pedang tersebut.
“Gaahhk... manusia sialan, kau pikir bisa menang hanya karena hal ini” kata Ares yang mana masih tidak menerima kekalahannya.
Pada saat itu Ares yang mana mendapatkan luka tusukan diperutnya menjadi marah besar pada Angga, dia mengalirkan energy sihirnya dan untuk meningkatkan kekuatan kedewaannya lalu “Burrrnn...” api kedewaan milik Ares kemudian langsung keluat dari tubuhnya. Api tersebut langsung membuat pedang artefak milik Angga langsung meleleh karena tidak dapat menahan panas dari tubuh Ares, disaat itu juga “Bushkk...” Angga langsung dibawa mundur oleh Dullahan ketempat yang aman.
“Nampaknya dia akan serius mulai sekarang” kata Angga.
Aura merah yang mana terlihat seperti api tersebut mulai keluar dari tubuh Ares, dan “Frrusstt...” aura itu membentuk sebuah bola kemerahan dan terlihat seperti akan membuat sebuah wujud, “Dusskk...” dan ketika bola kemerahan itu mendarat didekat Ares bola itu membuat banyak kabut asap disekitar arena Colesseum yang lebar tersebut.
“Uhuukk-uhukkk... dimana dia...??” kata Angga yang mana tidak dapat merasakan hawa keberadaan dari Ares.
Namun pada saat itu “Trutuks... Trutuks... Trutuks...” secara tiba-tiba Angga mendengarkan suara langkah kaki kuda didekatnya, dan dari suara itu dia menyadari kalau ada serangan dari belakang dirinya. Dan benar saja “Srringgs...” sebuah tombak merah panjang diarahkan kearah lehernya dan hampir membuat kepalan putus dengan serangan tersebut, disaat itu “Busshkk...” Angga langsung melompat keatas udara untuk melihat musuh yang menyerangnya.
__ADS_1
“Dullahan singkirkan kabut asap ini” kata Angga yang mana memerintahkan Dullahan lewat telepatinya.
“Srringgs...” disaat itu Dullahan menusukkan pedang miliknya ketanah dan “Brruskk...” energy hitam kematian langsung menyebar keseluruh tubuhnya “Bummsh...” energy tersebut langsung meledak dan meniup kabut asap tersebut dari sekitar arena Colesseum tersebut. Dan disaat itu para penonton yang ada disana langsung menjadi bersemangat, itu karena mereka sudah lama tidak melihat Ares menaiki kreta kuda miliknya “Trruskk... Tusskk...” dengan empat kuda yang mana terlihat terbalut oleh api merah, kerata perang milik Ares terlihat sangat kuat dan mengeluarkan aura api kemerahan disekitarnya.
“Dia tampaknya telah mengeluarkan kartu asnya, jadi tidak sopan kalau aku tidak mengeluarkan milikku juga” kata Angga.
Disaat itu Angga melihat kearah Rio dan hanya tersenyum kearahnya, dan Riopun membalas dengan sebuah anggukan kepala yang mana memperbolehkan Angga, dan disaat itu juga menggunakan telepati miliknya Angga memerintahkan Dullahan. Mendengarkan perintah dari tuannya, “Grooaaar...” Dullahan langsung melemparkan kepalanya keatas udara, lalu dia langsung menggunakan kedua tangannya untuk memegang pedang besar miliknya “Burrnn...” api hitam kehijauan langsung muncul dari pedang milik Dullahan.
“Fusshkk...” menggunakan serangan tebasan jarak jauh dari pedang milik Dullahan tersebut, Angga berusaha untuk mengambil kesempatan itu dan mempersiapkan sebuah lingkaran sihir dibawah kakinya, disaat itu Ares sedang fokus pada serangan Dullahan yang mana mengarah kearahnya dan “Trrusskk...” menggunakan satu tusukan dari tombak miliknya Ares langsung mengilangkan serangan dari Dullahan tersebut dengan mudahnya.
“Sekarang saatnya Dullahan” teriak Angga.
Akan tetapi disaat itu juga “Trrusskk...” disaat kreta kuda milik Ares menabrak Angga, disaat itu dia menyadari kalau kreta kuda miliknya telah berhasil dihentikan oleh Angga, disaat itu kekuatan angin dan juga kekuatan kegelapan menyatu kedalam kesatuan didalam tubuh Angga. Disaat itu semuanya dibuat terkejut karena melihat entitas manusia yang mana dapat menghentikan kreta kuda milik Ares hanya dengan sebelah tangannya saja, sementara itu “Kinggs...” keempat kuda api milik Ares dibuat ketakutan dengan sosok Angga yang mana kala itu sangat menakutkan.
“Kuda kecil jika kalian tidak mau mati maka sebaiknya kalian singkirkan benda ini” kata Angga, disaat itu tatapan matanya menampilkan kematian bagi keempat kuda tersebut.
__ADS_1
“Kiinggs...” dan karena saking ketakutannnya keempat kuda milik Ares tersebut langsuung menggila dan tidak bisa Ares kendalikan lagi.
“Heii... kalian kenapa...??” tanya Ares yang mana berusaha untuk mengendalikan kretak kuda miliknya.
Disaat itu “Wrusskk...” dengan cepat Angga langsung menghilang dari hadapan keempat kuda tersebut, “Trringgs...” melihat kesempatan itu keempat kuda milik Ares langsung melepaskan diri mereka dari kreta kuda milik Ares dan disaat itu juga mereka langsung kembali kealam mereka untuk menghindari Angga. Terkejut dengan apa yang terjati Ares yang terdiam diatas kreta kudanya tersebut, akan tetapi “Fussh...” dia terlambat menyadari kalau Angga telah berada dibelakangnya dan bersiap untuk menendang kepalanya, “Dusskk....” dengan serangan telak dari tendangan kaki Angga “Fusshhkk... Busskk... Busskk...” Ares lalu langsung terlempar dari atas kreta kuda miliknya.
Disaat itu dia terluka parah dan saat dia melihat kearah Angga, dia terkejut dengan sosok Angga yang kala itu sama sekali hampir tidak mirib manusia, dia seperti seorang ksatria dengan armor hitam gelap yang mana datang dari alam kematian, dengan pedang besar ditangan kanannya Angga menatap Ares dengan tiga mata hitam pekat yang mana memberikan perasaan merinding disekujur tubuh Ares.
“Manusia.... apa-apaan wujudmu itu, seharunya itu tidak mungkin bagi tubuh manusia biasa untuk dapat menyatukan kekuatan dewa dan juga iblis” kata Ares yang mana merasakan kalau ada kekuatan dewa yang bercampur aduk dengan kekuatan iblis didalam tubuh Angga.
“Hmm... memang benar kalau tidak mungkin untuk tubuh lemah manusia agar dapat mendapatkan kekuatan seperti ini, akan tetapi aku beruntung memiliki ketua yang mana mempunyai banyak ide gila” kata Angga.
Disaat itu Rio hanya tersenyum karena telah menebak hasil yang terjadi, sementara itu Zeus yang duduk disamping Rio langsung merasakan kalau Rio adalah sosok entitas berbahaya.
“Hmm... menarik juga, dari perkataannya kau telah melakukan sesuatu, memangnya apa yang telah kau lakukan raja manusia...??” kata Zeus yang bertanya pada Rio.
__ADS_1
“Hahaha... aku hanya memberikan dirinya tubuh baru saja” kata Rio.
Bersambung....