
Rezza yang mana saat itu terlalu percaya diri pada kekuatannya sekarang dihadapi dengan keadaan yang sangat gawat, dirinya dan juga para rekan sekelompoknya terlihat berada didalam situasi yang gawat dan dapat terbunuh. Mereka dikepung oleh kumpulan tombak batu yang mengarah kearah diri mereka, melihat hal tersebut Rezza tidak tahu harus berbuat apa.
“Sialan sekarang harus bagaimana, nampaknya aku hanya bisa menyelamatkan diriku sendiri” kata Rezza, diantara para rekannya hanya dia yang membuat perjanjian dengan sang dewa petir.
Sementara itu para rekan serikat Rezza hanya pengguna aplikasi biasa yang takjub dengan kekuatan milik Rezza, “Trrassk…” Rezza lalu mulai menutupi tubuhnya dengan petir dan membuat petir tersebut menjadi armor yang mana melindungi tubuhnya.
“Traasskkk…” lalu saat tombak-tombak batu tersebut akan menusuk kearah tubuh mereka, “Boomssh… Boomssh… Boomssh…” tiga buah bola api langsung muncul dan menghancurkan seluruh tombak batu tersebut. “Wuusshkk… Wuusshkk…” lalu dengan cepat Rezza dan para rekannya langsung masuk kedalam bayangan dan menghilang dari pandangan siluman tikus tanah tersebut.
“Haaah…?? Kemana mereka pergi” kata siluman tikus tanah berusia 10.000 tahun tersebut.
“Kau lihat apa” kata Dion, dia secara tiba-tiba muncul dibelakan tikus tanah itu, “Crringgs…” dan dengan sarung tinju emas yang dia buat “Buusskk…” Dion melepaskan satu tinju yang mana sangat menyakitkan kearah pertu siluman tikus tanah tersebut.
“Gaahkk…. Dasa manusia kurang ajar” kata siluman tikus tanah itu.
“Criinggs…” dengan cakar kukunya dia berencana untuk menyerang Dion, “Srrasstt…” akan tetapi secara tiba-tiba Rio langsung datang dan menyerangnya dari arah belakang.
“Lawanmu bukan cuman dia” kata Rio, dia menebas siluman tikus tanah tersebut menggunakan golok naga waktu yang dia punya.
Karena aura naga yang kuat dari golok naga waktu tersebut, siluman tikus tanah itu langsung menjadi kaku dan tidak bisa bergerak, tubuhnya seperti ditekan oleh tangan raksasa dari sang naga.
“Bagus sekarang saatnya” kata Dion, “Crranggss… Trranggs…” dia mengubah sarung tangan emas miliknya dan membuat sebuah palu raksasa.
__ADS_1
“Buusskk… Buusskk… Buusskk…” dengan palu emas raksasa yang dia angkat menggunakan kekuatan telekinesis miliknya, Dion memberikan serangan pukulan beberapa kali kewajah siluman tikus tanah tersebut.
“Gaaahkk… kalau seperti ini terus maka aku bisa mati” pikir siluman tikus tanah itu.
“H-hebat… mereka dapat menyudutkan siluman berusia 10.000 tahun hanya dengan dua orang saja” kata para rekan Rezza.
“Aku mengetahui kalau rumornya Rio itu sangat luar biasa, tetapi tidak kusangka dia akan sehebat ini” kata Rezza.
Mereka semua diselamatkan oleh Luna yang mana menggunakan alat sihir jubah milik Rio, dengan jubah itu Luna masuk kedalam bayangan dan membuat mereka pergi dari sana lewat bayangan. Sebelumnya Luna tidak terima karena haru diberikan misi untuk menyelamatkan Rezza dan para rekannya.
“Kenapa kita harus menyelamatknya mereka, mereka sendiri sama sekali tidak memikirkan keselamatan kita” kata Luna.
“Aku tahu yang kau maksud, tetapi ingatlah kalau dia adalah orang yang memberikan misi pada kita, akan tetapi kita bisa kehilangan hadiah kita jika dia mati dan lagi dia memiliki beberapa keuntungan jika dia masih hidup” kata Rio.
“Hmm… kau tidak apa-apa….??” Tanya Rezza yang melihat wajah kesal dari Luna.
“Aku tidak apa-apa, hanya sedikit merasa kesal saja” kata Luna, “Wuushkk…” dia lalu masuk kembali kedalam bayangan dan langsung bergerak untuk membantu Rio dan Dion.
“Buussk…” disaat itu Dion telah memukul siluman tikus tanah tersebut beberapa kali dan membuat kelapanya mengeluarkan banyak darah, akan tetapi karena pertahanan tikus tanah yang kuat tubuhnya tetap dapat bertahan walaupun dipukuli beberapa kali oleh palu emas raksasa milik Dion.
“Haah-haah-haah… aku tidak menyangka kalau dia masih tetapi hidup setelah menerima beberapa kali seranganku” kata Dion.
__ADS_1
“Jangan meremehkan dia, bagaimanapun dia tetaplah siluman berusia 10.000 tahun” kata Rio, dia tetap menyalurkan energy sihir kedalam golok naga waktu untuk menahan gerakan siluman tikus tanah tersebut.
“Aku… aku tidak akan mati disini” kata siluman tikus tanah tersebut.
Dia mulai mengingat kembali alasan dirinya untuk menjadi lebih kuat dan alasannya untuk tetap hidup, siluman tikus tanah itu mengingat saat-saat dirinya direndahkan dan diburu oleh para manusia. Walaupun dia telah menjadi siluman berusia ratusan tahun dia tetap lemah dan direndahkan oleh para siluman lainnya, dan karena kelangkaannya para manusia dan iblis mulai mengincarnya untuk dijual kepada para bangsawa alam gaib.
Dan disaat dirinya sedang terpuruk dia menemukan sebuah tambang kristal sihir yang sangat kaya, dan dengan kristal-kristal sihir tersebut siluman tikus tanah itu memulai pelatihannya untuk menjadi lebih kuat lagi. Dia mendiami tambang tersebut selama lebih dari ribuan tahun tampa keluar sedikitpun dari tambang tersebut, hingga pada akhirnya kerja kerasnya terbayar dan dirinya berubah menjadi siluman berusia 10.000 tahun.
“Buusshhkk…” energy sihir yang besar lalu mengalir dari jantung siluman tikus tanah itu, dan dengan energy sihir tersebut dia mulai merubah dirinya menjadi keberadaan yang sangat mirib dengan manusia. Dengan otot-otot yang kekar dan juga tubuhnya yang ditutupi oleh berlian sebagai armornya, siluman tikus tanah berusia 10.000 tahun tersebut berubah menjadi lebih kuat lagi dan bahkan aura dari golok naga waktu tidak dapat lagi menekan dirinya.
“Orrraaaa…” teriak Dion yang mana ingin memberikan serangan terkuatnya.
“Buusskk…” akan tetapi siluman tikus tanah tersebut dapat menahan serangan Dion hanya dengan sebelah tangannya saja, melihat hal itu Rio tahu kalau siluman tikus tanah itu telah berada dikedaan yang sama dengan setengah dewa. “Burrnn…” dengan sihir cakar api miliknya Rio langsung menyerang kearah tikus tanah tersebut, “Trrassk…” akan tetapi armor belian milik siluman tikus tanah tersebut sangatlah kuat dan tidak dapat ditembus oleh serangan cakar api milik Rio.
“Cuman itu saja yang kau bisa, dasar manusia lemah” kata siluman tikus tanah tersebut.
“Buuskk…” dia dengan cepat menendang Dion hingga terhempas sangat jauh, lalu dia langsung berusaha untuk menyerang Rio yang mana ada dibelakang dirinya “Crrak.. Trranggs…” akan tetapi Rio langsung menghentikan waktu, lalu dengan keadaan waktu yang terhenti itu “Srrastt… Srrastt… Srrastt…” Rio memberikan serangan tebasan menggunakan golok naga waktu miliknya tersebut.
“Trraaskk…” akan tetapi serangan golok milik Rio yang mana adalah sebuah senjata artefak hanya bisa menghancurkan pertahanan dari armor berlian milik siluman tikus tanah tersebut.
“Hooo… kau memiliki pedang yang cukup bagus rupanya, keberatan kalau aku mengambilnya saat kau mati nanti” kata siluman tikus tanah tersebut.
__ADS_1
“Yah… kita lihat saja siapa yang mati nantinya” kata Rio, dia telah menyiapkan kuda-kuda miliknya dan bersiap untuk menyerang.
Bersambung….