
Melihat sosok manusia harimau buas yang mana melihat kearah Rio dan Luna menggunakan hawa buas yang sangat gila, Rio dan Luna langsung merinding ketakutan karena pandangan mata dari Cindaku tersebut. “Trruunggss… Trruunggss… Trruunggss…” Rio lalu menembakkan tiga anak panah kearah Cindaku langsung, “Trraakk…” namun dengan sekali tendangan berputar dari Cindaku ketiga panah tersebut hancur dengan mudahnya, “Buusshh…” Cindaku itu lalu dengan cepat melompat kearah Rio dengan kecepatan yang sangat cepat Cindaku itu langsung mengarahkan cakar dan taring miliknya kearah Rio.
“Perisai api…” Rio lalu menggunakan mantra sihir api miliknya untuk menciptakan sebuah pelindung dari api biru ditangannya, “Bussh… Bussh… Bussh…” dengan reaksi yang sangat cepat Cindaku itu langsung melompat kembali kebelakang.
“Cepat sekali mahluk itu” kata Luna, “Srrasstt… Srrasstt… Srrasstt…” menggunakan pisau miliknya Luna sedang melawan Buta Ijo yang juga merupakan salah satu dari tiga mahluk panggilan dari sang Cindaku tersebut.
“Buurrnnn…” Banaspati yang melihat situasi gawat tersebut mengeluarkan api miliknya, dia mulai membakar sekitarnya dan membuat Ahol yang mana merupakan sesosok kelelawar mahluk panggilan Cindaku tersebut mati terbakar dengan mudahnya, “Buurrnn… Boommsshh…” lalu Banaspati mengumpulkan api miliknya dan menembakkan api kearah Begu Ganjang.
“Hei anak manusia sebaiknya kau panggil Garuda, aku sudah tidak memiliki banyak waktu lagi didunia ini” kata Banaspati, batas waktu pemanggilannya sudah mau habis dan dia akan segera dipaksa kembali kealamnya.
“Aku mengerti kalau memang seperti itu, datanglah Garuda” kata Rio, dia lalu memanggil Garuda datang karena melihat tubuh Banaspati yang sudah mau mengghilang.
“Kau memanggilku tuan…” kata Garuda, “Wuusshh…” dengan sayapnya yang besar dia menciptakan agin liar yang mana membuat jendela-jendela didalam gedung tersebut hancur, “Crraanggss… Crraanggss… Crraanggss…” Garuda yang melihat Cindaku ada dihadapannya lalu memasang wajah bingung. “Rooaarr….” Begu Ganjang yang mana melihat Garuda merasakan ancaman kepadanya dan menggunakan tangannya yang panjang Begu Ganjang berusaha untuk menyerang Garuda, “Taaakkhh…” namun Garuda dapat menghentikan serangan Begu Ganjang hanya menggunakan sebelah tangannya saja “Crraaakk… Crraasstt…” lalu menggunakan kekuatan fisiknya Garuda memutar tangan Begu Ganjang sampai tangannya patah dan putus.
“Krriieekkk….” Garuda lalu berteriak dengan kencang dan “Buussh…” menerjang dengan cepat kearah Begu Ganjang “Buusskk…” menggunakan tendangan kakinya Garuda menendang hancur kepala Begu Ganjang tersebut, “Gaaah…” Begu Ganjang lalu dipaksa kembali kealamnya lagi. “Grrrr… Roaarr…” Cindaku yang melihat ketiga mahluk panggilan miliknya telah dibuat kembali mulai marah, “Buusshh…” dengan kecepatan kakinya dia menerjang kearah Garuda itu “Buusshh… Buusshh… Buusshh…” menggunakan kecepatan kakinya Cindaku dengan cepat melesatkan serangan kearah Garuda.
“Trraanggkkss…” namun menggunakan sayapnya Garuda dapat menahan serangan dari Cindaku itu, “Trraanggss… Trraanggss… Trraanggss…” Cindaku itu lalu langsung menyerang secara liar kesegala arah namun setiap serangannya dapat ditahan oleh Garuda menggunakan sayapnya.
__ADS_1
“Haah-Haah… Haah-Haah…” Cindaku yang mana tidak bisa menembus pertahanan dari sayap Garuda mulai kelelahan.
“Hei kau Cindaku macam apa kau ini, tehnik silat yang kau punya sama sekali tidak bagus dan lagi kekuatanmu sangat kurang untuk menjadi sesosok Cindaku” Kata Garuda yang bertanya pada Cindaku tersebut.
“Grrr… Rooaarr…” namun Cindaku itu sama sekali tidak menyanggapi perkataan Garuda dan langsung menyerang Garuda dari depan menggunakan cakarannya, “Taaakkss…” namun dengan mudahnya Garuda menangkap tangan Cindaku itu dan membuatnya tidak bisa bergerak.
“Sekali lagi aku tanyakan padamu, apa kau benar-benar seorang Cindaku” kata Garuda yang bertanya pada Cindaku tersebut.
“Tidak pelu bertanya lagi Garuda, dia bukanlah Cindaku asli dan ada kemungkinan kalau dia menggunakan tulang dan jantung dari Cindaku asli untuk membuat sebuah obat agar dia dapat menggunakan sebagian kecil kekuatan dari Cindaku” kata Batara Kala.
“Jadi begitu, pantas saja dia begitu lemah kalau itu memanglah Cindaku yang asli akan sulit bagiku untuk melawannya menggunakan wujudku yang terkekang ini” kata Garuda, dia lalu mengangkat Cindaku tersebut dan “Buusskk….” Membantingnya kelantai dengan kasarnya “Buusskk… Buusskk… Buusskk…” Garuda lalu membantingnya berkali-kali kelantai membuat Cindaku itu kehilangan kesadarannya.
“Kiik… kiik…” pada saat itu semuanya tidak sempat untuk bereaksi akan tembakan itu dan Rio pada saat itu ingin menggunakan kekuatan penghenti waktu miliknya tetapi dia tidak jadi menggunakannya, karena “Kiik… Kiik…” sesosok Orang Bati melompat kearah Rio dan menggunakan tubuhnya untuk melindungi Rio “Trraanggss…” lalu tiba-tiba peluru dari tembakan kakek itu memantul kembali kearahnya “Crrsstt…” dan melubangi kepala kakek itu.
“Wow… hahaha…. Hei kawan kecil kau melindungi aku yah…” kata Rio yang mana melihat ada beberapa cahay biru yang keluar dari kata-kata sangsekerta dari tubuh Orang Bati tersebut.
“Gahahahah… tampaknya sangsekerta sihir ilmu kebal ditubuh Orang Bati itu bekerja dengan sepenuhnya, anak manusia ini adalah sebuah kesempatan yang bagus mengingat tubuhmu sudah menjadi lebih kuat kau bisa mencoba membuat kontrak dengan Orang Bati tersebut” kata Batara Kala.
__ADS_1
“Hmm… memangnya bisa membuat kontrak dengan mahluk secara langsung seperti ini…??” Tanya Rio.
“Itu bisa kau tinggal menggunakan item kontrak level 0 yang ada ditoko DS Game, setelah itu jika kedua pihak setuju dengan kontrak yang ada maka kau bisa menjadikan dirinya sebagai mahluk panggilanmu” kata Batara Kala.
“Heee… selamatyah nampaknya kau akan mendapatkan kekuatan baru” kata Luna.
“Kau tidak mau mencoba juga, kelihatannya disini ada beberapa mahluk percobaan yang luar biasa unik juga” kata Rio.
“Hahahah… tidak usah aku juga udah membuat kontrak dengan 2 mahluk, dan itu adalah batasanku sekarang ini jadi sangat tidak mungkin aku bisa membuat kontrak lagi” kata Luna yang mana melihat kearah Rio dengan senyuman yang manis.
“Baiklah bagaimana Orang Bati apa kau mau menjalin kontrak denganku” kata Rio yang mana mengeluarkan kontrak level 0, cahap putih dengan titik hitam lalu keluar dari kontrak tersebut dan kemudian memutari tubuh Orang Bati tersebut dan lalu Orang Bati itu melompat kearah Rio bagaikan sesosok peliharaan yang senang ketika melihat tuannya.
“Kiiik…. Kiiik… kiiiik…” Orang Bati tersebut lalu bersuara dengan kencang, dia bersuara karena senangnya sudah membuat kontrak dengan Rio.
“Bagus… tidak percuma taruhanku tadi, disaat aku melihat Orang Bati itu aku melepaskan kekuatan penghenti waktu dari Batara Kala untuk melihat kekuatan ilmu kebal dari Orang Bati, dan karena dia berhutang padaku dia juga akan sangat patuh pada diriku sekarang dan telah menjalin kontrak dengan mudahnya, Orang Bati ini bisa melindungiku dengan tetap berada disisiku karena tubuhnya kecil aku yakin tenaga pemanggilannya tidak akan terlalu banyak” kata Rio yang mana sudah merencanakan semuanya dari awal.
Penjelasan : Ahool kelelawar raksasa berkepala kera penghuni gunung salak dengan panjang lebih dari 4 meter mahluk ini hidup di goa layaknya kelelawar biasa, dan biasanya Ahool mengeluarka suara “Ahuu… Ahuu…” yang menjadi dasar pemberian nama mahluk tersebut.
__ADS_1
Bersambung….