
“Rooarr… Rooaarr…” para Buta Ijo yang mana dipimpin oleh sesosok Buta Ijo raksasa dengan armor besi, mereka dengan sangarnya beramai-ramai menyerang kastil tempat para partisipan ujian berada dan tujuan mereka adalah menghancurkan kastil tersebut lalu memakan semua kontestan yang ada disana. Namun semua itu cuman harapan belakang saja “Buurrnn…” dengan api biru yang besar Rio dan para partisipan yang lainnya membakar habis para Buta yang ada didekat kastil tersebut.
“Bagus bakar mereka semua, jika kalian ingin hidup jangan simpan kekuatan kalian” kata Rio yang mana menyuruh Banaspati untuk menjadi liar.
Beberapa saat sebelumnya Rio yang mana melihat sekelompok pasukan Buat Ijo menuju kastil mereka, dengan cepat dirinya langsung menghubungi para partisipan ujian yang lainnya dan mereka semua dia perintahkan untuk mengeluarkan mahluk panggilan bertipe api milik mereka. Dan dengan dirinya yang mengkontra 10 % kekuatan Banaspati yang asli membuat Rio dapat mengendalikan api-api yang ada disekitarnya, “Buurrnnn…” dan membuat api kecil menjadi sebuah daratan api yang terbakar dan mulai membunuh para Buta Ijo yang ada satu demi satu.
“Rooaarr… Rooaarr…” Buto Ijo yang mana merupakan pemimpin dari kawanan tersebut merasa marah karena melihat para bawahannya mati satu demi satu, “Buusshh….” dengan cepat dia melesat kearah kastil tersebut tetapi Rio yang melihat hal itu tidak membiarkannya begitu saja “Buurrnn…” dengan sihir apinya dia mengorbankan 10 tetes darah yang diapunya “Booomsshh…” dan menembakkan sebuah bola api besar kearah Buta Ijo berarmor tersebut. “Wuusshh…” namun ditengah kabut asap hita akibat ledakan dari Rio tersebut sang Buta Ijo berarmor mampu keluar dengan selamat, walaupun dia mengalami luka bakar yang serius akibat serangan sihir dari Rio tetapi dia tetap maju untuk menyerang.
“Menarik dia adalah mahluk Buta ijo yang sangat kuat, Lita habisi dia” kata Rio yang mana menyuruh Lita yang sedang duduk santai disebelahnya.
“Ok bang, Hehehe….” Dengan gelang sihir milik Lita dia kemudian menembakkan “Booossh…” sebuah peluru sihir yang mana mengandung kekuatan yang sangat besar.
Melihat peluru sihir tersebut datang menuju arah dirinya sang Buta Ijo berarmor itu langsung mengangkat pedang besar miliknya, “Srrraassstt…” dan berusaha untuk menebas peluru sihir yang mengarah kearahnya tersebut “Trraanggsskk…” dan ketika pedang dan peluru sihir milik Lita saling berbenturan sebuah cahaya muncul dan membuat letupan-letupan listrik disekitar Buta Ijo tersebut. Rio yang melihat pedang yang digunakan Buta Ijo itu langsung menyadari kalau itu adalah senjata sihir yang mengeluarkan kekuatan element listrik didalamnya, “Trruunggss…” dan dengan cepat tampa pikir panjang Rio langsung menembakkan panah miliknya kearah Buta Ijo itu “Crrasstt…” dan panah Rio mengenai tepat dibahu sang Buta Ijo yang mana sedang menahan peluru sihir dari Lita.
“Krraassstt…” tidak bisa menahan serangan peluru sihir itu karena luka dibahunya, “Buusshh…” sang Buta Ijo dibuat mundur akibatk kekuatan dari peluru sihir tersebut “Booommsshh…” bersamaan dengan itu peluru sihir tersebut langsung meledak didekatnya dan mengubah Buta Ijo berarmor itu menjadi abu. “Ping-ping…” lalu secara tiba-tiba aplikasi DS Game memberikan notifikasi pada seluruh partisipan yang ada didalam kastil tersebut, melihat hal itu para partisipan yang ada disana menjadi sedikit panik dan terkejut dengan notifikasi yang diberikan oleh DS Game.
“Kelihatannya ini akan menjadi sedikit lebih sulit dari yang aku kira” kata Rio setelah dia membaca notifikasi dari aplikasi DS Game.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian para partisipan ujian DS Game kali ini langsung berkumpul di aula besar kastil tersebut, disana terlihat banyak orang pengguna DS Game dan jumlahnya mencapai lebih dari ratusan orang. Melihat hal itu Rio disulitkan karena dia terus menerus memeriksa semuanya menggunakan sihir mata kematian miliknya, namun dia sama sekali tidak menemukan yang dia cari.
“Bagaimana hasilnya sudah ketemu..??” tanya Luna.
“Nihil aku sama sekali tidak bisa menemukan apapun” kata Rio, dia memegang kedua matanya karena sedikit perih ketika terus menerus menggunakan kekuatan mata kematian yang dia punya.
“Sekarang kita harus bagaimana, apa yang ada dinotifikasi itu benar” kata Adelia yang terlihat sedikit kebingungan.
Sebelunya mereka semua para partisipan ujian kali ini dikejutkan dengan event dadakan dari manajemen DS Game, dan event itu berupakan sebuah notifikasi yang bertuliskan “Ada beberapa penghianat didalam kastil kalian, sebagai sang pelindung cari dan hukumlah para penghianat itu dan mereka yang berhasil menemukan sang penghianat akan diberikan hadiah super spesial” dan karena notifikaso tersebut para partisipan yang lainnya jadi curiga satu sama lainnya. Hal ini membuat mereka tidak bisa fokus untuk melindungi kastil mereka karena mereka tidak bisa saling bekerja sama, ras curiga akan sesama bahkan membuat beberapa orang saling bertengkar dan membuat keributan sebelumnya tetapi beruntung Rio dengan cepat memisahkan keduanya dengan mengekang gerakan keduanya menggunakan alat sihir cambuk miliknya.
“Sekarang kek mana, mata mereka udah saling lirik-lirik sampai kayak mau copot tuh abang” kata Lita yang sama sekali tidak mengerti situasi gawat yang sedang terjadi.
“Ada apa kau seperti melihat pembunuhan” kata Rio yang mana mencoba untuk bercanda.
“Yah memang benar terjadi pembunuhan disini” kata Dion.
“Haaah…??? Kau serius aku tadi cuman bercanda loh” kata Rio yang mana tidak menyangka kalau kata-katanya menjadi nyata.
__ADS_1
“Memangnya apa yang terjadi siapa yang terbunuh” tanya Adelia yang sedikit ketakutan.
“Aku tidak tahu pastinya siapa yang terbunuh, namun pada saat aku sedang mengelilingi tempat ini aku melihat jejak darah dan setelah aku mengikuti jejak itu, yang aku temukan adalah mayat dari lima orang yang mana terlihat sangat berantakan” kata Dion.
“Berantakan seperti apa maksudmu itu” tanya Rio.
“Seperti yang aku katakan tadi tubuh lima orang tersebut hancur berantakan, tampaknya seperti dilahap oleh hewan buas yang sangat besar” kata Dion.
“Aku mengerti, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa sekarang lebih baik kita bergerak secara berkelompok dulu dan melihat apa yang terjadi berikutnya” kata Rio.
“Aku mengerti kalau begitu mari kita buat kelompok lima orang satu grup, aku rasa orang itu tidak akan bisa berbuat apa-apa disaat kita bergerak bersama” kata Dion, dia lalu pergi kerumunan dan mengatakan tentang rencana kelompok yang Rio katakan padanya.
“Bagaimana menurutmu, apa dia adalah penghianat yang dikatakan Luna” kata Rio, dia telah mengetahui kalau Luna telah mengirim Kuntil anak untuk mengikuti Dion secara diam-diam.
“Aku telah mendapatkan informasi dari Kuntil anak tetapi kurang lebih hampir sama dengan yang Dion katakan, dia tidak bersalah namun orang itu menyembunyikan fakta kalau dia menemukan sebuah harta karun yang mana berupa 100 Gold point dan 3 alat sihir” kata Luna.
“Hahahha…. Aku tahu itu, ternyata tebakanku benar kalau kastil sebesar ini pasti menyembunyikan harta karun, dan kurasa ini adalah salah satu hadiah menarik yang dikatakan manajemen DS Game” kata Rio.
__ADS_1
Pada saat itu Rio tidak sadar kalau seseorang sedang menatap dirinya dengan niat untuk membunuh, dan orang itu adalah sang penghianat yang mana berencana membunuh seluruh partisipan ujian kali ini dan mendapatkan seluruh hadiahnya untuk dirinya sendiri.
Bersambung….